Solusi Hemat Pupuk, Mahasiswa KKN 20 Unmuh Jember Sosialisasikan Pupuk Organik Cair dari Kotoran Sapi di Desa Kabuaran
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 20 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar kotoran sapi di Desa Kabuaran, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ini bertujuan memberikan alternatif pupuk yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian di desa yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani.
Sosialisasi yang berlangsung di halaman Masjid Nurul Hasan tersebut dihadiri oleh perangkat desa, kelompok tani, dan warga setempat. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN menjelaskan manfaat pupuk organik cair, proses pembuatannya menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh, serta teknik pengaplikasiannya pada berbagai jenis tanaman.
Mahasiswa KKN memaparkan bahwa pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan baku POC tidak hanya membantu mengurangi limbah peternakan, tetapi juga mampu memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang harganya terus meningkat.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti demonstrasi pembuatan pupuk organik cair, mulai dari proses pencampuran bahan, fermentasi, hingga penyimpanan yang benar. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi mengenai cara penerapan POC pada lahan pertanian mereka.
Ketua Kelompok KKN 20 Unnmuh Jember mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang dapat langsung dimanfaatkan oleh petani.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap warga semakin memahami pentingnya pemanfaatan pupuk organik cair sebagai alternatif yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Harapannya, ilmu yang telah dibagikan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak positif bagi hasil panen dan kesejahteraan petani," ujarnya.
Perangkat Desa Kabuaran, Agus Purwanto, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami sangat berterima kasih atas adanya sosialisasi ini. Semoga informasi yang diperoleh dapat diterapkan sehingga mampu meningkatkan hasil pertanian sekaligus menjaga kesuburan tanah," katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 20 Unmuh Jember berharap masyarakat Desa Kabuaran semakin terdorong memanfaatkan pupuk organik cair sebagai solusi pertanian yang hemat biaya, mudah dibuat, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian yang lebih produktif dan ramah lingkungan.


