Jumat, 07 Agustus 2026

KKN Kolaboratif Kelompok 5 Kenalkan Eco Enzyme dari Limbah Dapur kepada Masyarakat Desa Lojejer

Mahasiswa KKN Kolaboratif 5 Pemerintah Kabupaten Jember yang melaksanakan pengabdian di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menggelar edukasi dan pelatihan pembuatan eco enzyme sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan cara sederhana mengolah limbah dapur, khususnya kulit buah dan sisa bahan organik, menjadi produk yang bermanfaat serta bernilai guna.

Kegiatan diikuti oleh ibu-ibu PKK, masyarakat Desa Lojejer, serta siswa SMA/SMK. Selain menerima materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik, peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan eco enzyme melalui metode fermentasi yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa eco enzyme memiliki berbagai manfaat, di antaranya sebagai pembersih alami untuk membersihkan kerak pada kamar mandi maupun permukaan rumah, serta dapat dimanfaatkan sebagai alternatif ramah lingkungan untuk membantu mengendalikan hama tanaman. Melalui pemanfaatan limbah organik ini, masyarakat tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang dibuang, tetapi juga memperoleh produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua PKK Desa Lojejer, Srini, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap pelatihan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

"Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, masyarakat dapat memanfaatkan sampah organik dari rumah sehingga tidak hanya dibuang, tetapi bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kolaboratif 5 Pemkab Jember berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah organik sejak dari rumah. Edukasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya kebiasaan baru dalam memanfaatkan limbah dapur menjadi produk yang bermanfaat, sehingga dapat mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Bersama Warga Bersihkan Puing Rumah Korban Kebakaran di Desa Sumber Anom


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember bersama warga bergotong royong membersihkan puing-puing rumah korban kebakaran di Desa Sumber Anom, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dalam membantu mempercepat proses pemulihan pascakebakaran.

Gotong royong difokuskan pada pembersihan sisa material bangunan, seperti kayu, genteng, dan puing lainnya agar lokasi kembali aman untuk proses pembangunan. Mahasiswa KKN bersama warga saling bahu-membahu membersihkan area rumah dan mengangkut puing menggunakan peralatan sederhana.

Koordinator Lapangan KKN, Ammar Jihad Hidayatulloh, mengatakan keterlibatan mahasiswa merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya diwujudkan melalui program kerja, tetapi juga aksi nyata saat warga membutuhkan bantuan.

"Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban keluarga yang terdampak serta memperkuat semangat kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Sumber Anom," ujarnya.

Kepala Desa Sumber Anom, Misyono, mengapresiasi partisipasi mahasiswa KKN Unmuh Jember yang turut membantu proses pembersihan rumah warga terdampak kebakaran.

"Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa yang langsung turun membantu warga. Kehadiran mereka memberikan semangat bagi masyarakat untuk bersama-sama mempercepat proses pembersihan rumah yang terdampak kebakaran," katanya.

Apresiasi juga datang dari warga terdampak yang mengaku terbantu dengan kehadiran mahasiswa dan masyarakat yang bergotong royong membersihkan puing-puing rumah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unnmuh Jember berharap semangat kepedulian, solidaritas, dan gotong royong dapat terus terjaga serta membantu mempercepat proses pemulihan warga pascakebakaran sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat selama pelaksanaan KKN di Desa Sumber Anom.

Prodi Magister Manajemen Raih Akreditasi Unggul, FEB Unmuh Jember Perkuat Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan. Program Studi Magister Manajemen (S2 Manajemen) resmi meraih predikat Akreditasi Unggul, sebuah capaian yang menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, tata kelola, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta sistem penjaminan mutu yang diterapkan.

Dekan FEB Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Maheni Ika Sari, S.E., M.M., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, Akreditasi Unggul merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika yang selama ini berkomitmen membangun budaya mutu secara berkelanjutan.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas diraihnya predikat Akreditasi Unggul oleh Program Studi Magister Manajemen. Capaian ini merupakan amanah sekaligus bukti bahwa proses penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, serta penjaminan mutu di Program Studi Magister Manajemen telah memenuhi standar kualitas yang sangat baik," ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan program studi, tetapi juga seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra kerja sama.

Menurut Maheni, predikat Akreditasi Unggul memiliki arti strategis bagi pengembangan fakultas. Selain menjadi pengakuan resmi atas kualitas pendidikan yang diselenggarakan, capaian ini semakin memperkuat posisi FEB Universitas Muhammadiyah Jember sebagai salah satu fakultas ekonomi dan bisnis yang kompetitif di tingkat regional maupun nasional.

Perjalanan menuju Akreditasi Unggul, lanjutnya, ditempuh melalui proses yang panjang dan terencana. Berbagai aspek terus diperkuat, mulai dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), evaluasi kurikulum secara berkelanjutan, peningkatan kualitas dosen, pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, perluasan jejaring kerja sama, hingga peningkatan layanan akademik dan kemahasiswaan.


"Seluruh dokumen disusun berdasarkan data yang valid dan didukung implementasi nyata di lapangan. Saat asesmen lapangan, tim asesor dapat melihat bahwa budaya mutu benar-benar telah menjadi bagian dari tata kelola program studi, bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi," jelasnya.

Maheni menyebut sejumlah faktor yang menjadi kekuatan utama Program Studi Magister Manajemen, di antaranya komitmen pimpinan universitas terhadap budaya mutu, kualitas dosen yang terus berkembang, kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri, tata kelola yang akuntabel, produktivitas penelitian dan pengabdian, serta dukungan jejaring kerja sama dan alumni.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dosen berperan menjaga mutu pembelajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah. Tenaga kependidikan memastikan layanan akademik berjalan profesional, sementara mahasiswa, alumni, dan mitra memberikan kontribusi melalui prestasi, masukan, hingga kolaborasi dalam berbagai program.

Bagi mahasiswa, Akreditasi Unggul memberikan berbagai manfaat, mulai dari jaminan mutu pendidikan yang diakui secara nasional, meningkatnya kepercayaan dunia kerja terhadap lulusan, hingga terbukanya peluang kerja sama akademik yang lebih luas, termasuk program pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan kolaborasi internasional.

"Pada akhirnya, manfaat terbesar adalah meningkatnya daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.

Maheni juga menjelaskan bahwa Program Studi Magister Manajemen memiliki sejumlah keunggulan, seperti kurikulum yang adaptif terhadap transformasi digital dan kebutuhan dunia bisnis modern, integrasi kompetensi manajerial dengan nilai-nilai Islam berkemajuan, dosen yang aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah, serta jejaring kerja sama dengan berbagai institusi pemerintah, dunia usaha, industri, dan mitra internasional.

Meski telah meraih Akreditasi Unggul, FEB Universitas Muhammadiyah Jember tidak berhenti melakukan pembenahan. Ke depan, fakultas akan terus memperkuat budaya mutu melalui evaluasi berkelanjutan, penyempurnaan kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan kompetensi dosen, penguatan publikasi internasional, digitalisasi layanan akademik, serta peningkatan kepuasan mahasiswa dan pengguna lulusan.


Selain itu, pengembangan riset kolaboratif, perluasan kerja sama internasional melalui joint research, visiting professor, student mobility, hingga inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital, project-based learning, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) secara bertanggung jawab juga menjadi fokus pengembangan ke depan.

Menutup wawancara, Maheni berharap capaian Akreditasi Unggul mampu menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Jember untuk terus membangun budaya mutu, budaya berprestasi, dan budaya melayani.

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan kerja sama, komitmen, integritas, dan semangat untuk terus belajar, kita mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. Semoga Akreditasi Unggul ini menjadi motivasi bagi seluruh program studi untuk terus meningkatkan kualitasnya sehingga Universitas Muhammadiyah Jember semakin dipercaya masyarakat, semakin berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," pungkasnya.

 


Kamis, 06 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Bersama Dinas Sosial P3AKB Edukasi Siswa MTs Nurussalam Cegah Bullying

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember berkolaborasi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Bondowoso menggelar sosialisasi pencegahan bullying di MTs Nurussalam, Desa Sumber Kemuning, Kecamatan Tamanan, Kamis (4/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama narasumber dari Dinas Sosial P3AKB menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh seluruh warga sekolah.

Selain pemaparan materi, para peserta juga diajak berdiskusi mengenai contoh-contoh perilaku bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sesi interaktif tersebut, siswa didorong untuk lebih berani menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, serta membangun budaya saling peduli terhadap sesama teman.


Kepala MTs Nurussalam, Uswadi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai bullying sangat penting diberikan sejak dini agar peserta didik memiliki pemahaman yang benar tentang dampak negatif perundungan serta mampu membangun hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah.

"Kegiatan ini bisa bermanfaat terhadap lembaga dan anak-anak sehingga tidak ada perundungan di sekolah, serta siswa dapat lebih memahami tentang bullying," ujar Uswadi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk penguatan karakter siswa sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Unmuh Jember dan Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso, diharapkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk perundungan semakin meningkat. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah anak, dan mampu mendukung perkembangan karakter generasi muda secara optimal.

Siapkan Generasi Berprestasi, Mahasiswa KKN 11 Unmuh Jember Dampingi Siswa MI Nurul Hasan Menuju PORSENI

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 11 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember memberikan pendampingan latihan olahraga kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Hasan, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan siswa menghadapi Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) tingkat kecamatan yang akan berlangsung pada 26 Agustus 2026.

Program pendampingan dimulai dengan proses seleksi siswa pada 31 Juli 2026 untuk menjaring peserta yang berpotensi mewakili MI Nurul Hasan dalam cabang olahraga lari sprint dan tolak peluru. Dari hasil seleksi tersebut, terpilih beberapa siswa yang kemudian mendapatkan pelatihan secara intensif dari mahasiswa KKN 11 Unmuh Jember.

Latihan dilakukan secara rutin setiap sore mulai 1 hingga 24 Agustus 2026 di lapangan Desa Dadapan. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti kegiatan, baik saat menjalani latihan maupun ketika memberikan dukungan kepada teman-temannya yang sedang berlatih.

Koordinator Desa (Kordes) KKN, Muhammad Anwar Thoriq, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi siswa di bidang pendidikan dan olahraga.

"Kami ingin anak-anak MI Nurul Hasan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga percaya diri saat tampil di ajang PORSENI. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu mereka tampil maksimal dan membawa nama baik sekolah maupun desa," ujarnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Kepala MI Nurul Hasan, Ruwaidah. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberikan motivasi baru bagi siswa untuk lebih semangat mengembangkan kemampuan mereka.

"Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini. Anak-anak menjadi lebih semangat berlatih, dan kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut untuk mendukung prestasi siswa MI Nurul Hasan ke depannya," tuturnya.

Melalui program pendampingan ini, mahasiswa KKN 11 Unmuh Jember berharap dapat menumbuhkan semangat berprestasi sejak dini sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Dadapan.

Cegah Perundungan, Mahasiswa KKN 07 Unmuh Jember Edukasi Siswa SDN Kalianyar 01



Mahasiswa KKN kelompok 07 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember gelar sosialisasi kepada siswa-siswi SDN Kalianyar 01, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahaya perundungan. Kegiatan tersebut diselenggarkan pada Selasa (4/8/2026).

Sekitar 40 siswa mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan, mulai dari ejekan, pengucilan, pemberian julukan yang merendahkan, hingga perundungan di media digital. Melalui sosialisasi ini, siswa juga didorong untuk berani melaporkan apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui presentasi, video edukasi, permainan, dan diskusi. Suasana yang komunikatif membuat siswa antusias mengikuti kegiatan, bahkan beberapa di antaranya berbagi pengalaman terkait ejekan yang pernah mereka alami atau saksikan.

Koordinator kegiatan, Fahmi, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program KKN dalam mendukung terwujudnya sekolah ramah anak.

"Saat observasi kami menemukan sebagian siswa masih menganggap ejekan sebagai candaan. Karena itu kami memilih pendekatan yang sederhana agar mereka memahami batas antara bercanda dan perundungan," ujarnya.

Kepala SD Negeri Kalianyar 01, Siti Aminah, S.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kebiasaan saling mengejek masih kerap terjadi di kalangan siswa sehingga edukasi seperti ini sangat diperlukan.

"Anak-anak di sini masih sering mengolok nama orang tua temannya. Kami berharap setelah sosialisasi ini mereka memahami bahwa perilaku tersebut termasuk perundungan dan tidak lagi melakukannya," tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk saling menghormati dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan.

Mahasiswa KKN 27 Unmuh Jember Edukasi Siswa SDN Kemirian 01 tentang Pentingnya Menabung Sejak Dini


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 27 Unmuh Jember menggelar sosialisasi Gerakan Menabung Sejak Dini di SDN Kemirian 01, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan sekaligus menanamkan kebiasaan menabung kepada siswa sejak usia sekolah dasar.

Sosialisasi diikuti siswa kelas I, II, dan III dengan materi mengenai pengertian dan manfaat menabung, serta pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab sehingga siswa lebih mudah memahami pentingnya mengelola uang secara bijak.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, mahasiswa KKN juga membagikan celengan kepada seluruh peserta. Diharapkan, pemberian celengan ini dapat memotivasi siswa untuk mulai menyisihkan uang saku dan membiasakan diri menabung, baik di rumah maupun di sekolah.

Kepala SDN Kemirian 01 mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu memberikan edukasi yang bermanfaat dalam membentuk karakter anak sejak dini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Unmuh Jember yang telah menghadirkan program edukatif ini. Semoga kebiasaan menabung yang ditanamkan kepada anak-anak dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal yang bermanfaat bagi masa depan mereka," ujarnya.

Ketua Kelompok KKN 27, M. Faris Abdillah, mengatakan bahwa program ini merupakan upaya menanamkan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan sejak usia dini. Menurutnya, menabung tidak hanya mengajarkan anak menyimpan uang, tetapi juga membentuk sikap disiplin, bijak dalam menentukan prioritas, serta bertanggung jawab dalam menggunakan uang.

"Ini bentuk belajar bagi mereka dalam mengelola keuangan, membentuk disiplin anak sejak usaia dini," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 27 Unmuh Jember berharap budaya gemar menabung dapat tumbuh sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter dan literasi keuangan anak.

Connect