Senin, 27 April 2026

Amal Sosial bagi Siswa Kurang Mampu, TK Sartika Banjarsawah Tanamkan Empati Sejak Dini

Kepedulian sosial sejak usia dini menjadi fokus utama kegiatan yang dilaksanakan di TK Sartika Banjarsawah melalui program “Amal Sosial bagi Anak Kurang Mampu” pada Selasa (29/04/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang didampingi oleh Saudah, sebagai upaya menjawab kondisi sosial di lingkungan sekolah.

Berdasarkan hasil observasi awal, terdapat sejumlah siswa yang mengalami keterbatasan ekonomi, seperti penggunaan seragam yang sudah tidak layak hingga adanya anak di sekitar lingkungan sekolah yang belum dapat mengenyam pendidikan karena faktor biaya. Kondisi tersebut mendorong pihak sekolah bersama mahasiswa KKN untuk menghadirkan program yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga edukatif.

Program amal sosial ini dirancang sebagai media pembelajaran kontekstual. Anak-anak dari keluarga yang lebih mampu diajak terlibat langsung dalam proses pengumpulan donasi, pengemasan bantuan, hingga penyerahan kepada teman-teman mereka yang membutuhkan. Melalui keterlibatan tersebut, peserta didik belajar nilai empati, kepedulian, dan pentingnya berbagi sejak dini.

Kegiatan berlangsung di halaman sekolah dengan suasana penuh kebersamaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berperan aktif dalam proses berbagi. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok yang diharapkan dapat meringankan beban penerima.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak memahami bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan nilai penting dalam kehidupan. Pengalaman langsung ini diharapkan dapat membentuk karakter sosial yang kuat hingga mereka tumbuh dewasa.

Program ini juga sejalan dengan visi TK Sartika Banjarsawah, yaitu mewujudkan generasi yang cerdas, ceria, dan berakhlak. Selain memberikan manfaat bagi siswa yang membutuhkan, kegiatan ini turut mempererat hubungan antara sekolah, wali murid, dan masyarakat sekitar.

Pihak sekolah mengapresiasi dukungan dari orang tua yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci keberhasilan program, sehingga nilai-nilai kebaikan dapat terus ditanamkan secara berkelanjutan kepada anak-anak.

 

Kreasi Kardus Bekas, Mahasiswa KKN UNMUH Jember Ajak Wali Murid Percantik Kelas di TK Tunas Muda Kedupok

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember kembali menghadirkan program kreatif dan edukatif melalui kegiatan “Mempercantik Kelas Bersama Wali Murid” di TK Tunas Muda Kedupok. Kegiatan ini diprakarsai oleh Ani Susanti (NIM: 2510274123) dengan mengusung konsep pemanfaatan kardus bekas menjadi tempat sampah estetik.

Program ini bertujuan menciptakan lingkungan kelas yang bersih, rapi, dan nyaman, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah sejak dini. Melalui kegiatan ini, wali murid diajak untuk berkreasi mengubah limbah kardus menjadi tempat sampah yang fungsional dan menarik secara visual.

Dalam pelaksanaannya, peserta menggunakan bahan-bahan sederhana seperti kardus bekas, gunting, lem, serta kertas hias untuk mempercantik tampilan tempat sampah. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemilihan kardus yang masih layak, pemotongan sesuai pola, perakitan, hingga tahap dekorasi sesuai kreativitas masing-masing.

Tidak hanya sekadar kegiatan kerajinan, program ini juga memiliki nilai edukatif. Wali murid diberikan pemahaman tentang pentingnya konsep 3R (reduce, reuse, recycle) dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, tempat sampah yang dibuat juga dilengkapi dengan label organik dan anorganik sebagai upaya pembiasaan memilah sampah sejak dini.

Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Para wali murid terlihat antusias dalam menghias tempat sampah dengan berbagai tema menarik, mulai dari warna-warni cerah hingga karakter lucu yang sesuai dengan dunia anak-anak. Hasil karya tersebut kemudian ditempatkan di dalam kelas sebagai bagian dari dekorasi sekaligus sarana edukasi.

Ani Susanti menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperindah ruang kelas, tetapi juga membangun kepedulian lingkungan. “Melalui kegiatan sederhana ini, kami ingin menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan serta mengajak wali murid untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan barang bekas,” ujarnya.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini karena dinilai memberikan manfaat ganda, baik dari segi estetika maupun edukasi. Kelas menjadi lebih tertata, sementara anak-anak secara tidak langsung belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat menumbuhkan budaya hidup bersih, kreatif, dan peduli lingkungan di lingkungan sekolah. Kegiatan sederhana ini menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan biaya besar, melainkan dapat dimulai dari hal-hal kecil yang berdampak besar.

PASTI KREASI: Parenting Asyik Tanpa Biaya melalui Kreasi di TK IBUNDA Ranugedang Probolinggo

Kegiatan edukasi keluarga tidak selalu harus melibatkan interaksi langsung antara orang tua dan anak. Hal inilah yang dihadirkan dalam program “PASTI KREASI: Parenting Asyik Tanpa Biaya melalui Kreasi” yang diselenggarakan di TK IBUNDA Ranugedang. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para wali murid untuk mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan kualitas diri tanpa harus mengeluarkan biaya.

Dalam kegiatan tersebut, para orang tua diajak untuk memanfaatkan bahan sederhana dan limbah rumah tangga menjadi barang yang bernilai guna, baik fungsional maupun dekoratif. Program ini menekankan bahwa parenting tidak hanya berfokus pada pendampingan anak, tetapi juga pada pengembangan potensi dan kesejahteraan orang tua itu sendiri.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak hangat dan interaktif. Para wali murid saling berbagi ide, berdiskusi, serta berkreasi bersama. Aktivitas ini tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga memberikan efek relaksasi di tengah rutinitas harian yang padat. Proses menciptakan karya dari bahan sederhana menjadi sarana untuk mengurangi stres sekaligus melatih kesabaran.

Pihak sekolah menilai bahwa orang tua yang memiliki ruang untuk berkembang secara personal akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif di rumah. Melalui program ini, TK IBUNDA Ranugedang tidak hanya berperan sebagai tempat pendidikan bagi anak, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan bagi orang tua.

Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga mempererat hubungan antarsesama wali murid. Terbentuknya komunitas yang suportif diharapkan mampu menjadi sarana berbagi pengalaman serta inspirasi dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Melalui “PASTI KREASI”, sekolah berharap para orang tua dapat terus mengembangkan potensi diri, menjaga kesehatan mental, serta menciptakan suasana keluarga yang lebih harmonis. Program ini menjadi bukti bahwa kegiatan parenting dapat dikemas secara sederhana, kreatif, dan tetap berdampak besar bagi kehidupan keluarga.

 

Menembus Kabut Literasi: Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gunakan Kartu Berantai untuk Bantu Anak Gunung di Bangkalan Belajar Membaca

Di balik keindahan perbukitan Desa Jing-injing dan Karang Nangkah, Kabupaten Bangkalan, tersimpan tantangan besar dalam dunia pendidikan anak usia dini. Sejumlah anak yang telah memasuki bangku Sekolah Dasar (SD) masih belum lancar membaca. Kondisi ini dipengaruhi oleh terbatasnya akses terhadap buku, sulitnya medan menuju fasilitas pendidikan, serta minimnya pendampingan belajar di lingkungan rumah.

Melihat realitas tersebut, Siti Azizah, mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember, menghadirkan inovasi pembelajaran sederhana namun efektif melalui metode “Kartu Kata Berantai”. Media ini berupa potongan kartu berisi suku kata yang disusun secara berantai, sehingga anak-anak dapat belajar membaca sambil bermain dalam suasana yang menyenangkan.

Metode ini terbukti mampu meningkatkan minat belajar anak. Dengan pendekatan yang interaktif, anak-anak diajak mengeja kata demi kata secara bertahap. Suasana belajar yang sebelumnya terasa sulit dan membosankan berubah menjadi lebih hidup dan penuh antusiasme.

“Melihat binar mata mereka saat berhasil mengeja satu kata adalah kebahagiaan tersendiri. Keterbatasan bukan alasan untuk membiarkan mereka tertinggal. Saya ingin mengembalikan rasa percaya diri mereka dan menunjukkan bahwa anak-anak di pelosok juga mampu berkembang,” ujar Siti Azizah.

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak yang belum mendapatkan bimbingan belajar tambahan. Menurutnya, kesenjangan ini berpotensi memengaruhi perkembangan kemampuan dasar mereka jika tidak segera ditangani.

Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pembelajaran membaca, tetapi juga menanamkan semangat dan kepercayaan diri kepada anak-anak. Pendekatan sederhana yang dilakukan menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus berbasis teknologi tinggi, tetapi dapat dimulai dari alat yang mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat mampu memberikan dampak signifikan, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Diharapkan, program serupa dapat terus dikembangkan untuk mendukung peningkatan literasi anak di berbagai daerah.

Sebagai penutup, Siti Azizah menyampaikan pesan inspiratif bagi para penggerak pendidikan. Ia mengajak untuk terus berkontribusi tanpa lelah, karena setiap huruf yang diajarkan hari ini akan menjadi jendela pengetahuan bagi masa depan anak-anak Indonesia.

Optimalisasi Pembelajaran Al-Qur’an: Mahasiswa KKN UNMUH Jember Gelar Tahsinul Qur’an Bersama Wali Santri di TPQ Al Iman

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember terus menunjukkan kontribusinya dalam bidang pendidikan keagamaan melalui kegiatan pembinaan tahsinul Qur’an di TPQ Al Iman RW 27 Sadengan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an santri melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada anak, tetapi juga melibatkan peran aktif orang tua atau wali santri.

Kegiatan ini dirancang untuk menyamakan persepsi dan metode pembelajaran mengaji antara guru, santri, dan orang tua di rumah. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pemahaman kepada wali murid mengenai pentingnya keseragaman teknik membaca Al-Qur’an agar anak tidak mengalami kebingungan saat belajar di lingkungan yang berbeda.

Melalui sesi pembinaan, para wali santri diajak memahami standar bacaan yang digunakan di TPQ, termasuk penerapan kaidah tajwid dan pelafalan huruf (makharijul huruf) yang benar. Dengan demikian, proses pembelajaran di rumah dapat berjalan lebih efektif, menyenangkan, serta selaras dengan pembelajaran di lembaga pendidikan.

Selain memberikan pembinaan kepada orang tua, mahasiswa KKN juga terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Mereka mendampingi santri dalam kegiatan tilawah, membantu memperbaiki pelafalan huruf, serta membimbing hafalan dengan pendekatan yang sabar dan penuh perhatian.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan penuh semangat. Santri terlihat antusias mengikuti setiap sesi, sementara wali murid memberikan respons positif terhadap kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat dalam mendukung pembelajaran anak di rumah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara TPQ Al Iman dan keluarga dalam mendukung proses pendidikan keagamaan anak. Program ini juga menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar serta berakhlak mulia.

Mahasiswa KKN UNMUH Jember 2026 Tanamkan PHBS Sejak Dini di PAUD Cemerlang Desa Pucang Anom

Dalam upaya meningkatkan kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak usia dini, mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember tahun 2026, Sugiyanti (NIM: 2510274139), melaksanakan kegiatan edukasi di PAUD Cemerlang, Desa Pucang Anom, pada Kamis (16/04/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih kepada anak usia dini, khususnya dalam hal mencuci tangan pakai sabun dan menggosok gigi dengan benar. Sugiyanti menjelaskan bahwa usia PAUD merupakan masa emas (golden age) dalam pembentukan karakter dan kebiasaan anak.

“Kami ingin membangun fondasi kesehatan sejak dini. Melalui kegiatan yang menyenangkan, anak-anak diajarkan bahwa mencuci tangan pakai sabun dan menggosok gigi itu penting untuk mencegah kuman,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan dikemas secara interaktif dan edukatif. Anak-anak diajak menonton video animasi tentang kuman, dilanjutkan dengan demonstrasi enam langkah mencuci tangan pakai sabun sesuai standar kesehatan, serta praktik menggosok gigi bersama menggunakan media model gigi. Selain itu, suasana pembelajaran semakin meriah dengan lagu-lagu edukatif yang membuat anak-anak lebih mudah memahami materi.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif anak-anak dalam setiap sesi kegiatan. Mereka tampak bersemangat saat mengikuti praktik langsung dan mampu menirukan langkah-langkah yang diajarkan.

Kepala PAUD Cemerlang, Imam Junaid, memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, metode yang digunakan sangat membantu proses pembelajaran di sekolah. “Edukasi seperti ini sangat membantu guru-guru. Caranya menyenangkan, sehingga anak-anak lebih cepat memahami dan diharapkan dapat diterapkan di rumah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan PHBS tidak hanya menjadi pengetahuan semata, tetapi dapat menjadi kebiasaan sehari-hari bagi anak-anak. Program ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung kesehatan masyarakat sejak usia dini.

Sosialisasi Inspirasi R.A. Kartini bagi Perempuan Masa Kini Digelar di Bee Jay Bakau Resort

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Inspirasi R.A. Kartini bagi Perempuan Masa Kini pada Selasa, 21 April 2026 di Bee Jay Bakau Resort (BJBR) Probolinggo. Kegiatan ini diikuti oleh para guru dalam lingkup gugus sebagai upaya memperkuat pemahaman nilai perjuangan perempuan serta meningkatkan peran perempuan dalam dunia pendidikan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pengawas TK Kecamatan Kraksaan, Sri Ayu, M.Pd., Ketua Gugus 1 Kejora Kecamatan Kraksaan Aisyah, S.Ag., serta Ketua PKG Mawar Kecamatan Kraksaan Zaitun Nurah, S.Pd. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas perempuan, khususnya para pendidik anak usia dini.

Mengusung tema “Inspirasi R.A. Kartini bagi Perempuan Masa Kini”, kegiatan ini dirancang secara edukatif dan partisipatif. Tujuan utamanya adalah menanamkan nilai perjuangan R.A. Kartini sebagai inspirasi bagi perempuan masa kini agar mampu berperan aktif dalam pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi penguatan materi yang membahas sejarah perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan untuk memperoleh pendidikan. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat memahami makna perjuangan tersebut secara lebih mendalam. Peserta diajak untuk merefleksikan nilai-nilai penting seperti semangat belajar, keberanian menyampaikan pendapat, serta kepedulian terhadap pendidikan.

Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana refleksi bagi para guru dalam meningkatkan profesionalisme sebagai pendidik yang mampu menanamkan nilai karakter kepada anak sejak usia dini.

Sebagai bagian dari penguatan literasi, kegiatan dilanjutkan dengan lomba membaca sinopsis tentang R.A. Kartini. Lomba ini bertujuan meningkatkan keterampilan membaca peserta, termasuk intonasi, kelancaran, serta pemahaman isi bacaan. Antusiasme peserta terlihat tinggi, sekaligus menunjukkan bahwa literasi dapat menjadi media efektif dalam menanamkan nilai sejarah dan karakter.

Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan adanya lomba fashion show kebaya Kartini. Para peserta tampil mengenakan kebaya dengan berbagai model dan warna yang mencerminkan keindahan budaya Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan rasa percaya diri, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian budaya yang selaras dengan nilai perjuangan R.A. Kartini.

Pengawas TK Kecamatan Kraksaan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para guru sebagai perempuan pendidik. Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan Kartini perlu terus ditanamkan agar para guru mampu menjadi teladan bagi anak-anak dalam hal semangat belajar, kemandirian, dan keberanian meraih cita-cita.

Senada dengan itu, Ketua Gugus dan Ketua PKG Mawar juga mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana penting untuk meningkatkan kerja sama antarguru serta memperkuat peran perempuan dalam dunia pendidikan.

Kegiatan ini memberikan berbagai manfaat positif, mulai dari peningkatan wawasan tentang perjuangan perempuan, keterampilan literasi, hingga kepercayaan diri dan kreativitas peserta. Selain itu, kebersamaan yang terjalin turut mempererat hubungan antarguru dalam lingkup gugus.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan masa kini diharapkan mampu menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan berkontribusi aktif dalam dunia pendidikan serta pembangunan masyarakat.

Connect