Kamis, 22 Januari 2026

Smash Day Badminton Championship 2026, Ilmu Komunikasi Unmuh Jember Hadirkan Duel Sengit Atlet Pelajar

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jember sukses menggelar Smash Day Badminton Championship 2026, turnamen bulutangkis antar SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Jember, yang berlangsung selama dua hari pada (10–11/1/2026) di Lapangan 8 Tegal Besar, Kabupaten Jember.

Turnamen ini menjadi ajang adu kemampuan sekaligus silaturahmi bagi atlet-atlet muda pelajar di Jember. Sejak hari pertama, atmosfer pertandingan berlangsung sengit dengan berbagai momen smash cepat dan reli panjang yang memancing antusiasme penonton.

Ketua Panitia Smash Day Badminton Championship 2026, Yunita, menjelaskan bahwa turnamen ini tidak hanya berorientasi pada pencarian juara, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan pertukaran pengalaman antar atlet pelajar.

“Turnamen ini bukan hanya soal prestasi dan gelar juara, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi, adu keterampilan, serta sarana bertukar pengalaman bagi atlet pelajar di Kabupaten Jember,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan, Sekretaris Kaprodi Ilmu Komunikasi, serta dosen pembimbing kegiatan. Turnamen secara resmi dibuka oleh Dr. Juariyah, M.Si., selaku dosen pembimbing event. Pada edisi ini, kompetisi diikuti oleh sembilan tim yang bertanding pada kategori ganda putra.

Menurut Dr. Juariyah, turnamen ini juga menjadi sarana pembelajaran non-akademik yang penting bagi peserta.

“Ini bukan semata tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana melatih komunikasi tim, kerja sama, dan ketangguhan mental di lapangan,” jelasnya.

Puncak pertandingan terjadi pada babak final yang mempertemukan pasangan Faris Maulana Ishaq dan M. Faaiz Dliya Ulhaq (SMAN Kalisat/SMKN 2 Tanggul) melawan Aditya Daffa Pratama dan M.B. Rafael dari SMA Negeri 3 Jember. Laga berlangsung ketat hingga tiga gim dengan skor tipis 21–19, menyuguhkan duel sengit yang memikat penonton.

Pada akhirnya, pasangan Faris Maulana Ishaq dan M. Faaiz Dliya Ulhaq keluar sebagai Juara Pertama. Para pemenang memperoleh medali, sertifikat, serta uang pembinaan, yang diberikan kepada juara satu hingga tiga.

Kesuksesan Smash Day Badminton Championship 2026 turut didukung oleh berbagai sponsor dan media partner, di antaranya Photobooth Kosong Delapan Studio, Adi Banner, Dapur Sabrila, Cleo, serta PMB Unmuh Jember. Partisipasi aktif dari sekolah-sekolah juga menjadi faktor penting dalam terselenggaranya kegiatan ini.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember berharap turnamen serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan prestasi atlet bulutangkis pelajar di Kabupaten Jember.

Selasa, 20 Januari 2026

Mahasiswa PBSI Unmuh Jember Hidupkan Panggung Lewat Pementasan Drama Indonesia

Mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Jember menggelar pementasan Drama Indonesia pada Sabtu, (17/1/2026), bertempat di Gedung Ahmad Zainuri Unmuh Jember. Kegiatan yang berlangsung dari sore hingga malam hari ini merupakan tugas luaran sekaligus tugas akhir mata kuliah Drama Indonesia.

Dalam pementasan tersebut, mahasiswa menampilkan empat karya drama, yakni Askara, Kabayan, Gisaka, dan Unfinished Love. Seluruh mahasiswa angkatan 2024 terlibat secara aktif sebagai pemeran, sehingga setiap kelas berpartisipasi langsung di atas panggung dan menjadi bagian dari pertunjukan.

Pementasan drama ini digelar sebagai bentuk implementasi pembelajaran praktik yang telah ditempuh mahasiswa selama satu semester. Selain berperan sebagai aktor, mahasiswa juga terlibat dalam penataan panggung, pengelolaan properti, hingga pengaturan teknis pertunjukan. Keterlibatan menyeluruh tersebut mencerminkan kerja sama tim yang solid dan tanggung jawab bersama dalam menghadirkan pementasan yang terorganisir.

Empat drama yang dipentaskan mengusung tema dan alur cerita yang beragam. Askara menampilkan kisah beberapa tokoh dengan latar belakang dan permasalahan hidup yang berbeda-beda. Kabayan mengangkat cerita rakyat tentang pencarian jodoh dengan balutan humor khas. Gisaka bercerita tentang seorang pelukis yang tumbuh di lingkungan keluarga pebisnis, namun memilih jalan hidup yang berbeda dengan menekuni dunia seni. Sementara itu, Unfinished Love menggambarkan kisah percintaan remaja yang penuh konflik dan tanpa kepastian akhir.

Dosen pengampu mata kuliah Drama Indonesia, Dzarna, menjelaskan bahwa pementasan ini dirancang sebagai tugas akhir mata kuliah sekaligus sarana pengembangan bakat dan minat mahasiswa. Seluruh mahasiswa angkatan 2024 tampil sebagai pemeran agar mereka dapat merasakan pengalaman panggung secara langsung dan utuh.

Melalui pementasan ini, mahasiswa dilatih untuk mengasah kreativitas, kemampuan mengekspresikan diri secara artistik, keterampilan berkomunikasi, serta kerja sama tim. Pengalaman tampil di atas panggung juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa, baik dalam konteks akademik maupun pengembangan diri di luar kampus.

Proses persiapan pementasan berlangsung selama beberapa minggu, dimulai dari pemilihan naskah, pendalaman karakter, latihan rutin, hingga pelaksanaan gladi bersih. Seluruh rangkaian kegiatan dikerjakan secara kolektif oleh mahasiswa, sehingga setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab yang sama.

Pementasan Drama Indonesia ini mendapat sambutan hangat dari penonton. Pertunjukan yang menampilkan seluruh mahasiswa angkatan 2024 sebagai pemeran dinilai mampu menghadirkan suasana panggung yang hidup, dinamis, dan komunikatif. Selain menjadi bentuk penilaian akademik, kegiatan ini juga menjadi ruang ekspresi mahasiswa dalam menyalurkan ide, emosi, dan kreativitas melalui seni pertunjukan.

Melalui pementasan ini, mahasiswa angkatan 2024 Universitas Muhammadiyah Jember membuktikan bahwa pembelajaran drama tidak hanya berhenti pada teori, tetapi diwujudkan dalam praktik nyata yang mengasah kompetensi, kreativitas, dan kerja sama secara menyeluruh.

Fakultas Psikologi Unmuh Jember Bekali Guru Keterampilan Konseling untuk Cegah Perilaku Berisiko Remaja

Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan kesehatan mental remaja melalui kegiatan Pelatihan Konseling bagi Guru dalam Pencegahan Perilaku Berisiko Remaja. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Watukebo, Jember, dan diikuti oleh guru-guru Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) 1 Jember.

Kegiatan menghadirkan empat narasumber dari Fakultas Psikologi Unmuh Jember, yaitu Anggraeni Swastika Sari, S.Psi., M.Si. selaku ketua tim, Nuraini Kusumaningtyas, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Rya Wiyatfi Linsiya, S.Psi., M.A., Psikolog, serta Maulana Arif Muhibbin, S.Psi., M.Si. Materi pelatihan dirancang secara komprehensif melalui tiga sesi utama dan satu sesi praktik berupa role play konseling.

Materi pertama membahas etika konselor yang disampaikan oleh Maulana Arif Muhibbin, dilanjutkan dengan pemaparan konsep dasar konseling oleh Anggraeni Swastika Sari. Sesi berikutnya berfokus pada teknik micro skill konseling yang disampaikan oleh Rya Wiyatfi Linsiya. Rangkaian pelatihan ditutup dengan sesi praktik role play konseling yang dipandu oleh Nuraini Kusumaningtyas.

Pada sesi role play, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil dengan pembagian peran sebagai konselor, konseli, dan observer. Setiap peserta secara bergantian menjalankan seluruh peran tersebut, sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam mempraktikkan proses konseling, mengamati dinamika interaksi, serta memberikan umpan balik. Metode ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman praktis sekaligus kepercayaan diri guru dalam melakukan pendampingan terhadap siswa.

Sebagai bentuk evaluasi, peserta juga mengikuti pre-test dan post-test sebelum dan sesudah pelatihan. Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan konseling yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.

Ketua tim pengabdian, Anggraeni Swastika Sari, menjelaskan bahwa permasalahan remaja saat ini semakin kompleks, mulai dari tekanan akademik, konflik keluarga, krisis identitas, perundungan, hingga risiko perilaku menyimpang dan gangguan kesehatan mental. Kondisi tersebut menuntut keterlibatan lebih luas dari seluruh unsur pendidik di sekolah.

Menurutnya, peran konseling tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada guru BK. Guru mata pelajaran dan wali kelas yang memiliki intensitas interaksi lebih tinggi dengan siswa perlu dibekali keterampilan dasar konseling agar mampu melakukan pendampingan awal serta deteksi dini terhadap permasalahan siswa. Apabila permasalahan tidak dapat ditangani secara optimal di sekolah, maka diperlukan mekanisme rujukan kepada tenaga profesional seperti psikolog atau layanan kesehatan mental.

Salah satu peserta pelatihan, Anang Supriyadi, S.Pd., wali kelas X, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru bagi para guru dalam mendampingi siswa. Pelatihan ini dinilai membantu guru dalam memahami cara mendengarkan siswa secara tepat serta memberikan respons yang sesuai sebelum melibatkan guru BK atau tenaga profesional.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi Unmuh Jember menegaskan perannya tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan keilmuan, tetapi juga sebagai mitra strategis sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat secara psikologis. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi berkelanjutan antara akademisi dan sekolah dalam upaya pencegahan perilaku berisiko serta penguatan kesehatan mental remaja.

 

 

Kamis, 15 Januari 2026

Unmuh Jember Berkolaborasi dengan PCA Sumbersari Cegah Stunting Berbasis Pemberdayaan Keluarga

 


Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan terhambatnya pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta pola asuh dan lingkungan yang kurang mendukung, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Dampak stunting tidak hanya berpengaruh pada tinggi badan anak, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Jember tercatat sebesar 30,4 persen, tertinggi di Jawa Timur. Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari rendahnya pemahaman keluarga tentang gizi seimbang, keterbatasan kemampuan deteksi dini di tingkat komunitas, hingga belum optimalnya sinergi antar elemen masyarakat dalam pendampingan keluarga berisiko stunting. Kondisi ini menuntut pendekatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan berbasis pemberdayaan keluarga.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Jember berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sumbersari dalam upaya pencegahan stunting berbasis komunitas. Kecamatan Sumbersari sebagai wilayah perkotaan dengan dinamika sosial yang tinggi turut menghadapi persoalan stunting, terutama pada keluarga muda, ibu hamil, dan balita dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam. Oleh karena itu, peran organisasi perempuan dinilai strategis dalam menjangkau keluarga secara langsung dan berkelanjutan.

Ketua hibah RisetMu, Dr. Ns. Awatiful Azza, M.Kep., Sp.Kep.Mat, menyampaikan bahwa permasalahan stunting membutuhkan penyelesaian melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat agar dapat diatasi secara lebih cepat dan berkelanjutan. Hal tersebut diperkuat oleh Cipto Susilo, anggota tim RisetMu, yang menegaskan bahwa keterlibatan akademisi dan organisasi perempuan ‘Aisyiyah dapat menjadi dukungan nyata bagi pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting.

Penguatan peran ‘Aisyiyah melalui sinergi antar ranting menjadi strategi penting dalam pencegahan stunting di Jember. Melalui pendekatan berbasis keluarga dan komunitas, upaya deteksi dini, edukasi gizi, serta pendampingan tumbuh kembang anak diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Kader dan keluarga didorong untuk mampu melakukan deteksi dini secara mandiri, mulai dari pengukuran pertumbuhan, pemantauan gizi, hingga pemahaman faktor risiko stunting.

Rangkaian kegiatan kolaboratif ini telah dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di Padepokan Tapak Suci, Jalan Rotawu, Kabupaten Jember. Kegiatan meliputi pelatihan deteksi dini stunting, pengukuran antropometri balita, edukasi gizi seimbang berbasis pangan lokal, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta penguatan peran kader sebagai agen edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing.

Sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi seimbang, tim pengabdian juga memberikan pelatihan pembuatan es krim ubi ungu sebagai camilan sehat alternatif untuk mencegah stunting pada balita. Kegiatan ini turut melibatkan dua mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan semester tujuh, Anis dan Anggi, sebagai bentuk integrasi peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

Melalui sinergi antar ranting dan kolaborasi dengan masyarakat, ‘Aisyiyah Sumbersari optimistis dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya di Kabupaten Jember. Para peserta mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan posyandu maupun kehidupan sehari-hari. Mereka berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga.

Melalui kegiatan ini, ‘Aisyiyah Sumbersari bersama Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmen untuk terus membumikan peran perempuan dalam pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka stunting dan membangun generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.

FH Unmuh Jember Gelar Kuliah Umum Pengelolaan Dana Desa 2026, Hadirkan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar kuliah umum terkait pengelolaan Dana Desa dengan menghadirkan Dodik Merdiawan, S.E., Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Jember, sebagai dosen tamu, Selasa (12/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa serta pemangku kepentingan desa mengenai arah kebijakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Dalam pemaparannya, Dodik menjelaskan bahwa pengelolaan Dana Desa 2026 wajib mengacu pada Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 16 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2026. Regulasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Ia menyampaikan bahwa Dana Desa terbagi dalam dua kategori utama, yakni alokasi wajib dan prioritas reguler.

“Alokasi wajib digunakan untuk operasional pemerintahan desa, termasuk Dana Operasional Desa Merah Putih yang dibatasi maksimal tiga persen dari pagu Dana Desa,” jelasnya.

Sementara itu, pada skema prioritas reguler terdapat delapan fokus pembangunan desa. Prioritas pertama dan utama adalah penanganan kemiskinan ekstrem melalui skema Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang diberikan kepada keluarga miskin ekstrem berdasarkan data di masing-masing desa.

“Penanggulangan kemiskinan ekstrem menjadi prioritas utama melalui BLT Desa. Bantuan ini diberikan maksimal Rp300.000 per keluarga per bulan dan dapat dibayarkan sekaligus untuk paling lama tiga bulan,” ujar Dodik.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh penggunaan Dana Desa harus selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2022. SDGs Desa memiliki 17 tujuan pembangunan yang diturunkan hingga level desa, di antaranya Desa Tanpa Kemiskinan, Desa Tanpa Kelaparan, Desa Sehat dan Bersih, Pendidikan Berkualitas, serta Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender.

“Seluruh tujuan SDGs Desa harus diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan desa, sehingga setiap penggunaan Dana Desa memiliki dampak yang jelas dan terukur,” tegasnya.

Selain penanganan kemiskinan ekstrem, Dodik juga menyoroti pentingnya fokus pada ketahanan pangan, ketahanan iklim, dan kesehatan dasar sebagai bagian dari delapan prioritas penggunaan Dana Desa 2026. Ketiga aspek tersebut dinilai berperan strategis dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Kuliah umum ini mendapat respons positif dari mahasiswa dan para pemangku kepentingan desa yang hadir. Materi yang disampaikan dinilai memberikan gambaran yang jelas mengenai arah kebijakan Dana Desa ke depan. Melalui kegiatan ini, Unmuh Jember berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia desa guna mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem serta mewujudkan desa yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045

Katalis Fest 2026 Hadirkan Festival Kreatif Mahasiswa, UMKM, dan Hiburan Musik di Jember

Katalis Fest 2026 digelar sebagai festival kreatif yang menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), komunitas, serta masyarakat umum. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 7 hingga 10 Januari 2026, dan berlokasi di Gedung Ahmad Zainuri, Universitas Muhammadiyah Jember.

Festival ini menghadirkan beragam rangkaian acara yang memadukan unsur kreativitas, kewirausahaan, dan hiburan. Sejumlah agenda yang ditampilkan antara lain pertunjukan musik, tenant food and beverage (F&B), tenant fashion thrifting, serta berbagai aktivitas kreatif yang menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan. Selain itu, Katalis Fest 2026 juga diramaikan oleh kolaborasi komunitas PSC dan GMT yang turut berkontribusi melalui penampilan serta aktivitas komunitas selama acara berlangsung.

Ketua Panitia Katalis Fest 2026, Alwi Setya Budi H., menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa. Mahasiswa terlibat secara langsung dalam seluruh proses penyelenggaraan acara, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Katalis Fest 2026 kami rancang sebagai ruang belajar sekaligus ruang ekspresi. Mahasiswa tidak hanya terlibat sebagai panitia, tetapi benar-benar belajar mengelola event secara profesional,” ujarnya.

Selain menjadi ruang pembelajaran mahasiswa, Katalis Fest 2026 juga membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas jangkauan pasar. Melalui penyediaan tenant, UMKM dapat mempromosikan produk mereka secara langsung kepada pengunjung festival sekaligus membangun jejaring dengan berbagai pihak.

“Kami ingin Katalis Fest menjadi titik temu antara kreativitas mahasiswa dan potensi UMKM lokal, sehingga keduanya dapat saling mendukung dan berkembang,” tambah Alwi.

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Kukuh Pribadi, M.A., menjelaskan bahwa Katalis Fest merupakan bagian dari tugas Project Independent mahasiswa dengan luaran dari mata kuliah Event Organizer. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntut untuk merancang dan mengeksekusi event secara nyata dengan standar profesional.

“Event ini merupakan luaran dari mata kuliah Event Organizer dalam skema Project Independent. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep di kelas, tetapi juga mempraktikkannya langsung melalui penyelenggaraan event,” jelasnya.

Antusiasme pengunjung terlihat meningkat pada hari terakhir pelaksanaan Katalis Fest 2026. Suasana semakin meriah dengan penampilan Band Sisikita serta DJ Assik Room yang menjadi penutup rangkaian acara. Hiburan musik tersebut disambut meriah oleh pengunjung dan memberikan kesan positif terhadap keseluruhan pelaksanaan festival.

Melalui penyelenggaraan Katalis Fest 2026, panitia berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda tahunan, sekaligus memberikan dampak positif bagi mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat luas di Kabupaten Jember.

Rabu, 14 Januari 2026

Raih Juara 1 Essay Nasional, Mahasiswa Unmuh Jember Angkat Inovasi EcoFuture Catalys untuk Atasi Mikroplastik

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Gilang Arya Mahmudi, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan semester 7 angkatan 2022, berhasil meraih Juara 1 Lomba Essay Public Health Festival (PHV IV) yang diselenggarakan oleh UIN Jakarta pada 3 Januari 2025, melalui karya ilmiah berjudul “EcoFuture Catalys: Disruptive Green Technology Bionanofilter AI-IoT Berbasis Bioenzim untuk Transformasi Mikroplastik menjadi Asam Organik sebagai Circular Bioeconomy Lingkungan Berkelanjutan.”

Essay tersebut mengangkat isu global terkait tingginya paparan mikroplastik di lingkungan. Berdasarkan riset yang dilakukan, saat ini diperkirakan terdapat lebih dari 51 triliun partikel mikroplastik di lautan, sekitar 4,5 juta ton terakumulasi di tanah pertanian, serta 3,2 juta ton berada di atmosfer global. Kondisi ini menjadikan mikroplastik sebagai ancaman nyata bagi kesehatan lingkungan dan manusia, sehingga memerlukan solusi teknologi yang inovatif dan berkelanjutan.

Melalui konsep EcoFuture Catalys, Gilang merancang pendekatan teknologi hijau yang mengintegrasikan bioteknologi, nanomaterial, serta sistem digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Teknologi ini tidak hanya berfokus pada mitigasi pencemaran mikroplastik, tetapi juga pada proses konversi mikroplastik menjadi asam organik berbasis bioenzim, sehingga mendorong terciptanya circular bioeconomy yang berkelanjutan.

Dalam proses penulisan, satu karya ilmiah diselesaikan dalam rentang waktu dua hingga tiga hari. Sementara itu, tahapan kompetisi—mulai dari seleksi, penetapan finalis, presentasi, hingga pengumuman—rata-rata berlangsung selama dua minggu. Intensitas mengikuti kompetisi yang tinggi membuat Gilang kerap menghadapi tantangan fisik dan mental, termasuk kelelahan dan burnout akibat ambisi mencapai target prestasi sebelum lulus.

Dukungan dari berbagai pihak turut menjadi faktor penting dalam konsistensinya meraih prestasi. Bimbingan akademik serta motivasi dari dosen pembimbing, guru pendamping, dan rekan-rekan tim menjadi bagian dari proses panjang yang ia jalani dalam dunia kompetisi karya ilmiah.

Dalam kurun waktu dua minggu terakhir, Gilang mencatatkan empat prestasi nasional di bidang essay ilmiah, yakni:

  1. Juara 2 Health Essay Competition (HEC), Universitas Tadulako, 30 Desember 2025.
  2. Juara 1 Lomba Essay Public Health Festival (PHV IV), UIN Jakarta, 3 Januari 2025.
  3. Juara 2 Public Health Award Competition (PHAC), Universitas Muslim Indonesia dalam Rapat Tahunan IKSMI, 9 Januari 2025.
  4. Juara 3 Lomba Essay ANESCO 01, Ansa Academy, 12 Desember 2025.

Secara keseluruhan, hingga semester tujuh, Gilang telah mengoleksi 22 prestasi karya ilmiah, dengan tujuh di antaranya diraih melalui kompetisi offline. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi mahasiswa Unmuh Jember dalam berkompetisi di tingkat nasional sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai kampus yang mampu melahirkan mahasiswa berdaya saing tinggi.

Ke depan, Gilang menargetkan untuk terus menjaga konsistensi prestasi hingga mencapai 40 karya ilmiah sebelum lulus, serta menorehkan pencapaian pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) sebagai puncak target akademiknya.

 

Connect