Sabtu, 18 Oktober 2025

Fikes Unmuh Jember Kukuhkan Lulusan Ners dan Ahli Madya Keperawatan, Raih Akreditasi Unggul dan Prestasi Gemilang



Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Angkat Sumpah dan Pelantikan Ners serta Ahli Madya Keperawatan Tahun Akademik 2024/2025, bertempat di Aula Ahmad Zainuri Universitas Muhammadiyah Jember, pada Sabtu, (19/11/2025).

Acara sakral ini menjadi momen bersejarah bagi para lulusan yang resmi menyandang gelar profesi keperawatan, sekaligus meneguhkan posisi Fikes Unmuh Jember sebagai fakultas unggulan dalam bidang pendidikan kesehatan.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Bagus Setya Rintyarna, M.Kom., membuka acara dengan penuh rasa syukur dan semangat kebanggaan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Universitas Muhammadiyah Jember kini telah meraih akreditasi institusi Unggul sejak Juli 2025 — menjadikannya satu dari hanya sebelas Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia yang berhasil meraih status tertinggi tersebut.

“Akreditasi unggul ini membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Jember memiliki daya saing tidak hanya dengan perguruan tinggi swasta, tetapi juga dengan perguruan tinggi negeri di Indonesia,” ungkapnya.
Dr. Bagus juga menekankan pentingnya komitmen terhadap jaminan mutu melalui sistem yang terintegrasi dari universitas hingga tingkat program studi. Ia turut mengumumkan rencana strategis pengembangan kampus, termasuk pembukaan sepuluh program studi baru di tahun 2026, dua di antaranya di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan, yakni S1 Fisioterapi dan D4 Keperawatan Anestesi, serta rencana besar pendirian Fakultas Kedokteran Unmuh Jember.

Sementara itu, Dekan Fikes Ns. Sri Wahyuni Andriani, M.Kep., Sp.Kep.Kom. dalam laporan pendidikannya memaparkan berbagai capaian membanggakan, termasuk diraihnya akreditasi Unggul untuk Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Ia juga melaporkan bahwa Fikes kini memiliki lebih dari 800 mahasiswa aktif, 6 dosen bergelar doktor, serta 4 dosen yang tengah menempuh studi doktoral.

Fikes Unmuh Jember turut memperluas kiprahnya melalui Kampus II di Banyuwangi, memperkuat kerja sama dengan 20 institusi dalam negeri dan 5 mitra luar negeri, serta terlibat aktif dalam program Geliat Airlangga bersama Unair dan WHO untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember.

Capaian lain yang patut dibanggakan ialah peningkatan kualitas lulusan, di mana banyak alumni Fikes telah bekerja di Jepang, Arab Saudi, hingga Austria, bahkan sebagian direkrut sebelum wisuda.

“Status Unggul bukan akhir perjalanan, melainkan awal bagi kami untuk terus berinovasi dan mencetak tenaga kesehatan yang berilmu, berakhlak Islami, dan berdaya saing global,” tegas Sri Wahyuni menutup laporannya.

Waspadai Perubahan Musim, Dosen Fikes Unmuh Jember: Sistem Imun Harus Siap Beradaptasi

Perubahan musim atau masa transisi cuaca yang kini tengah terjadi di berbagai wilayah Indonesia tak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat. Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Hendra Kurniawan, mengingatkan bahwa fluktuasi suhu ekstrem—dari panas ke dingin atau sebaliknya—dapat memengaruhi sistem imun tubuh manusia.

“Indonesia memang negara tropis, tapi suhu yang kadang tidak menentu membuat virus lebih mudah berkembang biak. Kondisi ini menuntut sistem imun kita untuk beradaptasi. Jika tubuh tidak mampu menyesuaikan, risiko terserang penyakit akan meningkat,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa beberapa penyakit cenderung meningkat pada masa peralihan musim. “Kasus seperti ISPA, asma, bronkitis, dan pneumonia sering muncul karena udara yang ekstrem, berdebu, atau tercemar polusi. Selain itu, penyakit akibat nyamuk seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) juga meningkat. Begitu pula dengan diare dan infeksi kulit akibat jamur yang mudah berkembang di cuaca lembap,” terangnya.

Menurutnya, kelompok usia anak-anak dan lansia merupakan yang paling rentan terdampak. Anak-anak memiliki sistem imun yang masih dalam tahap penyempurnaan, sementara lansia mengalami penurunan daya tahan tubuh seiring bertambahnya usia.

Untuk menjaga daya tahan tubuh di masa-masa transisi cuaca, beliau menyarankan masyarakat untuk memperhatikan pola hidup sehat.

“Perbaiki asupan nutrisi dengan mengonsumsi makanan bergizi seperti buah dan sayuran. Bila perlu, tambahkan suplemen vitamin. Hindari junk food, jaga kebersihan diri dan lingkungan, serta pastikan tidur cukup 7–8 jam sehari,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental. “Stres dapat menurunkan sistem imun. Jadi, selain menjaga pola makan dan istirahat, kita juga perlu menjaga pikiran tetap tenang dan positif,” tambahnya.

Sebagai penutup, beliau berpesan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi obat ketika sakit. “Jika sudah terpapar penyakit, sebaiknya segera periksa ke dokter dan konsumsi obat sesuai resep, bukan membeli sendiri tanpa anjuran medis,” pungkasnya.

Sabtu, 11 Oktober 2025

Tebal Belum Tentu Kuat, Dosen Teknik Sipil Unmuh Jember Ingatkan Pentingnya Struktur Bangunan

Banyak masyarakat masih beranggapan bahwa semakin tebal dinding rumah, maka semakin kuat pula bangunannya. Padahal, menurut Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Senki Desta Galuh, S.T., M.T., anggapan tersebut keliru besar.

Tragedi ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, menjadi pelajaran penting bahwa kekokohan bangunan tidak ditentukan oleh ketebalan tembok, melainkan oleh kekuatan fondasi, sloof, balok, dan kolom sebagai rangka utama struktur.

Senki Desta menjelaskan, dinding hanya berfungsi sebagai pembatas ruang, bukan elemen utama penopang struktur.

“Semakin tebal tembok, belum tentu semakin kokoh. Justru bisa berisiko kalau bebannya melebihi daya dukung struktur,” ujarnya.

Menurutnya, banyak masyarakat masih salah kaprah dengan mempertebal dinding sebagai bentuk antisipasi agar bangunan tidak mudah roboh. Padahal, cara tersebut justru menambah beban mati (dead load) yang harus ditanggung oleh struktur bawah.

Jika fondasi, sloof, atau kolom tidak dirancang untuk menahan beban tambahan tersebut, bangunan malah bisa lebih cepat retak atau miring. Kunci utama bangunan kokoh justru terletak pada rangka strukturalnya. Fondasi harus menyesuaikan karakteristik tanah, sloof harus menyebarkan beban dengan baik, balok menyalurkan gaya horizontal, dan kolom menopang beban vertikal antar lantai.

Semua unsur itu bekerja seperti tulang dan sendi pada tubuh manusia.

“Kalau tulangnya kuat, tubuhnya akan berdiri tegak, meski kulitnya tipis,” katanya mengibaratkan.

Ia menambahkan, semakin ringan material dinding yang digunakan, maka semakin kecil pula beban yang diterima struktur.

Itulah sebabnya, bata ringan kini banyak diminati di pasaran. Selain lebih efisien, material ini juga membantu mengurangi risiko penurunan daya dukung fondasi.

“Makanya bata ringan sekarang laku, karena insinyur tahu beban dinding harus seringan mungkin,” jelasnya.

Material modern seperti bata ringan atau panel pracetak juga memiliki keunggulan lain, yaitu proses pemasangan yang cepat, tekanan ke struktur kecil, dan ketahanan cukup tinggi terhadap suhu serta kelembapan.

Namun, pemilihan material tetap harus disesuaikan dengan analisis perencanaan bangunan. Senki menekankan, menebalkan tembok tanpa memperkuat struktur ibarat menambah beban di pundak tanpa memperbesar otot.

“Bangunan bisa tampak kokoh, tapi di dalamnya lemah. Kalau terjadi gempa atau beban berlebih, tembok justru menjadi titik rawan pertama,” tuturnya.

Fenomena masyarakat yang masih beranggapan tebal itu kuat menjadi pekerjaan rumah besar bagi dunia teknik sipil untuk terus memberikan edukasi publik. Sebab, kesalahan kecil dalam persepsi bangunan bisa berujung pada risiko besar di kemudian hari seperti keretakan, kemiringan, bahkan robohnya bangunan.

Jumat, 10 Oktober 2025

Mahasiswa Unmuh Jember Sabet Juara 1 Essay FK2H Law Fest 2025

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Tim gabungan lintas program studi yang terdiri dari Satria Bagaskoro (Prodi Ilmu Pemerintahan) dan Gilang Arya Mahmudi (Prodi Keperawatan) berhasil meraih Juara 1 Lomba Essay Nasional FK2H Law Fest 2025 yang diselenggarakan oleh UKM-F FK2H (Forum Kajian Keilmuan Hukum) Fakultas Hukum Universitas Jember.

Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 28 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melalui proses seleksi ketat, panitia menetapkan 5 tim terbaik untuk melaju ke babak final. Pengumuman finalis dilakukan pada 22 September 2025, kemudian dilanjutkan dengan presentasi karya pada 27 September serta seminar dan awarding pada 28 September 2025 di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Jember.

Perjalanan tim Unmuh Jember menuju podium juara tidak berjalan mulus. Mereka sempat mengalami pengurangan 50 poin akibat keterlambatan dalam pengumpulan file presentasi. Meski demikian, semangat juang dan kemampuan argumentatif mereka justru menjadi faktor penentu kemenangan.

“Pengurangan poin itu sempat membuat kami pesimis, tapi ternyata bukan penghalang untuk tetap memberikan yang terbaik,” ungkap Bagas usai menerima penghargaan.

Dalam kompetisi tersebut, mereka membawakan essay berjudul Human Rights Sentinel (HRS): Sistem Two-Interface berbasis Crowdshield-AI untuk Pencegahan Persbreidel dalam Penegakan Keterbukaan Informasi Publik saat Aksi Demonstrasi.

Karya ini menawarkan konsep teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berfungsi melindungi hak asasi manusia dan kebebasan pers di ruang publik, terutama ketika terjadi aksi demonstrasi. Inovasi tersebut mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri karena menggabungkan aspek teknologi, hukum, dan hak asasi manusia dalam satu sistem yang aplikatif.

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu mampu melahirkan ide-ide segar dan solutif. Bagi UnmuhJember, prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk terus mendukung mahasiswa agar aktif berkompetisi dan berkontribusi dalam forum akademik tingkat nasional.

Kamis, 09 Oktober 2025

Dari Pesantren ke Kampus Bisnis: Santri SMK Madinatul Ulum Belajar Dunia Keuangan di Unmuh Jember

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali menerima kunjungan dari siswa-siswi SMK Madinatul Ulum Jenggawah pada Kamis (9/10). Kunjungan ini bertujuan untuk memenuhi uji kompetensi siswa, khususnya bagi kelas XII jurusan Akuntansi, serta menambah wawasan dan pengalaman mereka tentang dunia kerja di bidang pasar modal, perbankan, dan perpajakan.

Sebanyak 98 peserta turut hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari 35 siswi dan 33 siswa. Selama kunjungan, para peserta mendapatkan pengenalan langsung mengenai dunia perbankan, perpajakan, dan pasar modal melalui tiga kelompok studi mahasiswa FEB Unmuh Jember, yaitu Kelompok Studi Perpajakan, Kelompok Studi Perbankan, dan Kelompok Studi Pasar Modal.

Kegiatan ini mendapat pendampingan langsung dari Kepala Jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga SMK Madinatul Ulum, Wiwin Andriansyah, S.Pd., Gr. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang disesuaikan dengan sistem pembelajaran di lingkungan pesantren.

“Ini termasuk rangkaian prakerin, karena di pondok tidak diperbolehkan untuk praktik kerja di luar seperti sekolah formal lainnya,” ujarnya.

Wiwin menambahkan, meskipun siswa tidak bisa mengikuti magang di luar pondok, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang setara dengan prakerin konvensional.

“Tujuan kami adalah memberikan kesempatan yang sama kepada siswa-siswi kami, meskipun berasal dari pondok pesantren. Kami ingin memastikan ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan tidak berbeda dengan sekolah lainnya,” lanjutnya.

Menariknya, ini merupakan kunjungan kedua SMK Madinatul Ulum ke Unmuh Jember dalam rangka pengembangan pembelajaran. Tahun sebelumnya, sekolah yang sama juga telah melaksanakan kegiatan serupa dan mendapatkan sambutan positif dari pihak fakultas.

Melalui kegiatan ini, FEB Unmuh Jember tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra pembelajaran bagi sekolah menengah kejuruan dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi dunia kerja, khususnya di bidang ekonomi dan bisnis.

Rabu, 08 Oktober 2025

Mahasiswa Unmuh Jember Ajak Anak MI Al-Hamidi Jadi Cerdas Finansial Sejak Dini


Guna meningkatkan literasi keuangan sejak dini dan menekan perilaku konsumtif siswa, sebuah tim dari Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember berhasil melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) yakni Smart Money Kids & Savings Project. Program pengabdian ini didanai melalui Hibah Internal Unmuh Jember.

Kegiatan yang berlokasi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hamidi, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember ini, berlangsung selama kurang lebih lima bulan, yaitu sejak Mei hingga September 2025. Sasaran utama program ini adalah siswa kelas 3 MI Al-Hamidi yang tengah berada di usia efektif untuk menanamkan kebiasaan positif seperti mengelola uang dan menabung.

Berangkat dari permasalahan utama yang dihadapi MI Al-Hamidi yaitu kurangnya pemahaman siswa dalam pengelolaan keuangan pribadi, kurangnya kesadaran menabung, serta perilaku konsumtif oleh siswa itu sendiri. Kepala Sekolah MI Al-Hamidi, Bapak Ahmad Mufti, S.P., menyambut baik inisiatif ini sebagai solusi nyata dalam pengelolaan uang pribadi siswa.

Tim PKM-PM dari program studi S1 Akuntansi ini dipimpin oleh Adinda Eka Kimiel Aprilia selaku ketua tim, dan dibantu oleh rekan anggotanya yaitu Muhammad Zakki, Maria Ulfah, dan Muhammad Alfian Faruqi, serta didampingi oleh dosen pendamping Ibu Ari Sita Nastiti, S.E., M. Akun., yang menawarkan dua program utama untuk mengatasi masalah ini. 

Program pertama bernama Smart Money Kids dimana isi dari program ini yaitu pemberian materi literasi keuangan yang disusun secara edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Program ini mengajarkan siswa cara mengelola uang dengan bijak, termasuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Program yang kedua bernama Savings Project isi dari program ini adalah untuk menumbuhkan sikap gemar menabung dengan memberikan celengan dan buku mini "Dompet Pintarku". Melalui buku ini, siswa diajak mencatat pemasukan, pengeluaran, dan jumlah uang yang ditabung secara mandiri.

Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan dampak positif yang signifikan. Terdapat peningkatan pemahaman siswa mengenai literasi keuangan, yang tercermin dari kenaikan rata-rata nilai post-test sebesar 5,41% dibandingkan pre-test. Selain itu, lebih dari 80% siswa menunjukkan konsistensi dalam menabung dan mencatatnya dalam buku "Dompet Pintarku" selama proyek berlangsung, yang membuktikan keberhasilan program dalam membentuk kebiasaan positif.

Peningkatan pemahaman ini mencakup kemampuan mempraktikkan keterampilan yaitu membedakan kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari.

Diharapkan program ini dapat berlanjut melalui integrasi Smart Money Kids & Saving Project ke dalam kegiatan rutin sekolah, baik sebagai bahan ajar tambahan, kegiatan tematik, maupun melalui peran aktif guru dan dukungan orang tua. Program ini dinilai tidak hanya bermanfaat bagi MI Al-Hamidi, tetapi juga mendukung penguatan literasi keuangan di masyarakat.

 

Rabu, 01 Oktober 2025

Unmuh Jember dan Pangasinan State University Filipina Jalin Kolaborasi dalam ASEAN Culinary and Fashion Fusion

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) terus memperkuat kiprahnya di kancah internasional melalui kolaborasi dengan Pangasinan State University (PSU), Filipina dalam ajang ASEAN Culinary and Fashion Fusion. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Senin (29/9/2025), menghadirkan mahasiswa, akademisi, dan praktisi kreatif dari berbagai negara ASEAN untuk merayakan kekayaan kuliner dan fashion sebagai identitas budaya kawasan.

Kolaborasi antara Unmuh Jember dan PSU Filipina tidak hanya menampilkan kreativitas mahasiswa dalam bidang kuliner dan fashion, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan riset bersama. Hal ini sejalan dengan komitmen kedua universitas dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat diplomasi budaya melalui pendidikan tinggi.

PSU Filipina melihat kegiatan ini sebagai peluang emas untuk menjalin kolaborasi yang lebih erat dengan perguruan tinggi di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan inovasi di bidang kuliner dan fashion yang tidak hanya menonjolkan keunikan budaya masing-masing negara, tetapi juga memiliki daya saing global.

Keterlibatan Unmuh Jember dalam ASEAN Culinary and Fashion Fusion bersama PSU Filipina semakin mempertegas peran universitas sebagai pusat kreativitas, inovasi, dan diplomasi budaya. Dengan dukungan penuh sivitas akademika, kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan baru bagi Unmuh Jember dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kontribusi nyata pendidikan tinggi dalam pembangunan ekonomi kreatif ASEAN.

Connect