Mahasiswa KKN Unmuh Jember Edukasi PHBS di Tiga Sekolah Dasar Desa Pujerbaru
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2 Kelompok 6 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tiga sekolah dasar Desa Pujerbaru, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 1 Pujerbaru dan SDN 2 Pujerbaru pada Kamis (30/7/2026), serta SDI Kartini pada Sabtu (1/8/2026).
Program ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN di bidang kesehatan dengan tujuan menanamkan kesadaran hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya preventif terhadap berbagai permasalahan kesehatan di wilayah Desa Pujerbaru, seperti kasus diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang masih menjadi perhatian berdasarkan data puskesmas setempat.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan enam pilar utama PHBS di lingkungan sekolah, meliputi kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, membuang sampah pada tempatnya, mengonsumsi jajanan sehat, menggunakan jamban bersih, tidak merokok di lingkungan sekolah, serta memberantas jentik nyamuk.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui penggunaan alat peraga, permainan edukatif, dan praktik langsung enam langkah mencuci tangan sesuai standar kesehatan. Metode tersebut membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 6, Miftahululumuddin, mengatakan bahwa siswa sekolah dasar menjadi sasaran utama karena berada pada fase penting dalam pembentukan kebiasaan.
"Jika kami bisa menanamkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sejak kecil, kebiasaan itu akan terbawa hingga dewasa. Kami berharap ini menjadi investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat Pujerbaru," ujarnya.
Salah satu siswi SDN 2 Pujerbaru, Nayla, mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
"Aku jadi tahu kalau cuci tangan pakai sabun itu harus sampai sela-sela jari, tidak boleh hanya dibilas air saja. Nanti aku akan kasih tahu adikku di rumah," katanya.
Kepala SDN 1 Pujerbaru, Yanti Junaeda, S.Pd., mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN karena memberikan pemahaman baru kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan.
"Kami sangat mengapresiasi kontribusi nyata dari adik-adik mahasiswa KKN. Anak-anak kami jadi lebih paham mengapa harus membuang sampah pada tempatnya dan bagaimana dampaknya bagi kesehatan jika tidak menjaga kebersihan," tuturnya.
Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari pihak sekolah dan orang tua siswa. Kepala SDI Kartini berharap program edukasi PHBS dapat terus berlanjut melalui pendampingan maupun penyediaan fasilitas pendukung seperti sarana cuci tangan dan tempat sampah.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN Kelompok 6 berencana melakukan evaluasi melalui kunjungan ulang ke sekolah, membuat mural edukatif PHBS, serta membantu pengadaan tempat sampah terpilah. Guru sekolah juga akan dilibatkan sebagai penggerak PHBS agar kebiasaan hidup bersih dan sehat tetap diterapkan setelah masa KKN berakhir.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik 2 Kelompok 6 Unmuh Jember berharap edukasi PHBS dapat membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa.


