Menembus Kabut Literasi: Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gunakan Kartu Berantai untuk Bantu Anak Gunung di Bangkalan Belajar Membaca
Di balik keindahan perbukitan Desa Jing-injing dan Karang Nangkah, Kabupaten Bangkalan, tersimpan tantangan besar dalam dunia pendidikan anak usia dini. Sejumlah anak yang telah memasuki bangku Sekolah Dasar (SD) masih belum lancar membaca. Kondisi ini dipengaruhi oleh terbatasnya akses terhadap buku, sulitnya medan menuju fasilitas pendidikan, serta minimnya pendampingan belajar di lingkungan rumah.
Melihat realitas tersebut, Siti Azizah, mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember, menghadirkan inovasi pembelajaran sederhana namun efektif melalui metode “Kartu Kata Berantai”. Media ini berupa potongan kartu berisi suku kata yang disusun secara berantai, sehingga anak-anak dapat belajar membaca sambil bermain dalam suasana yang menyenangkan.
Metode ini terbukti mampu meningkatkan minat belajar anak. Dengan pendekatan yang interaktif, anak-anak diajak mengeja kata demi kata secara bertahap. Suasana belajar yang sebelumnya terasa sulit dan membosankan berubah menjadi lebih hidup dan penuh antusiasme.
“Melihat binar mata mereka saat berhasil mengeja satu kata adalah kebahagiaan tersendiri. Keterbatasan bukan alasan untuk membiarkan mereka tertinggal. Saya ingin mengembalikan rasa percaya diri mereka dan menunjukkan bahwa anak-anak di pelosok juga mampu berkembang,” ujar Siti Azizah.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak yang belum mendapatkan bimbingan belajar tambahan. Menurutnya, kesenjangan ini berpotensi memengaruhi perkembangan kemampuan dasar mereka jika tidak segera ditangani.
Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pembelajaran membaca, tetapi juga menanamkan semangat dan kepercayaan diri kepada anak-anak. Pendekatan sederhana yang dilakukan menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus berbasis teknologi tinggi, tetapi dapat dimulai dari alat yang mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat mampu memberikan dampak signifikan, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Diharapkan, program serupa dapat terus dikembangkan untuk mendukung peningkatan literasi anak di berbagai daerah.
Sebagai penutup, Siti Azizah menyampaikan pesan inspiratif bagi para penggerak pendidikan. Ia mengajak untuk terus berkontribusi tanpa lelah, karena setiap huruf yang diajarkan hari ini akan menjadi jendela pengetahuan bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Tags : Berita KKN Pengabdian


Posting Komentar