Jumat, 14 Agustus 2026

KKN Kelompok 17 Unmuh Jember Edukasi Siswa tentang Cita-Cita dan Bijak Bermedia Sosial


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar sosialisasi bertajuk “Ceria Belajar dan Cerdas Bermedia Sosial” di SD Negeri Sumberpandan 1, Selasa (28/7/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Cerdas, Kreatif, Berkarakter, dan Bijak di Era Digital”, kegiatan tersebut bertujuan membekali siswa dengan motivasi belajar sekaligus pemahaman dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial secara positif, aman, dan bertanggung jawab.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pukul 08.00–09.00 WIB dan 09.50–10.45 WIB, dengan melibatkan seluruh siswa SD Negeri Sumberpandan 1. Materi disesuaikan dengan jenjang pendidikan agar lebih mudah dipahami.

Siswa kelas 1–3 mendapatkan materi “Belajar Ceria untuk Menggapai Cita-Cita” yang berfokus pada peningkatan semangat belajar, pengenalan berbagai profesi, serta motivasi agar siswa berani memiliki cita-cita dan berusaha untuk mewujudkannya.

Sementara itu, siswa kelas 4–6 mengikuti materi “Anak Hebat di Dunia Nyata dan Dunia Digital”. Materi tersebut membahas manfaat dan risiko penggunaan media sosial serta pentingnya bersikap bijak, aman, dan bertanggung jawab ketika menggunakan media digital.

Kepala SD Negeri Sumberpandan 1 menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan relevan dengan perkembangan zaman, terutama karena anak-anak semakin dekat dengan penggunaan gawai dan media sosial.

“Materi yang disampaikan relevan dengan perkembangan zaman. Melalui sosialisasi ini, diharapkan siswa tidak hanya memiliki semangat untuk meraih cita-cita, tetapi juga mampu menjadi generasi yang cerdas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mengemas materi secara interaktif melalui presentasi, permainan edukatif, diskusi, dan sesi tanya jawab. Pendekatan tersebut membuat siswa lebih aktif mengikuti kegiatan. Antusiasme terlihat dari keterlibatan siswa dalam permainan maupun keberanian mereka menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan pemateri.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN Kelompok 17 Unmuh Jember dan SD Negeri Sumberpandan 1 dalam memberikan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui kegiatan tersebut, siswa kelas 1–3 diharapkan semakin termotivasi untuk belajar dan memiliki keberanian dalam mengejar cita-cita. Sementara siswa kelas 4–6 diharapkan mampu menerapkan perilaku bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial serta teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam mendukung pendidikan karakter dan literasi digital bagi generasi muda. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat terus diperkuat untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan di era digital.

Ubah Sampah Jadi Berkah, KKN Kolaborasi Unmuh Jember Dorong Warga Mayangan Bentuk Bank Sampah

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Desa Mayangan Universitas Muhammadiyah (Unnmuh) Jember menggelar sosialisasi bank sampah di Balai Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat mengelola sampah secara lebih terorganisasi sekaligus melihat potensi ekonomi dari limbah rumah tangga.

Sosialisasi yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut diikuti oleh perangkat Desa Mayangan dan masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah berbasis komunitas, mulai dari mekanisme pembentukan bank sampah hingga sistem pengelolaannya di tingkat desa.

Tim KKN menjelaskan tahapan pembentukan bank sampah, pembagian tugas, serta struktur organisasi yang dapat diterapkan. Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai klasifikasi dan jenis sampah agar proses pemilahan dapat dilakukan sejak dari sumbernya, terutama pada lingkungan rumah tangga.

Tidak hanya menyampaikan teori, mahasiswa turut memperkenalkan berbagai inovasi pengolahan sampah organik yang dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Beberapa di antaranya adalah ekoenzim, kompos dan pupuk organik, serta budidaya maggot.

Ekoenzim diperkenalkan sebagai cairan serbaguna yang dihasilkan melalui proses fermentasi sampah dapur organik. Sementara itu, limbah tumbuhan dan sisa makanan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos dan pupuk organik untuk mendukung kesuburan tanah.

Mahasiswa juga mengenalkan budidaya maggot sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah organik. Selain membantu menguraikan sampah, maggot dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan berprotein bagi sejumlah jenis ternak.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Mayangan. Dalam sambutannya, perwakilan Kepala Desa Mayangan menyambut positif inisiatif mahasiswa dan mendorong masyarakat untuk mulai mengubah cara pandang terhadap sampah.

Sampah yang selama ini dianggap sebagai persoalan lingkungan, menurutnya, dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi apabila dikelola dengan tepat. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, tim KKN Kolaborasi bersama Pemerintah Desa Mayangan berkomitmen mendorong pembentukan Komunitas Bank Sampah Desa Mayangan. Komunitas tersebut diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk melakukan pemilahan, pengumpulan, dan pengelolaan sampah secara bersama-sama.

Keberadaan komunitas bank sampah diharapkan tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai jual maupun nilai guna.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Kolaborasi Unmuh Jember berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dapat semakin meningkat. Dari langkah sederhana berupa memilah sampah dari rumah, masyarakat Desa Mayangan diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun perekonomian warga.

Atasi Persoalan Sampah, KKN-T 18 Unmuh Jember Hadirkan Teknologi Incinerator Minim Asap


Persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Desa Maesan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 18 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan inovasi berupa incinerator pembakaran minim asap.

Pembuatan dan pengembangan alat tersebut dilaksanakan selama dua hari, Sabtu–Minggu (1–2/8/2026), sebagai salah satu upaya mahasiswa membantu masyarakat dalam menangani sampah yang sulit terurai, khususnya sampah anorganik.

Program tersebut berangkat dari kondisi pengelolaan sampah di Desa Maesan yang masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah belum tersedianya Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang memadai, sehingga sebagian masyarakat masih membuang sampah secara tidak terkelola, termasuk ke sungai. Kondisi tersebut berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kebersihan aliran air.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T Kelompok 18 merancang incinerator sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah anorganik yang sulit dimanfaatkan kembali. Alat tersebut dirancang dengan sistem pembakaran yang lebih terarah sehingga diharapkan dapat menghasilkan asap lebih sedikit dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka.

Penggunaan incinerator diarahkan untuk sampah anorganik tertentu, terutama material yang sulit terurai seperti beberapa jenis plastik dan kemasan rumah tangga. Sementara itu, sampah organik tidak diarahkan untuk dibakar, melainkan dapat dikelola melalui metode lain seperti pengomposan.

Selain menghasilkan alat, mahasiswa KKN-T 18 juga mendorong masyarakat menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos, sedangkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dapat dipilah untuk digunakan kembali maupun didaur ulang.

Inovasi tersebut mendapat perhatian dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari ketua RT, kepala dusun, perangkat desa, hingga Kepala Desa Maesan. Pemerintah desa menilai persoalan sampah membutuhkan solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dan melibatkan partisipasi masyarakat.

Perangkat Desa Maesan, Yogi, berharap inovasi yang dikembangkan mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai dusun.

“Adanya inovasi dari mahasiswa KKN ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menangani permasalahan sampah di setiap dusun Desa Maesan. Kami berharap alat yang dibuat dapat dimanfaatkan, dirawat, dan juga dapat diproduksi sebanyak 10 titik di Desa Maesan,” ujarnya.

Sementara itu, PDD KKN-T Kelompok 18 Unmuh Jember, Heki, mengatakan pembuatan incinerator merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan alternatif terhadap persoalan sampah di Desa Maesan.

“Kami mencoba menghadirkan sebuah solusi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan desa. Namun, incinerator bukan satu-satunya solusi dalam mengurangi limbah sampah. Kami juga berharap masyarakat tetap melakukan pemilahan sampah sesuai jenisnya agar pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan lebih baik,” jelasnya.

Melalui program tersebut, KKN-T Kelompok 18 Unmuh Jember tidak hanya berupaya menghadirkan teknologi tepat guna, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Keberadaan incinerator diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi timbunan sampah yang sulit terurai. Namun, pengelolaan sampah secara menyeluruh tetap membutuhkan pemilahan sejak dari sumber, pengurangan penggunaan barang sekali pakai, pemanfaatan kembali, serta pengolahan sampah yang sesuai dengan jenisnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih tertib dan bertanggung jawab di Desa Maesan. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, inovasi sederhana tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi lingkungan.

KKN Kelompok 1 Unmuh Jember Hadirkan Rumah Belajar untuk Perkuat Literasi Anak di Desa Sumber Anyar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan program Rumah Belajar di Desa Sumber Anyar, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi sekaligus mengembangkan potensi akademik anak-anak di tingkat desa.

Kegiatan Rumah Belajar dilaksanakan pada 29 Juli dan dilanjutkan pada 5 Agustus 2026. Program ini dirancang sebagai ruang belajar yang kreatif dan interaktif untuk membantu anak-anak membangun kebiasaan membaca, meningkatkan rasa ingin tahu, serta mengembangkan kepercayaan diri dalam proses pembelajaran.

Ketua KKN Kelompok 1, Syahidin, mengatakan bahwa program tersebut berangkat dari kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya penguatan kemampuan literasi anak. Menurutnya, kemampuan membaca dan memahami informasi menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan.

“Rumah Belajar kami hadir bukan hanya untuk membantu anak menyelesaikan tugas sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan agar mereka memiliki motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri,” ujar Syahidin.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengemas pembelajaran dengan pendekatan yang berbeda dari kegiatan belajar formal di sekolah. Anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif, seperti membaca bersama, diskusi sederhana, permainan berbasis pengetahuan, hingga latihan pemecahan masalah.

Pada kegiatan perdana, 29 Juli 2026, mahasiswa memperkenalkan konsep Rumah Belajar sekaligus membangun kedekatan dengan para peserta. Tahap tersebut dimanfaatkan untuk mengenali kebutuhan belajar dan karakter masing-masing anak.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 5 Agustus 2026 dengan pendampingan yang lebih terarah. Mahasiswa memberikan bimbingan membaca, berhitung, memahami materi pelajaran, serta melatih kemampuan anak dalam menyampaikan pendapat.

Pendekatan pembelajaran menempatkan anak sebagai peserta aktif. Mereka diberikan ruang untuk bertanya, berdiskusi, dan mengeksplorasi ide sehingga proses belajar tidak hanya berpusat pada penyampaian materi dari pendamping.

Mahasiswa KKN Kelompok 1 memandang bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca teks, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi untuk menyelesaikan persoalan. Oleh karena itu, Rumah Belajar diarahkan untuk membangun pola belajar yang lebih mandiri dan kritis.

Antusiasme anak-anak menjadi salah satu respons positif terhadap pelaksanaan program. Para peserta terlihat aktif mengikuti kegiatan serta menunjukkan ketertarikan terhadap aktivitas membaca dan pembelajaran tambahan yang diberikan mahasiswa.

Selain mendukung kemampuan akademik, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi perkembangan nonakademik anak. Peserta didorong untuk lebih percaya diri dalam menjawab pertanyaan, berkomunikasi dengan teman, dan menyampaikan gagasan di hadapan kelompok.

Program Rumah Belajar menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga berupaya memberikan solusi terhadap tantangan literasi di lingkungan pedesaan.

Mahasiswa KKN Kelompok 1 berharap Rumah Belajar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir. Keberlanjutan program diharapkan dapat melibatkan pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat setempat.

Dengan dukungan berbagai pihak, Rumah Belajar di Desa Sumber Anyar diharapkan dapat berkembang menjadi ruang edukasi yang berkelanjutan serta membantu menciptakan generasi muda yang memiliki kemampuan literasi kuat, potensi akademik yang berkembang, dan kesiapan menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Beri Privasi Lebih Layak, KKN 27 Unmuh Jember Benahi Pemandian MCK Warga Dusun Krajan

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 27 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) memasang tabing pada fasilitas pemandian MCK di Dusun Krajan, Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jumat (7/8/2026).

Pemasangan tabing dilakukan untuk memberikan batas dan privasi yang lebih layak bagi warga saat memanfaatkan fasilitas pemandian. Program tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan fasilitas umum yang nyaman dan aman bagi masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan secara gotong royong bersama Kepala Dusun Krajan, Sujoto. Mahasiswa KKN bersama pemerintah dusun terlibat mulai dari menyiapkan bahan hingga proses pemasangan tabing pada area pemandian MCK.

Program tersebut dilatarbelakangi kondisi sebagian masyarakat Desa Kemirian yang masih memanfaatkan sungai sebagai tempat mandi. Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN karena ketersediaan fasilitas pemandian yang memiliki privasi dan kenyamanan merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat.

Dengan adanya tabing, warga diharapkan dapat menggunakan fasilitas pemandian MCK dengan lebih nyaman, aman, dan memiliki privasi. Fasilitas tersebut juga diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang selama ini masih melakukan aktivitas mandi di sungai.

Kepala Dusun Krajan, Sujoto, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN 27 Unmuh Jember dalam memperbaiki fasilitas pemandian tersebut. Menurutnya, pemasangan tabing memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa KKN yang sudah membantu membuat tabing di tempat pemandian ini. Dengan adanya tabing, warga menjadi lebih nyaman dan terbantu, terutama karena masih banyak warga yang mandi di sungai,” ujarnya.

Mahasiswa KKN Kelompok 27 berharap fasilitas yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat. Pemasangan tabing ini tidak hanya menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa selama KKN, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Dusun Krajan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa KKN Unmuh Jember dan pemerintah dusun dalam menghadirkan solusi sederhana terhadap kebutuhan fasilitas umum masyarakat.

Terangi Jalur Rawan, KKN 13 Unmuh Jember Pasang Reflektor Jalan di Desa Tanah Wulan


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) bersama masyarakat memasang reflektor jalan di sejumlah titik rawan di Desa Tanah Wulan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Jumat (7/8/2026).

Program tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada jalur yang memiliki tikungan, minim penerangan, dan jarak pandang terbatas pada malam hari.

Pemasangan reflektor dilakukan di sejumlah titik yang dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi bagi pengguna jalan. Reflektor berfungsi memantulkan cahaya lampu kendaraan sehingga keberadaan tikungan dan arah jalan dapat terlihat lebih jelas oleh pengemudi.

Koordinator KKN Kelompok 13, Warna, mengatakan pemasangan reflektor menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu mengatasi kondisi penerangan yang masih terbatas di beberapa ruas jalan Desa Tanah Wulan.

“Kami memasang reflektor-reflektor ini sebagai upaya mengatasi masalah pencahayaan yang kurang memadai di Desa Tanah Wulan. Kami berharap inisiatif ini dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan, sehingga masyarakat dapat merasa lebih aman saat bepergian pada malam hari,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bersama warga menentukan titik pemasangan yang dianggap strategis, terutama pada ruas jalan berliku dan tikungan dengan jarak pandang terbatas. Reflektor kemudian dipasang agar dapat memantulkan cahaya lampu kendaraan dan memberikan penanda visual bagi pengemudi.

Dengan adanya reflektor, pengendara diharapkan dapat mengenali tikungan dan arah jalan lebih awal sehingga memiliki waktu untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintas pada malam hari.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam membantu menjawab kebutuhan masyarakat melalui solusi sederhana yang dapat memberikan manfaat langsung.

Mahasiswa KKN Kelompok 13 berharap reflektor yang telah dipasang dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Tanah Wulan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghadirkan solusi praktis untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan.

KKN-T 19 Unmuh Jember Tanamkan Budaya Menabung Sejak Dini kepada Siswa SDN 1 Sumberpakem

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 19 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember memberikan edukasi literasi keuangan kepada siswa kelas VI SDN 1 Sumberpakem, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menanamkan kebiasaan menabung dan mengenalkan pengelolaan keuangan sederhana sejak usia sekolah dasar.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN-T memberikan pemahaman mengenai manfaat menabung, cara mengatur uang saku, serta pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif agar siswa lebih mudah memahami dan menerapkan konsep pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

Koordinator KKN-T Kelompok 19 Unmuh Jember mengatakan bahwa kebiasaan mengelola keuangan perlu dikenalkan sejak dini. Menurutnya, menabung bukan semata-mata tentang jumlah uang yang disisihkan, tetapi juga membentuk sikap disiplin dan bertanggung jawab.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini siswa termotivasi untuk mulai menyisihkan uang saku secara rutin. Meskipun jumlahnya sedikit, kebiasaan menabung akan memberikan manfaat yang besar di masa mendatang,” ujarnya.

Selain menabung, mahasiswa juga mengajak siswa memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu siswa lebih bijak dalam menggunakan uang saku dan tidak mudah menghabiskannya untuk hal-hal yang kurang diperlukan.

Kepala SDN 1 Sumberpakem mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN-T Unmuh Jember. Menurutnya, edukasi literasi keuangan menjadi bekal penting bagi siswa untuk belajar hidup hemat sekaligus membangun kebiasaan menggunakan uang secara bijak.

 “Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN-T Universitas Muhammadiyah Jember atas sosialisasi yang telah diberikan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T Kelompok 19 berharap siswa kelas VI SDN 1 Sumberpakem dapat mulai membiasakan diri menabung secara rutin. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian serta tanggung jawab finansial sejak usia dini.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T Unmuh Jember dalam mendukung SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan literasi keuangan, serta SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengenalan budaya pengelolaan keuangan yang baik sejak usia sekolah.

Connect