Senin, 30 Maret 2026

Mahasiswa Unmuh Jember Dilatih Berbicara Percaya Diri di Forum Internasional

 

Kemampuan berbicara di depan publik dan menyampaikan gagasan ilmiah secara efektif menjadi fokus utama sesi keempat International Partnership Collaborative Extension Program yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) bersama Ifugao State University (IFSU), Filipina. Berlangsung pada Kamis (12/03/2026) secara daring melalui Zoom Meeting, sesi bertema Public Speaking and Academic Presentation Skills ini menjadi salah satu yang paling ditunggu dan terbukti menjadi yang paling interaktif sepanjang program berlangsung.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB atau 09.00 Philippine Time dan dihadiri oleh 90 peserta, jumlah tertinggi sejak program ini bergulir. Mereka berasal dari mahasiswa dan dosen Unmuh Jember, IFSU, serta sejumlah peserta dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang turut bergabung memperkaya dinamika diskusi.

Dua narasumber tampil membawakan perspektif yang saling melengkapi. Sesi pertama dibuka oleh Mary Grace Acosta Santiago dari College of Teacher Education, Ifugao State University, dengan materi Public Speaking Across Culture. Dalam pemaparannya, Santiago membawa peserta memahami bahwa kemampuan berbicara di depan publik jauh lebih dari sekadar soal kelancaran berbahasa atau teknik penyampaian pesan. Ada dimensi budaya yang tak kalah penting untuk dipahami.

Santiago menjelaskan bahwa gaya komunikasi, ekspresi nonverbal, penggunaan jeda, hingga struktur logis dalam menyampaikan argumen dapat berbeda secara signifikan antara satu budaya dan budaya lainnya. Apa yang dianggap tegas dan meyakinkan dalam satu konteks budaya bisa dipersepsi berbeda dalam konteks budaya yang lain. Oleh karena itu, mahasiswa yang bercita-cita tampil di forum internasional perlu membekali diri bukan hanya dengan kemampuan teknis berbicara, tetapi juga dengan kepekaan dan kesadaran budaya yang mendalam.

Sesi dilanjutkan oleh Dr. Dian Rahma Santoso, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan materi Academic Presentation Skills. Dr. Dian memandu peserta melalui anatomi presentasi akademik yang efektif, mulai dari cara merumuskan ide utama yang tajam, mengembangkan argumen yang kohesif dan meyakinkan, hingga memilih dan menyusun media visual yang mendukung pesan tanpa mengalihkan perhatian audiens.

Tak berhenti di situ, Dr. Dian juga membahas aspek-aspek yang sering menjadi tantangan bagi mahasiswa: bagaimana mengelola rasa gugup sebelum dan saat presentasi, menjaga kontak mata dengan audiens tanpa membuat diri sendiri gelisah, serta membangun kepercayaan diri yang tumbuh dari persiapan yang matang, bukan dari kepura-puraan. Tips-tips praktis yang dibagikannya disambut antusias oleh peserta yang merasa mendapat panduan konkret yang selama ini mereka cari.

Puncak dari sesi ini adalah kesempatan yang diberikan kepada peserta untuk langsung mempraktikkan apa yang mereka pelajari melalui simulasi presentasi akademik singkat. Satu per satu, peserta tampil menyampaikan gagasan di hadapan rekan-rekan dari dua negara, lalu mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber. Momen ini menjadi ruang latihan yang berharga, tidak hanya untuk mengasah teknik, tetapi juga untuk membiasakan diri tampil di depan audiens internasional dalam suasana yang suportif.

Diskusi yang berlangsung setelah sesi simulasi semakin memperlihatkan kedalaman ketertarikan peserta terhadap topik ini. Berbagai pertanyaan praktis mengalir: bagaimana mempersiapkan diri untuk presentasi di konferensi internasional, strategi terbaik dalam mengelola waktu presentasi agar pesan tersampaikan tuntas tanpa melampaui batas waktu, serta cara menyesuaikan gaya penyampaian ketika berhadapan dengan audiens dari latar belakang budaya yang beragam.

"Sesi ini membantu saya memahami bagaimana menyampaikan gagasan secara jelas dalam forum akademik internasional," ungkap salah satu mahasiswa IFSU setelah kegiatan berakhir.

Dari pihak Unmuh Jember, seorang peserta menyampaikan, "Materi tentang public speaking sangat membantu saya untuk lebih percaya diri ketika harus presentasi di depan kelas maupun forum akademik."

Seorang peserta lain menambahkan, "Saya belajar bahwa pemahaman budaya sangat penting ketika berbicara di hadapan audiens internasional."

Peningkatan partisipasi yang konsisten dari sesi ke sesi, dari 60 peserta di sesi pertama hingga 90 peserta di sesi keempat ini, menjadi indikator yang berbicara sendiri. Program yang awalnya mempertemukan dua institusi kini telah berkembang menjadi ruang belajar yang semakin banyak diminati, karena peserta merasakan langsung manfaat nyata yang mereka bawa pulang setelah setiap pertemuan.

Dengan dua sesi tersisa yang akan memuncak pada proyek kolaboratif mahasiswa lintas negara dan sesi refleksi evaluasi bersama, program ini terus melangkah menuju penyelesaian yang diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan baik, tetapi juga dokumen kerja sama resmi dan artikel ilmiah yang akan menjadi warisan akademik dari kolaborasi bersejarah antara Unmuh Jember dan Ifugao State University.

Tags :

bm
Created by: News Unmuh Jember

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect