Aksi Kepedulian, Gabungan UKM Unmuh Jember Gotong Royong Pasang Bronjong Cegah Longsor di Kaliwates
Puluhan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah
Jember (Unmuh Jember) yang tergabung dalam gabungan Unit Kegiatan Mahasiswa
(UKM) terlibat langsung dalam kegiatan Gotong Royong Pemasangan Bronjong
Penahan Tanah Longsor di Jalan Imam Bonjol, Lingkungan Krajan RT 05 RW 04,
Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Selasa (30/12/2025).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi longsor
susulan menyusul kejadian longsor yang terjadi pada 9 dan 22 November 2025.
Kondisi tanah di lokasi dinilai semakin labil, bahkan tiga rumah warga di atas
tebing telah mengalami retakan, sehingga diperlukan langkah mitigasi segera
untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Lurah Kaliwates, Abdul Kamil, menjelaskan bahwa pemasangan
bronjong dilakukan untuk menahan pergerakan tanah pada tebing yang longsor,
terutama saat debit air sungai meningkat di musim hujan.
“Bronjong ini kami bangun agar tidak terjadi longsor
berikutnya. Tanah di tebing sudah labil dan ada tiga rumah di atasnya yang
mulai retak. Karena keterbatasan anggaran pemerintah di akhir tahun, kegiatan
ini kami lakukan secara swadaya dengan melibatkan perguruan tinggi dan elemen
masyarakat,” ujarnya.
Dirinya menambahkan bahwa pemasangan bronjong dilakukan
dengan memanfaatkan bantuan 100 unit bronjong kawat, dengan target pemasangan
maksimal meski jumlah tersebut baru mencukupi sekitar sepertiga dari kebutuhan
ideal di lokasi tersebut. Namun demikian, keberadaan bronjong dinilai sangat
membantu menahan tanah saat air sungai naik hingga empat sampai lima tingkat.
Dalam kegiatan ini, Unmuh Jember turut berkontribusi melalui
dukungan material dan sumber daya manusia. Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr.
Sofyan Rofi, M.Pd.I, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bagian
dari komitmen kampus dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Kami hadir melalui unit kegiatan mahasiswa dengan membawa
empati dan simpati untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Kontribusi kami
meliputi penyediaan batu sungai sebagai material bronjong serta keterlibatan
langsung mahasiswa dari berbagai UKM,” jelasnya.
Menurutnya, mayoritas mahasiswa yang terlibat merupakan pengurus
UKM, sebagai bentuk pembelajaran sosial dan penguatan nilai kemanusiaan. Ia
menegaskan bahwa pengabdian masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari aktivitas kemahasiswaan.
“Mahasiswa harus memahami bahwa dirinya adalah bagian dari
masyarakat. Kehadiran mereka di sini bukan hanya untuk membantu saat bencana,
tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian masyarakat secara menyeluruh,” tutupnya.
Tags : Berita Pengabdian

Posting Komentar