Rabu, 01 Juli 2026

Tebar Kepedulian untuk Lansia, BEM FISIP Unmuh Jember Gelar Program "Sharing Love" di Panti Sosial Tresna Werdha

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian sosial melalui program kerja bertajuk "Sharing Love". Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha (PT PSTW) pada Sabtu, (27/6/2026), dengan menghadirkan berbagai aktivitas yang bertujuan memberikan kebahagiaan sekaligus dukungan psikososial bagi para lanjut usia (lansia).

Program ini merupakan salah satu agenda kerja BEM FISIP Kabinet PRISMA periode 2025–2026 yang dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui interaksi langsung dengan para penghuni panti, mahasiswa diharapkan mampu memahami realitas sosial sekaligus mengasah kemampuan komunikasi dan kepedulian terhadap kelompok rentan.

Kegiatan "Sharing Love" dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap kondisi lansia yang kerap menghadapi keterasingan sosial dan minimnya perhatian dari lingkungan sekitar. Sebagai organisasi kemahasiswaan, BEM FISIP memandang penting menghadirkan ruang interaksi yang humanis agar para lansia dapat merasakan perhatian, kebersamaan, dan penghargaan atas kontribusi mereka selama ini kepada masyarakat.

Tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, "Sharing Love" dikemas melalui berbagai aktivitas interaktif. Mahasiswa akan mengadakan sesi perkenalan, ice breaking, permainan sederhana, kegiatan kreatif bersama, hingga penyerahan bantuan kebutuhan pokok secara simbolis kepada penghuni panti. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menciptakan suasana hangat yang mampu mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan para lansia.

Selain memberikan manfaat bagi penghuni panti, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran nonformal bagi mahasiswa. Melalui pengalaman berinteraksi secara langsung, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan karakter yang berintegritas, empatik, dan memiliki tanggung jawab sosial sebagai calon intelektual yang dekat dengan persoalan masyarakat.

BEM FISIP berharap program "Sharing Love" dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah para lansia bukan hanya untuk berbagi bantuan, tetapi juga menghadirkan kebersamaan, semangat, dan perhatian yang menjadi kebutuhan penting bagi mereka.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi budaya kepedulian yang terus tumbuh di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jember. Dengan semangat berbagi dan mengabdi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman berharga di luar ruang kuliah, tetapi juga menjalankan perannya sebagai agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

 

Senin, 29 Juni 2026

Gelar Public Speaking is Fun, HIMAKOM Unmuh Jember Latih Keberanian Siswa SD Tampil di Depan Publik

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Public Speaking is Fun" di SDN Curahnongko 03, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu komunikasi sekaligus menumbuhkan keberanian berbicara dan rasa percaya diri siswa sekolah dasar.

Program yang diinisiasi HIMAKOM ini berangkat dari masih terbatasnya akses edukasi mengenai komunikasi, kreativitas, dan literasi media bagi anak-anak sekolah dasar. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat, kemampuan berkomunikasi dinilai menjadi bekal penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini.

Melalui konsep pembelajaran yang menyenangkan, mahasiswa Ilmu Komunikasi menghadirkan berbagai aktivitas interaktif yang mendorong siswa berani menyampaikan pendapat, berinteraksi dengan teman, serta mengekspresikan ide di depan umum.

Ketua HIMAKOM bersama jajaran pengurus berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter di lingkungan sekolah dasar. Selain itu, kegiatan ini menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sosial, empati, serta praktik komunikasi secara langsung di tengah masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti berbagai permainan edukatif seperti Kotak Ekspresi, Pesan Berantai, dan Reporter Cilik. Melalui permainan tersebut, peserta diajak belajar menyampaikan pesan dengan baik, bekerja sama, serta melatih keberanian berbicara di depan teman-temannya. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengenalan konsep public speaking, penyerahan hasil donasi, hingga sesi foto bersama.

Program ini memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan kemampuan komunikasi dasar siswa, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membangun hubungan yang lebih erat antara mahasiswa dengan lingkungan sekolah. Sasaran kegiatan tidak hanya siswa sebagai peserta utama, tetapi juga guru sebagai mitra edukasi dan mahasiswa HIMAKOM sebagai fasilitator pembelajaran.

Kegiatan HIMAKOM Mengabdi menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran di Program Studi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember yang tidak berhenti di ruang kelas. Melalui pengabdian ini, mahasiswa diajak menghadirkan solusi edukatif bagi masyarakat sekaligus memperkuat perannya sebagai agen perubahan sosial.

Ke depan, HIMAKOM Unmuh Jember berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak sekolah yang memperoleh manfaat dari edukasi komunikasi, kreativitas, dan penguatan karakter sejak dini.

 

Kamis, 18 Juni 2026

Mahasiswa Elektro dan Mesin Unmuh Jember Rancang Skenario Revitalisasi Mesin di TPA Pakusari

Melanjutkan misi pemetaan krisis tata kelola sampah yang telah diinisiasi pekan sebelumnya, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember kembali menerjunkan mahasiswanya dalam kunjungan gelombang kedua ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Jika kunjungan gelombang pertama murni berfokus pada analisis infrastruktur fisik, kelancaran administrasi, dan kalkulasi beban volume harian, maka gelombang kedua ini secara khusus menitikberatkan pada evaluasi aspek rekayasa mekanikal, otomasi sistem kelistrikan, dan pemulihan fungsi fasilitas.

Kunjungan strategis kali ini membawa formasi yang berbeda, dengan melibatkan kolaborasi tajam dari mahasiswa program studi Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, dan Teknik Mesin. Setibanya di lokasi, tim observasi langsung bergerak menembus area fasilitas pengolahan sampah dan menemukan realita teknis yang cukup memprihatinkan. Di tengah darurat volume sampah yang terus menggunung tanpa henti, sejumlah aset vital dan fasilitas mekanis di dalam TPA Pakusari justru ditemukan dalam kondisi tidak beroperasi secara maksimal, bahkan cenderung dibiarkan terbengkalai begitu saja.

Dalam inspeksi mendalam tersebut, mahasiswa secara langsung mendata berbagai macam alat berat dan mesin pengolahan yang mangkrak di lokasi. Terdapat perangkat krusial seperti mesin pemilah mekanis, mesin pencacah sampah, mesin pengepres raksasa (balling press), hingga instalasi mesin pengemasan (packaging) yang terdiam tanpa aktivitas operasional harian. Merespon temuan kritis ini, mahasiswa Teknik Mesin FT UM Jember langsung mengambil inisiatif untuk merumuskan kerangka kerja perbaikan teknis. Mereka menyusun strategi optimalisasi agar alat-alat berat serta mesin pencacah tersebut dapat direvitalisasi dan difungsikan kembali secara penuh.

Di sisi lain, mahasiswa Teknik Elektro mengambil peran yang tidak kalah penting dalam merancang ulang sistem otomasi jaringan kelistrikannya. Tidak hanya sekadar memperbaiki arus listrik, mereka juga mulai mengkaji potensi besar pemanfaatan gas metana yang terperangkap di bawah tumpukan sampah raksasa. Gas ini direncanakan untuk dikonversi menjadi sumber energi alternatif yang kelak dapat menghidupkan kembali mesin-mesin pengolahan tersebut secara mandiri. Sinergi mekanis dan elektris ini terus dikawal ketat oleh mahasiswa Teknik Lingkungan yang memastikan bahwa setiap rancangan mesin terapan tetap memenuhi standar baku mutu ekologis dan tidak menambah emisi baru.

Langkah taktis mahasiswa UM Jember ini menjadi sangat relevan karena berpacu dengan waktu transisi birokrasi. Berdasarkan informasi terkini dari otoritas lingkungan setempat, terhitung mulai tanggal 1 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Jember akan memberlakukan kebijakan baru yang sangat radikal. TPA Pakusari diproyeksikan hanya akan diizinkan menerima sampah dalam bentuk sampah residu saja. Hal ini menandai akhir dari era sistem penimbunan terbuka (open dumping) dan melangkah maju menuju metode Control Landfill. Melalui cetak biru revitalisasi teknologi dari kunjungan 13 Juni ini, FT UM Jember siap mengawal TPA Pakusari untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengolahan modern terpadu.

 

Menembus Gunungan Sampah 35 Meter, Mahasiswa Lintas Disiplin FT Unmuh Jember Kaji Beban Kritis TPA Pakusari

Krisis tata kelola sampah domestik di Kabupaten Jember kini telah menjelma menjadi isu kedaruratan sosial dan ekologis yang membutuhkan penanganan luar biasa. Merespon kondisi kritis tersebut, jajaran sivitas akademika Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember mengambil langkah taktis proaktif melalui agenda observasi lapangan dan studi komprehensif. Gelombang pertama dari inisiatif ini resmi diterjunkan langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada hari Sabtu, 6 Juni 2026.

Delegasi gelombang pertama ini membawa misi analisis infrastruktur dengan melibatkan kolaborasi lintas disiplin dari empat program studi sekaligus, yakni Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Sipil, dan Teknik Lingkungan. Sinergi lintas keilmuan ini sengaja dibentuk untuk membedah problematika persampahan dari berbagai sudut pandang rekayasa, mulai dari tata letak operasional, stabilitas tumpukan fisik, hingga proses konversi bahan kimia yang terjadi secara alami di lokasi pembuangan raksasa tersebut.

Dalam peninjauan lapangan yang berlangsung intensif, para mahasiswa tidak hanya melakukan pengamatan visual, tetapi juga menggali data operasional harian secara mendetail. Mereka berdialog langsung dengan para petugas yang menjadi garda terdepan di TPA Pakusari. Mahasiswa berdiskusi secara mendalam dengan Bapak Moh. Jatim, selaku penanggung jawab bagian Administrasi dan Ritribusi. Dari diskusi ini, mahasiswa berhasil memetakan alur birokrasi, sistem pencatatan retribusi, serta pola kedatangan truk pengangkut sampah yang beroperasi tanpa henti dari berbagai penjuru kecamatan di Jember.

Lebih lanjut, investigasi pencarian data berlanjut di area krusial, yakni pos awal masuk TPA. Di sana, para mahasiswa berkoordinasi dengan Bapak Totok M. Soleh yang bertugas sebagai Operator Jembatan Timbang Sampah. Fakta kuantitatif yang terungkap di lapangan sangat mengejutkan; pos jembatan timbang mencatat bahwa TPA Pakusari saat ini dipaksa menampung beban volume timbulan sampah harian yang sangat ekstrem, mencapai rata-rata 600 meter kubik per harinya. Akumulasi sampah yang terus menerus masuk tanpa ada proses pengolahan yang seimbang ini telah mengakibatkan terbentuknya gunungan sampah masif dengan elevasi kritis setinggi 35 meter.

Bagi mahasiswa Teknik Sipil, data ketinggian 35 meter ini menjadi parameter vital untuk menganalisis stabilitas lereng sampah guna mencegah potensi bencana longsor. Sementara itu, mahasiswa Teknik Industri mengevaluasi efisiensi antrean logistik di jembatan timbang, dan mahasiswa Teknik Kimia serta Lingkungan meneliti potensi bahaya pencemaran air lindi (leachate) yang dihasilkan. Kunjungan terpadu pada tanggal 6 Juni ini pada akhirnya menjadi pondasi data primer yang sangat solid bagi riset mahasiswa FT UM Jember dalam merumuskan solusi penanganan infrastruktur persampahan di masa depan.

 


Rabu, 17 Juni 2026

Dari Ruang Kelas ke Masyarakat, Mahasiswa Unmuh Jember Kenalkan Nilai Kearifan Lokal di SMP Adz Dzikir

Pembelajaran di perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kelas. Sebagai bentuk implementasi luaran mata kuliah, dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelestarian Tradisi Lokal sebagai Media Edukasi Penguatan Karakter Generasi Muda” di SMP Adz Dzikir, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Mata Kuliah Kearifan Lokal Pendalungan dan Budaya Pendalungan yang diampu oleh Dr. Dzarna, M.Pd. Bersama mahasiswa, ia mengajak para guru untuk memahami pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus sarana pembentukan karakter generasi muda.

Ketua tim pengabdian, Dr. Dzarna, M.Pd., menjelaskan bahwa tradisi lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya, tetapi juga mengandung berbagai nilai luhur yang relevan dengan kehidupan masa kini.

“Melalui tradisi lokal, generasi muda dapat belajar tentang gotong royong, tanggung jawab, kerja sama, toleransi, disiplin, hingga rasa hormat kepada sesama. Nilai-nilai inilah yang perlu terus diwariskan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta refleksi bersama mengenai berbagai tradisi yang masih hidup dan berkembang di masyarakat Jember. Para peserta diajak mengenali bentuk-bentuk kearifan lokal sekaligus memahami makna yang terkandung di dalamnya sebagai modal pembentukan karakter.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru aktif berbagi pengalaman mengenai tradisi yang masih dijalankan di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki ruang penting dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Pihak SMP Adz Dzikir menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut mereka, penguatan nilai-nilai budaya lokal sangat relevan dengan upaya sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Selain menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana hasil pembelajaran di perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara nyata untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui sinergi antara kampus dan sekolah, nilai-nilai kearifan lokal diharapkan terus hidup dan menjadi bagian dari pendidikan karakter generasi muda.

Ke depan, tim pengabdian berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan sehingga pelestarian budaya lokal tidak hanya menjadi upaya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi media edukasi yang efektif dalam membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Selasa, 09 Juni 2026

Dari Pesisir Jember, Mahasiswa Teknik Informatika Unmuh Jember Gali Suara Nelayan tentang Korupsi dan Bahaya NAPZA


Perspektif masyarakat terhadap korupsi dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) menjadi perhatian mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Melalui wawancara lapangan yang dilaksanakan pada 30 Mei dan 1 Juni 2026, mahasiswa menggali pandangan komunitas nelayan mengenai dua persoalan yang masih menjadi tantangan besar bangsa Indonesia tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Pendidikan Antikorupsi dan NAPZA. Sebanyak tujuh mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 5 turun langsung ke masyarakat pesisir untuk berdialog dan memperoleh pemahaman mengenai dampak korupsi serta bahaya penyalahgunaan narkoba dari sudut pandang masyarakat.

Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Firdaus, seorang nelayan yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil laut. Menurutnya, korupsi merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan haknya dan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.

“Korupsi itu merugikan banyak orang. Dana yang seharusnya digunakan untuk masyarakat bisa tidak sampai kepada yang membutuhkan,” ujarnya.

Sebagai masyarakat yang bergantung pada berbagai program bantuan dan pembangunan, Firdaus menilai praktik korupsi dapat berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia berharap setiap pihak yang diberi amanah dapat menjalankan tugasnya dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab.

Dalam wawancara tersebut, para nelayan juga menyoroti pentingnya menjaga nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Menurut mereka, kepercayaan merupakan modal utama dalam membangun hubungan sosial dan kerja sama di lingkungan masyarakat.

Selain membahas korupsi, diskusi turut mengangkat isu penyalahgunaan NAPZA yang dinilai sebagai ancaman serius bagi generasi muda. Firdaus menyampaikan bahwa narkoba dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan, serta menghilangkan kesempatan generasi muda untuk berkembang dan meraih cita-cita.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Orang tua perlu memberikan perhatian, pengawasan, serta pendidikan karakter kepada anak-anak sejak dini agar tidak mudah terpengaruh lingkungan yang negatif.

“Anak-anak harus rajin belajar, memilih teman yang baik, dan menjauhi narkoba. Masa depan mereka masih panjang dan harus dijaga,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh data untuk memenuhi tugas akademik, tetapi juga mendapatkan pelajaran berharga dari masyarakat. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya integritas, kejujuran, dan bahaya penyalahgunaan NAPZA telah tumbuh di tengah masyarakat pesisir.

Kegiatan wawancara ini dilaksanakan oleh Kelompok 5 Mata Kuliah Pendidikan Antikorupsi dan NAPZA Program Studi Teknik Informatika Unmuh Jember yang beranggotakan Putri Suci Rahmadhani, Yulian Adinda, Nafila, Nabila Senja Ramadhani, Mohammad Putra Fernanda, Chyka Mey Tree Ahmad, dan Firli Aisyah Faridatul Arifah atas arahan dosen pengampu mata kuliah yaitu, Rohimatush Shofiyah, S.Si., M.Si., dan Miftahul Huda, S.H., M.Kn..

Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa upaya pemberantasan korupsi dan pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Minggu, 17 Mei 2026

Dua Mahasiswa Unmuh Jember Terlibat dalam Proyek Ketangguhan Bencana PMI dan JRCS Jepang

Komitmen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dalam bidang kemanusiaan kembali terlihat melalui keterlibatan dua mahasiswa dalam program School Community Resilience Project (SCR) yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) Jepang.

Program ini diawali dengan kegiatan Pelatihan Dasar Disaster Risk Reduction (DRR) dan Enhanced Vulnerability Capacity Assessment (EVCA) yang berlangsung selama empat hari, pada 16–20 Januari 2025, di Hotel Safari Jember. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proyek kolaborasi jangka panjang yang dirancang berjalan selama kurang lebih tiga tahun, mulai awal 2025 hingga 2027.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 staf dan relawan PMI Kabupaten Jember, termasuk dua mahasiswa Unmuh Jember yang menjadi perwakilan dari KSR (Korps Sukarela) PMI Unit Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, dan Nur Alfiah, mahasiswa Program Studi Keperawatan.

Keterlibatan keduanya menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana, khususnya di wilayah pesisir selatan Jember yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Program SCR sendiri akan difokuskan di wilayah Kecamatan Puger dan Gumukmas, dua kawasan pesisir selatan Jember yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam.

Saat itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Dr. Muhammad Thamrin, S.E., M.M., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal teori kebencanaan, tetapi juga membentuk karakter relawan yang tangguh dan siap terjun langsung ke masyarakat.

Menurutnya, relawan harus memiliki rasa percaya diri, komunikasi yang efektif, serta militansi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Sementara itu, Weni Catur selaku Koordinator School and Community Resilience (SCR) menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman teknis yang mendalam sebelum menjalankan pendampingan di lapangan.

Berbagai materi diberikan oleh fasilitator dari PMI Pusat, PMI Jawa Timur, PMI Kabupaten Jember, serta JRCS Jepang. Materi tersebut meliputi pengelolaan bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, satuan pendidikan aman bencana, hingga kajian risiko.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi lapangan, pelatihan teknik komunikasi, serta koordinasi respons kebencanaan agar mampu menjalankan tugas secara efektif saat berhadapan langsung dengan masyarakat.

Bagi Lutfiah dan Nur Alfiah, keterlibatan dalam proyek internasional ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memperluas wawasan kebencanaan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian sosial sebagai mahasiswa.

Melalui program ini, Unmuh Jember menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Keterlibatan dalam School Community Resilience Project menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan.

 

Selasa, 12 Mei 2026

Mahasiswa KKN Kenalkan Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Tanaman Herbal Berkhasiat

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai pemanfaatan daun kelor kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya tanaman herbal bagi kesehatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat daun kelor yang selama ini mudah ditemukan di lingkungan sekitar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Daun kelor atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan maronggi merupakan tanaman tropis yang kaya akan kandungan nutrisi seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, zat besi, kalsium, kalium, dan magnesium.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa daun kelor memiliki banyak manfaat kesehatan, di antaranya membantu menurunkan tekanan darah tinggi, mengontrol gula darah dan kolesterol, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung dan tulang, serta membantu memperlancar produksi ASI bagi ibu menyusui.

Selain itu, daun kelor juga mengandung antioksidan tinggi seperti flavonoid, polifenol, dan asam klorogenik yang berfungsi melawan radikal bebas serta membantu mencegah berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan mengenai cara pengolahan daun kelor agar dapat dimanfaatkan secara maksimal, seperti diolah menjadi sayur bening, teh herbal, serbuk daun kelor, hingga jamu tradisional. Dengan pengolahan yang tepat, manfaat daun kelor dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga karena dinilai memberikan pengetahuan baru tentang tanaman herbal yang murah, mudah didapat, dan memiliki manfaat besar bagi kesehatan keluarga. Warga juga merasa terbantu dengan adanya informasi mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai alternatif pengobatan alami.

Namun demikian, mahasiswa juga mengingatkan agar konsumsi daun kelor tidak berlebihan karena dapat menimbulkan gangguan lambung. Khusus bagi ibu hamil, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan karena terdapat senyawa tertentu yang dapat memicu kontraksi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar lingkungan mereka, serta menjadikan daun kelor sebagai salah satu solusi alami untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

 

Connect