Riset Unmuh Jember Ungkap Strategi UMKM Café Lebih Kompetitif di Tengah Persaingan
Persaingan usaha café di Kabupaten Jember kian kompetitif. Tidak hanya mengandalkan rasa makanan dan minuman, pelaku usaha kini dituntut mampu menghadirkan pelayanan prima, kenyamanan, serta citra usaha yang kuat di mata pelanggan.
Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Program Studi
Agribisnis Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengungkap strategi
kunci yang dapat meningkatkan daya saing UMKM café melalui pendekatan berbasis
data.
Penelitian yang dilaksanakan pada 8 Desember 2025 hingga 10
Februari 2026 di Café Pusparasa Jember ini dipimpin oleh Retno Murwanti, S.TP.,
M.P., dengan anggota Atok Ainur Ridho, S.P., M.P., serta dua mahasiswa, Moh.
Barkah Ulul Albab dan Imelita Nasya Diantha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan UMKM
café dipengaruhi oleh empat faktor utama, yakni kualitas pelayanan, pengelolaan
bisnis, citra merek, dan efisiensi operasional.
Dari keempat faktor tersebut, kualitas pelayanan menjadi
aspek paling dominan. Pelayanan yang ramah, cepat, dan konsisten terbukti mampu
meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus mendorong mereka untuk kembali
berkunjung.
Selain itu, pengelolaan bisnis yang baik juga berperan
penting. Pencatatan keuangan yang rapi, pengaturan karyawan yang efektif, serta
manajemen operasional yang tertata memberikan dampak langsung terhadap
pengalaman pelanggan.
Dalam aspek pemasaran, citra merek (branding) menjadi faktor
yang tidak kalah penting. Café yang memiliki identitas unik, suasana nyaman,
serta cerita yang kuat, misalnya dengan mengangkat potensi local cenderung
lebih mudah diingat dan dipilih oleh pelanggan.
Sementara itu, efisiensi operasional turut menjadi penentu
kepuasan. Pelanggan menginginkan pelayanan yang cepat dan tepat, sehingga
kemampuan café dalam mengelola waktu penyajian menjadi nilai tambah dalam
persaingan.
Ketua tim peneliti, Retno Murwanti, menjelaskan bahwa hasil
penelitian ini memberikan pesan sederhana namun strategis bagi pelaku UMKM
café.
“Pelaku usaha dapat memulai dari hal yang paling mendasar,
yaitu meningkatkan kualitas pelayanan, merapikan pengelolaan usaha, membangun
identitas yang kuat, serta memastikan operasional berjalan efisien.
Langkah-langkah ini tidak harus mahal, tetapi membutuhkan konsistensi,”
ujarnya.
Lebih lanjut, penelitian ini juga menegaskan pentingnya
pendekatan berbasis data dalam pengembangan usaha. UMKM tidak lagi cukup
mengandalkan intuisi, tetapi perlu memahami perilaku dan kebutuhan pelanggan
secara lebih sistematis.
Melalui temuan ini, diharapkan pelaku UMKM café di Jember
maupun daerah lain dapat meningkatkan daya saing usahanya. Dengan strategi yang
tepat, UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan
berkontribusi dalam memperkuat ekonomi lokal.
Tags : Berita Penelitian

Posting Komentar