Kamis, 15 Januari 2026

Unmuh Jember Berkolaborasi dengan PCA Sumbersari Cegah Stunting Berbasis Pemberdayaan Keluarga

 


Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan terhambatnya pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta pola asuh dan lingkungan yang kurang mendukung, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Dampak stunting tidak hanya berpengaruh pada tinggi badan anak, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Jember tercatat sebesar 30,4 persen, tertinggi di Jawa Timur. Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari rendahnya pemahaman keluarga tentang gizi seimbang, keterbatasan kemampuan deteksi dini di tingkat komunitas, hingga belum optimalnya sinergi antar elemen masyarakat dalam pendampingan keluarga berisiko stunting. Kondisi ini menuntut pendekatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan berbasis pemberdayaan keluarga.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Jember berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sumbersari dalam upaya pencegahan stunting berbasis komunitas. Kecamatan Sumbersari sebagai wilayah perkotaan dengan dinamika sosial yang tinggi turut menghadapi persoalan stunting, terutama pada keluarga muda, ibu hamil, dan balita dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam. Oleh karena itu, peran organisasi perempuan dinilai strategis dalam menjangkau keluarga secara langsung dan berkelanjutan.

Ketua hibah RisetMu, Dr. Ns. Awatiful Azza, M.Kep., Sp.Kep.Mat, menyampaikan bahwa permasalahan stunting membutuhkan penyelesaian melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat agar dapat diatasi secara lebih cepat dan berkelanjutan. Hal tersebut diperkuat oleh Cipto Susilo, anggota tim RisetMu, yang menegaskan bahwa keterlibatan akademisi dan organisasi perempuan ‘Aisyiyah dapat menjadi dukungan nyata bagi pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting.

Penguatan peran ‘Aisyiyah melalui sinergi antar ranting menjadi strategi penting dalam pencegahan stunting di Jember. Melalui pendekatan berbasis keluarga dan komunitas, upaya deteksi dini, edukasi gizi, serta pendampingan tumbuh kembang anak diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Kader dan keluarga didorong untuk mampu melakukan deteksi dini secara mandiri, mulai dari pengukuran pertumbuhan, pemantauan gizi, hingga pemahaman faktor risiko stunting.

Rangkaian kegiatan kolaboratif ini telah dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di Padepokan Tapak Suci, Jalan Rotawu, Kabupaten Jember. Kegiatan meliputi pelatihan deteksi dini stunting, pengukuran antropometri balita, edukasi gizi seimbang berbasis pangan lokal, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta penguatan peran kader sebagai agen edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing.

Sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi seimbang, tim pengabdian juga memberikan pelatihan pembuatan es krim ubi ungu sebagai camilan sehat alternatif untuk mencegah stunting pada balita. Kegiatan ini turut melibatkan dua mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan semester tujuh, Anis dan Anggi, sebagai bentuk integrasi peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

Melalui sinergi antar ranting dan kolaborasi dengan masyarakat, ‘Aisyiyah Sumbersari optimistis dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya di Kabupaten Jember. Para peserta mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan posyandu maupun kehidupan sehari-hari. Mereka berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga.

Melalui kegiatan ini, ‘Aisyiyah Sumbersari bersama Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmen untuk terus membumikan peran perempuan dalam pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka stunting dan membangun generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.

Tags :

bm
Created by: News Unmuh Jember

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect