Kamis, 09 April 2026

Riset Unmuh Jember Ungkap Strategi UMKM Café Lebih Kompetitif di Tengah Persaingan

Persaingan usaha café di Kabupaten Jember kian kompetitif. Tidak hanya mengandalkan rasa makanan dan minuman, pelaku usaha kini dituntut mampu menghadirkan pelayanan prima, kenyamanan, serta citra usaha yang kuat di mata pelanggan.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengungkap strategi kunci yang dapat meningkatkan daya saing UMKM café melalui pendekatan berbasis data.

Penelitian yang dilaksanakan pada 8 Desember 2025 hingga 10 Februari 2026 di Café Pusparasa Jember ini dipimpin oleh Retno Murwanti, S.TP., M.P., dengan anggota Atok Ainur Ridho, S.P., M.P., serta dua mahasiswa, Moh. Barkah Ulul Albab dan Imelita Nasya Diantha.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan UMKM café dipengaruhi oleh empat faktor utama, yakni kualitas pelayanan, pengelolaan bisnis, citra merek, dan efisiensi operasional.

Dari keempat faktor tersebut, kualitas pelayanan menjadi aspek paling dominan. Pelayanan yang ramah, cepat, dan konsisten terbukti mampu meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus mendorong mereka untuk kembali berkunjung.

Selain itu, pengelolaan bisnis yang baik juga berperan penting. Pencatatan keuangan yang rapi, pengaturan karyawan yang efektif, serta manajemen operasional yang tertata memberikan dampak langsung terhadap pengalaman pelanggan.

Dalam aspek pemasaran, citra merek (branding) menjadi faktor yang tidak kalah penting. Café yang memiliki identitas unik, suasana nyaman, serta cerita yang kuat, misalnya dengan mengangkat potensi local cenderung lebih mudah diingat dan dipilih oleh pelanggan.

Sementara itu, efisiensi operasional turut menjadi penentu kepuasan. Pelanggan menginginkan pelayanan yang cepat dan tepat, sehingga kemampuan café dalam mengelola waktu penyajian menjadi nilai tambah dalam persaingan.

Ketua tim peneliti, Retno Murwanti, menjelaskan bahwa hasil penelitian ini memberikan pesan sederhana namun strategis bagi pelaku UMKM café.

“Pelaku usaha dapat memulai dari hal yang paling mendasar, yaitu meningkatkan kualitas pelayanan, merapikan pengelolaan usaha, membangun identitas yang kuat, serta memastikan operasional berjalan efisien. Langkah-langkah ini tidak harus mahal, tetapi membutuhkan konsistensi,” ujarnya.

Lebih lanjut, penelitian ini juga menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam pengembangan usaha. UMKM tidak lagi cukup mengandalkan intuisi, tetapi perlu memahami perilaku dan kebutuhan pelanggan secara lebih sistematis.

Melalui temuan ini, diharapkan pelaku UMKM café di Jember maupun daerah lain dapat meningkatkan daya saing usahanya. Dengan strategi yang tepat, UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan berkontribusi dalam memperkuat ekonomi lokal.

 

Senin, 06 April 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Berbagi Takjil di LKSA Muhammadiyah Al-Iman

Semangat berbagi di bulan suci Ramadan diwujudkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melalui kegiatan pembagian takjil di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Al-Iman, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, pada Sabtu, (21/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi mahasiswa KKN sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak panti asuhan di bulan penuh berkah.

Sejak sore hari, mahasiswa KKN telah mempersiapkan berbagai jenis takjil untuk dibagikan menjelang waktu berbuka puasa. Takjil tersebut kemudian disalurkan secara langsung kepada anak-anak dan pengurus LKSA Muhammadiyah Al-Iman. Suasana hangat dan penuh kebersamaan pun terasa sepanjang kegiatan berlangsung.

Tidak hanya berbagi makanan, mahasiswa juga berinteraksi langsung dengan anak-anak panti. Mereka mengajak berbincang santai, berbagi cerita, hingga memberikan motivasi dan semangat belajar. Interaksi tersebut menciptakan kedekatan emosional yang membuat kegiatan semakin bermakna, baik bagi mahasiswa maupun anak-anak panti.

Koordinator KKN Kelompok 1 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di perguruan tinggi.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan adik-adik di LKSA Muhammadiyah Al-Iman. Meskipun sederhana, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan nilai empati, kepedulian, dan solidaritas sosial, terutama bagi mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami realitas sosial di masyarakat. Melalui interaksi langsung, mahasiswa belajar untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan serta mengasah nilai-nilai kemanusiaan.

Pihak pengurus LKSA Muhammadiyah Al-Iman menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Unmuh Jember. Mereka mengapresiasi kepedulian mahasiswa yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk berbagi bersama anak-anak panti, terutama di bulan Ramadan.

Menurut pengurus, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan perhatian bagi anak-anak yang membutuhkan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan suasana kebersamaan menjelang waktu berbuka puasa. Anak-anak tampak antusias menerima takjil yang dibagikan, sementara mahasiswa turut merasakan kebahagiaan dari momen berbagi tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unmuh Jember berharap dapat terus menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat nilai kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Ramadan pun menjadi lebih bermakna, tidak hanya sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan menebarkan kebaikan kepada sesama.


Mahasiswa BCB Unmuh Jember Gelar “Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan” di Panti Asuhan Nur Iman

Mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan sosial bertajuk “Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan” di Panti Asuhan Nur Iman, Patrang, Jember, pada Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial mahasiswa dalam berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti asuhan di bulan suci Ramadhan.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB ini juga merupakan bagian dari program pembinaan Beasiswa Cendekia Baznas. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik mahasiswa, tetapi juga mendorong terbentuknya karakter sosial, kepedulian, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I, Kepala Biro Layanan Kemahasiswaan Agista Ul Hakim, S.IP., M.Si, mentor BCB Ari Sita Nastiti, S.E., M.Akun, serta mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Unmuh Jember menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

“Program ini tidak hanya membentuk mahasiswa yang cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak panti asuhan agar tetap semangat dalam meraih cita-cita.

“Adik-adik harus tetap memiliki cita-cita setinggi mungkin. Jangan pernah merasa kecil hati dengan keadaan yang ada, karena setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, mahasiswa BCB menyerahkan santunan kepada Panti Asuhan Nur Iman berupa uang sebesar Rp1.780.000 yang merupakan hasil donasi yang dihimpun sebelumnya, serta paket sembako untuk kebutuhan panti.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah Ramadhan yang disampaikan oleh Agista Ul Hakim, S.IP., M.Si, yang mengangkat tema keutamaan ibadah puasa serta pentingnya meningkatkan amal dan kepedulian terhadap sesama.

Suasana kegiatan semakin hangat dengan berbagai permainan interaktif (games) yang melibatkan anak-anak panti asuhan. Mahasiswa BCB juga membagikan hampers snack sebagai bentuk kebersamaan dan kebahagiaan di bulan suci Ramadhan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan shalat Magrib berjamaah yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara mahasiswa, pengurus, dan anak-anak panti asuhan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa BCB Unmuh Jember berharap dapat menumbuhkan semangat berbagi serta memperkuat kepedulian sosial di kalangan mahasiswa, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak panti asuhan di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

FIKES Unmuh Jember Latih Ibu-Ibu PCA Pakusari Tangani Kegawatan Anak di Rumah

Kapasitas keluarga dalam menghadapi kondisi darurat pada anak masih menjadi tantangan di masyarakat. Padahal, sebagian besar kejadian kegawatan anak justru terjadi di rumah sebelum mereka sempat mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan. Kondisi krusial ini menuntut peran aktif orang tua, khususnya ibu, sebagai penolong pertama yang mampu bertindak cepat dan tepat.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Ibu sebagai Responder Awal dalam Menangani Kegawatan Anak di Rumah”. Kegiatan yang menggandeng Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Pakusari ini dilaksanakan pada Sabtu (7/2/2026) silam, dan diikuti secara antusias oleh 27 peserta ibu anggota 'Aisyiyah.

Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan ibu dalam menangani kondisi kegawatan anak yang sering terjadi di rumah, seperti kejang demam, tersedak, dan diare dengan risiko dehidrasi. Melalui metode penyuluhan interaktif, pelatihan, serta simulasi langsung, peserta dibekali pengetahuan teoretis sekaligus keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama kegiatan berlangsung, diskursus berjalan sangat aktif dengan berbagai pertanyaan yang berangkat dari pengalaman nyata para ibu. Hal ini menunjukkan betapa relevannya materi pelatihan dengan realitas pengasuhan harian. Tidak hanya meningkatkan pemahaman, kegiatan ini sukses mendorong perubahan pola pikir peserta. Jika sebelumnya banyak ibu yang cenderung panik atau mengandalkan informasi yang belum teruji kebenarannya, setelah pelatihan mereka mengaku menjadi lebih tenang, rasional, dan percaya diri dalam melakukan pertolongan pertama.

Dalam sesi praktik, para ibu dilatih secara langsung untuk melakukan tindakan sederhana namun menyelamatkan nyawa, seperti cara memposisikan anak dengan benar saat terjadi kejang, manuver pertolongan pertama pada anak yang tersedak, hingga takaran pemberian cairan oralit pada anak diare. Keterampilan ini sangat krusial guna mencegah kondisi anak memburuk sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Dampak dari pelatihan ini tidak hanya dirasakan oleh individu peserta, tetapi berpotensi meluas ke komunitas. Sebagai bentuk tindak lanjut dan keberlanjutan program, kegiatan ini berhasil menginisiasi pembentukan komunitas “Ibu Siaga Anak Sehat” di lingkungan PCA Pakusari. Komunitas ini diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran berkelanjutan sekaligus agen edukasi kesehatan bagi warga sekitar.

Program yang diinisiasi oleh FIKES Unmuh Jember ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan ibu sebagai responder awal adalah langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan keluarga. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, seorang ibu tidak hanya berperan sebagai pengasuh, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga keselamatan nyawa anak. Ke depan, FIKES Unmuh Jember berharap program serupa dapat diperluas ke berbagai wilayah lain demi menciptakan lebih banyak keluarga yang tangguh dan siaga.

Jumat, 03 April 2026

Meneguhkan Mutu Unggul, Unmuh Jember Rayakan Milad ke-45

Universitas Muhammadiyah Jember merayakan puncak peringatan Milad ke-45 melalui Rapat Terbuka Senat yang digelar dengan khidmat pada Kamis, (2/4/2026) di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember. Mengangkat tema besar Meneguhkan Mutu Unggul, Mewujudkan Kampus Berdampak, momentum peringatan hari jadi ini menjadi tonggak sejarah baru bagi institusi untuk terus bertransformasi dari sekadar penyelenggara pendidikan tinggi menjadi pusat solusi nyata bagi berbagai permasalahan masyarakat dan bangsa.

Berdiri sejak 11 Maret 1981 atas prakarsa tokoh Muhammadiyah Jember, institusi ini telah melewati perjalanan panjang kepemimpinan dan perkembangan akademik. Dalam laporan tahunannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., memaparkan capaian signifikan universitas yang terus melaju pesat. Beliau menyoroti bahwa universitas terus berupaya memperkuat kemandirian ekonomi dan mutu akademik yang terintegrasi secara utuh dalam ekosistem kampus, yang semuanya bermuara pada optimalisasi operasional pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Menatap masa depan, Dr. Hanafi mengumumkan rencana strategis yang sangat progresif dalam tahapan pengembangan tahun 2024 hingga 2028. Universitas Muhammadiyah Jember saat ini tengah menginisiasi pendirian sebelas program studi baru untuk menjawab tantangan dan kebutuhan zaman. Program studi tingkat sarjana yang sedang dipersiapkan meliputi Fakultas Kedokteran, Bisnis Digital, Keperawatan Anestesi, dan Fisioterapi. Selain itu, universitas juga tengah mematangkan pembukaan program magister untuk bidang Teknologi Pembelajaran, Ilmu Hukum, Teknik Sipil, Ilmu Pemerintahan, Akuntansi, Pendidikan Agama Islam, serta Elektro dan Teknik Informatika. Ekspansi berskala besar ini diiringi dengan target utama untuk memastikan separuh dari seluruh program studi meraih akreditasi unggul serta mendorong minimal dua program studi mendapatkan pengakuan akreditasi di tingkat internasional.

Semangat transformasi tersebut sangat sejalan dengan gagasan yang dituangkan dalam orasi ilmiah oleh Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D. Beliau menekankan bahwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah kini harus bertransformasi menjadi kekuatan sistemik di Indonesia. Prof. Muttaqin mengajak seluruh sivitas akademika untuk merombak paradigma institusi agar kemanfaatannya dapat dirasakan secara langsung dan merata oleh masyarakat luas. Menurutnya, kampus yang berdampak adalah institusi yang tidak hanya sekadar meluluskan sarjana, tetapi hadir secara nyata di lapangan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Perguruan tinggi dituntut untuk tidak sekadar menghasilkan publikasi penelitian yang menumpuk di perpustakaan, tetapi mampu mengaplikasikan inovasinya untuk mengubah kehidupan menjadi jauh lebih baik dengan menggeser fokus dari pemenuhan standar menuju keunggulan sejati, serta dari sekadar orientasi kuantitas lulusan menuju dampak yang terukur.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras sivitas akademika dalam mewujudkan visi besar tersebut, universitas turut memberikan sejumlah penghargaan prestisius dalam rangkaian acara ini. Penghargaan Dosen Terbaik dianugerahkan kepada Dr. Hanafi, M.Pd. untuk rumpun sosial humaniora dan Prof. Sasmito Djati untuk rumpun sains dan teknologi, sementara apresiasi untuk Tenaga Kependidikan Terbaik diserahkan langsung oleh Ns. Sasmiyanto, M.Kes. Lebih dari itu, Universitas Muhammadiyah Jember juga memberikan anugerah istimewa berupa Program Bantuan Biaya Perjalanan Ibadah Haji bagi delapan pegawai terpilih, yang terdiri dari empat dosen tetap dan empat tenaga kependidikan. Program penghargaan yang mencakup pembiayaan porsi haji reguler beserta uang saku ini merupakan wujud nyata kepedulian dan apresiasi universitas atas masa kerja pengabdian serta loyalitas para pegawai dalam memajukan institusi menjadi kampus Islam yang unggul dan pembawa perubahan positif.

Kamis, 02 April 2026

Dosen Akuntansi Unmuh Jember Raih Hibah Nasional RisetMu, Angkat Isu Green Investment Perbankan Syariah

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melalui keberhasilan meraih Hibah RisetMu Batch IX Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penelitian ini diketuai oleh Dr. Astrid Maharani, S.E., M.Akun., CSRS., CSRA., CSP., CRA., CMA., CBV., dengan anggota tim Ari Sita Nastiti, S.E., M.Akun., dosen Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Riset ini mengusung topik strategis mengenai green investment (investasi hijau) dan dampaknya terhadap nilai perusahaan pada perbankan syariah di Indonesia dengan menggunakan pendekatan mutakhir berupa moderated mediation model, yang mengintegrasikan peran sustainability performance sebagai variabel mediasi serta Islamic corporate governance sebagai variabel moderasi.

Topik ini dinilai sangat relevan dengan perkembangan industri keuangan saat ini, terutama setelah diberlakukannya regulasi keuangan berkelanjutan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam konteks tersebut, green investment tidak lagi sekadar pilihan strategis, melainkan menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing dan reputasi lembaga keuangan, khususnya perbankan syariah. Penelitian ini berangkat dari adanya kesenjangan dalam literatur empiris, di mana hubungan antara green investment dan nilai perusahaan masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Oleh karena itu, riset ini hadir untuk menjawab bagaimana mekanisme tersebut bekerja secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor keberlanjutan dan tata kelola berbasis prinsip syariah. Keunggulan penelitian ini terletak pada kebaruan model yang digunakan, yang memberikan kontribusi penting dalam pengembangan ilmu akuntansi, khususnya pada bidang akuntansi keberlanjutan berbasis syariah.

Sebagai bentuk komitmen terhadap luaran ilmiah berkualitas, hasil penelitian ini telah diarahkan untuk dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi. Selain itu, penelitian ini juga tengah dikembangkan menjadi buku referensi ber-ISBN dan ditargetkan memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian ini diharapkan memberikan dampak praktis bagi industri perbankan syariah serta regulator dalam merumuskan kebijakan keuangan berkelanjutan. Model yang dihasilkan berpotensi menjadi dasar dalam pengembangan sistem akuntansi keberlanjutan yang selaras dengan nilai-nilai syariah dan kebutuhan industri keuangan modern. Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Prodi Akuntansi Unmuh Jember sebagai salah satu pusat pengembangan riset unggulan di bidang ekonomi dan akuntansi, sekaligus menunjukkan komitmen institusi dalam mendorong inovasi dan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Senin, 30 Maret 2026

Mahasiswa Unmuh Jember Dilatih Berbicara Percaya Diri di Forum Internasional

 

Kemampuan berbicara di depan publik dan menyampaikan gagasan ilmiah secara efektif menjadi fokus utama sesi keempat International Partnership Collaborative Extension Program yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) bersama Ifugao State University (IFSU), Filipina. Berlangsung pada Kamis (12/03/2026) secara daring melalui Zoom Meeting, sesi bertema Public Speaking and Academic Presentation Skills ini menjadi salah satu yang paling ditunggu dan terbukti menjadi yang paling interaktif sepanjang program berlangsung.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB atau 09.00 Philippine Time dan dihadiri oleh 90 peserta, jumlah tertinggi sejak program ini bergulir. Mereka berasal dari mahasiswa dan dosen Unmuh Jember, IFSU, serta sejumlah peserta dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang turut bergabung memperkaya dinamika diskusi.

Dua narasumber tampil membawakan perspektif yang saling melengkapi. Sesi pertama dibuka oleh Mary Grace Acosta Santiago dari College of Teacher Education, Ifugao State University, dengan materi Public Speaking Across Culture. Dalam pemaparannya, Santiago membawa peserta memahami bahwa kemampuan berbicara di depan publik jauh lebih dari sekadar soal kelancaran berbahasa atau teknik penyampaian pesan. Ada dimensi budaya yang tak kalah penting untuk dipahami.

Santiago menjelaskan bahwa gaya komunikasi, ekspresi nonverbal, penggunaan jeda, hingga struktur logis dalam menyampaikan argumen dapat berbeda secara signifikan antara satu budaya dan budaya lainnya. Apa yang dianggap tegas dan meyakinkan dalam satu konteks budaya bisa dipersepsi berbeda dalam konteks budaya yang lain. Oleh karena itu, mahasiswa yang bercita-cita tampil di forum internasional perlu membekali diri bukan hanya dengan kemampuan teknis berbicara, tetapi juga dengan kepekaan dan kesadaran budaya yang mendalam.

Sesi dilanjutkan oleh Dr. Dian Rahma Santoso, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan materi Academic Presentation Skills. Dr. Dian memandu peserta melalui anatomi presentasi akademik yang efektif, mulai dari cara merumuskan ide utama yang tajam, mengembangkan argumen yang kohesif dan meyakinkan, hingga memilih dan menyusun media visual yang mendukung pesan tanpa mengalihkan perhatian audiens.

Tak berhenti di situ, Dr. Dian juga membahas aspek-aspek yang sering menjadi tantangan bagi mahasiswa: bagaimana mengelola rasa gugup sebelum dan saat presentasi, menjaga kontak mata dengan audiens tanpa membuat diri sendiri gelisah, serta membangun kepercayaan diri yang tumbuh dari persiapan yang matang, bukan dari kepura-puraan. Tips-tips praktis yang dibagikannya disambut antusias oleh peserta yang merasa mendapat panduan konkret yang selama ini mereka cari.

Puncak dari sesi ini adalah kesempatan yang diberikan kepada peserta untuk langsung mempraktikkan apa yang mereka pelajari melalui simulasi presentasi akademik singkat. Satu per satu, peserta tampil menyampaikan gagasan di hadapan rekan-rekan dari dua negara, lalu mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber. Momen ini menjadi ruang latihan yang berharga, tidak hanya untuk mengasah teknik, tetapi juga untuk membiasakan diri tampil di depan audiens internasional dalam suasana yang suportif.

Diskusi yang berlangsung setelah sesi simulasi semakin memperlihatkan kedalaman ketertarikan peserta terhadap topik ini. Berbagai pertanyaan praktis mengalir: bagaimana mempersiapkan diri untuk presentasi di konferensi internasional, strategi terbaik dalam mengelola waktu presentasi agar pesan tersampaikan tuntas tanpa melampaui batas waktu, serta cara menyesuaikan gaya penyampaian ketika berhadapan dengan audiens dari latar belakang budaya yang beragam.

"Sesi ini membantu saya memahami bagaimana menyampaikan gagasan secara jelas dalam forum akademik internasional," ungkap salah satu mahasiswa IFSU setelah kegiatan berakhir.

Dari pihak Unmuh Jember, seorang peserta menyampaikan, "Materi tentang public speaking sangat membantu saya untuk lebih percaya diri ketika harus presentasi di depan kelas maupun forum akademik."

Seorang peserta lain menambahkan, "Saya belajar bahwa pemahaman budaya sangat penting ketika berbicara di hadapan audiens internasional."

Peningkatan partisipasi yang konsisten dari sesi ke sesi, dari 60 peserta di sesi pertama hingga 90 peserta di sesi keempat ini, menjadi indikator yang berbicara sendiri. Program yang awalnya mempertemukan dua institusi kini telah berkembang menjadi ruang belajar yang semakin banyak diminati, karena peserta merasakan langsung manfaat nyata yang mereka bawa pulang setelah setiap pertemuan.

Dengan dua sesi tersisa yang akan memuncak pada proyek kolaboratif mahasiswa lintas negara dan sesi refleksi evaluasi bersama, program ini terus melangkah menuju penyelesaian yang diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan baik, tetapi juga dokumen kerja sama resmi dan artikel ilmiah yang akan menjadi warisan akademik dari kolaborasi bersejarah antara Unmuh Jember dan Ifugao State University.

Connect