Rabu, 25 Februari 2026

Mahasiswa KKN Hadiri MMD Tahap I Bersama Mahasiswa Ners Unmuh Jember di Desa Rambigundam

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) turut menghadiri kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Tahap I yang diselenggarakan mahasiswa Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Jember di Desa Rambigundam. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengkaji kondisi kesehatan masyarakat sekaligus menyusun rencana intervensi berbasis kebutuhan riil warga.

MMD Tahap I dilaksanakan dengan melibatkan perangkat desa dan unsur masyarakat setempat. Dalam forum tersebut, mahasiswa melakukan pengkajian awal melalui wawancara dan pengumpulan data demografi untuk memetakan kondisi sosial serta kesehatan warga Desa Rambigundam yang terdiri atas lima dusun, yakni Dusun Dukuhsia, Satrean, Gayam, Krajan Lor, dan Krajan Kidul.

Dari sisi sosial budaya, mayoritas penduduk merupakan suku Jawa (80%) dan suku Madura (20%). Komposisi usia menunjukkan 50,3% warga berada pada usia dewasa, sementara 49,7% lainnya merupakan lansia. Tingkat pendidikan masyarakat umumnya berada pada jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan mata pencaharian yang didominasi oleh wiraswasta, petani, dan pedagang.

Hasil pengkajian mengidentifikasi sepuluh jenis penyakit yang terdapat di masyarakat, dengan hipertensi sebagai kasus paling dominan. Kebiasaan warga dalam mencari pengobatan menunjukkan kecenderungan untuk mengakses fasilitas kesehatan ketika mengalami keluhan, didukung jarak layanan kesehatan yang relatif terjangkau.

Berdasarkan temuan tersebut, mahasiswa Profesi Ners menyusun Plan of Action (POA) dengan fokus pada tiga permasalahan utama, yakni defisit kesehatan komunitas, hipertensi, dan kesehatan lansia. Program yang direncanakan meliputi penyuluhan tentang hipertensi, penguatan Posyandu Lansia, edukasi pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin, serta peningkatan kepatuhan minum obat sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Dalam sesi diskusi, masyarakat menanyakan cara menekan hipertensi yang sesuai dengan kondisi ekonomi warga. Mahasiswa menjelaskan bahwa pengendalian tekanan darah dapat dilakukan melalui perubahan pola hidup sehat yang sederhana dan terjangkau, seperti mengurangi konsumsi garam, rutin beraktivitas fisik, serta memanfaatkan layanan pemeriksaan yang tersedia. Warga juga mengusulkan adanya pemeriksaan kesehatan gratis di tingkat dusun, yang dinilai dapat direalisasikan dengan pengkerucutan sasaran agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat guna.

Kehadiran mahasiswa KKN dalam MMD Tahap I ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas program, memperkaya pemahaman terhadap kondisi masyarakat, serta menjadi landasan sinergi program kesehatan selama masa pengabdian di Desa Rambigundam.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Pasang Plang Peringatan Rawan Longsor di Balung Kulon

Upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melalui program pemasangan plang peringatan rawan longsor di Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember. Kegiatan ini dilaksanakan setelah observasi lapangan dan pemetaan titik rawan longsor pada 2 Februari 2026.

Hasil pengamatan menunjukkan sejumlah titik di bantaran Sungai Bedadung mengalami pengikisan tanah serta muncul retakan pada permukaan tebing. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kontur lereng yang curam, struktur tanah yang mudah tererosi, serta meningkatnya intensitas curah hujan saat musim penghujan. Situasi ini dinilai berpotensi menimbulkan longsor yang membahayakan warga maupun pengguna jalan yang melintas di sekitar sungai.

Menanggapi temuan tersebut, mahasiswa KKN menyusun program kerja pemasangan plang peringatan di titik-titik strategis yang memiliki tingkat risiko tinggi, khususnya area yang berdekatan dengan permukiman dan jalur aktivitas warga. Pemasangan plang ini merupakan bentuk mitigasi non-struktural sekaligus peringatan visual agar masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di kawasan rawan longsor, terutama ketika debit air sungai meningkat.

Kekhawatiran terhadap potensi longsor juga dirasakan warga sekitar. Ibu Eva, warga RT 6 RW 3 Desa Balung Kulon, mengungkapkan kecemasannya saat musim hujan tiba. “Kami merasa takut dan khawatir kalau musim hujan datang, karena takut terjadi longsor lagi di sekitar sungai,” ujarnya.

Secara historis, wilayah RT 6 RW 3 pernah mengalami longsor sekitar dua tahun lalu yang menyebabkan rumah warga di bantaran sungai hanyut terbawa arus. Bahkan, dua minggu sebelum observasi dilakukan, longsor kembali terjadi di bagian utara Sungai Bedadung. Longsor umumnya dipicu oleh meningkatnya debit air yang mengikis tebing sungai, kemudian diperparah saat air surut dan material alami seperti bambu hanyut terbawa arus sehingga memperlemah struktur tanah.

Selain mengancam permukiman, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas di jalan sekitar sungai. Longsor dapat menyebabkan badan jalan ambles atau licin, sehingga berpotensi membuat pengguna jalan terjatuh ke sungai.

Melalui pemasangan plang peringatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya longsor. Program ini menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas, sekaligus bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung keselamatan warga dan pelestarian lingkungan di kawasan Sungai Bedadung.

Viral dengan Canyonering-nya, KKN Unmuh Jember Manfaatkan Air Terjun Bringin Onjeng Bangkitkan Wisata Lokal

Pesona Air Terjun Bringin Onjeng kian dikenal publik setelah aktivitas canyonering yang ditawarkan di lokasi tersebut ramai diperbincangkan. Momentum ini turut dimanfaatkan mahasiswa KKN Tematik Kelompok 1 Desa Klungkung Tahun 2026 untuk mendorong pelestarian sekaligus pengembangan potensi wisata alam setempat.

Melalui program kerja tematik, mahasiswa berfokus pada promosi dan publikasi potensi wisata desa yang dinilai masih belum banyak diketahui masyarakat luar. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pembuatan konten informasi wisata, dokumentasi kegiatan, hingga penyebaran publikasi digital mengenai daya tarik Air Terjun Bringin Onjeng.

Langkah tersebut didasarkan pada hasil observasi lapangan dan wawancara dengan warga yang mengungkapkan perlunya peningkatan promosi. Potensi alam yang asri dan jalur canyonering yang menantang dinilai mampu menjadi daya tarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Salah satu warga Desa Klungkung, Bu Jumati, yang rumahnya dimanfaatkan sebagai area parkir wisatawan, menyampaikan harapannya agar air terjun tersebut semakin dikenal luas. Ia menilai kehadiran mahasiswa KKN Tematik memberikan dampak positif, khususnya dalam membantu promosi serta mendukung upaya pelestarian dan pengembangan wisata desa.

Tak hanya promosi, mahasiswa juga mendorong pemanfaatan kawasan air terjun sebagai media pembelajaran lingkungan bagi pelajar dan pemuda desa. Pengunjung tidak hanya diajak menikmati keindahan alam, tetapi juga diedukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam melalui pengelolaan wisata yang bertanggung jawab.

Sebagai informasi, tiket masuk Air Terjun Bringin Onjeng dibanderol Rp5.000 per orang. Selain wisata alam, tersedia pula paket canyonering yang digelar setiap hari Minggu dengan tarif Rp165.000 melalui sistem pemesanan. Pengelola bersama masyarakat setempat terus berupaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan agar potensi wisata ini dapat berkembang secara berkelanjutan serta menjadi sumber penguatan ekonomi desa.

Survei UMKM Desa Gugut, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Temukan Kendala Promosi dan Pemasaran

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 08 Universitas Muhammadiyah Jember melakukan survei terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di empat dusun Desa Gugut pada Kamis (30/1/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyusun program kerja yang berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Survei dilakukan dengan metode wawancara langsung dan observasi aktivitas usaha di lapangan. Dari hasil pendataan tersebut, mahasiswa menemukan bahwa persoalan utama yang dihadapi pelaku UMKM bukan terletak pada kualitas produk, melainkan pada aspek promosi dan pemasaran yang masih terbatas.

Mayoritas UMKM di Desa Gugut bergerak di bidang usaha meubel yang tersebar di Dusun Krajan, Dukuh, dan Jereng Barat. Selain itu, terdapat pula usaha olahan kacang-kacangan yang diproduksi secara mandiri oleh warga setempat. Potensi produk dinilai cukup baik dan memiliki daya saing, namun belum didukung strategi pemasaran yang optimal.

Salah satu pelaku UMKM, Ibu Lulu, anak dari pemilik usaha meubel di Dusun Krajan, mengungkapkan bahwa penjualan mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. “Sekarang penjualan menurun karena promosi kurang dan pembeli tidak banyak yang tahu usaha kami,” ujarnya.

Humas KKN Kelompok 08, Putri Ironita, menjelaskan bahwa survei ini dilakukan agar program kerja yang dirancang benar-benar tepat sasaran. “Kami ingin memastikan program yang kami jalankan sesuai kebutuhan masyarakat. Salah satu rencana kami adalah membantu promosi UMKM melalui pemanfaatan aplikasi Mall Desa sebagai media pemasaran digital bagi pelaku usaha,” jelasnya.

Temuan tersebut menjadi pijakan awal bagi mahasiswa KKN dalam merancang program pendampingan UMKM, khususnya di bidang digitalisasi promosi dan perluasan jaringan pemasaran. Diharapkan, langkah ini dapat mendorong peningkatan penjualan sekaligus memperkuat potensi ekonomi masyarakat Desa Gugut secara berkelanjutan.

Upaya Deteksi Dini Penyakit, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Buruh Edamame dan Okra

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi buruh edamame dan okra di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, pada Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan masyarakat, khususnya pekerja sektor pertanian yang rentan mengabaikan pemeriksaan rutin.

Program ini difokuskan pada deteksi dini penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan diabetes. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah secara cuma-cuma. Kegiatan yang dimulai sejak sore hari tersebut diikuti oleh 10 buruh dari berbagai rentang usia, yang tampak antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan.

Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Ia menuturkan bahwa banyak kasus tekanan darah tinggi dan gula darah yang tidak terdeteksi karena kurangnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan berkala. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya, terutama bagi para pekerja yang aktivitasnya padat setiap hari,” ujarnya.

Selain pemeriksaan, mahasiswa juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya pola hidup sehat, seperti menjaga asupan makanan bergizi seimbang, meningkatkan aktivitas fisik, serta rutin memeriksakan kesehatan. Edukasi ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif agar risiko penyakit tidak menular dapat ditekan.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa 3 dari 10 peserta memiliki tekanan darah di atas batas normal, sementara 2 peserta lainnya menunjukkan kadar gula darah yang tinggi. Temuan tersebut menjadi perhatian sekaligus pengingat akan pentingnya kesadaran kesehatan di kalangan pekerja sektor informal.

Salah seorang peserta mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa ini merupakan pertama kalinya ia memeriksakan tekanan darah. Menurutnya, layanan yang mudah diakses dan tanpa biaya sangat membantu, mengingat keterbatasan waktu dan akses fasilitas kesehatan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Jubung terhadap pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan rutin. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Aksi Tanggap Darurat Mahasiswa Ners Unmuh Jember Bantu Korban Banjir di Curahmalang

Respons cepat ditunjukkan mahasiswa Profesi Ners A16 Kelompok 3B Universitas Muhammadiyah Jember dalam membantu korban banjir yang melanda Desa Curahmalang, Kamis malam (12/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Banjir yang menggenangi Dusun Krajan, Gumawang, dan Gumuksari memaksa warga meninggalkan rumah demi keselamatan.

Dalam situasi darurat tersebut, mahasiswa berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, serta mahasiswa Unmuh Jember yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sinergi lintas sektor ini difokuskan pada percepatan evakuasi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan warga dengan kondisi kesehatan khusus.

Para pengungsi dievakuasi ke Desa Gumelar dan ditempatkan di masjid setempat sebagai lokasi pengungsian sementara. Di lokasi tersebut, mahasiswa turut melakukan pemantauan kondisi kesehatan, membantu distribusi makanan dan obat-obatan, serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Keesokan harinya, Jumat (13/2/2026), setelah debit air mulai surut, mahasiswa kembali membantu pemindahan kelompok rentan dari masjid Desa Gumelar menuju dapur umum di masjid Desa Rowotamtu. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah distribusi logistik dan pelayanan kebutuhan harian para pengungsi.

Tak hanya terlibat dalam proses evakuasi, mahasiswa Ners juga turun langsung membantu kerja bakti membersihkan Balai Desa Curahmalang yang terdampak banjir. Bersama perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, mereka bergotong royong memulihkan fasilitas umum agar segera dapat digunakan kembali untuk pelayanan masyarakat.

Kepala Urusan Perencanaan Desa Curahmalang, Eki Ardiansyah, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam masa tanggap darurat hingga pascabencana. Ia menjelaskan bahwa genangan air sempat bertahan beberapa hari setelah puncak banjir, sehingga aktivitas warga belum sepenuhnya pulih. “Alhamdulillah, pada masa tanggap darurat hingga pascabencana kami menerima banyak bantuan. Mahasiswa profesi Ners turut berperan aktif baik saat penanganan bencana maupun fase pasca banjir. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepedulian seluruh pihak,” ujarnya.

Melalui keterlibatan aktif ini, mahasiswa Profesi Ners Unmuh Jember tidak hanya mengaplikasikan kompetensi keperawatan komunitas dan kegawatdaruratan, tetapi juga meneguhkan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat di tengah masyarakat.

Unmuh Jember Gelar Pelatihan Dokter Kecil di SD Muhammadiyah 1 Jember, Tanamkan Budaya Hidup Sehat Sejak Dini

Upaya menanamkan perilaku hidup sehat sejak usia sekolah dasar kembali dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Jember melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Implementasi Health Promotion Model Melalui Pemberdayaan Dokter Kecil untuk Meningkatkan Perilaku Hidup Sehat.” Kegiatan ini diselenggarakan di SD Muhammadiyah 1 Jember pada Jumat (13/2/2026).

Pelatihan dokter kecil ini dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Jember, Ibu Danik Prastiyani, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap siswa yang mengikuti pelatihan mampu menjadi pelopor hidup sehat sekaligus teladan bagi teman-temannya di lingkungan sekolah.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan siswa yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, tes buta warna, serta pemeriksaan visus mata untuk mengetahui ketajaman penglihatan. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai konsep dan peran dokter kecil yang disampaikan oleh Ns. Sri Wahyuni Adriani, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Kom. Materi menekankan pentingnya pemberdayaan siswa dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat di sekolah, mulai dari kebiasaan mencuci tangan hingga kepedulian terhadap kondisi kesehatan teman sebaya.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Ns. Sri Wahyuni Adriani dengan anggota tim pengusul Dr. Hana Puspita Eka Firdaus, S.Pd., M.Pd., serta didukung oleh tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember yang turut aktif dalam pelaksanaan kegiatan.

Pada sesi praktik, siswa mengikuti simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), penanganan tersedak, pingsan, dan mimisan. Para peserta juga mempraktikkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar sesuai standar kesehatan. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, dengan siswa aktif bertanya dan mencoba langsung setiap simulasi yang diberikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan program dokter kecil dapat berjalan secara berkelanjutan dan mampu membentuk generasi yang sadar kesehatan, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di rumah dan masyarakat sekitar.

Connect