Selasa, 08 April 2025

Rupiah Tembus Rp17.000/USD, Akademisi Ekonomi Unmuh Jember: Krisis Sudah Terjadi, Konsumsi Lokal Solusi Darurat

Nilai tukar rupiah terus melemah dan menyentuh level kritis Rp17.000 per dolar AS, mencerminkan tekanan berat pada perekonomian Indonesia. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. 

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Dr. Eko Budi Satoto, M.MT., memberikan analisis terkait pelemahan rupiah ini. Menurutnya, faktor eksternal dan internal saling berpotensi memperburuk situasi. 

 "Kondisi perekonomian Indonesia saat ini sangat berat dengan beban utang yang banyak, juga ditambah dengan kebijakan perekonomian yang tidak disukai oleh pasar, seperti adanya Danantara," jelasnya. 

 Selain itu, kebijakan larangan ekspor sawit ke Eropa dan pembatasan nikel dinilai memperburuk hubungan dagang dengan negara-negara Eropa. Meskipun hubungan dengan China masih baik, masalah lain muncul ketika Amerika Serikat memberlakukan tarif ekspor tinggi, yang berdampak pada banyak negara, termasuk Indonesia. 

 Budi menambahkan, pelemahan rupiah diperparah oleh penurunan pasar saham. "Dari pantauan saya, hampir semua saham anjlok. Ini pertanda bahwa krisis sudah terjadi," tegasnya. 

 Kenaikan dolar AS membebani industri yang bergantung pada bahan baku impor (lebih dari 60%) dan berpotensi meningkatkan angka pengangguran.

 "Harga bahan baku naik, biaya produksi melambung. Namun, ketika barang jadi diekspor ke AS, tarif tinggi membuat harga jual tidak kompetitif. Akibatnya, permintaan turun, pabrik bisa kolaps, dan pengangguran merajalela," paparnya. 

 Sebagai solusi darurat, Budi menyarankan peningkatan konsumsi produk lokal untuk mengurangi tekanan impor dan menjaga perputaran ekonomi dalam negeri. 

 Sedangkan Achmad Hasan Hafidzi, S.E., M.M, dosen FEB Unmuh Jember lainnya, menyoroti kebijakan tarif impor AS sebesar 32% sebagai salah satu pemicu pelemahan rupiah. "Amerika menerapkan tarif tinggi terhadap produk Indonesia, sementara kita tidak mampu membalas karena ketergantungan kita terhadap dolar masih sangat besar," ujarnya. 

 Hasan menjelaskan, Indonesia sebenarnya bisa tidak sepenuhnya berpatokan pada dolar, melainkan beralih ke poundsterling atau euro. Namun, masalahnya, permintaan ekspor Indonesia dari kawasan Uni Eropa masih rendah dibandingkan dengan negara-negara yang bertransaksi menggunakan dolar. 

 Ia juga beranggapan Indonesia akan sangat sulilt untuk melawan kebijakan tarif impor yang dibuat oleh AS.

 "China bisa melawan kebijakan AS karena ekonominya kuat. Sedangkan Indonesia masih lemah, sehingga sulit menerapkan pembalasan tarif yang setara," jelasnya. 

 Ia mendorong Indonesia untuk bergabung dengan BRICS (aliansi ekonomi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) guna mengurangi ketergantungan pada dolar.

 "Dengan transaksi non-dolar, nilai rupiah bisa lebih stabil karena tidak terlalu terpengaruh fluktuasi dolar AS," tegas Hasan. 

 Kedua dosen sepakat bahwa krisis nilai tukar rupiah saat ini memerlukan solusi jangka pendek dan panjang. Di tingkat masyarakat, konsumsi produk lokal dapat membantu mengurangi tekanan impor. Sementara di tingkat kebijakan, diversifikasi mata uang perdagangan dan kerja sama ekonomi alternatif (seperti BRICS) bisa menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan memperkuat stabilitas rupiah.

Hari Pertama Kuliah Pasca Lebaran Di FAI: Semangat Baru Dan Ajakan Untuk Kembali Aktif

Mahasiswa FAI Sdang Aktif Berdiskusi Setalah Pembelajaran Berlangsung

    Setelah melewati masa libur Lebaran, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menggelar perkuliahan seperti biasa pada Selasa (08/04/2025). Aktivitas belajar mengajar berjalan normal, meskipun hari tersebut menjadi hari pertama pascalibur bagi mahasiswa dan dosen.

    Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Dr. Dhian Wahana Putra, M.Pd.I., menyampaikan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi rutinitas akademik pasca liburan. “Setelah kita memasuki libur Idulfitri, aktivitas sudah seharusnya berjalan semestinya. Mahasiswa harus bisa mengkondisikan aktivitas akademik dengan baik dan lancar. Namun faktanya, di hari pertama ini masih banyak mahasiswa yang belum siap untuk kembali menjalani aktivitas akademik,” ujarnya usai mengisi perkuliahan di salah satu kelas.

    Ia menambahkan bahwa adaptasi pascalibur perlu menjadi perhatian mahasiswa agar tetap aktif dan konsisten menjalani proses pembelajaran di kampus.

    Salah satu mahasiswa PAI, Annisa Hidayatun Nafi’ah, juga membagikan pandangannya. Ia menyebut bahwa libur Lebaran bukan alasan untuk menunda kewajiban sebagai mahasiswa. “Mungkin awal-awal agak sulit menyesuaikan diri dan fokus, tapi jangan sampai itu memengaruhi semangat kita untuk terus belajar. Kuliah bukan hanya soal menuntut ilmu, tapi juga bagaimana kita bertumbuh untuk masa depan,” tuturnya.

    Selain perkuliahan, hari pertama juga dimanfaatkan sebagai momen silaturahmi antar civitas akademika. Tradisi saling memaafkan pasca-Lebaran menjadi hal yang dinantikan mahasiswa FAI.

    Gubernur BEM FAI, Ferry Aldianysah, menyampaikan bahwa momen ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan. “Awal perkuliahan pasca-Lebaran adalah momen untuk membangun kembali silaturahmi yang sempat terputus. Harapannya, mahasiswa FAI bisa lebih aktif dalam kegiatan dan membangun kolaborasi antarpordi demi kemajuan FAI ke depan,” ungkapnya.

    Semangat kebersamaan dan optimisme untuk menjalani perkuliahan kedepan pun mewarnai suasana hari pertama di lingkungan Fakultas Agama Islam. Meskipun belum semua mahasiswa hadir, antusiasme mereka yang telah kembali menjadi sinyal positif dalam membangun kembali ritme akademik yang produktif dan inspiratif.

Senin, 31 Maret 2025

Unmuh Jember Gelar Sholat Idul Fitri 1446 H: Momen Kebersamaan dan Refleksi Sosial


Drs. Haji Abdul Salam saat menyampaikan khotbah.

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar sholat Idul Fitri 1446 Hijriah pada Senin (31/3/2025). Jamaah dari berbagai kalangan hadir dalam acara ini yang menjadi momentum kebersamaan serta refleksi sosial bagi umat Islam. Takbir bergema memenuhi udara sejak subuh, menandai semangat kebersamaan di hari kemenangan. Dalam sholat Id yang diselenggarakan di lapangan depan gedung utama kampus, Muhammad Luthfi, mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Unmuh Jember bertindak sebagai imam, sementara Drs. Haji Abdul Salam menyampaikan khotbah.

Sholat Idul Fitri 1446 H ketika berlansung.

Dalam khotbahnya, Drs. Haji Abdul Salam menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. Dirinya mengisahkan bagaimana Rasulullah menegakkan hukum tanpa pandang bulu, dengan mengangkat cerita sahabat Nabi, Usamah bin Zaid, sebagai teladan.

Kisah kepemimpinan Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz juga disampaikan sebagai contoh integritas dan kesederhanaan dalam mengemban amanah. Menurutnya, nilai-nilai ini relevan dengan kondisi sosial Indonesia saat ini, di mana kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin harus diperkuat melalui keadilan dan kejujuran.

Jamaah pria saat mendengarkan khotbah.

Jamaah wanita saat mendengarkan khotbah.

Selain sebagai ajang ibadah, sholat Idul Fitri di Unmuh Jember juga menjadi momen untuk berbagi. Zakat fitrah dikumpulkan sebelum sholat dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Ini menjadi simbol kepedulian sosial dan kebersamaan dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Mengakhiri khotbahnya, Drs. Haji Abdul Salam mengajak umat Islam untuk terus memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengamalkan nilai-nilai keadilan dalam kehidupan sehari-hari.

Drs. Haji Abdul Salam ketika ingin mengakhiri khotbah.

Dirinya menegaskan bahwa Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momen refleksi dan transformasi diri demi kehidupan yang lebih baik. Dengan semangat Idul Fitri yang mengajarkan persatuan, kebersihan hati, dan keadilan, diharapkan umat Islam dapat berkontribusi dalam membangun bangsa yang lebih harmonis dan bermartabat.

Kamis, 27 Maret 2025

Masjid Al-Qolam Unmuh Jember Berbagi Kebahagiaan Jelang Hari Raya Idul Fitri

Masjid Al-Qolam Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali mengadakan kegiatan sosial berbagi paket Idul Fitri kepada masyarakat sekitar yang kurang mampu dan beberapa karyawan di lingkungan kampus.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (26/3/2025) ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu digelar setiap akhir Ramadan atau memasuki bulan Syawal.  

Tahun ini, kegiatan berbagi kebahagiaan tersebut didukung penuh oleh Bank Muamalat Cabang Jember sebagai mitra pendukung. Sebanyak 105 paket sembako dan kebutuhan hari raya dibagikan kepada penerima yang telah mendapatkan undangan sebelumnya.

Dana yang digunakan berasal dari sumbangan jamaah Masjid Al-Qolam serta kontribusi dari Bank Muamalat.  

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan jangkauan yang lebih luas, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Dengan semangat berbagi, Masjid Al-Qolam Unmuh Jember dan Bank Muamalat berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial keagamaan.

GERMAPENA Unmuh Jember Gelar Simulasi Gempa Bumi, Perkuat Kesiapsiagaan Kampus dalam Menghadapi Bencana

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam, Gerakan Mahasiswa Peduli Bencana (GERMAPENA) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Simulasi Kebencanaan Gempa Bumi pada Senin (24/3/2025). Kegiatan ini bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember serta didukung oleh jajaran dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Unmuh Jember. Simulasi ini merupakan bagian dari program edukasi kebencanaan yang bertujuan untuk membentuk lingkungan kampus yang lebih siap dan tanggap dalam menghadapi potensi bencana.

Mengusung tema “Mewujudkan Kampus Siaga Bencana: Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Mitigasi dalam Menghadapi Gempa Bumi”, kegiatan ini menargetkan mahasiswa, tenaga kependidikan, serta civitas akademika Fikes Unmuh Jember sebagai peserta utama. Melalui simulasi ini, peserta diajak untuk memahami langkah-langkah penyelamatan yang benar ketika gempa bumi terjadi, mulai dari cara berlindung yang aman, proses evakuasi, hingga pertolongan pertama bagi korban yang membutuhkan bantuan medis sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ketua panitia, Hendrik Yudi Widianto, menjelaskan bahwa simulasi ini tidak hanya menjadi bentuk latihan semata, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi seluruh civitas akademika agar lebih siap menghadapi situasi darurat. Menurutnya, masih banyak masyarakat, termasuk di lingkungan kampus, yang belum sepenuhnya memahami protokol keselamatan saat gempa bumi, sehingga kegiatan ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru sekaligus menanamkan kebiasaan tanggap bencana.

“Kesiapsiagaan dalam menghadapi gempa bumi sangat penting, terutama di daerah yang rawan bencana. Kami ingin mahasiswa dan tenaga kependidikan tidak hanya tahu teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam menghadapi kondisi darurat. Dengan simulasi ini, mereka bisa belajar bagaimana cara bertindak cepat dan tepat untuk melindungi diri serta membantu orang lain di sekitarnya,” ujar Hendrik.

Selain itu, mahasiswa dari bidang kesehatan juga diberikan pelatihan dasar pertolongan pertama untuk menangani korban gempa, seperti cara menangani luka, serta penanganan cedera ringan hingga berat.

Selain aspek teknis, simulasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana. Hendrik menambahkan bahwa banyak korban gempa terjadi bukan hanya karena guncangan awal, tetapi juga akibat minimnya pemahaman masyarakat mengenai tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Oleh karena itu, selain pelatihan praktik, para peserta juga diberikan materi mengenai langkah-langkah pencegahan, seperti pentingnya mengenali jalur evakuasi di lingkungan sekitar serta memastikan bangunan dan fasilitas kampus memiliki standar keamanan yang memadai untuk menghadapi bencana alam.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dan tenaga kependidikan Unmuh Jember semakin siap menghadapi situasi darurat, memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai prosedur evakuasi, serta mampu memberikan pertolongan pertama secara efektif. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Unmuh Jember dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan kampus.

“Kami ingin menjadikan Unmuh Jember sebagai Kampus Siaga Bencana, di mana seluruh civitas akademika memiliki kesadaran tinggi terhadap mitigasi bencana. Harapannya, pemahaman ini juga bisa dibawa ke lingkungan masyarakat, sehingga semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana,” tutup Hendrik.

Senin, 24 Maret 2025

FAI BERTEBAR: MENEBAR KEBAIKAN DIBULAN RAMADHAN BEM FAI UNMUH JEMBER

 


Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) sukses menggelar kegiatan Sosialisasi Motivasi Belajar dan Penyuluhan Mental Health di SMP Muhammadiyah 3 Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember pada kamis (20/3/2024) . Kegiatan yang berlangsung pada pertengahan bulan Ramadhan ini merupakan bagian dari program Semarak Ramadhan sebagai bentuk penerapan ilmu yang diperoleh mahasiswa di kelas sekaligus wujud pengabdian kepada masyarakat. 

Kegiatan ini diikuti oleh hampir seluruh siswa kelas VII hingga IX yang tampak antusias mengikuti materi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membantu siswa tetap semangat belajar dan produktif di tengah tantangan sosial yang terus berkembang.  Dalam kegiatan ini, BEM FAI melibatkan  pengurus HIMAPAI sebagai bagian dari tim pelaksana. Tiga pembicara utama yang mengisi sesi sosialisasi adalah Mohammad Hatta, Muhammad Fawaid, dan Zahra Adinda Abdul Hakim. Dua di antaranya membawakan materi motivasi belajar, sementara satu pembicara membahas tentang kesehatan mental. 

Mohammad Hatta, dalam pemaparannya, menekankan pentingnya motivasi sebagai kunci utama dalam pengembangan potensi diri.  "Motivasi adalah kunci untuk membuka potensi diri. Belajar bukan hanya untuk ujian, tapi juga untuk masa depan kita. Jangan menunggu termotivasi untuk mulai belajar, tapi mulailah belajar, maka motivasi akan datang," ujarnya. 


Sementara itu, Zahra Adinda Abdul Hakim menyampaikan materi tentang kesehatan mental dan pentingnya menjaga keseimbangan antara fisik dan psikis.  "Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Kita perlu memberikan waktu untuk merawat diri, mencari dukungan saat membutuhkan, dan tidak merasa malu untuk meminta bantuan profesional jika diperlukan," jelasnya. 

Kepala SMP Muhammadiyah 3 Rambipuji, Juma’asan, S.Pd, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh BEM FAI Unmuh Jember.  "Saya sangat berterima kasih atas kehadiran BEM FAI Unmuh Jember, terutama atas materi yang disampaikan. Ini adalah hal yang sangat penting bagi pengembangan keterampilan anak-anak kami. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa depan," ungkapnya. 

Sebagai tindak lanjut, tim pelaksana merencanakan beberapa kegiatan lanjutan untuk mendukung keberlanjutan program ini. Ferry Aldiansyah, selaku Gubernur BEM FAI, berharap program ini tidak hanya berhenti di satu kegiatan saja.  "Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan teman-teman BEM FAI bisa terus menebar manfaat bagi sesama," tuturnya.  Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa dapat lebih termotivasi dalam belajar dan memiliki kesadaran lebih tinggi tentang pentingnya kesehatan mental.

Rabu, 19 Maret 2025

Safari Ramadhan BEM FAI Dengan Kegiatan Talkshow Di SMP Muhammadiyah 3 Rambipuji

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengadakan safari ramadhan dengan mengunjungi SMP Muhammadiyah 3 Rambipuji pada hari selasa (18/03/2025). Tema kegiatan kali ini “Ramadhan Produktif: meningkatkan kualitas diri dan berbagi ilmu” yang tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada siswa-siswi mengenai Communucation Skill.

Kegiatan kali ini diikuti oleh siswa-siswi SMP Muhammadiyah 3 Rambipuji mulai dari kelas VII sampai dengan kelas IX dengan total keseluruhan sebanyak 30 siswa-siswi. Kegiatan Semarak Ramadhan ini dikemas dalam bentuk Talkshow  dengan pembicara mahasiswa PAI semester 6 Yusti Wardhatul Firdaus.

Pembicara menjelaskan pentingnya Communication Skill bagi siswa-siswi terutama sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan. “didalam dunia kerja comunication skill begitu penting mengingat peluang bahwasannya oarang yang memiliki comunication skill yang bagus akan lebih mendapatkan pekerjaan yang lebih layak” ujarnya.

Selain menyampaikan materi siswa-siswi juga diajak mempraktikan materi yang disampaikan oleh mbak yusti selaku pembicara pada kali ini. setelah itu, pada sesi akhir kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab antara siswa dengan pembicara terait materi yang disampaikan. Untuk meningkatkan partsipasi siswa, moderator memberikan beberapa pertanyaan yang interaktif dan juga memberikan reward bagi siswa-siswi yang menjawab pertanyaan. Hal ini sebagai dorongan bagi siswa-siswi agar lebih berani dalam menyampaikan pendapatnya.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah terutama dari guru-guru disekolah SMP Muhammadiyah 3 Rambipuji. Salahsatu guru Pak Amin menyampaikan  “saya berterimakasih terhadap BEM FAI karna sudah mau meberikan ilmu kepada anak-anak kami di SMP Muhammadiyah 3 Rambipuji terutama pada materi Communication Skill, materi ini sangat bermaanfaat karna materi ini tidak diajarkan di ruang pembelajaran kelas. Materi ini menjadi bekal bagi anak-anak kami dalam menghadapi  tantangan di masa depan” ujarnya

Gubenur BEM FAI sekaligus penanggung jawab kegiatan ini Ferry Aldiansyah berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut kedepannya dan tentunya dapat memberikan kebermanfaatan jangka panjang bagi siswa.

“kami BEM FAI ingin siswa-siswi tidak hanya memahami pentingnya Communication Skill saja, jauh dari itu materi yang didapatkan disini dapat dikebangkan dan diterapkan di masyarakat”ungkapnya.

Dengan adanya Communication Skill ini, diharapkan siswa-siswi semakin memehami pentingnya Communication Skill sebagai langkah awal dalam menghadapi tantangan di msa depan. Sedikit ilmu yang didapatkan dari temen-temen BEM FAI dapat memiliki kebermanfaatan bagi masa depan.


Penulis; Ferry Aldiansyah

Connect