Sabtu, 18 Juli 2026

Mahasiswa Unmuh Jember Tekankan Pendidikan Antikorupsi dan Pencegahan NAPZA Harus Dimulai Sejak Bangku Sekolah

 

Pendidikan antikorupsi dan pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) perlu ditanamkan sejak usia sekolah sebagai upaya membentuk generasi yang berintegritas dan berkarakter. Hal tersebut menjadi kesimpulan dari kajian literatur yang disusun mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember dalam mata kuliah Pendidikan Antikorupsi dan Pencegahan NAPZA.

Melalui kajian terhadap 47 sumber ilmiah yang diterbitkan selama periode 2015–2024, mahasiswa menemukan bahwa perilaku koruptif dan penyalahgunaan NAPZA memiliki akar persoalan yang sama, yakni lemahnya integritas, rendahnya pengendalian diri, serta belum optimalnya pendidikan karakter di lingkungan pendidikan.

Penulis utama kajian, Ahmad Azril Maula, menjelaskan bahwa korupsi tidak selalu bermula dari penyalahgunaan uang negara atau jabatan. Kebiasaan yang sering dianggap sepele, seperti menyontek saat ujian, melakukan plagiarisme, memalsukan tanda tangan, hingga memanipulasi absensi, merupakan bentuk awal perilaku koruptif yang dapat berkembang menjadi tindakan yang lebih besar di kemudian hari.

"Pembentukan karakter harus dimulai sejak dini. Jika perilaku tidak jujur dibiarkan menjadi kebiasaan di sekolah, maka potensi munculnya praktik korupsi di masa depan akan semakin besar," ungkapnya.

Selain persoalan integritas, penyalahgunaan NAPZA juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), jutaan masyarakat Indonesia menjadi pengguna aktif NAPZA dan sebagian besar berada pada kelompok usia produktif, termasuk pelajar dan mahasiswa.

Kajian tersebut menyebutkan bahwa tekanan dari lingkungan pergaulan, minimnya pengawasan keluarga, rendahnya kontrol diri, serta kurangnya pemahaman mengenai bahaya narkoba menjadi faktor dominan yang mendorong penyalahgunaan NAPZA di kalangan generasi muda.

Mahasiswa menilai pendidikan antikorupsi dan pencegahan NAPZA seharusnya tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan diintegrasikan melalui pendidikan karakter yang menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, serta kemampuan mengambil keputusan yang benar.

Salah satu pendekatan yang direkomendasikan dalam kajian tersebut adalah model IMPACT, yang terdiri atas enam komponen utama, yakni Integrity (Integritas), Moral Competence (Kompetensi Moral), Partnership (Kemitraan), Accountability (Akuntabilitas), Care (Kepedulian), dan Transformation (Transformasi).

Model ini menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mampu membangun karakter peserta didik sekaligus melindungi mereka dari pengaruh korupsi maupun penyalahgunaan NAPZA.

Selain itu, berbagai strategi dinilai efektif untuk diterapkan di lingkungan pendidikan, seperti pembelajaran berbasis nilai, pendidikan sebaya (peer education), penguatan organisasi siswa, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai media edukasi karakter.

Mahasiswa juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan antikorupsi dan pencegahan NAPZA tidak hanya ditentukan oleh materi pembelajaran di ruang kelas. Budaya sekolah yang sehat, keteladanan guru, keterlibatan orang tua, serta dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam membentuk generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan memiliki daya tahan terhadap berbagai bentuk penyimpangan.

Melalui kajian ini, mahasiswa berharap sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam membangun karakter bangsa. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan, pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berintegritas, berdaya saing, serta bebas dari praktik korupsi dan penyalahgunaan NAPZA.

Kajian ini disusun oleh Ahmad Azril Maula, Muhammad Ridho, Yusa Salasa, Muhammad Rafi Hendardi, dan Kharisma Satya Wibowo di bawah bimbingan Rohimatush Shofiyah, S.Si., M.Si. sebagai bagian dari pembelajaran yang mengintegrasikan kajian ilmiah dengan isu-isu strategis pembangunan karakter generasi muda.

Tags :

bm
Created by: News Unmuh Jember

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect