Rabu, 28 Oktober 2026

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Gelar Pelatihan Fardu Kifayah melalui Program KHIDMATUL UMMAH di Lumajang


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Siti Rokhayah, menggelar pelatihan fardu kifayah dengan fokus pada tata cara memandikan jenazah melalui program “KHIDMATUL UMMAH: Pelatihan Keterampilan Fardu Kifayah di Masyarakat”. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (22/10/2026) di salah satu rumah warga RT 02, Desa Kaliboto Lor, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, dan diikuti 40 peserta dari kalangan ibu-ibu Muslimat.

Pelatihan ini menghadirkan Ustaz Arbain Nawawi sebagai pemateri. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memahami tata cara memandikan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

Dalam pemaparannya, Ustaz Arbain Nawawi menjelaskan sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam proses memandikan jenazah. Materi meliputi persiapan sebelum pelaksanaan, perlengkapan yang diperlukan, hingga tahapan memandikan jenazah sesuai ketentuan syariat Islam.

Penyampaian materi melalui penjelasan dan praktik diharapkan membantu peserta memahami proses pengurusan jenazah secara lebih terarah. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengurusan jenazah merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Islam. Salah satunya adalah memandikan jenazah, yang termasuk dalam rangkaian kewajiban fardu kifayah. Pemahaman mengenai tata cara pelaksanaannya diperlukan agar masyarakat dapat berperan dalam membantu pengurusan jenazah ketika dibutuhkan.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh bekal pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Keterampilan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan keagamaan secara bersama-sama.

Program KHIDMATUL UMMAH menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember dalam mendukung peningkatan pengetahuan keagamaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Siti Rokhayah berharap pembelajaran fardu kifayah dapat terus dikembangkan di Desa Kaliboto Lor sehingga semakin banyak warga yang memahami pentingnya pengurusan jenazah sesuai tuntunan Islam.

Cegah Stunting Sejak Dini, Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember Edukasi Wali Murid melalui Program Isi Piringku


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Silma Auliya, menggelar workshop edukasi gizi dan pencegahan stunting di PAUD KB Melati 02, Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan bertema “Cegah Stunting Sejak Dini: GERMAS dan Pedoman Isi Piringku bagi Keluarga dan Anak Usia Dini” ini bertujuan meningkatkan pemahaman wali murid mengenai pentingnya gizi seimbang dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan tersebut melibatkan pihak PAUD dan kader Posyandu Desa Alun-Alun sebagai upaya memperkuat edukasi gizi di lingkungan keluarga.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta penerapan pedoman Isi Piringku dalam menu sehari-hari. Edukasi tersebut juga menekankan bahwa makanan bergizi tidak selalu harus mahal karena bahan pangan lokal yang mudah ditemukan dapat menjadi bagian dari menu sehat keluarga.

Pelaksana KKN RPL Unmuh Jember, Silma Auliya, menyampaikan bahwa pemahaman orang tua mengenai komposisi makanan menjadi salah satu hal penting dalam mendukung kebutuhan gizi anak.

“Banyak orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, namun belum semua memahami cara menyusun makanan yang tepat. Melalui workshop ini, kami ingin memberikan pemahaman yang sederhana namun bermanfaat bahwa makanan bergizi tidak harus mahal, yang penting komposisinya seimbang,” ungkap Silma.

Ketua Posyandu Desa Alun-Alun, Hanik Armiati, hadir sebagai narasumber untuk menjelaskan penerapan Isi Piringku dan pemanfaatan bahan pangan lokal. Ia mengajak orang tua membiasakan penyajian sayur dan buah dalam menu keluarga dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

“Sayur dan buah tidak selalu mahal. Di lingkungan kita ada bayam, kangkung, pisang, dan pepaya yang mudah didapat. Yang penting adalah kebiasaan menyajikannya di meja makan setiap hari,” tutur Hanik.

Untuk mengevaluasi pemahaman peserta, mahasiswa menerapkan pre-test dan post-test. Berdasarkan laporan hasil evaluasi kegiatan, terdapat peningkatan pemahaman materi gizi sebesar 85 persen dari total peserta wali murid. Selain menerima materi, peserta juga berlatih menyusun lembar rencana menu sehat selama tujuh hari untuk anak usia dini.

Salah satu wali murid, Riska, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya variasi makanan dalam menu anak. Ia menyadari bahwa pemenuhan kebutuhan makan anak perlu memperhatikan keseimbangan gizi, bukan sekadar membuat anak merasa kenyang.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan lembar komitmen bersama untuk mendukung pencegahan stunting. Komitmen tersebut mencakup kesediaan wali murid untuk memantau tumbuh kembang anak secara rutin di Posyandu dan menerapkan prinsip Isi Piringku dalam penyediaan makanan di rumah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember berharap orang tua semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi serta kerja sama antara keluarga, lembaga PAUD, dan kader Posyandu diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan stunting dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Ajak Wali Murid KB Sinar Pola Sulap Barang Bekas Menjadi APE Kreatif


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengajak wali murid KB Sinar Pola, Desa Pagowan, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, mengolah barang bekas menjadi Alat Permainan Edukatif (APE). Kegiatan bertajuk “Kreasi APE dari Barang Bekas: Workshop Kreatif Wali Murid untuk Anak Usia Dini” ini dilaksanakan pada Selasa (20/10/2026) mulai pukul 08.00 WIB.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam membuat media bermain edukatif dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Selain mendukung pembelajaran anak usia dini, kegiatan ini juga menjadi upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang bekas.

Dalam workshop tersebut, wali murid diajak mengenal sekaligus mempraktikkan pembuatan beberapa jenis APE. Hasil kreasi yang dibuat antara lain puzzle dari daun kering dan kardus, permainan coding angka, serta permainan pengelompokan warna menggunakan styrofoam dan tusuk sate.

Melalui praktik langsung, para wali murid memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dalam menyiapkan media bermain bagi anak. Bahan-bahan yang mudah ditemukan dan biasanya dianggap tidak terpakai dapat diolah menjadi permainan yang menarik sekaligus memiliki nilai edukatif.

Salah satu wali murid yang membuat puzzle menyampaikan bahwa permainan tersebut memiliki manfaat bagi perkembangan anak.

“Saya membuat puzzle karena puzzle dapat melatih koordinasi antara tangan dan mata, meningkatkan fokus, serta menumbuhkan kesabaran anak,” ujarnya.

Kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa mendukung proses belajar anak tidak selalu harus menggunakan permainan yang mahal. Dengan kreativitas dan pendampingan orang tua, bahan yang tersedia di sekitar dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman bermain yang menyenangkan dan mendukung proses belajar anak.

Selain menghadirkan alternatif media pembelajaran, pembuatan APE dari barang bekas mendorong keluarga untuk membiasakan pemanfaatan kembali bahan yang masih layak pakai. Dengan demikian, kegiatan bermain dan belajar dapat berjalan beriringan dengan pengenalan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember berharap wali murid KB Sinar Pola dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan orang tua dalam menyediakan dan mendampingi penggunaan permainan edukatif diharapkan dapat mendukung perkembangan anak sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember Edukasi Orang Tua tentang Manajemen Konflik pada Anak Usia Dini


Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Akhadah Handayani, menggelar edukasi dan sosialisasi bertema “Manajemen Konflik pada Anak Usia Dini” bagi wali murid KBIT Ar Rahmah, Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pendampingan anak dalam menghadapi konflik sejak usia dini. Kemampuan mengenali emosi, mengendalikan diri, dan menyelesaikan perselisihan merupakan bagian penting dari perkembangan sosial dan emosional anak.

Pada masa usia dini, konflik dalam interaksi sehari-hari merupakan hal yang wajar terjadi. Perselisihan dapat muncul ketika anak berebut mainan, memiliki keinginan yang berbeda, atau mengalami kesalahpahaman saat bermain dengan teman sebaya. Karena itu, orang tua perlu memahami cara mendampingi anak agar dapat menghadapi situasi tersebut dengan tepat.

Dalam sosialisasi ini, Akhadah Handayani membahas berbagai hal terkait penerapan manajemen konflik pada anak usia dini. Materi yang disampaikan antara lain alasan anak usia 3–4 tahun terkadang memukul, tindakan yang tepat ketika anak menunjukkan perilaku tersebut, serta cara menyikapi anak yang masih mengulangi perilaku memukul meskipun telah dinasihati.

Melalui pembahasan tersebut, orang tua diajak untuk memahami perilaku anak sekaligus memberikan pendampingan yang sesuai. Sikap tenang, kesabaran, komunikasi positif, dan keteladanan orang tua menjadi hal penting dalam membantu anak belajar mengenali emosi serta mengembangkan cara menyelesaikan masalah tanpa menyakiti orang lain.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Setelah pemaparan materi, wali murid diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan melalui lembar pertanyaan yang telah dibagikan. Sejumlah peserta menuliskan pertanyaan, sementara peserta lainnya menyampaikan tanggapan dan komentar mengenai materi yang dibahas.

Partisipasi tersebut menunjukkan adanya ruang diskusi bagi orang tua untuk memahami berbagai situasi yang mungkin dihadapi ketika mendampingi anak di rumah. Melalui diskusi, orang tua diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang cara merespons konflik dan perilaku anak secara positif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember berharap orang tua dapat menerapkan pola pengasuhan yang mendukung perkembangan sosial dan emosional anak. Pendampingan yang konsisten di rumah diharapkan membantu anak belajar mengelola emosi, memahami perasaan orang lain, serta menyelesaikan konflik secara lebih sehat sejak usia dini.

Mahasiswa KKN RPL Mandiri Unmuh Jember Ajak Wali Murid Daur Ulang Botol Bekas Menjadi Vas Bunga


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Mandiri Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengajak wali murid TK Al-Hasaniyah berkreasi memanfaatkan botol plastik bekas menjadi vas bunga yang dihiasi bunga dari kertas origami. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada 24 Oktober 2026 di TK Al-Hasaniyah, Dusun Krajan 1, Desa Penawungan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas wali murid sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas. Botol plastik yang berpotensi menjadi sampah diolah menjadi kerajinan sederhana yang memiliki nilai guna dan nilai estetika.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui praktik langsung. Mahasiswa KKN bersama para wali murid mengolah botol plastik bekas menjadi vas bunga, kemudian menghiasnya menggunakan bunga yang dibuat dari kertas origami. Melalui proses tersebut, peserta memperoleh pengalaman dalam mengembangkan ide kreatif dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Selain menghasilkan kerajinan yang dapat dimanfaatkan sebagai hiasan rumah maupun sekolah, kegiatan ini juga memperkenalkan langkah sederhana untuk mengurangi sampah plastik. Pemanfaatan barang bekas menjadi produk kreatif diharapkan dapat mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan dan mengelola barang yang sudah tidak terpakai.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengenalkan kepedulian lingkungan kepada anak sejak usia dini. Kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan menjaga kebersihan lingkungan, dapat diperkenalkan melalui aktivitas kreatif bersama keluarga.

Melalui kegiatan edukasi daur ulang ini, mahasiswa KKN RPL Mandiri Unmuh Jember berharap kreativitas dan kesadaran lingkungan para wali murid semakin berkembang. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong praktik pemanfaatan barang bekas yang bermanfaat bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Edukasi Wali Murid tentang Peran Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak di Bondowoso


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar sosialisasi bertema “Peran Orang Tua dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak” di KB Al-Utsmani, Dusun Beddian, Desa Jambesari, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman wali murid mengenai pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi perkembangan anak usia dini.

Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat melalui penugasan KKN Unmuh Jember. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi kepada wali murid mengenai bentuk pendampingan dan stimulasi yang sesuai dengan usia serta kebutuhan anak.

Materi yang disampaikan mencakup lima aspek perkembangan anak usia dini, yaitu fisik dan motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, serta nilai agama dan moral. Orang tua diajak memahami bahwa setiap aspek tersebut perlu didukung melalui pola pengasuhan yang sesuai, pemberian kasih sayang, perhatian, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, orang tua didorong untuk memberikan kesempatan kepada anak belajar melalui aktivitas bermain dan kegiatan sederhana secara mandiri. Pendampingan yang tepat dapat membantu anak mengeksplorasi lingkungan, mengembangkan keterampilan, serta belajar sesuai dengan tahap perkembangannya.

Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya membangun komunikasi positif antara orang tua dan anak. Orang tua diharapkan dapat meluangkan waktu untuk mendengarkan anak, mendampingi aktivitas bermain dan belajar, serta memberikan dukungan sesuai kebutuhan anak. Lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan penuh perhatian menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang mendukung proses belajar anak.

Melalui kegiatan ini, wali murid KB Al-Utsmani diharapkan semakin memahami bahwa dukungan terhadap tumbuh kembang anak tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), tetapi juga perlu diterapkan secara konsisten di lingkungan keluarga. Kerja sama antara guru dan orang tua diperlukan agar pendampingan dan stimulasi yang diterima anak di sekolah dapat berlanjut di rumah.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh melalui sosialisasi ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga orang tua mampu memberikan pendampingan yang sesuai untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Kenalkan Bahasa Inggris Dasar melalui Program SPEAK UP! di SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melaksanakan program edukasi bahasa Inggris bertajuk “SPEAK UP! Start Small. Speak with Confidence.” di SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji, Jember, pada 12 dan 23 Oktober 2026. Kegiatan ini menyasar siswa kelas X, XI, dan XII dengan fokus pada pengenalan bahasa Inggris dasar serta latihan berbicara untuk membangun kepercayaan diri.

Pada 12 Oktober 2026, kegiatan diawali dengan pertemuan bersama kepala sekolah untuk menyerahkan surat izin pelaksanaan KKN. Selanjutnya, mahasiswa memberikan pembelajaran bahasa Inggris selama kurang lebih 15 menit di ruang kelas dengan menggunakan materi presentasi SPEAK UP!.

Materi dimulai dengan pengenalan alfabet bahasa Inggris dari huruf A hingga Z. Mahasiswa kemudian memperkenalkan contoh kalimat sederhana untuk perkenalan diri, seperti “My name is ...” dan “My hobby is ...”. Untuk membantu siswa memahami materi, salah satu siswa diminta mempraktikkan perkenalan diri menggunakan contoh yang telah disampaikan.

Kegiatan berlanjut pada 23 Oktober 2026 dengan pembahasan materi bahasa Inggris dasar yang berfokus pada pengenalan alfabet dan latihan perkenalan diri. Pada pertemuan ini, mahasiswa juga memberikan pre-test berupa lima soal pilihan ganda yang dikerjakan siswa selama lima menit untuk mengetahui pemahaman awal mereka terhadap materi.

Berdasarkan hasil pengerjaan, siswa dapat menjawab soal dengan cukup baik, meskipun masih ditemukan beberapa kesalahan. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi mahasiswa untuk melihat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan sekaligus menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pembelajaran selanjutnya.

Melalui program SPEAK UP!, mahasiswa KKN Unmuh Jember berupaya menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang sederhana, bertahap, dan melibatkan praktik secara langsung. Pengenalan alfabet dan latihan perkenalan diri diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk memahami bahasa Inggris sekaligus membangun keberanian dalam menggunakannya.

Program ini juga menekankan bahwa kemampuan berbicara dapat dilatih mulai dari hal-hal sederhana. Dengan latihan yang berkelanjutan, siswa diharapkan semakin percaya diri untuk menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari.

Connect