Mahasiswa KKN Unmuh Jember Bersama Dinas Sosial P3AKB Edukasi Siswa MTs Nurussalam Cegah Bullying
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember berkolaborasi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Bondowoso menggelar sosialisasi pencegahan bullying di MTs Nurussalam, Desa Sumber Kemuning, Kecamatan Tamanan, Kamis (4/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama narasumber dari Dinas Sosial P3AKB menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh seluruh warga sekolah.
Selain pemaparan materi, para peserta juga diajak berdiskusi mengenai contoh-contoh perilaku bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sesi interaktif tersebut, siswa didorong untuk lebih berani menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, serta membangun budaya saling peduli terhadap sesama teman.
Kepala MTs Nurussalam, Uswadi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai bullying sangat penting diberikan sejak dini agar peserta didik memiliki pemahaman yang benar tentang dampak negatif perundungan serta mampu membangun hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah.
"Kegiatan ini bisa bermanfaat terhadap lembaga dan anak-anak sehingga tidak ada perundungan di sekolah, serta siswa dapat lebih memahami tentang bullying," ujar Uswadi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk penguatan karakter siswa sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Unmuh Jember dan Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso, diharapkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk perundungan semakin meningkat. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah anak, dan mampu mendukung perkembangan karakter generasi muda secara optimal.

Posting Komentar