Selasa, 28 April 2026

Upaya Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Melalui Kolaborasi Guru PAUD dan Kader Posyandu

Upaya deteksi dini tumbuh kembang anak menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan optimal. Salah satu cara yang efektif untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui kolaborasi antara guru PAUD dan kader Posyandu. Sinergi antara kedua pihak ini dinilai sangat penting karena masing-masing memiliki peran strategis dalam memantau perkembangan anak dari berbagai aspek.

Guru PAUD memiliki peran dalam mengamati perkembangan perilaku, kemampuan belajar, komunikasi, sosial, dan emosional anak selama berada di lingkungan sekolah. Sementara itu, kader Posyandu berfokus pada pemantauan aspek fisik, pertumbuhan, status gizi, serta kesehatan anak secara berkala. Ketika kedua pihak ini bekerja sama, proses deteksi dini terhadap kemungkinan adanya keterlambatan atau penyimpangan tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat.

Melalui kegiatan ini, dibangun sistem komunikasi dan kolaborasi antara guru PAUD, kader Posyandu, pihak tenaga kesehatan, serta orang tua. Kerja sama ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tumbuh kembang anak secara menyeluruh, sehingga apabila ditemukan adanya gangguan atau keterlambatan perkembangan, penanganan dapat segera dilakukan sejak dini.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memantau aspek gizi dan kesehatan fisik anak. Orang tua diberikan pemahaman bahwa Posyandu bukan hanya tempat untuk menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan anak, tetapi juga menjadi tempat penting untuk mendapatkan edukasi kesehatan dan konsultasi mengenai tumbuh kembang anak.

Melalui kunjungan rutin ke Posyandu setiap bulan, orang tua dapat mengetahui perkembangan anak secara berkala. Di Posyandu, petugas kesehatan juga memberikan penyuluhan mengenai pentingnya pemberian gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta cara mendidik anak agar tumbuh secara optimal sesuai tahapan usianya.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi materi tentang pentingnya deteksi dini tumbuh kembang anak, pelatihan penggunaan instrumen deteksi dini, serta penyusunan mekanisme komunikasi dan pelaporan bersama antara guru PAUD dan kader Posyandu.

Dengan adanya pelatihan ini, guru PAUD dapat lebih memahami cara melakukan observasi perkembangan anak secara sistematis, sementara kader Posyandu dapat memperkuat pemantauan kesehatan fisik dan status gizi anak secara berkala.

Hasil akhir dari kegiatan ini adalah terjalinnya kerja sama yang baik antara guru PAUD dan kader Posyandu. Guru dapat melaporkan perkembangan perilaku dan kemampuan anak di sekolah, sedangkan kader Posyandu memantau kondisi fisik dan gizi anak di lingkungan masyarakat. Kolaborasi ini menjadikan proses deteksi dini tumbuh kembang anak lebih komprehensif, efektif, dan berkelanjutan.

Diharapkan melalui kerja sama ini, kualitas deteksi dini tumbuh kembang anak dapat terus meningkat, sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat, berkembang optimal, dan menjadi generasi masa depan yang berkualitas.

Peran Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah dalam Edukasi Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat di Desa Karangren

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah melaksanakan berbagai program edukasi kesehatan dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di Desa Karangren. Kegiatan ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari wali murid, siswa sekolah dasar, hingga kader kesehatan desa. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemanfaatan bahan bekas bersama wali murid TK PKK Pertiwi 1. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN mengajak para wali murid untuk berkreasi membuat pot bunga berbentuk karakter binatang menggunakan media galon air bekas. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah dan pemanfaatan barang bekas agar memiliki nilai guna yang lebih tinggi.

Melalui kegiatan sederhana ini, masyarakat diajak untuk memahami bahwa barang bekas yang sering dianggap sampah sebenarnya masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai estetika. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan kebiasaan ramah lingkungan sejak dini kepada keluarga.

Setelah kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama wali murid melanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih di area luar lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menanamkan kebiasaan hidup sehat melalui lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman untuk anak-anak belajar.

Selanjutnya, mahasiswa KKN juga melaksanakan kegiatan pembelajaran tahfidz bersama siswa SDN Karangren 1. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter religius pada siswa sejak usia dini. Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti pembelajaran, terutama saat sesi murojaah dan hafalan bersama.

Tidak hanya berfokus pada pendidikan dan lingkungan, mahasiswa KKN juga turut berkontribusi dalam bidang kesehatan masyarakat melalui pendampingan kelas ibu hamil yang dilaksanakan di balai desa Karangren. Dalam kegiatan ini, ibu-ibu hamil diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan, pola makan sehat, serta perhatian khusus terhadap ibu hamil dengan risiko tinggi seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi ibu hamil, mahasiswa KKN juga membantu dalam pemberian susu tambahan bagi ibu hamil berisiko tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan motivasi kepada kader desa mengenai pentingnya penerapan menu gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini bertujuan agar para kader kesehatan dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah menunjukkan peran aktif dalam mendukung pembangunan masyarakat yang sehat dan peduli lingkungan. Program-program sederhana namun berdampak ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian mahasiswa dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Diharapkan, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten ini mampu membangun masyarakat Desa Karangren yang lebih sehat, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki kesadaran bersama untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Pengenalan Makanan Tradisional dan Cooking Class Bersama Paguyuban Kelas

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember bersama Paguyuban Kelas menggelar kegiatan bertajuk “Pengenalan Makanan Tradisional dan Cooking Class” sebagai upaya melestarikan kekayaan kuliner Nusantara sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota kelas. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan mendapat dukungan dari kepala sekolah beserta para guru.

Pelaksana kegiatan ini adalah Halimatussakdiyah, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dengan NIM 2510274007. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam bidang pendidikan dan pelestarian budaya lokal.

Acara diawali dengan sesi pengenalan berbagai makanan tradisional khas daerah, khususnya jajanan pasar yang masih dikenal luas di masyarakat. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami sejarah, bahan dasar, serta nilai budaya yang terkandung dalam setiap hidangan tradisional. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa makanan tradisional tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya bangsa yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Setelah sesi pengenalan, kegiatan dilanjutkan dengan cooking class interaktif yang menjadi bagian paling menarik bagi peserta. Seluruh peserta dibagi ke dalam tiga kelompok dan masing-masing didampingi oleh mahasiswa KKN untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan makanan tradisional, yaitu klepon tiga warna.

Dalam kegiatan ini, peserta belajar mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, memberi warna alami, membentuk klepon, hingga proses perebusan dan penyajian. Suasana kegiatan berlangsung meriah karena setiap kelompok saling bekerja sama, berbagi tugas, dan menunjukkan kreativitas masing-masing dalam mengolah makanan.

Antusiasme peserta terlihat jelas dari semangat mereka dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan. Tidak hanya belajar memasak, peserta juga belajar tentang pentingnya kerja sama tim, kekompakan, dan komunikasi dalam menyelesaikan tugas bersama.

Di akhir acara, seluruh peserta berkesempatan mencicipi hasil masakan masing-masing sekaligus membawa pulang hasil karya mereka. Hasil cooking class kemudian dinilai berdasarkan rasa, kreativitas, serta kekompakan tim selama proses berlangsung.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antaranggota Paguyuban Kelas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan kuliner tradisional di tengah arus modernisasi yang semakin berkembang.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember bersama Paguyuban Kelas berhasil menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal serta memperkuat nilai kebersamaan dan silaturahmi antar peserta.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Seminar Parenting: Strategi Mendampingi Tumbuh Kembang Anak di Usia Golden Age

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) RPL Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan Seminar Parenting bagi wali murid TK dan PAUD Sinar Agung, Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, pada Senin (27/04/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Strategi Mendampingi Tumbuh Kembang Anak di Usia Golden Age” sebagai upaya memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pengasuhan yang tepat pada masa awal perkembangan anak.

Pelaksana kegiatan ini adalah Nur Hasanah, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember dengan NIM 2510274025. Seminar parenting ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan anak usia dini.

Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Kebonagung yang menjadi pusat aktivitas masyarakat setempat. Seminar ini diikuti oleh para orang tua, khususnya ibu-ibu yang memiliki anak usia dini, serta didampingi oleh mahasiswa KKN.

Untuk memberikan materi yang berkualitas, mahasiswa KKN menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang perkembangan anak usia dini, yaitu Anita Supristiwaningsih, S.Pd.I., M.M. Dalam seminar tersebut, beliau memberikan pemahaman mengenai pentingnya masa golden age sebagai periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak.

Menurut narasumber, masa golden age merupakan fase penting di mana perkembangan kognitif, bahasa, motorik, sosial, dan emosional anak berlangsung sangat pesat. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami strategi pengasuhan yang tepat agar dapat memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali orang tua dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang positif. Orang tua diberikan contoh strategi sederhana yang dapat diterapkan di rumah, seperti mengajak anak bermain sambil belajar, berkomunikasi secara aktif, memberikan perhatian emosional, serta menciptakan lingkungan yang mendukung proses belajar anak.

Seminar berlangsung melalui penyampaian materi yang interaktif, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para ibu wali murid tampak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka aktif bertanya mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi dalam mendampingi anak di rumah, mulai dari kebiasaan belajar, pengelolaan emosi anak, hingga cara membangun komunikasi yang baik dengan anak usia dini.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan parenting seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Banyak wali murid merasa puas dan mendapatkan wawasan baru yang bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan, masih banyak peserta yang ingin melanjutkan sesi diskusi, namun waktu yang tersedia sudah tidak memungkinkan. Hal ini menunjukkan besarnya ketertarikan para orang tua terhadap materi yang disampaikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua semakin memahami pentingnya peran mereka sebagai pendamping utama dalam tumbuh kembang anak, sehingga anak-anak dapat berkembang secara optimal pada masa golden age dan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, serta berkarakter.

 

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Pelatihan Tata Cara Merawat Jenazah bagi Ibu-Ibu Desa Leces

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan tata cara merawat jenazah bagi ibu-ibu RT 13 RW 03 Desa Leces pada Minggu, 26 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan dasar kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan, mengenai proses memandikan jenazah, memotong kain kafan, hingga tata cara mengkafani jenazah perempuan.

Pelaksana kegiatan ini adalah Endang Sri Rahayu, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dari kelas B RPL Afirmasi dengan NIM 2510274053, di bawah bimbingan DPA Asti Bawika Adiwitiya.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat di wilayah tersebut yang mayoritas merupakan penganut tradisi ABOGE. Meskipun telah terdapat kelompok pengajian Muslimatan yang aktif selama kurang lebih 15 tahun, kegiatan yang dilakukan masih berfokus pada pembacaan Yasin, tahlil, serta diba’ saat bulan Rabi’ul Awal. Namun, ketika ada perempuan yang meninggal dunia, masyarakat masih mengalami kesulitan mencari perempuan yang mampu memandu proses memandikan dan mensucikan jenazah.

Selama ini, untuk niat dan doa masih lebih banyak dilakukan oleh kaum laki-laki karena sebagian besar perempuan belum memahami tata cara tersebut secara menyeluruh. Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa KKN untuk menghadirkan program pelatihan yang bermanfaat dan aplikatif bagi masyarakat.

Untuk mendukung kegiatan ini, mahasiswa menghadirkan narasumber yang relevan, yaitu Ibu Hj. Syamiah, seorang tokoh agama dari RW sebelah yang juga merupakan anggota Muslimat NU ranting Leces. Dalam pelatihan tersebut, beliau memberikan penjelasan sekaligus praktik sederhana mengenai tata cara merawat jenazah perempuan secara benar sesuai syariat Islam.

Mahasiswa KKN juga turut membantu menyiapkan berbagai perlengkapan yang digunakan selama praktik, seperti boneka sebagai media simulasi, kain kafan, kapas, dan gunting. Dengan metode praktik langsung, para peserta menjadi lebih mudah memahami setiap tahapan yang diajarkan.

Kegiatan ini mendapatkan respons yang sangat baik dari warga. Ibu-ibu Muslimatan terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, mulai dari penjelasan teori hingga praktik secara langsung. Mereka merasa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan bekal penting yang selama ini masih jarang dipahami.

Apresiasi juga datang dari Ibu Novita selaku Kepala Desa Leces. Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif mahasiswa KKN yang telah menghadirkan pelatihan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk ke depannya. Jika ada perempuan yang meninggal dunia, masyarakat sudah memiliki bekal untuk merawat jenazah dengan baik dan benar,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap masyarakat, khususnya kaum perempuan, dapat lebih siap dan mandiri dalam melaksanakan kewajiban sosial-keagamaan di lingkungan sekitar. Program ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat berbasis nilai keislaman dan kebutuhan sosial di tingkat desa.

 

Membangun Generasi Sehat: Edukasi Cuci Tangan yang Benar sebagai Wujud PHBS di TK Al-Musyawwir

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui edukasi cuci tangan yang benar di TK Al-Musyawwir. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak usia dini mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai upaya pencegahan penyakit sejak dini.

Pelaksana kegiatan ini adalah Susilowati, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dengan NIM 2510274116. Program ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya anak-anak di lembaga tersebut yang belum menerapkan kebiasaan mencuci tangan dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan yang sehat serta mencegah berbagai penyakit. Salah satu pilar utama PHBS adalah kebiasaan mencuci tangan pakai sabun. Oleh karena itu, mahasiswa KKN mengangkat tema ini sebagai bentuk edukasi sederhana namun sangat penting bagi kesehatan anak.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun serta mengajarkan enam langkah mencuci tangan yang benar sesuai standar WHO. Anak-anak diajak untuk memahami kapan waktu yang tepat untuk mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah bermain, dan setelah dari kamar mandi.

Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kesadaran akan pentingnya cuci tangan pakai sabun, mengajarkan langkah-langkah mencuci tangan yang benar, serta membantu menurunkan risiko penyakit seperti diare dan ISPA di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat menjadikan kebiasaan mencuci tangan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari. Cuci tangan yang benar bukan hanya menjadi tindakan sederhana, tetapi juga merupakan investasi kesehatan jangka panjang untuk mencegah masuknya penyakit ke dalam tubuh.

Mahasiswa KKN berharap program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya bagi peserta didik di TK Al-Musyawwir, sehingga perilaku hidup bersih dan sehat dapat terus diterapkan baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

 


Mahasiswa KKN Unmuh Jember Hadirkan Program Literasi Dini “Sabtu Membaca Bersama” di TK Pertiwi 29 Sragi

Dalam upaya menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program kerja bertajuk Literasi Dini “Sabtu Membaca Bersama” di TK Pertiwi 29 Sragi pada Sabtu, 25 April 2026.

Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya masa taman kanak-kanak sebagai golden age perkembangan bahasa anak. Pada usia ini, anak-anak berada pada fase penting dalam membangun kemampuan berbahasa, daya imajinasi, serta kesiapan memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Namun, masih banyak anak yang memiliki keterbatasan akses terhadap buku bacaan berkualitas, sehingga minat membaca belum menjadi kebiasaan sehari-hari.

Melalui kegiatan “Sabtu Membaca Bersama”, mahasiswa KKN berupaya mengenalkan budaya membaca secara menyenangkan dan interaktif agar anak-anak dapat mencintai buku sejak dini.

Program ini memiliki beberapa tujuan utama, yaitu menumbuhkan minat dan kecintaan anak terhadap buku dan cerita, meningkatkan kosa kata, kemampuan menyimak, serta ekspresi bahasa anak, sekaligus mengenalkan konsep dasar tentang buku seperti cara memegang buku, membalik halaman, dan memahami bahwa gambar memiliki makna.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan rutinitas sekolah seperti biasa. Anak-anak berbaris di depan kelas, dilanjutkan dengan doa masuk kelas dan duduk melingkar untuk berdoa bersama. Setelah itu, anak-anak mengikuti senam pagi bersama untuk menumbuhkan semangat belajar.

Usai senam, anak-anak menikmati bekal makanan yang dibawa dari rumah. Setelah makan bersama, barulah kegiatan inti “Sabtu Membaca Bersama” dimulai.

Pada awal kegiatan, mahasiswa KKN memperkenalkan program literasi tersebut kepada anak-anak dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Selanjutnya, anak-anak diajak melihat berbagai buku cerita bergambar yang telah disiapkan.

Sebelum membaca, mahasiswa menjelaskan aturan dan kesepakatan selama kegiatan berlangsung, seperti antre saat mengambil buku, duduk rapi setelah mendapatkan buku, cara membuka dan menutup buku dengan benar, serta mengembalikan buku ke tempat semula setelah selesai membaca. Anak-anak juga diperbolehkan menukar buku lain setelah selesai membaca buku pertama.

Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Anak-anak terlihat senang saat memilih buku favorit mereka, membuka halaman demi halaman, dan memperhatikan gambar-gambar menarik di dalamnya. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membangun kebiasaan positif sejak dini.

Sebelum pulang, kegiatan ditutup dengan doa bersama dan doa pulang sekolah. Anak-anak kemudian kembali ke rumah masing-masing dengan membawa pengalaman baru tentang pentingnya membaca.

Melalui program ini, diharapkan budaya literasi dapat tumbuh sejak usia dini, sehingga anak-anak tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap buku sebagai jendela ilmu pengetahuan. Program “Sabtu Membaca Bersama” menjadi langkah kecil namun bermakna dalam membangun generasi yang cerdas, kreatif, dan gemar membaca.

 

Connect