Selasa, 06 Januari 2026

Teknik Unmuh Jember Hadir di Bondowoso, Bangun Solusi Air Bersih dan Lingkungan Berkelanjutan

Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terpadu di Dusun Plampang, Desa Klekehan, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (3-4/1/2026), melibatkan tiga dosen, sebelas mahasiswa, serta empat belas relawan dari berbagai organisasi, dengan partisipasi aktif seluruh masyarakat Dusun Plampang yang berjumlah 41 Kepala Keluarga (KK). Pelaksanaan pengabdian ini merupakan bagian dari program desa binaan Fakultas Teknik Unmuh Jember sesuai dengan Nota Kesepahaman (MoA).

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dirancang sebagai upaya menghadirkan solusi teknis yang aplikatif dan berkelanjutan bagi warga desa, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar terkait air bersih, sanitasi, dan ketahanan lingkungan. Dosen Teknik Sipil Unmuh Jember, Senki Desta Galuh, S.T., M.T., selaku narasumber, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi langsung keilmuan Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan yang dipadukan dengan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian bersama warga Dusun Plampang melaksanakan sejumlah kegiatan, mulai dari pembangunan kolam retensi pemanen air hujan sebagai upaya pengelolaan sumber daya air, pembuatan filter air minum untuk meningkatkan kualitas air konsumsi warga, hingga pembangunan bank bibit sayuran guna mendukung ketahanan pangan masyarakat. Selain itu, tim juga membangun sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) umum serta melakukan pemasangan biopori sebagai langkah meningkatkan daya resap tanah dan mengurangi potensi genangan air.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan di lapangan. Keterlibatan aktif warga tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Melalui proses ini, masyarakat diharapkan mampu menjaga dan mengembangkan fasilitas yang telah dibangun secara mandiri dan berkelanjutan.

Senki Desta Galuh menegaskan bahwa pengabdian masyarakat ini tidak hanya berorientasi pada hasil fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan. Ia berharap Dusun Plampang dapat menjadi contoh desa binaan yang mampu menerapkan solusi teknis sederhana namun berdampak nyata bagi kehidupan warga.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat terpadu ini, Fakultas Teknik Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara dosen, mahasiswa, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan manfaat jangka panjang serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

  

Selasa, 30 Desember 2025

Aksi Kepedulian, Gabungan UKM Unmuh Jember Gotong Royong Pasang Bronjong Cegah Longsor di Kaliwates

Puluhan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) yang tergabung dalam gabungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) terlibat langsung dalam kegiatan Gotong Royong Pemasangan Bronjong Penahan Tanah Longsor di Jalan Imam Bonjol, Lingkungan Krajan RT 05 RW 04, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi longsor susulan menyusul kejadian longsor yang terjadi pada 9 dan 22 November 2025. Kondisi tanah di lokasi dinilai semakin labil, bahkan tiga rumah warga di atas tebing telah mengalami retakan, sehingga diperlukan langkah mitigasi segera untuk mencegah risiko yang lebih besar.

Lurah Kaliwates, Abdul Kamil, menjelaskan bahwa pemasangan bronjong dilakukan untuk menahan pergerakan tanah pada tebing yang longsor, terutama saat debit air sungai meningkat di musim hujan.

“Bronjong ini kami bangun agar tidak terjadi longsor berikutnya. Tanah di tebing sudah labil dan ada tiga rumah di atasnya yang mulai retak. Karena keterbatasan anggaran pemerintah di akhir tahun, kegiatan ini kami lakukan secara swadaya dengan melibatkan perguruan tinggi dan elemen masyarakat,” ujarnya.

Dirinya menambahkan bahwa pemasangan bronjong dilakukan dengan memanfaatkan bantuan 100 unit bronjong kawat, dengan target pemasangan maksimal meski jumlah tersebut baru mencukupi sekitar sepertiga dari kebutuhan ideal di lokasi tersebut. Namun demikian, keberadaan bronjong dinilai sangat membantu menahan tanah saat air sungai naik hingga empat sampai lima tingkat.

Dalam kegiatan ini, Unmuh Jember turut berkontribusi melalui dukungan material dan sumber daya manusia. Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bagian dari komitmen kampus dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Kami hadir melalui unit kegiatan mahasiswa dengan membawa empati dan simpati untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Kontribusi kami meliputi penyediaan batu sungai sebagai material bronjong serta keterlibatan langsung mahasiswa dari berbagai UKM,” jelasnya.

Menurutnya, mayoritas mahasiswa yang terlibat merupakan pengurus UKM, sebagai bentuk pembelajaran sosial dan penguatan nilai kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa pengabdian masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kemahasiswaan.

“Mahasiswa harus memahami bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat. Kehadiran mereka di sini bukan hanya untuk membantu saat bencana, tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian masyarakat secara menyeluruh,” tutupnya.


Sabtu, 20 Desember 2025

Aksi Nyata Mahasiswa Unmuh Jember dalam Mitigasi Longsor di Jantung Kota Jember

 

    Puluhan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dari berbagai program studi dan organisasi kemahasiswaan (ormawa) mengikuti kegiatan Gotong Royong Pemasangan Bronjong Penahan Tanah Longsor yang dilaksanakan pada Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Jalan Imam Bonjol, Lingkungan Krajan RT 05 RW 04, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

    Kegiatan gotong royong tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap potensi bencana tanah longsor susulan di kawasan tersebut, terutama saat musim hujan. Pemasangan bronjong dilakukan sebagai upaya mitigasi untuk memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko longsor yang dapat membahayakan warga sekitar.

Wakil Rektor III bersama Lurah Kaliwates

    Dalam kegiatan ini turut hadir Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I, Lurah Kaliwates Abdul Kamil, serta Ketua Destana (Desa Tanggap Bencana) Kaliwates, Hj. Indra GunawanSelain mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan unsur relawan dari MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Jember, KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah).

    Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bagian dari implementasi nilai pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap mahasiswa dan mahasiswi Unmuh Jember yang terlibat di sini bisa membantu dan memperkuat program gotong royong yang ada di Kelurahan Kaliwates, sekaligus belajar langsung tentang kepedulian sosial dan kebencanaan,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial terhadap persoalan di masyarakat.

    Lurah Kaliwates Abdul Kamil, menyampaikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, relawan, dan pemerintah setempat sangat dibutuhkan dalam upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dapat mempercepat penanganan dan meningkatkan kesiapsiagaan warga terhadap potensi bencana alam.

    Melalui kegiatan gotong royong pemasangan bronjong ini, Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi lingkungan sekitar serta meningkatkan kesiapsiagaan warga Kelurahan Kaliwates dalam menghadapi potensi tanah longsor.

Rabu, 26 November 2025

PBSI FKIP Unmuh Jember Hidupkan Semangat Literasi Lewat Kuliah Lapangan di Kampoeng Batja

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menghadirkan inovasi pembelajaran dengan menggelar Kuliah Lapangan di pusat literasi legendaris Kota Jember, Kampoeng Batja, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Keterampilan Membaca yang sengaja dikemas di luar ruang kelas agar mahasiswa dapat merasakan langsung atmosfer literasi di masyarakat. Suasana Kampoeng Batja yang asri dan penuh nuansa edukatif menjadi ruang belajar yang ideal bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sekaligus memperkaya wawasan.

Dosen Pengampu Keterampilan Membaca, Dr. Dzarna, M.Pd., menegaskan bahwa pembelajaran langsung di lapangan memberi pengalaman yang tidak bisa digantikan oleh teori semata.

"Kami ingin mahasiswa melihat bagaimana ekosistem literasi tumbuh di tengah masyarakat. Interaksi antara dosen, mahasiswa, dan lingkungan nyata seperti ini akan menciptakan proses belajar yang lebih hidup dan interaktif," ujarnya.

Kunjungan ini semakin bermakna karena para mahasiswa disambut langsung oleh pendiri Kampoeng Batja, Iman Suligi. Ia menceritakan perjalanan panjang tempat ini, yang berawal dari perpustakaan komik pribadinya “Taman Baca Tintin” pada era 1980-an. Perkembangan demi perkembangan akhirnya melahirkan Kampoeng Batja yang resmi berdiri pada 7 Maret 2009, kini dikenal sebagai ikon literasi di Jember.

Mahasiswa tampak antusias menelusuri setiap sudut lokasi. Selain ribuan koleksi buku, mereka juga disuguhi pemandangan deretan barang antik bernilai sejarah yang menambah nuansa vintage dan kenyamanan membaca.

Dinda Latifatul Muhtar, salah satu mahasiswa PBSI, mengaku mendapat pengalaman belajar yang sangat berbeda.

"Rasanya menyenangkan sekali belajar di sini. Suasananya santai, tapi ilmunya dapat. Kami bisa melihat langsung tantangan dalam membangun budaya baca dan berdiskusi dengan Pak Iman Suligi mengenai karya serta sejarah Kampoeng Batja," ungkapnya.

Rabu, 22 Oktober 2025

Summer Camp Cocoa 2025 Resmi Dimulai, Peserta Kunjungi Panti Asuhan LKSAM Assofyan

Rangkaian kegiatan Summer Camp Cocoa 2025 resmi dimulai dengan agenda perdana yang sarat makna, yakni kunjungan sosial ke Panti Asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Muhammadiyah (LKSAM) Assofyan yang terletak di Desa Watukebo, Kecamatan Ambulu. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (22/10) dan diikuti oleh mahasiswa dari empat universitas berbeda yang tergabung dalam program Summer Camp tahun.

Kunjungan ini menjadi salah satu agenda unggulan yang bertujuan tidak hanya untuk mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai edukatif dan motivasional kepada anak-anak di panti asuhan. Dengan semangat kolaboratif, para mahasiswa menginisiasi berbagai kegiatan interaktif yang dirancang untuk membangkitkan semangat belajar dan optimisme anak-anak dalam menggapai cita-cita mereka.

Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah diskusi kelompok. Anak-anak panti dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan masing-masing kelompok didampingi oleh mahasiswa peserta Summer Camp. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, para mahasiswa membimbing anak-anak untuk mengungkapkan impian mereka dan berdiskusi tentang langkah-langkah yang bisa mereka tempuh untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Metode pembelajaran yang digunakan pun cukup menarik. Anak-anak diberikan lembar pernyataan yang harus diisi, yang berisi tentang cara berpikir strategis untuk mencapai mimpi mereka. Mulai dari mengenali potensi diri, menentukan tujuan jangka pendek dan panjang, hingga menyusun rencana aksi yang realistis dan terukur.

Kegiatan ini menjadi pembuka yang inspiratif dalam rangkaian Summer Camp Cocoa 2025, yang selama penyelenggaraannya menghadirkan berbagai agenda pembelajaran, pengabdian, dan pengembangan diri. Dengan semangat sinergi antara kampus dan masyarakat, Summer Camp Cocoa 2025 diharapkan mampu menjadi wadah penguatan karakter, kolaborasi, dan kepedulian sosial bagi para pesertanya.

COCOA 2025: Dosen Fakultas Hukum Unmuh Jember Edukasi Siswa MI Muhammadiyah 1 Watukebo tentang Kekerasan di Dunia Pendidikan

Masih banyak anak-anak yang belum memahami secara menyeluruh bentuk kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan. Hal tersebut mendorong Dr. Fina Rosalina, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jember, untuk memberikan edukasi langsung kepada 15 siswa MI Muhammadiyah 1 Watukebo dan 5 mahasiswa asing dari Universiti Malaya (Malaysia) dalam rangkaian kegiatan Summer Camp 2025: COCOA (Colleagues Collaborative Actions) pada Rabu (22/10/2025).

Dalam sesi bertajuk “Kekerasan di Lingkungan Pendidikan,” Dr. Fina mengawali dengan menanyakan pemahaman peserta tentang kekerasan. Mayoritas siswa hanya menyebut bullying sebagai satu-satunya bentuk kekerasan yang mereka kenal. Dari situlah, Dr. Fina kemudian memperluas perspektif mereka bahwa kekerasan di dunia pendidikan bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan verbal, fisik, emosional, hingga kekerasan seksual. Ia menegaskan pentingnya memahami isu ini sejak dini agar peserta didik mampu melindungi diri dan tidak menjadi korban.

“Sebagai akademisi, saya berharap anak-anak dapat memahami bentuk kekerasan sejak dini, sehingga mereka mampu menjaga diri dan tidak menjadi korban, terutama dalam konteks kekerasan seksual di dunia pendidikan,” ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Fina memaparkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) serta Komnas Perempuan tahun 2022 yang menunjukkan bahwa hampir 46,76 persen pelaku kekerasan di lingkungan pendidikan adalah guru atau tenaga pendidik. Angka tersebut, menurutnya, menandakan masih kuatnya relasi kuasa antara pendidik dan peserta didik yang sering kali disalahgunakan. Ia menjelaskan bahwa perbedaan mendasar antara tindakan disiplin edukatif dan kekerasan berbasis relasi kuasa terletak pada niat, konteks, dan dampaknya.

Pemukulan atau teguran dalam konteks mendidik dilakukan dengan kendali diri dan niat untuk menanamkan disiplin, sedangkan kekerasan terjadi ketika guru menggunakan otoritasnya untuk menghukum, mempermalukan, atau melampiaskan emosi. Dalam konteks hukum, tidak ada bentuk kekerasan fisik maupun verbal yang dapat dibenarkan atas nama pendidikan, karena semua tindakan tersebut masuk dalam kategori pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014.

Lebih lanjut, Dr. Fina juga membahas karakteristik kekerasan seksual yang kerap muncul di lembaga pendidikan dan pesantren, mulai dari pelecehan verbal hingga pemaksaan perkawinan yang dibungkus dalih keagamaan atau bimbingan spiritual. Ia menjelaskan bahwa relasi kuasa yang tidak seimbang sering kali membuat korban merasa takut untuk melapor. Rasa khawatir akan kehilangan dukungan, takut mendapat stigma sosial, hingga tidak mengetahui mekanisme pelaporan menjadi hambatan besar bagi korban untuk mencari keadilan.

Melalui pendekatan edukatif yang sederhana dan dialogis, Dr. Fina mengajak para siswa untuk memahami perbedaan antara “dihukum” dan “dianiaya.” Sekolah, katanya, memang tempat belajar, bukan tempat menyakiti. Namun dalam proses pendidikan, ada kalanya siswa perlu dikoreksi atau diberi sanksi agar memahami batas perilaku yang benar. Permasalahan muncul ketika setiap bentuk ketegasan dianggap sebagai kekerasan, padahal tidak semua tindakan korektif bersifat abusif.

Pada bagian akhir kegiatan, Dr. Fina memberikan panduan praktis kepada siswa dan mahasiswa asing tentang bagaimana bersikap jika mengalami atau menyaksikan kekerasan di lingkungan pendidikan. Ia mengingatkan pentingnya segera bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya, menggunakan jalur aman di sekolah, mendukung teman yang menjadi korban, serta melaporkan kejadian tersebut ke lembaga resmi yang berwenang. Pesan sederhana “Jangan diam, ceritakan dan laporkan” menjadi penekanan utama dalam sesi tersebut.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jember dalam mendukung misi COCOA 2025—membangun kesadaran hukum dan keberanian moral sejak usia dini. Melalui pendekatan lintas budaya yang melibatkan mahasiswa Universiti Malaya, kegiatan ini juga memperluas ruang pembelajaran tentang perlindungan diri dan nilai-nilai kemanusiaan di ranah pendidikan.

“Harapannya, anak-anak dan mahasiswa asing yang hadir hari ini bisa membawa nilai-nilai perlindungan diri ke lingkungan masing-masing. Edukasi hukum tidak harus dimulai dari istilah rumit, tapi dari pemahaman sederhana tentang bagaimana menghargai dan melindungi sesama,” tutup Dr. Fina.

COCOA 2025: Dosen PGSD Unmuh Jember Kenalkan Tarian Sadeng kepada Mahasiswa Asing dan Siswa MI Muhammadiyah 1 Watukebo

Dalam rangkaian program Summer Camp 2025: COCOA (Colleagues Collaborative Actions) pada Rabu (22/10/2025), dosen Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Jember, Sri Kantina, M.Pd, memperkenalkan Tarian Sadeng, kesenian khas Kabupaten Jember yang berasal dari Desa Grenden, Kecamatan Puger, kepada mahasiswa asing dan siswa MI Muhammadiyah 1 Watukebo, Kecamatan Ambulu.

Program COCOA 2025 mempertemukan mahasiswa dari Universitas Malaya (Malaysia) dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dalam kolaborasi lintas budaya, riset, dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di berbagai wilayah Jember.

Tarian Sadeng, yang mulai diperkenalkan ke publik pada tahun 2020, mengisahkan perang antara Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sadeng, kerajaan kecil yang dahulu berdiri di wilayah Puger. Melalui kegiatan ini, mahasiswa asing diajak untuk mengenal nilai sejarah, simbol perjuangan, dan makna budaya yang terkandung dalam tarian tradisional tersebut.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan menumbuhkan kembali kecintaan terhadap kesenian lokal, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa asing untuk belajar dan mengenal budaya Indonesia,” ujar Sri Kantina, M.Pd, dosen PGSD Unmuh Jember.


Sebanyak 15 siswa kelas 5 MI Muhammadiyah 1 Watukebo, 5 mahasiswa Universitas Malaya, dan 1 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) turut berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan ini. Mereka tampak antusias mengikuti setiap gerakan tarian di bawah bimbingan langsung Sri Kantina, sambil mempelajari filosofi di balik kisah Tarian Sadeng.

Selain menjadi sarana belajar seni, kegiatan ini juga menjadi wadah akulturasi budaya antara mahasiswa asing dan masyarakat lokal. Mahasiswa Universitas Malaya berkesempatan memahami budaya Indonesia secara langsung, sementara siswa MI mendapatkan pengalaman berinteraksi dan belajar bersama peserta internasional.

“Harapannya, kegiatan ini menjadi bentuk akulturasi budaya. Teman-teman dari MI hingga mahasiswa Universitas Malaya dapat mengenal budaya Indonesia yang baru dikembangkan, dan membawanya sebagai pengalaman berharga lintas negara,” tambah Sri Kantina.

Melalui kegiatan ini, COCOA 2025 menegaskan komitmennya dalam membangun kolaborasi internasional berbasis budaya lokal, sejalan dengan semangat Universitas Muhammadiyah Jember dalam memperluas jejaring global tanpa meninggalkan akar budaya daerah.


Senin, 20 Oktober 2025

Lansia Desa Karangpring Antusias Ikuti Edukasi dan Senam Hipertensi Bersama Mahasiswa Profesi Ners Fikes Unmuh Jember

Mahasiswa profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melaksanakan kegiatan edukasi dan senam hipertensi bagi warga lanjut usia di Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember  pada Selasa (14/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui edukasi dan penerapan gaya hidup sehat.

Berdasarkan data Puskesmas Sukorambi dalam tiga bulan terakhir, tercatat sebanyak 177 warga mengalami hipertensi. Sementara hasil pengkajian mahasiswa terhadap 256 kepala keluarga (KK) serta wawancara dengan kader kesehatan menunjukkan bahwa hipertensi menjadi masalah kesehatan terbanyak di Desa Karangpring, dengan total 63 warga yang teridentifikasi menderita tekanan darah tinggi.

Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa profesi Ners Fikes Unmuh Jember menghadirkan kegiatan edukatif yang berfokus pada peningkatan pengetahuan masyarakat. Acara diawali dengan penyuluhan interaktif mengenai pengertian hipertensi, faktor risiko, cara pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Warga terlihat sangat antusias, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung.

Salah satu peserta lansia menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan ini.

“Saya jadi lebih paham tentang hipertensi, dan gerakan senam tadi bisa saya lakukan setiap hari,” ujarnya dengan penuh semangat.

Usai sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan senam hipertensi yang dipandu langsung oleh mahasiswa. Gerakan senam yang sederhana dan mudah diikuti ini dirancang agar dapat dilakukan secara mandiri di rumah untuk membantu menjaga kebugaran dan menstabilkan tekanan darah. Suasana berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Pihak pemerintah desa turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

“Kami sangat mendukung inisiatif mahasiswa dalam mengedukasi warga tentang pentingnya menjaga kesehatan. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, terutama bagi para lansia,” ujar salah satu perangkat desa yang hadir dalam acara tersebut.

Melalui sinergi antara edukasi dan praktik langsung, mahasiswa profesi Ners Fikes Unmuh Jember berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat Desa Karangpring, khususnya para lansia, untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat, olahraga teratur, serta pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Unmuh Jember dalam melaksanakan bidang pengabdian kepada masyarakat, guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mendukung terwujudnya kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.

 

Connect