Kamis, 15 Januari 2026

Unmuh Jember Berkolaborasi dengan PCA Sumbersari Cegah Stunting Berbasis Pemberdayaan Keluarga

 


Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan terhambatnya pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta pola asuh dan lingkungan yang kurang mendukung, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Dampak stunting tidak hanya berpengaruh pada tinggi badan anak, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Jember tercatat sebesar 30,4 persen, tertinggi di Jawa Timur. Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari rendahnya pemahaman keluarga tentang gizi seimbang, keterbatasan kemampuan deteksi dini di tingkat komunitas, hingga belum optimalnya sinergi antar elemen masyarakat dalam pendampingan keluarga berisiko stunting. Kondisi ini menuntut pendekatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan berbasis pemberdayaan keluarga.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Jember berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sumbersari dalam upaya pencegahan stunting berbasis komunitas. Kecamatan Sumbersari sebagai wilayah perkotaan dengan dinamika sosial yang tinggi turut menghadapi persoalan stunting, terutama pada keluarga muda, ibu hamil, dan balita dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam. Oleh karena itu, peran organisasi perempuan dinilai strategis dalam menjangkau keluarga secara langsung dan berkelanjutan.

Ketua hibah RisetMu, Dr. Ns. Awatiful Azza, M.Kep., Sp.Kep.Mat, menyampaikan bahwa permasalahan stunting membutuhkan penyelesaian melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat agar dapat diatasi secara lebih cepat dan berkelanjutan. Hal tersebut diperkuat oleh Cipto Susilo, anggota tim RisetMu, yang menegaskan bahwa keterlibatan akademisi dan organisasi perempuan ‘Aisyiyah dapat menjadi dukungan nyata bagi pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting.

Penguatan peran ‘Aisyiyah melalui sinergi antar ranting menjadi strategi penting dalam pencegahan stunting di Jember. Melalui pendekatan berbasis keluarga dan komunitas, upaya deteksi dini, edukasi gizi, serta pendampingan tumbuh kembang anak diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Kader dan keluarga didorong untuk mampu melakukan deteksi dini secara mandiri, mulai dari pengukuran pertumbuhan, pemantauan gizi, hingga pemahaman faktor risiko stunting.

Rangkaian kegiatan kolaboratif ini telah dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di Padepokan Tapak Suci, Jalan Rotawu, Kabupaten Jember. Kegiatan meliputi pelatihan deteksi dini stunting, pengukuran antropometri balita, edukasi gizi seimbang berbasis pangan lokal, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta penguatan peran kader sebagai agen edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing.

Sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi seimbang, tim pengabdian juga memberikan pelatihan pembuatan es krim ubi ungu sebagai camilan sehat alternatif untuk mencegah stunting pada balita. Kegiatan ini turut melibatkan dua mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan semester tujuh, Anis dan Anggi, sebagai bentuk integrasi peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

Melalui sinergi antar ranting dan kolaborasi dengan masyarakat, ‘Aisyiyah Sumbersari optimistis dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya di Kabupaten Jember. Para peserta mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan posyandu maupun kehidupan sehari-hari. Mereka berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga.

Melalui kegiatan ini, ‘Aisyiyah Sumbersari bersama Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmen untuk terus membumikan peran perempuan dalam pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka stunting dan membangun generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.

FH Unmuh Jember Gelar Kuliah Umum Pengelolaan Dana Desa 2026, Hadirkan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar kuliah umum terkait pengelolaan Dana Desa dengan menghadirkan Dodik Merdiawan, S.E., Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Jember, sebagai dosen tamu, Selasa (12/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa serta pemangku kepentingan desa mengenai arah kebijakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Dalam pemaparannya, Dodik menjelaskan bahwa pengelolaan Dana Desa 2026 wajib mengacu pada Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 16 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2026. Regulasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Ia menyampaikan bahwa Dana Desa terbagi dalam dua kategori utama, yakni alokasi wajib dan prioritas reguler.

“Alokasi wajib digunakan untuk operasional pemerintahan desa, termasuk Dana Operasional Desa Merah Putih yang dibatasi maksimal tiga persen dari pagu Dana Desa,” jelasnya.

Sementara itu, pada skema prioritas reguler terdapat delapan fokus pembangunan desa. Prioritas pertama dan utama adalah penanganan kemiskinan ekstrem melalui skema Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang diberikan kepada keluarga miskin ekstrem berdasarkan data di masing-masing desa.

“Penanggulangan kemiskinan ekstrem menjadi prioritas utama melalui BLT Desa. Bantuan ini diberikan maksimal Rp300.000 per keluarga per bulan dan dapat dibayarkan sekaligus untuk paling lama tiga bulan,” ujar Dodik.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh penggunaan Dana Desa harus selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2022. SDGs Desa memiliki 17 tujuan pembangunan yang diturunkan hingga level desa, di antaranya Desa Tanpa Kemiskinan, Desa Tanpa Kelaparan, Desa Sehat dan Bersih, Pendidikan Berkualitas, serta Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender.

“Seluruh tujuan SDGs Desa harus diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan desa, sehingga setiap penggunaan Dana Desa memiliki dampak yang jelas dan terukur,” tegasnya.

Selain penanganan kemiskinan ekstrem, Dodik juga menyoroti pentingnya fokus pada ketahanan pangan, ketahanan iklim, dan kesehatan dasar sebagai bagian dari delapan prioritas penggunaan Dana Desa 2026. Ketiga aspek tersebut dinilai berperan strategis dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Kuliah umum ini mendapat respons positif dari mahasiswa dan para pemangku kepentingan desa yang hadir. Materi yang disampaikan dinilai memberikan gambaran yang jelas mengenai arah kebijakan Dana Desa ke depan. Melalui kegiatan ini, Unmuh Jember berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia desa guna mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem serta mewujudkan desa yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045

Katalis Fest 2026 Hadirkan Festival Kreatif Mahasiswa, UMKM, dan Hiburan Musik di Jember

Katalis Fest 2026 digelar sebagai festival kreatif yang menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), komunitas, serta masyarakat umum. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 7 hingga 10 Januari 2026, dan berlokasi di Gedung Ahmad Zainuri, Universitas Muhammadiyah Jember.

Festival ini menghadirkan beragam rangkaian acara yang memadukan unsur kreativitas, kewirausahaan, dan hiburan. Sejumlah agenda yang ditampilkan antara lain pertunjukan musik, tenant food and beverage (F&B), tenant fashion thrifting, serta berbagai aktivitas kreatif yang menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan. Selain itu, Katalis Fest 2026 juga diramaikan oleh kolaborasi komunitas PSC dan GMT yang turut berkontribusi melalui penampilan serta aktivitas komunitas selama acara berlangsung.

Ketua Panitia Katalis Fest 2026, Alwi Setya Budi H., menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa. Mahasiswa terlibat secara langsung dalam seluruh proses penyelenggaraan acara, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Katalis Fest 2026 kami rancang sebagai ruang belajar sekaligus ruang ekspresi. Mahasiswa tidak hanya terlibat sebagai panitia, tetapi benar-benar belajar mengelola event secara profesional,” ujarnya.

Selain menjadi ruang pembelajaran mahasiswa, Katalis Fest 2026 juga membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas jangkauan pasar. Melalui penyediaan tenant, UMKM dapat mempromosikan produk mereka secara langsung kepada pengunjung festival sekaligus membangun jejaring dengan berbagai pihak.

“Kami ingin Katalis Fest menjadi titik temu antara kreativitas mahasiswa dan potensi UMKM lokal, sehingga keduanya dapat saling mendukung dan berkembang,” tambah Alwi.

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Kukuh Pribadi, M.A., menjelaskan bahwa Katalis Fest merupakan bagian dari tugas Project Independent mahasiswa dengan luaran dari mata kuliah Event Organizer. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntut untuk merancang dan mengeksekusi event secara nyata dengan standar profesional.

“Event ini merupakan luaran dari mata kuliah Event Organizer dalam skema Project Independent. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep di kelas, tetapi juga mempraktikkannya langsung melalui penyelenggaraan event,” jelasnya.

Antusiasme pengunjung terlihat meningkat pada hari terakhir pelaksanaan Katalis Fest 2026. Suasana semakin meriah dengan penampilan Band Sisikita serta DJ Assik Room yang menjadi penutup rangkaian acara. Hiburan musik tersebut disambut meriah oleh pengunjung dan memberikan kesan positif terhadap keseluruhan pelaksanaan festival.

Melalui penyelenggaraan Katalis Fest 2026, panitia berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda tahunan, sekaligus memberikan dampak positif bagi mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat luas di Kabupaten Jember.

Rabu, 14 Januari 2026

Raih Juara 1 Essay Nasional, Mahasiswa Unmuh Jember Angkat Inovasi EcoFuture Catalys untuk Atasi Mikroplastik

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Gilang Arya Mahmudi, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan semester 7 angkatan 2022, berhasil meraih Juara 1 Lomba Essay Public Health Festival (PHV IV) yang diselenggarakan oleh UIN Jakarta pada 3 Januari 2025, melalui karya ilmiah berjudul “EcoFuture Catalys: Disruptive Green Technology Bionanofilter AI-IoT Berbasis Bioenzim untuk Transformasi Mikroplastik menjadi Asam Organik sebagai Circular Bioeconomy Lingkungan Berkelanjutan.”

Essay tersebut mengangkat isu global terkait tingginya paparan mikroplastik di lingkungan. Berdasarkan riset yang dilakukan, saat ini diperkirakan terdapat lebih dari 51 triliun partikel mikroplastik di lautan, sekitar 4,5 juta ton terakumulasi di tanah pertanian, serta 3,2 juta ton berada di atmosfer global. Kondisi ini menjadikan mikroplastik sebagai ancaman nyata bagi kesehatan lingkungan dan manusia, sehingga memerlukan solusi teknologi yang inovatif dan berkelanjutan.

Melalui konsep EcoFuture Catalys, Gilang merancang pendekatan teknologi hijau yang mengintegrasikan bioteknologi, nanomaterial, serta sistem digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Teknologi ini tidak hanya berfokus pada mitigasi pencemaran mikroplastik, tetapi juga pada proses konversi mikroplastik menjadi asam organik berbasis bioenzim, sehingga mendorong terciptanya circular bioeconomy yang berkelanjutan.

Dalam proses penulisan, satu karya ilmiah diselesaikan dalam rentang waktu dua hingga tiga hari. Sementara itu, tahapan kompetisi—mulai dari seleksi, penetapan finalis, presentasi, hingga pengumuman—rata-rata berlangsung selama dua minggu. Intensitas mengikuti kompetisi yang tinggi membuat Gilang kerap menghadapi tantangan fisik dan mental, termasuk kelelahan dan burnout akibat ambisi mencapai target prestasi sebelum lulus.

Dukungan dari berbagai pihak turut menjadi faktor penting dalam konsistensinya meraih prestasi. Bimbingan akademik serta motivasi dari dosen pembimbing, guru pendamping, dan rekan-rekan tim menjadi bagian dari proses panjang yang ia jalani dalam dunia kompetisi karya ilmiah.

Dalam kurun waktu dua minggu terakhir, Gilang mencatatkan empat prestasi nasional di bidang essay ilmiah, yakni:

  1. Juara 2 Health Essay Competition (HEC), Universitas Tadulako, 30 Desember 2025.
  2. Juara 1 Lomba Essay Public Health Festival (PHV IV), UIN Jakarta, 3 Januari 2025.
  3. Juara 2 Public Health Award Competition (PHAC), Universitas Muslim Indonesia dalam Rapat Tahunan IKSMI, 9 Januari 2025.
  4. Juara 3 Lomba Essay ANESCO 01, Ansa Academy, 12 Desember 2025.

Secara keseluruhan, hingga semester tujuh, Gilang telah mengoleksi 22 prestasi karya ilmiah, dengan tujuh di antaranya diraih melalui kompetisi offline. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi mahasiswa Unmuh Jember dalam berkompetisi di tingkat nasional sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai kampus yang mampu melahirkan mahasiswa berdaya saing tinggi.

Ke depan, Gilang menargetkan untuk terus menjaga konsistensi prestasi hingga mencapai 40 karya ilmiah sebelum lulus, serta menorehkan pencapaian pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) sebagai puncak target akademiknya.

 

Senin, 12 Januari 2026

Ridevolution1100 Sukses Digelar, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember Kampanyekan Sport Tourism

Event bersepeda jarak jauh Ridevolution1100 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) sukses digelar pada Minggu (11/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, komunitas pesepeda, dan masyarakat umum dalam mengampanyekan gaya hidup sehat sekaligus memperkenalkan potensi sport tourism di Kabupaten Jember.

Ridevolution1100 mengusung konsep fondo ride atau bersepeda jarak jauh nonkompetitif dengan dua kategori jarak, yakni 50 kilometer dan 100 kilometer. Kedua kategori tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai tingkat kemampuan pesepeda, baik pemula maupun pesepeda berpengalaman, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kebersamaan. Start dan finis kegiatan dipusatkan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember.

Rute Ridevolution1100 melintasi sejumlah kawasan di Kabupaten Jember dengan karakter lintasan yang bervariasi, mulai dari wilayah perkotaan hingga pedesaan. Peserta tidak hanya ditantang secara fisik, tetapi juga diajak menikmati panorama alam serta berinteraksi dengan masyarakat lokal yang menjadi bagian dari konsep wisata olahraga berbasis komunitas.

Pelaksanaan kegiatan didukung dengan sejumlah fasilitas penunjang, seperti hydration point dan pit stop di beberapa titik rute, serta area finis yang diramaikan dengan aktivitas kebersamaan dan pembagian doorprize. Penyelenggara juga melibatkan pelaku UMKM lokal untuk mendukung perputaran ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Kaprodi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Kukuh Pribadi, M.A., menjelaskan bahwa Ridevolution1100 merupakan bagian dari tugas Project Independent mahasiswa dengan luaran dari mata kuliah Event Organizer. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntut untuk merancang dan mengeksekusi event secara nyata dengan standar profesional.

“Event ini merupakan luaran dari mata kuliah Event Organizer dalam skema Project Independent. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep di kelas, tetapi juga mempraktikkannya langsung melalui penyelenggaraan event yang melibatkan publik,” jelas Kukuh.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini menjadi sarana pembelajaran yang komprehensif karena mahasiswa terlibat langsung dalam perencanaan konsep, manajemen acara, koordinasi peserta, hingga publikasi dan dokumentasi kegiatan.

Sebagai event yang sepenuhnya dikelola oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi, Ridevolution1100 menjadi bukti implementasi pembelajaran berbasis proyek yang aplikatif. Mahasiswa berperan sebagai panitia inti, mulai dari divisi teknis, humas, media, hingga kemitraan, sehingga memperoleh pengalaman nyata dalam pengelolaan event berskala publik.

Melalui keberhasilan Ridevolution1100, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember menegaskan perannya sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan kegiatan positif, kolaboratif, dan berdampak. Event ini sekaligus menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga ruang praktik dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sabtu, 10 Januari 2026

FEB Unmuh Jember Gelar Turnamen MLBB, Tarik Minat Siswa SMA Lewat Ajang E-Sport Kompetitif

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jember (FEB Unmuh Jember) menggelar turnamen e-sport Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Gedung A Unmuh Jember, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) yang berlangsung di lokasi yang sama.

Turnamen MLBB tersebut diikuti oleh siswa SMA dan SMK dari wilayah Besuki Raya dan Lumajang. Tercatat sebanyak 40 tim atau sekitar 200 peserta mengikuti kompetisi ini. Babak penyisihan telah digelar sehari sebelumnya, sebelum dilanjutkan ke babak 16 besar yang dipertandingkan secara langsung di lingkungan kampus Unmuh Jember.

Panitia pelaksana turnamen, Iqbal Maulana, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan ruang kompetisi positif bagi pelajar, sekaligus mengenalkan lingkungan kampus Unmuh Jember kepada calon mahasiswa melalui pendekatan yang dekat dengan minat generasi muda.

“Turnamen MLBB ini kami buka untuk siswa SMA dan SMK se-Besuki Raya dan Lumajang. Harapannya, peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga bisa mengenal Unmuh Jember lebih dekat karena kegiatan ini dilaksanakan di area kampus,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa e-sport dipilih karena memiliki daya tarik yang kuat di kalangan pelajar dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan minat dan bakat di bidang digital dan kompetitif.

Salah satu peserta turnamen, Muhammad Fathir Syafa Al Rasya dari SMA Muhammadiyah 3 Jember, mengikuti kompetisi ini bersama tim yang berasal dari satu angkatan. Ia menyebut bahwa timnya telah melakukan persiapan secara rutin sebelum mengikuti turnamen.

“Kami satu tim satu angkatan dan memang sudah aktif di e-sport sejak lama. Untuk persiapan turnamen ini sekitar dua minggu, sementara latihan scrim hampir dilakukan setiap hari,” ungkap Fathir. 

Menurutnya, pertandingan berjalan cukup ketat sejak babak awal. Meski persaingan antar tim berlangsung sengit, turnamen ini tetap menjadi pengalaman berharga dalam melatih kekompakan tim dan mental bertanding.

Pelaksanaan turnamen MLBB yang digelar bersamaan dengan kegiatan akademik kampus menunjukkan upaya Unmuh Jember dalam menghadirkan ruang aktivitas yang beragam bagi pelajar dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, kampus tidak hanya menjadi ruang pembelajaran formal, tetapi juga wadah pengembangan minat dan bakat generasi muda.

Expo Luaran MKWU Unmuh Jember Jadi Ruang Aktualisasi Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) di Gedung A Unmuh Jember, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil pembelajaran, termasuk luaran Mata Kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang menekankan penguatan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.

Dalam Expo Luaran MKWU tersebut, mahasiswa yang menempuh Mata Kuliah AIK I dan AIK III menampilkan berbagai karya sebagai hasil pembelajaran. Luaran ini dirancang untuk merefleksikan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Al-Islam, ideologi Muhammadiyah, serta implementasinya dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.

Karya-karya yang ditampilkan menggambarkan upaya mahasiswa dalam mengontekstualisasikan ajaran Islam dan nilai kemuhammadiyahan secara relevan dengan realitas generasi muda. Melalui pendekatan kreatif, mahasiswa menyajikan pesan-pesan keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan sosial.

Luaran AIK dalam expo ini disusun secara kolaboratif, mendorong mahasiswa untuk bekerja dalam tim serta mengembangkan kemampuan komunikasi, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Proses ini menjadi bagian dari pembelajaran karakter yang terintegrasi dengan penguasaan materi keislaman dan kemuhammadiyahan.

Selain menjadi ajang apresiasi karya mahasiswa, Expo Luaran MKWU juga membuka ruang interaksi dengan pengunjung dari kalangan siswa SMA. Melalui luaran AIK yang ditampilkan, pengunjung dapat melihat bagaimana nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan diterapkan dalam bentuk karya kreatif yang komunikatif dan mudah dipahami.

Melalui penyelenggaraan Expo Luaran MKWU, Unmuh Jember menunjukkan komitmen dalam menghadirkan pembelajaran AIK yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga aplikatif. Mata Kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, dan kepedulian sosial.

Connect