Sabtu, 21 Februari 2026

Rektor Unmuh Jember Tegaskan Kajian Ramadhan Jadi Ruang Refleksi Ekoteologi dan Tanggung Jawab Kekhalifahan

Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Hanafi, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh tokoh bangsa, pimpinan persyarikatan, serta peserta Kajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di kampus Unmuh Jember. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan bertema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” tersebut bukan sekadar agenda rutin keagamaan, melainkan momentum refleksi intelektual dan spiritual atas tanggung jawab manusia terhadap semesta.

“Atas nama pimpinan Universitas Muhammadiyah Jember, kami menyampaikan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh hadirin. Kehadiran bapak ibu bukan hanya momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga ruang refleksi atas tanggung jawab kita terhadap alam,” ujarnya.

Hanafi menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan zaman, mulai dari krisis lingkungan, perubahan iklim, hingga degradasi moral dalam memperlakukan alam. Menurutnya, keimanan tidak boleh berhenti pada kesalehan individu, tetapi harus terwujud dalam kepedulian ekologis dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Ia berharap melalui forum ini lahir pemahaman yang lebih utuh tentang integrasi nilai-nilai keislaman dengan kesadaran menjaga lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Hanafi juga menyampaikan terima kasih kepada para narasumber nasional yang hadir, di antaranya Menteri Kehutanan RI, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, serta para pakar kebencanaan dan pimpinan persyarikatan. Ia menilai kehadiran para tokoh tersebut menjadi kehormatan sekaligus energi besar bagi Unmuh Jember sebagai tuan rumah.

Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor dan mitra yang mendukung terselenggaranya kegiatan, seperti Bank Central Asia, Bank Indonesia, Lazismu, Bank Jatim, Bank Muamalat, Bank Syariah Indonesia, dan mitra lainnya. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan lembaga keuangan dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan kepedulian lingkungan.

Di akhir sambutannya, Hanafi menyampaikan bahwa Unmuh Jember terus berupaya melakukan pengembangan institusi, termasuk rencana pembukaan 12 program studi baru, salah satunya Program Studi Kedokteran. Ia memohon doa dan dukungan seluruh pihak agar pengembangan tersebut dapat terwujud demi kemajuan kampus dan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia berharap Kajian Ramadhan ini menjadi ruang dialog yang mencerahkan, memperkaya perspektif, serta menguatkan komitmen bersama dalam menghadirkan nilai-nilai Islam yang berdampak nyata bagi kehidupan dan kelestarian lingkungan.

Ketua PWM Jatim Tegaskan Ekoteologi Jadi Gerakan Nyata Muhammadiyah Jaga Lingkungan

Sukadiono selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menegaskan bahwa tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” dalam Kajian Ramadhan 1447 H yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember bukan sekadar wacana akademik, melainkan respons atas situasi ekologis yang tengah dihadapi bangsa. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka secara resmi rangkaian kajian yang dihadiri pimpinan daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Sukadiono menekankan pentingnya penggunaan istilah “kekhalifahan” sebagai mandat manusia untuk merawat dan menjaga bumi, bukan “kekhilafahan” yang memiliki konotasi berbeda. Menurutnya, konsep khalifah dalam Al-Qur’an menegaskan tanggung jawab manusia untuk menjaga keberlangsungan alam, bukan merusaknya. Ia mengaitkan tema tersebut dengan berbagai bencana yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang dinilainya tidak lepas dari persoalan deforestasi dan kerusakan lingkungan.

“Pendekatan ekoteologi artinya bagaimana kita mengintegrasikan ajaran Islam dengan tanggung jawab menjaga lingkungan. Tugas kita sebagai khalifah adalah merawat, menjaga, dan memastikan keberlangsungan alam di sekitar kita,” ujarnya.

Sukadiono menegaskan bahwa berbagai kerusakan di darat dan laut sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an merupakan peringatan atas ulah manusia. Karena itu, ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah menjadikan kesadaran ekologis sebagai bagian dari ibadah sehari-hari, termasuk hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan saat kegiatan berlangsung.

Menurutnya, jika kesadaran ekologis tersebut menjadi budaya kolektif, maka dampaknya akan terasa dalam jangka panjang terhadap kelestarian lingkungan dan upaya mitigasi bencana. Ia berharap melalui forum Kajian Ramadhan ini lahir komitmen bersama untuk menjadikan ekoteologi sebagai gerakan nyata Muhammadiyah di Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Sukadiono juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Jember sebagai tuan rumah. Ia menyebut menjadi tuan rumah Kajian Ramadhan merupakan sebuah keberkahan tersendiri bagi perguruan tinggi. Bahkan secara berseloroh ia menyampaikan harapan agar Unmuh Jember terus berkembang, termasuk memiliki fakultas-fakultas strategis di masa mendatang.

Selain itu, ia mengumumkan bahwa Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur tahun 2027 akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Gresik bekerja sama dengan PDM Gresik. Sementara Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur 2027 direncanakan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Menutup pengantarnya, Sukadiono secara resmi membuka Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran Muhammadiyah dalam menjaga bumi sebagai amanah kekhalifahan.

Menteri Kehutanan Paparkan Penguatan Polisi Hutan saat Kajian Ramadhan di Unmuh Jember

Raja Juli Antoni menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi menyeluruh tata kelola kehutanan nasional saat memberikan sambutan dalam Kajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Sabtu (21/2/2026). Dalam forum bertema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” tersebut, ia menyebut kehadirannya bukan sekadar memberi sambutan formal, melainkan sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban seorang kader Muhammadiyah yang kini mengemban amanah sebagai Menteri Kehutanan.

Raja Juli yang mengaku tumbuh dalam lingkungan pendidikan Muhammadiyah sejak Ikatan Pelajar Muhammadiyah hingga sekolah formal Muhammadiyah, menegaskan bahwa Islam memiliki fondasi teologis yang kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, ajaran Islam secara kaffah memiliki kompatibilitas yang solid dengan isu-isu lingkungan hidup dan kehutanan. Ia mengutip berbagai ayat Al-Qur’an serta praktik para khalifah yang melarang perusakan alam, bahkan dalam kondisi perang sekalipun. Larangan menebang pohon berbuah dan merusak tanaman, menurutnya, menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ajaran fundamental Islam yang relevan dengan konsep ekoteologi hari ini.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Juli juga menyinggung tragedi bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai momentum evaluasi besar terhadap tata kelola hutan nasional. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai “lecutan bahkan tamparan” untuk melakukan pembenahan total terhadap forest governance. Mengutip pandangan Albert Einstein tentang definisi kegilaan, melakukan hal yang sama berulang kali dan berharap hasil berbeda, ia menegaskan bahwa tata kelola kehutanan tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama jika menginginkan hasil yang berbeda.


Ia memaparkan kondisi riil yang dinilainya memprihatinkan. Indonesia memiliki sekitar 125 juta hektar kawasan hutan, namun hanya diawasi sekitar 4.800 polisi hutan. Di Aceh, 3,5 juta hektar hutan hanya dijaga 64 personel, sementara di Sumatera Utara 3 juta hektar hutan diawasi sekitar 240 personel. Menurutnya, dengan keterbatasan sumber daya manusia tersebut, mustahil pengawasan terhadap illegal logging, perkebunan sawit ilegal, perburuan liar, dan pelanggaran lainnya dapat berjalan optimal. Karena itu, ia mengusulkan penambahan signifikan jumlah polisi hutan dengan rasio ideal satu petugas untuk setiap 2.000–2.500 hektar kawasan hutan, yang jika terealisasi akan menambah puluhan ribu personel baru.

Selain penguatan sumber daya manusia, Raja Juli juga menyoroti persoalan struktur kelembagaan yang dinilai kurang efektif. Ia berencana membentuk Pusat Koordinasi Wilayah (Puskorwil) di setiap provinsi guna memperkuat rentang kendali antara kementerian di pusat dan unit teknis di daerah. Skema ini diharapkan menjadi solusi koordinatif tanpa berbenturan dengan regulasi otonomi daerah, sekaligus menghadirkan layanan terpadu satu pintu dalam penanganan berbagai persoalan kehutanan di daerah.

Upaya modernisasi pengawasan juga akan dilakukan melalui pemanfaatan teknologi, termasuk pengadaan pesawat ringan dan drone untuk mendukung sistem patroli cerdas (smart patrol). Dengan pendekatan ini, deteksi dini terhadap kebakaran hutan, penebangan ilegal, hingga aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Dalam konteks perguruan tinggi, Raja Juli juga membuka peluang pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) bagi kampus, termasuk bagi Universitas Muhammadiyah Jember. Skema tersebut memungkinkan kawasan hutan dimanfaatkan untuk riset sekaligus dikembangkan secara produktif. Ia menyebut enam Universitas Muhammadiyah telah menerima KHDTK dan membuka peluang serupa bagi Unmuh Jember sebagai tuan rumah Kajian Ramadhan tahun ini.

Menutup sambutannya, Raja Juli menegaskan bahwa amanah menjaga hutan bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan bagian dari ibadah dan tugas kekhalifahan manusia di muka bumi. Ia memohon doa dan dukungan seluruh warga Muhammadiyah agar dapat menjalankan tugasnya dengan istiqamah dalam membenahi tata kelola kehutanan nasional demi mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.

Unmuh Jember Siap Jadi Tuan Rumah Kajian Ramadhan PWM Jatim 1447 H, Angkat Tema Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dipercaya menjadi tuan rumah Kajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang akan digelar pada Sabtu dan Minggu (21–22/2/2026). Kegiatan tingkat wilayah ini diproyeksikan diikuti sebanyak 1.560 peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Peserta terdiri atas Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah se-Jawa Timur, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tingkat provinsi, baik dari rumah sakit maupun lembaga pendidikan. Tak hanya itu, panitia juga memastikan kehadiran dua menteri, yakni Prof. Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Raja Juli Antoni selaku Menteri Kehutanan.

Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I., menyampaikan bahwa penunjukan Unmuh Jember sebagai tuan rumah merupakan simbol kepercayaan sekaligus pengakuan atas kapasitas institusi. “Ditunjuknya Unmuh Jember sebagai tuan rumah Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kapasitas kami, baik dari sisi manajemen, fasilitas, maupun kualitas sumber daya manusia. Ini bukan sekadar menjadi tuan rumah kegiatan, tetapi simbol kepercayaan dan penguatan eksistensi kami dalam dakwah Muhammadiyah di Jawa Timur,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah, Unmuh Jember tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga pusat dakwah, kaderisasi, dan pengembangan nilai-nilai Islam berkemajuan. Kehadiran pimpinan dan tokoh Muhammadiyah dari berbagai daerah menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring, memperkuat sinergi antar-AUM, serta meningkatkan reputasi kampus di tingkat regional.

Dirinya juga menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah Kajian Ramadhan merupakan kehormatan besar bagi kampusnya, terlebih dengan rencana kehadiran dua menteri dan pimpinan pusat Muhammadiyah. Apalagi, Unmuh Jember baru saja meraih Akreditasi Institusi dengan status Unggul, sehingga momentum ini sekaligus menjadi bentuk tasyakuran dan penguatan komitmen dakwah kampus.

Kajian Ramadhan tahun ini mengusung tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan”, sebuah topik yang dinilai sangat relevan dengan kondisi bangsa yang tengah menghadapi krisis lingkungan dan ancaman bencana. Dr. Sofyan menegaskan bahwa persoalan perubahan iklim, kerusakan hutan, dan pencemaran lingkungan tidak cukup dijawab secara teknis, tetapi juga membutuhkan landasan etis dan spiritual. “Ekoteologi mengintegrasikan sains lingkungan dengan nilai-nilai ketuhanan. Dalam perspektif Islam, manusia adalah khalifah di bumi yang bertugas menjaga keseimbangan alam. Tanggung jawab ekologis bukan sekadar isu teknis, tetapi bagian dari ibadah,” jelasnya.

Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai moral keagamaan. Isu keberlanjutan (sustainability), pengelolaan sumber daya alam, mitigasi risiko bencana, hingga etika sosial dapat dikaji lintas disiplin, mulai dari teknik, kesehatan, pertanian, hingga sosial-humaniora. “Kami ingin kampus hadir sebagai pusat produksi gagasan dan solusi berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus penguatan spiritual,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris PWM Jawa Timur, Prof. Dr. Biyanto, M.Ag., menjelaskan bahwa penetapan Unmuh Jember sebagai tuan rumah telah diumumkan sejak setahun lalu, tepatnya saat Kajian Ramadhan 1446 H di UM Lamongan. Ia menyebut Kajian Ramadhan PWM Jatim selalu dirindukan oleh pimpinan dan warga Muhammadiyah. “Untuk menjawab antusiasme tersebut, kami menghadirkan narasumber yang benar-benar bintang, di antaranya Rahmawati dari PP Aisyiyah yang juga pakar kebencanaan, Prof. Abdul Mu’ti, Prof. Din Syamsuddin, Prof. Syafiq, Raja Juli Antoni, dan tentu saja Prof. Haedar Nashir,” ungkapnya.

Menurut Prof. Biyanto, tema ekoteologi dipilih karena Indonesia termasuk negara rawan bencana. Berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh pada akhir 2025, menunjukkan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan alam. “Beragama bukan hanya soal ritual dan hubungan antarmanusia, tetapi juga bagaimana kita bersahabat dengan alam. Memelihara lingkungan adalah bagian penting dari tugas kekhalifahan,” tegasnya.

Dengan persiapan yang telah dilakukan secara matang, Unmuh Jember optimistis mampu menyelenggarakan Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur 1447 H secara profesional, tertib, dan berkesan

Kamis, 19 Februari 2026

Kuliah Tamu PPG Unmuh Jember: PowerPoint Berbasis AI untuk Calon Guru Adaptif dan Inovatif

Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Muhammadiyah Jember menggelar kuliah tamu bertajuk “Pengembangan Materi Presentasi PowerPoint yang Efektif Berbasis AI” pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama PPG FKIP Unmuh Jember dengan IBLU Academy dan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom.

Kuliah tamu ini diikuti oleh mahasiswa PPG Calon Guru (Cagur) dari tiga bidang studi, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan PG PAUD. Selain mahasiswa, dosen pengampu PPG juga turut hadir sebagai peserta, menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi digital pendidik di era transformasi teknologi.

Acara dipandu oleh Salsabila Keke Maulyana dari PPG Cagur Bahasa Indonesia. Sementara itu, narasumber utama adalah Nuril Alam, S.Pd., MOS., Trainer IBLU Academy yang juga merupakan Microsoft Partner dan Microsoft Office Specialist Expert. Kehadiran praktisi bersertifikasi internasional ini memberikan perspektif aplikatif dan aktual mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan.

Kegiatan dibuka oleh Dr. Christine Wulandari Suryaningrum, M.Pd., selaku Kepala Program Studi PPG Universitas Muhammadiyah Jember sekaligus keynote speaker. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa guru masa kini tidak cukup hanya menguasai materi ajar, tetapi juga harus mampu mengemasnya secara visual, komunikatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Memasuki sesi inti, narasumber mengawali dengan menggali pengalaman peserta terkait penggunaan AI dalam pembelajaran. Diskusi awal ini membuka ruang refleksi sekaligus memperlihatkan bahwa sebagian calon guru telah mulai memanfaatkan AI, meski belum optimal dalam pengembangan media presentasi.

Selanjutnya, Nuril Alam memaparkan secara komprehensif bagaimana Artificial Intelligence dapat dimanfaatkan untuk menyusun materi PowerPoint yang lebih efektif, menarik, dan profesional. Peserta diperkenalkan pada berbagai fitur berbasis AI yang membantu dalam perumusan outline materi, penyederhanaan teks, pemilihan visual, hingga desain slide yang lebih komunikatif dan efisien.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak pertanyaan muncul terkait etika penggunaan AI, batasan kreativitas guru, serta strategi agar media presentasi tetap berpusat pada kebutuhan peserta didik. Diskusi ini memperkaya pemahaman bahwa AI bukan pengganti guru, melainkan alat bantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta mendapatkan e-sertifikat gratis. Namun lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran bahwa transformasi digital di dunia pendidikan membutuhkan kesiapan kompetensi dan mindset yang adaptif.

Melalui kuliah tamu ini, Program Studi PPG Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmennya dalam mencetak calon guru yang inovatif, kreatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Kolaborasi dengan IBLU Academy menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa lulusan PPG tidak hanya siap mengajar, tetapi juga siap menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman.

Gebrakan Mahasiswa Ners Unmuh Jember! Jus Buah Naga Tomat r Lawan Diabetes di Nogosari

Inovasi sederhana namun berdampak nyata ditunjukkan Mahasiswa Profesi Ners A16 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Jember dalam membantu menekan risiko Diabetes Mellitus (DM) di masyarakat. Melalui program Edukasi SEHATI (Sehat, Aman, Terkendali), mahasiswa menghadirkan edukasi komprehensif tentang diabetes yang dipadukan dengan demonstrasi pembuatan jus buah naga dan tomat sebagai alternatif minuman sehat penunjang pengendalian gula darah.

Kegiatan implementasi keperawatan komunitas ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026 pukul 16.00 WIB di Dusun Gumuksari, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Program yang digagas Kelompok 4B Stase Keperawatan Komunitas tersebut menyasar 15 anggota Karang Werdha Anggrek Desa Nogosari.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mengendalikan kadar gula darah melalui pendekatan promotif dan preventif. Mahasiswa memberikan edukasi mulai dari pengertian Diabetes Mellitus, faktor risiko, tanda dan gejala, hingga potensi komplikasi seperti gangguan penglihatan, penyakit jantung, gagal ginjal, dan luka kronis akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol.

Materi disampaikan secara interaktif dan komunikatif agar mudah dipahami peserta. Para lansia diajak berdiskusi mengenai kebiasaan makan sehari-hari, pentingnya membatasi asupan gula sederhana, serta menjaga keseimbangan antara pola makan dan aktivitas fisik.

Usai sesi edukasi, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan demonstrasi pembuatan jus buah naga dan tomat. Kedua bahan tersebut dipilih karena mudah diperoleh di lingkungan sekitar serta mengandung serat dan antioksidan yang berpotensi membantu menjaga kestabilan kadar gula darah apabila dikonsumsi secara tepat dan seimbang. Demonstrasi ini menjadi bentuk pendekatan praktis agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa langsung diterapkan di rumah.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para lansia mengikuti uji coba minum jus bersama, sekaligus berdiskusi mengenai pola konsumsi yang aman, pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, dan kontrol gula darah secara berkala.

Ibu Tutik Eko selaku Koordinator Karang Werdha Anggrek menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi yang diberikan sangat membantu anggota dalam memahami cara sederhana mengelola diabetes. Salah satu peserta juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru tentang langkah praktis menjaga kesehatan di usia lanjut.

Melalui Edukasi SEHATI, mahasiswa Profesi Ners FIKES Unmuh Jember berharap para lansia semakin mandiri dalam mengelola Diabetes Mellitus sehingga risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa intervensi kesehatan berbasis komunitas yang sederhana, kontekstual, dan aplikatif mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Rabu, 18 Februari 2026

FKIP Unmuh Jember Dampingi Guru Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari, Perkuat Pembelajaran Berpusat pada Siswa

Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran terus diperkuat melalui kolaborasi antara Wakil Mudir II Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember. Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada pendampingan guru guna menyegarkan kembali praktik pembelajaran berpusat pada siswa.

Kegiatan yang berlangsung pada 11–17 Februari 2026 ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa FKIP Unmuh Jember, termasuk dosen dan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta mahasiswa sarjana dari berbagai latar belakang keilmuan, seperti Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Biologi. Sinergi lintas bidang ini dirancang untuk memberikan perspektif komprehensif dalam penguatan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

Berbeda dari kegiatan pelatihan pada umumnya, program PkM ini menghadirkan dua tahapan utama secara terintegrasi, yaitu workshop perancangan pembelajaran dan pendampingan praktik pembelajaran di kelas. Pada tahap awal, para guru menyusun rancangan pembelajaran yang kemudian mendapatkan umpan balik langsung dari tim PkM. Masukan yang diberikan mencakup penyusunan kata kerja operasional dalam tujuan pembelajaran, keselarasan langkah-langkah pembelajaran dengan model atau metode yang dipilih, hingga penguatan skenario pembelajaran berpusat pada siswa.

Setelah tahap perencanaan, kegiatan berlanjut pada pendampingan praktik pembelajaran. Tim PkM masuk ke kelas untuk melakukan observasi langsung mulai dari kegiatan pendahuluan, inti, hingga penutup. Pendampingan ini menjadi ruang reflektif bagi guru untuk melihat implementasi rancangan yang telah disusun sekaligus menerima masukan konstruktif demi peningkatan kualitas pembelajaran.

Dalam praktiknya, sejumlah guru telah menunjukkan upaya konkret dalam mengintegrasikan pembelajaran aktif dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di kelas. Tim PkM memberikan apresiasi atas langkah tersebut sekaligus mendorong konsistensi penerapan pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif siswa.

Di akhir rangkaian kegiatan, dilaksanakan sesi refleksi bersama antara tim PkM dan para guru. Refleksi ini menjadi momentum evaluasi diri, baik dalam aspek perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran. Guru didorong untuk menyusun rencana tindak lanjut sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.

Penutupan kegiatan ditandai dengan refleksi bersama Wakil Mudir II Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari. Dalam diskusi tersebut mengemuka pentingnya penyusunan sistematika rancangan pembelajaran khas lembaga yang dapat menjadi pedoman bersama seluruh guru. Selain itu, dibutuhkan pendampingan intensif bagi guru muda atau guru pengabdian sebelum terjun langsung mengajar di kelas.

Connect