Dosen dan Mahasiswa Unmuh Jember Terapkan Sistem Manajemen Energi Berbasis AI di SMK Muhammadiyah 3 Ambulu
Dr. Riyanto Setiawan Suharsono, S.E., MSA., Ak., CA., dan, Asroful Abidin, S.T., M.Eng.,
Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Sekolah melalui Penerapan Sistem Manajemen Energi Berbasis SNI ISO 50001:2018 dan Artificial Intelligence (AI)” di SMK Muhammadiyah 3 Ambulu, pada Jum’at (13/02/2026).
Program ini dipimpin oleh Asroful
Abidin, S.T., M.Eng., bersama Dr. Riyanto Setiawan Suharsono, S.E., MSA., Ak.,
CA., serta melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi Merdeka
Belajar dan penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Sebagai sekolah vokasi dengan
empat kompetensi keahlian, yakni Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM),
Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Teknik Ototronik (OTO), dan Desain
Komunikasi Visual (DKV), SMK Muhammadiyah 3 Ambulu memiliki tingkat konsumsi energi
listrik yang tinggi. Penggunaan peralatan bengkel, laboratorium komputer,
perangkat grafis, serta pendingin ruangan menjadi faktor utama tingginya
kebutuhan energi.
Asroful Abidin, S.T., M.Eng.,
Berdasarkan hasil observasi awal,
sekolah belum memiliki sistem manajemen energi yang terstruktur sesuai standar
SNI ISO 50001:2018. Pencatatan energi masih terbatas pada tagihan listrik
bulanan tanpa analisis lebih lanjut, serta belum tersedia baseline
energi, indikator kinerja energi (EnPI), maupun identifikasi penggunaan energi
signifikan (SEU).
Menjawab kondisi tersebut, tim
pengabdian menghadirkan solusi berupa penerapan SME berbasis siklus Plan–Do–Check–Act
(PDCA) yang terintegrasi dengan teknologi tepat guna dan pemanfaatan AI. Salah
satu luaran utama program ini adalah aplikasi perhitungan energi berbasis Excel
yang mampu menghitung konsumsi energi, menentukan baseline, menghitung
EnPI, mengidentifikasi SEU, serta menyusun peluang penghematan energi.
Data yang dihasilkan kemudian
dianalisis menggunakan AI untuk memberikan rekomendasi strategis, seperti
pengaturan suhu dan jam operasional AC, optimalisasi penggunaan laboratorium
komputer, serta kampanye hemat energi di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini dilaksanakan secara
bertahap, dimulai dari observasi dan koordinasi pada 19 Desember 2025,
pengembangan sistem pada awal Januari 2026, pelatihan dan sosialisasi pada 13
Februari 2026, hingga monitoring dan evaluasi awal pada 20 Februari
2026. Hasil awal menunjukkan peningkatan kesadaran serta literasi energi di
kalangan warga sekolah.
Program ini menghasilkan sejumlah
capaian, di antaranya tersusunnya dokumen awal sistem manajemen energi,
tersedianya aplikasi perhitungan energi, serta meningkatnya budaya hemat energi
di lingkungan sekolah. Dalam jangka menengah, program ini ditargetkan mampu
menurunkan konsumsi energi listrik sebesar 5 hingga 15 persen.
Ketua tim pengabdian menyampaikan
bahwa program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju konsep sekolah
berbasis energi cerdas dan ramah lingkungan.
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga laboratorium
nyata penerapan manajemen energi dan teknologi AI. Model ini diharapkan dapat
direplikasi di sekolah lain,” ujarnya.
Tags : Pengabdian

Posting Komentar