Minggu, 15 Februari 2026

Mesin Pencacah Hijauan Dihadirkan, Dosen Unmuh Jember Perkuat Kemandirian Ekonomi Hijau PRA Karangtengah

Upaya memperkuat ketahanan ekonomi berbasis komunitas terus dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada Minggu (01/2/2026), tim dosen Unmuh Jember menghadirkan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah hijauan bagi Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Karangtengah. Program ini tidak hanya menghadirkan alat, tetapi juga membangun sistem pengelolaan pakan ternak yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berbasis ekonomi hijau. 

Program ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya hayati yang melimpah di wilayah Karangtengah, seperti rumput, daun, dan limbah organik dari kebun dan pekarangan warga. Selama ini, bahan-bahan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, sementara sebagian besar masyarakat memelihara ternak seperti kambing dan sapi sebagai sumber pendapatan tambahan. Namun, proses penyediaan pakan masih dilakukan secara manual, sehingga kurang efisien, memakan waktu, dan berdampak pada rendahnya produktivitas ternak. 

Menjawab tantangan tersebut, tim dosen Unmuh Jember menghadirkan mesin pencacah hijauan yang mampu memotong pakan ternak dengan ukuran seragam, sehingga lebih mudah dikonsumsi dan mengurangi limbah. Mesin ini juga memungkinkan pengolahan pakan menjadi silase atau pakan fermentasi, yang dapat disimpan untuk menjaga ketersediaan pakan, terutama saat musim kemarau. 

Ketua tim pengabdian, Hadi Jatmiko, S.ST.Par., M.Si., menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan solusi teknis, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat. “Kami tidak sekadar menyerahkan alat, tetapi juga membekali kader ‘Aisyiyah dengan pelatihan operasional, perawatan mesin, keselamatan kerja, serta manajemen kelompok agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain pelatihan teknis, anggota PRA Karangtengah juga mendapatkan pendampingan dalam aspek manajemen usaha, termasuk penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pencatatan logbook produksi, serta penerapan sistem iuran kelompok untuk mendukung perawatan mesin. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan pakan ternak yang lebih terorganisir dan berkelanjutan. 

Program ini turut melibatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember yang berperan dalam kegiatan survei lapangan, pendampingan pelatihan, dokumentasi, serta monitoring pelaksanaan program. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang memberikan pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat. 

Lebih dari sekadar peningkatan produktivitas peternakan, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi hijau berbasis komunitas. Dengan memanfaatkan limbah organik sebagai bahan pakan dan menerapkan sistem produksi yang efisien, PRA Karangtengah diharapkan mampu mengembangkan model usaha yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya. 

Keberhasilan pelaksanaan program ini menjadi bukti nyata kontribusi Universitas Muhammadiyah Jember dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat, Unmuh Jember terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang tidak hanya berdampak secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pemberdayaan masyarakat dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Dosen Unmuh Jember Dorong Transformasi Digital Guru SD Muhammadiyah Kaliwates melalui Pelatihan Deep Learning

 

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan dasar melalui pemanfaatan teknologi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Peningkatan Kompetensi Guru SD Muhammadiyah Kaliwates Jember melalui Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis Teknologi Digital, yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah Kaliwates, Jember.

Program ini dipimpin oleh Dr. Christine Wulandari Suryaningrum, M.Pd, bersama anggota tim Dr. Nurul Imamah Ah., M.Si dan Kristi Nuraini, M.Pd. Kegiatan ini melibatkan 17 guru sebagai peserta utama serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang turut berperan dalam pendampingan dan implementasi program.

Ketua tim pelaksana, Dr. Christine Wulandari Suryaningrum, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai respons terhadap tantangan pendidikan di era digital, khususnya dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut penguatan kompetensi abad ke-21.

“Kami hadir untuk memberikan pelatihan dan pendampingan agar guru mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal, serta mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, guru dibekali pemahaman tentang konsep pembelajaran mendalam atau deep learning, yang menekankan proses belajar berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful). Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta memperkuat pemahaman konsep secara lebih mendalam.

Selain itu, Dr. Nurul Imamah Ah., M.Si memberikan pelatihan pemanfaatan aplikasi digital seperti Canva sebagai media pembelajaran interaktif. Ia menekankan bahwa penggunaan teknologi dapat membantu guru menciptakan bahan ajar yang lebih menarik dan efektif.

“Media digital memungkinkan guru menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif, sehingga siswa dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami,” jelasnya.

Sementara itu, Kristi Nuraini, M.Pd menutup sesi pelatihan dengan demonstrasi pembelajaran berbasis deep learning, sekaligus membagikan strategi praktis yang dapat diterapkan guru di kelas. Demonstrasi ini membantu guru memahami secara langsung bagaimana mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Kepala SD Muhammadiyah Kaliwates, Siami Astutiningsih, S.Pd., M.Pd, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi Unmuh Jember dalam meningkatkan kompetensi guru.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan digital. Kami berharap program ini dapat memperkuat kualitas pembelajaran dan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inovatif di sekolah,” ungkapnya.

Program PkM ini direncanakan berlangsung selama delapan bulan, mencakup tahap pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi dan publikasi hasil kegiatan. Melalui program ini, guru diharapkan mampu mengembangkan bahan ajar digital secara mandiri serta menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital.

Kamis, 12 Februari 2026

Unmuh Jember Edukasi Siswa SMK Muhammadiyah tentang Literasi Keuangan Syariah dan Bahaya Pinjaman Online

Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan literasi generasi muda melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema Digital Islamic Financial Literacy: Edukasi Keuangan Syariah Guna Menyikapi Maraknya Pinjaman Online. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026 di Aula SMK Muhammadiyah Jember dan diikuti oleh siswa serta guru.

Program ini merupakan kolaborasi dosen lintas program studi, yakni Ari Sita Nastiti, SE., M.Akun., dosen Program Studi Akuntansi, bersama Lutfi Ali Muharom, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Teknik Informatika. Kegiatan turut melibatkan dua mahasiswa Akuntansi yang berperan dalam pendampingan peserta dan dukungan teknis. Pelaksanaan program didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Jember sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam pemaparannya, Ari Sita Nastiti menekankan pentingnya literasi keuangan sejak usia sekolah, terutama di tengah kemudahan akses layanan keuangan digital. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi membawa manfaat sekaligus risiko bagi generasi muda.

“Siswa perlu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, mampu mengelola keuangan secara bijak, serta memahami prinsip keuangan syariah agar terhindar dari praktik yang merugikan,” jelasnya.

Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar literasi keuangan, konsep perencanaan keuangan, bahaya perilaku konsumtif, hingga pemahaman tentang riba dan alasan pelarangannya dalam Islam. Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan remaja agar mudah dipahami.

Sementara itu, Lutfi Ali Muharom membahas aspek literasi keuangan digital, khususnya risiko pinjaman online. Peserta diajak memahami cara membedakan pinjaman legal dan ilegal, pentingnya menjaga keamanan data pribadi, serta konsekuensi bunga dan denda yang kerap membebani pengguna.

Sebagai bentuk evaluasi, tim melaksanakan pre-test dan post-test yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap literasi keuangan syariah dan keamanan layanan digital.

Kepala SMK Muhammadiyah Jember, Budiyono, S.Pd., MM., menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi ini sangat relevan dengan kondisi siswa yang hidup di era digital dan memiliki akses luas terhadap berbagai layanan keuangan berbasis aplikasi.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan sekolah dalam membangun generasi yang cerdas secara finansial, bijak dalam memanfaatkan teknologi, serta berpegang pada nilai-nilai syariah dalam setiap keputusan ekonomi.

Rabu, 11 Februari 2026

Unmuh Jember Perkuat Dakwah Digital PDA Aisyiyah Jember Lewat Pelatihan Konten Kreatif

Perubahan lanskap komunikasi di era digital mendorong organisasi keagamaan untuk bertransformasi dalam menyampaikan pesan dakwah. Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat skema RisetMu dari Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan program penguatan strategi komunikasi dakwah digital bagi Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Jember (PDA Jember) pada Minggu (8/2/2026) . Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas mitra dalam mengelola media sosial secara kreatif, strategis, dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil survei terhadap 192 anggota, sebagian besar diketahui aktif memanfaatkan media sosial untuk membaca berita maupun mengakses literatur dakwah keislaman. Namun demikian, pemanfaatan media digital organisasi dinilai masih belum optimal. Akun Instagram @aisyiyah.jember memang aktif, tetapi kontennya masih didominasi informasi kegiatan dan belum banyak mengembangkan pendekatan storytelling, desain visual yang kuat, maupun video dakwah singkat yang lebih komunikatif dan relevan bagi generasi muda. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan wawasan strategi komunikasi sekaligus peningkatan keterampilan teknis produksi konten kreatif.

Melalui program ini, tim menghadirkan tiga langkah strategis, yakni sosialisasi konsep strategi komunikasi dakwah digital, penyusunan modul panduan dakwah digital, serta pelatihan dan pendampingan pembuatan konten kreatif meliputi video, desain grafis, dan copywriting. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari penguatan konsep, dilanjutkan dengan perancangan panduan operasional, hingga pelatihan teknis agar pengelola media sosial mampu memproduksi konten secara mandiri dan konsisten. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur keberhasilan transfer pengetahuan, disertai target produksi minimal tiga hingga empat konten kreatif setiap bulan sebagai indikator keberlanjutan program.

Ketua Tim RisetMu, Syah Riza Octavy Sandy, menegaskan bahwa dakwah digital bukan sekadar memindahkan ceramah ke media sosial, tetapi membutuhkan strategi komunikasi yang tepat. “Dakwah di era digital harus dikemas secara kreatif, tersegmentasi, dan relevan dengan kebutuhan audiens. Melalui program ini, kami ingin memastikan PDA Jember memiliki fondasi strategi dan keterampilan teknis yang kuat agar pesan dakwah dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan berdampak,” ujarnya.

Program ini juga menargetkan luaran berupa artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi, publikasi media massa elektronik, video kegiatan, serta pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dengan pendekatan berbasis kebutuhan mitra, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran PDA Jember sebagai motor dakwah digital yang moderat dan progresif di tingkat daerah.

Melalui inisiatif ini, Universitas Muhammadiyah Jember kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi dakwah berbasis teknologi informasi, sekaligus memperkuat kapasitas Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Jember dalam menghadirkan konten dakwah yang mencerahkan, relevan, dan berdampak luas di era digital.

Perjalanan Hotijatul Munauwaroh, Winner Sis Duta Kampus Unmuh Jember 5.0

Hotijatul Munauwaroh, mahasiswa Semester 4 Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Jember, membuktikan bahwa latar belakang teknologi tidak membatasi ruang aktualisasi diri. Di tengah kesehariannya yang lekat dengan logika, sistem, dan pemrograman, ia memilih melangkah ke ruang representasi publik melalui ajang Duta Kampus 5.0, hingga akhirnya meraih Juara 1.

Hari-hari Hotijatul sebelum mengikuti ajang ini diisi dengan ritme yang padat. Kuliah, organisasi, dan kompetisi berjalan beriringan. Di Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HUMANIKA), ia dipercaya menjadi Ketua Divisi Sumber Daya Manusia, posisi yang menuntutnya mengelola dinamika manusia, bukan sekadar sistem. Ia terlibat langsung sebagai Ketua Panitia Management Training dan LKMM 2025, sekretaris makrab, hingga presidium sarasehan. Di tengah kesibukan itu, ia tetap menjaga identitasnya sebagai mahasiswa teknik dengan mengikuti berbagai ajang kompetisi dan meraih medali perak KMM dan PKMM.

Keputusan mengikuti Duta Kampus 5.0 bukanlah ambisi semata, melainkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Hotijatul merasa ada sisi dirinya yang belum sepenuhnya terasah. “Saya terbiasa berpikir dengan data dan logika. Tapi saya ingin belajar berbicara, menyampaikan gagasan, dan berdampak lebih luas,” katanya. Duta Kampus 5.0 menjadi ruang yang ia anggap tepat untuk menempa sisi itu.

Proses seleksi berjalan panjang dan menguras energi. Jadwal kuliah yang padat, tanggung jawab organisasi, serta persiapan kompetisi sering kali bertabrakan. Rasa ragu sempat muncul, apalagi ketika berhadapan dengan peserta lain yang tampil begitu percaya diri. Namun, satu prinsip membuatnya bertahan: tanggung jawab. Baginya, melangkah sejauh ini berarti harus menuntaskan perjalanan dengan sebaik mungkin.

Titik balik itu datang saat sesi presentasi gagasan. Di hadapan juri, Hotijatul memaparkan ide tentang digitalisasi kampus dan dampaknya bagi mahasiswa. Di momen itu, ia merasa menemukan irisan antara keilmuannya dan visi kampus. Teknik Informatika tidak lagi berdiri di pinggir, tetapi justru menjadi fondasi gagasan. “Di situ saya sadar, latar belakang saya bukan kelemahan. Itu nilai tambah,” ujarnya.

Kemenangan sebagai Juara 1 Duta Kampus 5.0 ia maknai bukan sebagai garis akhir, melainkan awal. Bagi Hotijatul, Kampus 5.0 adalah tentang harmonisasi teknologi dan nilai kemanusiaan. Teknologi hadir untuk memberdayakan, membantu menyelesaikan persoalan sosial, dan memperkuat peran mahasiswa di tengah masyarakat.

Pasca kemenangan, perubahan paling terasa adalah cara ia memandang dirinya sendiri. Jika sebelumnya ia lebih nyaman “berbicara” melalui sistem dan kode, kini ia belajar menyampaikan ide secara persuasif dan inklusif. Dukungan dari orang-orang terdekat ia sambut dengan rasa syukur, namun ia memilih untuk tidak cepat puas.

Ke depan, Hotijatul ingin mengambil peran nyata sebagai jembatan informasi dan inspirasi bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember. Ia membawa gagasan “UM Jember Digital Impact Hub”, sebuah wadah kolaborasi yang memungkinkan mahasiswa menyalurkan kreativitas digital untuk memberi dampak nyata bagi kampus dan masyarakat.

Baginya, kemenangan ini adalah amanah. Sebuah pengingat bahwa potensi sering kali tersembunyi di balik keraguan. “Jangan batasi diri sebelum mencoba,” pesannya. Dari barisan kode hingga panggung representasi kampus, Hotijatul Munauwaroh telah membuktikan bahwa keberanian untuk melangkah bisa membuka jalan menuju versi diri yang lebih utuh.


Mahasiswa Akuntansi Unmuh Jember Terlibat Langsung dalam Administrasi Evaluasi Kinerja e-SAKIP di BAPPEDA Banyuwangi

Dita Purwati Ningsih dan Sulva Anida, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Jember, memperoleh pengalaman langsung dalam dunia administrasi pemerintahan melalui Program BKP MBKM Magang di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan magang ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami penerapan akuntansi sektor publik, khususnya dalam sistem Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (e-SAKIP).

Selama menjalani magang, mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai proses administrasi evaluasi kinerja. Kegiatan tersebut meliputi pengolahan data capaian kinerja, penyesuaian data administrasi perencanaan, hingga penyusunan berkas pendukung draf Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Seluruh proses ini menuntut ketelitian, konsistensi data, serta pemahaman yang baik terhadap keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, dan pelaporan kinerja.

Tidak hanya berfokus pada pekerjaan administrasi internal, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti proses koordinasi antara staf BAPPEDA Kabupaten Banyuwangi dengan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kegiatan koordinasi tersebut bertujuan memastikan keselarasan program pembangunan daerah sekaligus menjaga ketertiban administrasi evaluasi kinerja. Dari proses ini, mahasiswa belajar bahwa komunikasi interpersonal dan kerja sama lintas sektor merupakan elemen penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang terintegrasi dan efektif.

Melalui keterlibatan langsung dalam sistem e-SAKIP, mahasiswa memahami bahwa administrasi evaluasi kinerja tidak sekadar berkaitan dengan penginputan angka. Akurasi data, konsistensi dokumen, serta akuntabilitas informasi menjadi aspek utama yang harus dijaga. Setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan, harus disusun secara sistematis agar dapat dipertanggungjawabkan dan ditelusuri dengan mudah melalui sistem e-SAKIP.

Program magang ini juga menjadi media pembelajaran dalam membentuk sikap profesional mahasiswa. Mereka dituntut untuk bekerja secara disiplin, mematuhi alur kerja birokrasi, serta menjaga kerahasiaan data dan ketertiban administrasi instansi pemerintah. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman nyata mengenai pentingnya integritas dan etika kerja dalam bidang akuntansi sektor publik.

Melalui program magang di BAPPEDA Kabupaten Banyuwangi, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Jember tidak hanya memperoleh pengalaman teknis dalam administrasi evaluasi kinerja, tetapi juga mengembangkan sikap teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Pengalaman praktis ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja serta mengaplikasikan ilmu akuntansi secara nyata di lingkungan pemerintahan.


Senin, 09 Februari 2026

UMJ Boga Resmi Diluncurkan, Perkuat Kemandirian Amal Usaha Universitas Muhammadiyah Jember

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) resmi meluncurkan UMJ Boga pada Senin, (9/2/2026), bertempat di Gedung G Unmuh Jember. UMJ Boga hadir sebagai unit usaha kuliner di bawah naungan Badan Usaha Universitas Muhammadiyah Jember (BUMU) yang diharapkan mampu memperkuat kemandirian universitas melalui pengembangan amal usaha yang profesional dan berkelanjutan.

Peresmian UMJ Boga dihadiri oleh Rektor Unmuh Jember Dr. Hanafi, M.Pd, jajaran Badan Pembina Harian, para wakil rektor, dekan, kepala lembaga, direktur unit usaha, serta mitra eksternal universitas. Kehadiran berbagai unsur pimpinan ini menandai komitmen bersama dalam mendukung UMJ Boga sebagai bagian penting dari penguatan ekosistem bisnis dan layanan universitas.

Dalam sambutannya, Rektor Unmuh Jember Dr. Hanafi, M.Pd menyampaikan bahwa UMJ Boga dibentuk untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di lingkungan kampus dengan kualitas yang baik dan standar layanan yang terus ditingkatkan. Ia menegaskan bahwa keberadaan UMJ Boga tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan, tetapi juga sebagai penggerak kemandirian institusi.

“UMJ Boga kami harapkan mampu memenuhi kebutuhan makanan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember. Jika dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan, tentu akan dilakukan evaluasi dan perbaikan. Prinsipnya, layanan harus terus berkembang,” ujar Dr. Hanafi. Menurutnya, penguatan unit usaha di bawah BUMU akan mendorong sirkulasi ekonomi internal yang sehat dan berdampak langsung pada peningkatan universitas.

Sementara itu, Direktur UMJ Boga, Dr. Astri Widyaruli Anggraeni, M.A, menjelaskan bahwa UMJ Boga dirancang tidak sekadar sebagai unit bisnis, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, pengabdian, dan kolaborasi. Pengelolaan UMJ Boga mengedepankan profesionalisme, kualitas layanan, serta nilai-nilai Islami yang menjadi ciri khas Universitas Muhammadiyah Jember.

“Melalui UMJ Boga, kami ingin menghadirkan layanan makanan yang berkualitas, dikelola dengan manajemen yang berintegritas, serta memberikan manfaat nyata bagi civitas akademika dan mitra universitas,” jelasnya.

Dengan diresmikannya UMJ Boga sebagai unit usaha di bawah Badan Usaha Universitas Muhammadiyah Jember, Unmuh Jember berharap mampu memperkuat kemandirian amal usaha, meningkatkan kualitas layanan kampus, serta menghadirkan ekosistem usaha yang mendukung kemajuan universitas secara berkelanjutan.

Connect