Mahasiswa KKN Unmuh Jember Pasang Plang Peringatan Rawan Longsor di Balung Kulon
Upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melalui program pemasangan plang peringatan rawan longsor di Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember. Kegiatan ini dilaksanakan setelah observasi lapangan dan pemetaan titik rawan longsor pada 2 Februari 2026.
Hasil pengamatan menunjukkan sejumlah titik di bantaran Sungai Bedadung mengalami pengikisan tanah serta muncul retakan pada permukaan tebing. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kontur lereng yang curam, struktur tanah yang mudah tererosi, serta meningkatnya intensitas curah hujan saat musim penghujan. Situasi ini dinilai berpotensi menimbulkan longsor yang membahayakan warga maupun pengguna jalan yang melintas di sekitar sungai.
Menanggapi temuan tersebut, mahasiswa KKN menyusun program kerja pemasangan plang peringatan di titik-titik strategis yang memiliki tingkat risiko tinggi, khususnya area yang berdekatan dengan permukiman dan jalur aktivitas warga. Pemasangan plang ini merupakan bentuk mitigasi non-struktural sekaligus peringatan visual agar masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di kawasan rawan longsor, terutama ketika debit air sungai meningkat.
Kekhawatiran terhadap potensi longsor juga dirasakan warga sekitar. Ibu Eva, warga RT 6 RW 3 Desa Balung Kulon, mengungkapkan kecemasannya saat musim hujan tiba. “Kami merasa takut dan khawatir kalau musim hujan datang, karena takut terjadi longsor lagi di sekitar sungai,” ujarnya.
Secara historis, wilayah RT 6 RW 3 pernah mengalami longsor sekitar dua tahun lalu yang menyebabkan rumah warga di bantaran sungai hanyut terbawa arus. Bahkan, dua minggu sebelum observasi dilakukan, longsor kembali terjadi di bagian utara Sungai Bedadung. Longsor umumnya dipicu oleh meningkatnya debit air yang mengikis tebing sungai, kemudian diperparah saat air surut dan material alami seperti bambu hanyut terbawa arus sehingga memperlemah struktur tanah.
Selain mengancam permukiman, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas di jalan sekitar sungai. Longsor dapat menyebabkan badan jalan ambles atau licin, sehingga berpotensi membuat pengguna jalan terjatuh ke sungai.
Melalui pemasangan plang peringatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya longsor. Program ini menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas, sekaligus bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung keselamatan warga dan pelestarian lingkungan di kawasan Sungai Bedadung.
Tags : Berita KKN Pengabdian


Posting Komentar