Jumat, 07 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Edukasi PHBS di Tiga Sekolah Dasar Desa Pujerbaru


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2 Kelompok 6 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tiga sekolah dasar Desa Pujerbaru, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 1 Pujerbaru dan SDN 2 Pujerbaru pada Kamis (30/7/2026), serta SDI Kartini pada Sabtu (1/8/2026).

Program ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN di bidang kesehatan dengan tujuan menanamkan kesadaran hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya preventif terhadap berbagai permasalahan kesehatan di wilayah Desa Pujerbaru, seperti kasus diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang masih menjadi perhatian berdasarkan data puskesmas setempat.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan enam pilar utama PHBS di lingkungan sekolah, meliputi kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, membuang sampah pada tempatnya, mengonsumsi jajanan sehat, menggunakan jamban bersih, tidak merokok di lingkungan sekolah, serta memberantas jentik nyamuk.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui penggunaan alat peraga, permainan edukatif, dan praktik langsung enam langkah mencuci tangan sesuai standar kesehatan. Metode tersebut membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 6, Miftahululumuddin, mengatakan bahwa siswa sekolah dasar menjadi sasaran utama karena berada pada fase penting dalam pembentukan kebiasaan.

"Jika kami bisa menanamkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sejak kecil, kebiasaan itu akan terbawa hingga dewasa. Kami berharap ini menjadi investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat Pujerbaru," ujarnya.

Salah satu siswi SDN 2 Pujerbaru, Nayla, mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

"Aku jadi tahu kalau cuci tangan pakai sabun itu harus sampai sela-sela jari, tidak boleh hanya dibilas air saja. Nanti aku akan kasih tahu adikku di rumah," katanya.

Kepala SDN 1 Pujerbaru, Yanti Junaeda, S.Pd., mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN karena memberikan pemahaman baru kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan.

"Kami sangat mengapresiasi kontribusi nyata dari adik-adik mahasiswa KKN. Anak-anak kami jadi lebih paham mengapa harus membuang sampah pada tempatnya dan bagaimana dampaknya bagi kesehatan jika tidak menjaga kebersihan," tuturnya.

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari pihak sekolah dan orang tua siswa. Kepala SDI Kartini berharap program edukasi PHBS dapat terus berlanjut melalui pendampingan maupun penyediaan fasilitas pendukung seperti sarana cuci tangan dan tempat sampah.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN Kelompok 6 berencana melakukan evaluasi melalui kunjungan ulang ke sekolah, membuat mural edukatif PHBS, serta membantu pengadaan tempat sampah terpilah. Guru sekolah juga akan dilibatkan sebagai penggerak PHBS agar kebiasaan hidup bersih dan sehat tetap diterapkan setelah masa KKN berakhir.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik 2 Kelompok 6 Unmuh Jember berharap edukasi PHBS dapat membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa.

Solusi Hemat Pupuk, Mahasiswa KKN 20 Unmuh Jember Sosialisasikan Pupuk Organik Cair dari Kotoran Sapi di Desa Kabuaran


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 20 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar kotoran sapi di Desa Kabuaran, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ini bertujuan memberikan alternatif pupuk yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian di desa yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani.

Sosialisasi yang berlangsung di halaman Masjid Nurul Hasan tersebut dihadiri oleh perangkat desa, kelompok tani, dan warga setempat. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN menjelaskan manfaat pupuk organik cair, proses pembuatannya menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh, serta teknik pengaplikasiannya pada berbagai jenis tanaman.

Mahasiswa KKN memaparkan bahwa pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan baku POC tidak hanya membantu mengurangi limbah peternakan, tetapi juga mampu memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang harganya terus meningkat.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti demonstrasi pembuatan pupuk organik cair, mulai dari proses pencampuran bahan, fermentasi, hingga penyimpanan yang benar. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi mengenai cara penerapan POC pada lahan pertanian mereka.

Ketua Kelompok KKN 20 Unnmuh Jember mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang dapat langsung dimanfaatkan oleh petani.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap warga semakin memahami pentingnya pemanfaatan pupuk organik cair sebagai alternatif yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Harapannya, ilmu yang telah dibagikan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak positif bagi hasil panen dan kesejahteraan petani," ujarnya.


Perangkat Desa Kabuaran, Agus Purwanto, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih atas adanya sosialisasi ini. Semoga informasi yang diperoleh dapat diterapkan sehingga mampu meningkatkan hasil pertanian sekaligus menjaga kesuburan tanah," katanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 20 Unmuh Jember berharap masyarakat Desa Kabuaran semakin terdorong memanfaatkan pupuk organik cair sebagai solusi pertanian yang hemat biaya, mudah dibuat, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian yang lebih produktif dan ramah lingkungan.

Mahasiswa KKN Tematik 26 Unmuh Jember Gelar Sosialisasi Anti-Bullying dan Edukasi Beasiswa di MTs dan MA Al-Hasyimi


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 26 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar sosialisasi bertema anti-bullying dan edukasi beasiswa bagi siswa MTs dan MA Al-Hasyimi, Desa Sukosari, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa.

Puluhan siswa mengikuti kegiatan yang berlangsung di aula sekolah dengan antusias. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan berbagai bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani kasus bullying di lingkungan sekolah.

Selain membahas pencegahan perundungan, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai berbagai peluang beasiswa bagi siswa jenjang menengah. Peserta dikenalkan dengan jenis-jenis beasiswa, persyaratan pendaftaran, hingga persiapan yang perlu dilakukan sejak dini agar memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Perwakilan MTs dan MA Al-Hasyimi, Muhammad Sueb, S.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pengetahuan baru sekaligus memotivasi siswa untuk lebih percaya diri dalam meraih cita-cita.

"Kami sangat senang dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh adik-adik KKN Tematik 26 Desa Sukosari ini. Materi tentang anti-bullying dan beasiswa ini sangat bermanfaat karena dapat menambah wawasan siswa-siswi kami yang selama ini belum banyak mendapatkan informasi seperti ini," ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN Tematik 26 Unmuh Jember yang berfokus pada penguatan pendidikan dan pemberdayaan generasi muda. Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa berharap siswa semakin memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan serta termotivasi untuk mempersiapkan diri meraih kesempatan melanjutkan pendidikan melalui berbagai program beasiswa yang tersedia.

KKN Kolaboratif Kelompok 5 Kenalkan Eco Enzyme dari Limbah Dapur kepada Masyarakat Desa Lojejer

Mahasiswa KKN Kolaboratif 5 Pemerintah Kabupaten Jember yang melaksanakan pengabdian di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menggelar edukasi dan pelatihan pembuatan eco enzyme sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan cara sederhana mengolah limbah dapur, khususnya kulit buah dan sisa bahan organik, menjadi produk yang bermanfaat serta bernilai guna.

Kegiatan diikuti oleh ibu-ibu PKK, masyarakat Desa Lojejer, serta siswa SMA/SMK. Selain menerima materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik, peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan eco enzyme melalui metode fermentasi yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa eco enzyme memiliki berbagai manfaat, di antaranya sebagai pembersih alami untuk membersihkan kerak pada kamar mandi maupun permukaan rumah, serta dapat dimanfaatkan sebagai alternatif ramah lingkungan untuk membantu mengendalikan hama tanaman. Melalui pemanfaatan limbah organik ini, masyarakat tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang dibuang, tetapi juga memperoleh produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua PKK Desa Lojejer, Srini, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap pelatihan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

"Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, masyarakat dapat memanfaatkan sampah organik dari rumah sehingga tidak hanya dibuang, tetapi bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kolaboratif 5 Pemkab Jember berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah organik sejak dari rumah. Edukasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya kebiasaan baru dalam memanfaatkan limbah dapur menjadi produk yang bermanfaat, sehingga dapat mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Bersama Warga Bersihkan Puing Rumah Korban Kebakaran di Desa Sumber Anom


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember bersama warga bergotong royong membersihkan puing-puing rumah korban kebakaran di Desa Sumber Anom, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dalam membantu mempercepat proses pemulihan pascakebakaran.

Gotong royong difokuskan pada pembersihan sisa material bangunan, seperti kayu, genteng, dan puing lainnya agar lokasi kembali aman untuk proses pembangunan. Mahasiswa KKN bersama warga saling bahu-membahu membersihkan area rumah dan mengangkut puing menggunakan peralatan sederhana.

Koordinator Lapangan KKN, Ammar Jihad Hidayatulloh, mengatakan keterlibatan mahasiswa merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya diwujudkan melalui program kerja, tetapi juga aksi nyata saat warga membutuhkan bantuan.

"Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban keluarga yang terdampak serta memperkuat semangat kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Sumber Anom," ujarnya.

Kepala Desa Sumber Anom, Misyono, mengapresiasi partisipasi mahasiswa KKN Unmuh Jember yang turut membantu proses pembersihan rumah warga terdampak kebakaran.

"Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa yang langsung turun membantu warga. Kehadiran mereka memberikan semangat bagi masyarakat untuk bersama-sama mempercepat proses pembersihan rumah yang terdampak kebakaran," katanya.

Apresiasi juga datang dari warga terdampak yang mengaku terbantu dengan kehadiran mahasiswa dan masyarakat yang bergotong royong membersihkan puing-puing rumah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unnmuh Jember berharap semangat kepedulian, solidaritas, dan gotong royong dapat terus terjaga serta membantu mempercepat proses pemulihan warga pascakebakaran sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat selama pelaksanaan KKN di Desa Sumber Anom.

Prodi Magister Manajemen Raih Akreditasi Unggul, FEB Unmuh Jember Perkuat Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan. Program Studi Magister Manajemen (S2 Manajemen) resmi meraih predikat Akreditasi Unggul, sebuah capaian yang menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, tata kelola, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta sistem penjaminan mutu yang diterapkan.

Dekan FEB Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Maheni Ika Sari, S.E., M.M., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, Akreditasi Unggul merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika yang selama ini berkomitmen membangun budaya mutu secara berkelanjutan.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas diraihnya predikat Akreditasi Unggul oleh Program Studi Magister Manajemen. Capaian ini merupakan amanah sekaligus bukti bahwa proses penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, serta penjaminan mutu di Program Studi Magister Manajemen telah memenuhi standar kualitas yang sangat baik," ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan program studi, tetapi juga seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra kerja sama.

Menurut Maheni, predikat Akreditasi Unggul memiliki arti strategis bagi pengembangan fakultas. Selain menjadi pengakuan resmi atas kualitas pendidikan yang diselenggarakan, capaian ini semakin memperkuat posisi FEB Universitas Muhammadiyah Jember sebagai salah satu fakultas ekonomi dan bisnis yang kompetitif di tingkat regional maupun nasional.

Perjalanan menuju Akreditasi Unggul, lanjutnya, ditempuh melalui proses yang panjang dan terencana. Berbagai aspek terus diperkuat, mulai dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), evaluasi kurikulum secara berkelanjutan, peningkatan kualitas dosen, pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, perluasan jejaring kerja sama, hingga peningkatan layanan akademik dan kemahasiswaan.


"Seluruh dokumen disusun berdasarkan data yang valid dan didukung implementasi nyata di lapangan. Saat asesmen lapangan, tim asesor dapat melihat bahwa budaya mutu benar-benar telah menjadi bagian dari tata kelola program studi, bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi," jelasnya.

Maheni menyebut sejumlah faktor yang menjadi kekuatan utama Program Studi Magister Manajemen, di antaranya komitmen pimpinan universitas terhadap budaya mutu, kualitas dosen yang terus berkembang, kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri, tata kelola yang akuntabel, produktivitas penelitian dan pengabdian, serta dukungan jejaring kerja sama dan alumni.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dosen berperan menjaga mutu pembelajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah. Tenaga kependidikan memastikan layanan akademik berjalan profesional, sementara mahasiswa, alumni, dan mitra memberikan kontribusi melalui prestasi, masukan, hingga kolaborasi dalam berbagai program.

Bagi mahasiswa, Akreditasi Unggul memberikan berbagai manfaat, mulai dari jaminan mutu pendidikan yang diakui secara nasional, meningkatnya kepercayaan dunia kerja terhadap lulusan, hingga terbukanya peluang kerja sama akademik yang lebih luas, termasuk program pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan kolaborasi internasional.

"Pada akhirnya, manfaat terbesar adalah meningkatnya daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.

Maheni juga menjelaskan bahwa Program Studi Magister Manajemen memiliki sejumlah keunggulan, seperti kurikulum yang adaptif terhadap transformasi digital dan kebutuhan dunia bisnis modern, integrasi kompetensi manajerial dengan nilai-nilai Islam berkemajuan, dosen yang aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah, serta jejaring kerja sama dengan berbagai institusi pemerintah, dunia usaha, industri, dan mitra internasional.

Meski telah meraih Akreditasi Unggul, FEB Universitas Muhammadiyah Jember tidak berhenti melakukan pembenahan. Ke depan, fakultas akan terus memperkuat budaya mutu melalui evaluasi berkelanjutan, penyempurnaan kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan kompetensi dosen, penguatan publikasi internasional, digitalisasi layanan akademik, serta peningkatan kepuasan mahasiswa dan pengguna lulusan.


Selain itu, pengembangan riset kolaboratif, perluasan kerja sama internasional melalui joint research, visiting professor, student mobility, hingga inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital, project-based learning, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) secara bertanggung jawab juga menjadi fokus pengembangan ke depan.

Menutup wawancara, Maheni berharap capaian Akreditasi Unggul mampu menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Jember untuk terus membangun budaya mutu, budaya berprestasi, dan budaya melayani.

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan kerja sama, komitmen, integritas, dan semangat untuk terus belajar, kita mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. Semoga Akreditasi Unggul ini menjadi motivasi bagi seluruh program studi untuk terus meningkatkan kualitasnya sehingga Universitas Muhammadiyah Jember semakin dipercaya masyarakat, semakin berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," pungkasnya.

 


Kamis, 06 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Bersama Dinas Sosial P3AKB Edukasi Siswa MTs Nurussalam Cegah Bullying

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember berkolaborasi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Bondowoso menggelar sosialisasi pencegahan bullying di MTs Nurussalam, Desa Sumber Kemuning, Kecamatan Tamanan, Kamis (4/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama narasumber dari Dinas Sosial P3AKB menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh seluruh warga sekolah.

Selain pemaparan materi, para peserta juga diajak berdiskusi mengenai contoh-contoh perilaku bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sesi interaktif tersebut, siswa didorong untuk lebih berani menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, serta membangun budaya saling peduli terhadap sesama teman.


Kepala MTs Nurussalam, Uswadi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai bullying sangat penting diberikan sejak dini agar peserta didik memiliki pemahaman yang benar tentang dampak negatif perundungan serta mampu membangun hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah.

"Kegiatan ini bisa bermanfaat terhadap lembaga dan anak-anak sehingga tidak ada perundungan di sekolah, serta siswa dapat lebih memahami tentang bullying," ujar Uswadi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk penguatan karakter siswa sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Unmuh Jember dan Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso, diharapkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk perundungan semakin meningkat. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah anak, dan mampu mendukung perkembangan karakter generasi muda secara optimal.

Connect