FIKES Unmuh Jember Latih Ibu-Ibu PCA Pakusari Tangani Kegawatan Anak di Rumah
Kapasitas keluarga dalam menghadapi kondisi darurat pada anak masih menjadi tantangan di masyarakat. Padahal, sebagian besar kejadian kegawatan anak justru terjadi di rumah sebelum mereka sempat mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan. Kondisi krusial ini menuntut peran aktif orang tua, khususnya ibu, sebagai penolong pertama yang mampu bertindak cepat dan tepat.
Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Ibu sebagai Responder Awal dalam Menangani Kegawatan Anak di Rumah”. Kegiatan yang menggandeng Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Pakusari ini dilaksanakan pada Sabtu (7/2/2026) silam, dan diikuti secara antusias oleh 27 peserta ibu anggota 'Aisyiyah.
Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan ibu dalam menangani kondisi kegawatan anak yang sering terjadi di rumah, seperti kejang demam, tersedak, dan diare dengan risiko dehidrasi. Melalui metode penyuluhan interaktif, pelatihan, serta simulasi langsung, peserta dibekali pengetahuan teoretis sekaligus keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selama kegiatan berlangsung, diskursus berjalan sangat aktif dengan berbagai pertanyaan yang berangkat dari pengalaman nyata para ibu. Hal ini menunjukkan betapa relevannya materi pelatihan dengan realitas pengasuhan harian. Tidak hanya meningkatkan pemahaman, kegiatan ini sukses mendorong perubahan pola pikir peserta. Jika sebelumnya banyak ibu yang cenderung panik atau mengandalkan informasi yang belum teruji kebenarannya, setelah pelatihan mereka mengaku menjadi lebih tenang, rasional, dan percaya diri dalam melakukan pertolongan pertama.
Dalam sesi praktik, para ibu dilatih secara langsung untuk melakukan tindakan sederhana namun menyelamatkan nyawa, seperti cara memposisikan anak dengan benar saat terjadi kejang, manuver pertolongan pertama pada anak yang tersedak, hingga takaran pemberian cairan oralit pada anak diare. Keterampilan ini sangat krusial guna mencegah kondisi anak memburuk sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Dampak dari pelatihan ini tidak hanya dirasakan oleh individu peserta, tetapi berpotensi meluas ke komunitas. Sebagai bentuk tindak lanjut dan keberlanjutan program, kegiatan ini berhasil menginisiasi pembentukan komunitas “Ibu Siaga Anak Sehat” di lingkungan PCA Pakusari. Komunitas ini diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran berkelanjutan sekaligus agen edukasi kesehatan bagi warga sekitar.
Program yang diinisiasi oleh FIKES Unmuh Jember ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan ibu sebagai responder awal adalah langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan keluarga. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, seorang ibu tidak hanya berperan sebagai pengasuh, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga keselamatan nyawa anak. Ke depan, FIKES Unmuh Jember berharap program serupa dapat diperluas ke berbagai wilayah lain demi menciptakan lebih banyak keluarga yang tangguh dan siaga.

.jpeg)



