Kamis, 30 April 2026

Sayur Kebun Ceria: Mahasiswa KKN Ajak Anak-Anak Kenal Dunia Pertanian Sejak Dini

Pendidikan anak usia dini tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Laweyan, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo menginisiasi sebuah program inovatif berupa media pembelajaran luar ruangan interaktif melalui kegiatan bercocok tanam.

Program yang diberi tajuk “Sayur Kebun Ceria” ini bertujuan untuk mendekatkan anak-anak dengan alam sekitar sekaligus mengenalkan dunia pertanian sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar mengenal berbagai jenis sayuran secara langsung, mulai dari bentuk daun, warna buah, hingga cara menanam dan merawatnya.

“Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang berbeda. Dengan media luar ruangan yang interaktif, anak-anak tidak cepat bosan dan bisa belajar secara konkret,” ujar Siti Khaeroni, penanggung jawab kegiatan.

Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan berbagai aspek pertumbuhan anak, terutama motorik halus, kognitif, serta pembentukan karakter peduli lingkungan. Saat proses menanam benih dan menyiram tanaman, anak-anak dilatih untuk melakukan koordinasi mata dan tangan secara tepat. Gerakan menjumput benih, memasukkan ke media tanam, hingga memegang gembor air menjadi aktivitas fisik yang menyenangkan sekaligus edukatif.

Selain melatih kemampuan fisik, program ini juga membawa misi penting untuk menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan sejak dini. Anak-anak diajak memahami bahwa tumbuhan adalah makhluk hidup yang perlu dirawat dengan penuh perhatian agar dapat tumbuh dengan baik.

Antusiasme peserta terlihat jelas saat mereka mulai bermain tanah dan menanam bibit bersama. Wajah ceria dan semangat mereka menunjukkan bahwa belajar di alam terbuka memberikan pengalaman yang berbeda dan lebih berkesan.

Salah satu guru pendamping menyampaikan bahwa metode pembelajaran seperti ini sangat membantu sekolah dalam memberikan pengalaman nyata yang tidak bisa diperoleh hanya dari buku pelajaran.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena anak-anak bisa belajar langsung dari lingkungan sekitar. Mereka menjadi lebih aktif, berani mencoba, dan lebih mudah memahami materi,” ungkapnya.

Melalui program KKN ini, mahasiswa berharap kesadaran anak-anak terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta kebiasaan mengonsumsi sayuran sehat dapat tumbuh sejak dini dan menjadi bagian dari gaya hidup mereka hingga dewasa nanti.

Program Sayur Kebun Ceria menjadi bukti bahwa pembelajaran sederhana dari alam dapat memberikan dampak besar dalam membentuk generasi yang sehat, peduli lingkungan, dan mencintai pertanian lokal.

 

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Kenalkan Budidaya Ikan Lele sebagai Media Edukasi Anak Usia Dini

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) S1 PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan parenting bertema “Pemanfaatan Budidaya Ikan Lele sebagai Media Edukasi Anak Usia Dini bagi Wali Murid” di Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, pada Selasa (28/04/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para wali murid bahwa proses pembelajaran anak tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan di lingkungan sekitar melalui aktivitas sederhana yang edukatif dan menyenangkan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi parenting mengenai pentingnya peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak usia dini. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa anak akan belajar lebih efektif melalui pengalaman langsung, seperti mengamati, mencoba, dan terlibat dalam aktivitas sehari-hari di rumah maupun lingkungan sekitar.

Salah satu contoh pembelajaran kontekstual yang diperkenalkan adalah budidaya ikan lele menggunakan galon bekas sebagai media sederhana yang mudah diterapkan di rumah.

Selanjutnya, peserta mengikuti praktik pembuatan media budidaya ikan lele menggunakan galon bekas. Para wali murid diajak memahami langkah-langkah sederhana mulai dari menyiapkan wadah, mengisi air, memasukkan bibit ikan lele, hingga cara memberi pakan yang benar. Media ini dipilih karena praktis, hemat biaya, dan tidak memerlukan lahan yang luas sehingga cocok diterapkan di lingkungan rumah.

Selama kegiatan berlangsung, wali murid menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti praktik serta banyaknya pertanyaan yang diajukan. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah mengenai cara merawat ikan lele di dalam galon agar hasil budidayanya optimal.

Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa perawatan ikan lele dapat dilakukan dengan memberi pakan secara teratur dan secukupnya, menjaga kebersihan air, serta mengganti air secara berkala tanpa mengganti seluruhnya agar ikan tidak mengalami stres.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para wali murid dapat menerapkan pembelajaran sederhana di rumah dengan melibatkan anak secara langsung, seperti memberi makan ikan, mengamati pertumbuhan ikan, hingga menjaga kebersihan media budidaya.

Dengan cara ini, anak tidak hanya belajar sambil bermain, tetapi juga dapat mengembangkan rasa tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta memahami proses kehidupan secara nyata sejak usia dini.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dalam mendukung pendidikan anak usia dini berbasis lingkungan dan pemberdayaan keluarga.

 

Mahasiswa KKN Gelar Parenting: Orang Tua Keren adalah Orang Tua yang Paham Pola Asuh Anak

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kembali memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program edukasi parenting yang mengangkat tema “Orang Tua Keren adalah Orang Tua yang Paham Pola Asuh Anak.” Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para orang tua mengenai pentingnya pola asuh yang tepat dalam mendidik anak sejak usia dini.

Program ini dilaksanakan karena masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa kesuksesan anak hanya diukur dari prestasi akademik. Tidak sedikit pula orang tua yang sejak kecil sudah memasukkan anak ke berbagai les tambahan agar dianggap pintar dan berprestasi. Padahal, kecerdasan anak tidak hanya terbatas pada nilai pelajaran semata.

Melalui kegiatan parenting ini, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa setiap anak memiliki potensi dan kecerdasan yang berbeda-beda. Ada anak yang unggul dalam bidang seni, olahraga, keterampilan sosial, kepemimpinan, maupun kreativitas. Oleh karena itu, orang tua diharapkan mampu memahami karakter anak serta mendukung perkembangan mereka sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki.

Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, pemberian kasih sayang, serta dukungan emosional dalam proses tumbuh kembang anak. Mahasiswa KKN juga mengenalkan berbagai cara bermain yang menyenangkan sebagai bentuk stimulasi positif di rumah.

Dalam kegiatan tersebut, dijelaskan pula berbagai macam jenis pola asuh yang dapat menjadi tolok ukur bagi orang tua untuk menilai bagaimana cara mereka selama ini mendidik anak, serta dampak yang mungkin muncul di masa depan. Dengan pola asuh yang tepat, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, bertanggung jawab, dan berkembang secara optimal.

Mahasiswa KKN berharap melalui kegiatan ini para orang tua semakin sadar bahwa menjadi orang tua keren bukan hanya menuntut anak agar pintar di sekolah, tetapi juga mendampingi tumbuh kembang anak secara menyeluruh, baik secara akademik, emosional, sosial, maupun spiritual.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para orang tua merasa terbantu dengan materi yang disampaikan karena memberikan sudut pandang baru dalam mendidik anak. Diharapkan, kegiatan parenting seperti ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga serta menciptakan lingkungan yang lebih suportif bagi tumbuh kembang anak.

  

Kreatif dan Bernilai: Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember Ajak Wali Murid KB Griya Ananda Malang Sulap Tutup Botol Jadi Gantungan Kunci

Mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi menjadi fokus kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan mahasiswa RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember di KB Griya Ananda Malang. Kegiatan ini menghadirkan edukasi kreatif dengan mengubah sampah tutup botol plastik menjadi gantungan kunci aneka bentuk yang menarik, disukai anak-anak, serta memiliki nilai jual.

Mahasiswa KKN bernama Sasril Mareta menginisiasi kegiatan ini dengan melibatkan para ibu wali murid dalam proses pembuatan kerajinan daur ulang tersebut. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian sampah serta kondisi sampah di Indonesia yang semakin memerlukan perhatian serius. Dalam penyampaiannya, Sasril menekankan bahwa pengelolaan sampah dari rumah memiliki dampak besar terhadap kebersihan lingkungan.

“Edukasi tentang pengolahan sampah sangat penting terutama untuk para ibu rumah tangga, karena mereka memiliki peran utama dalam mengatur aktivitas rumah tangga sehari-hari,” ujar Sasril.

Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung membuat gantungan kunci dari tutup botol plastik bekas. Proses pembuatannya dimulai dengan memotong tutup botol menjadi bagian kecil, kemudian bahan tersebut dilelehkan menggunakan setrika yang dialasi baking paper. Setelah melebur, bahan dibentuk menggunakan cetakan dengan berbagai model menarik, seperti bentuk hewan laut dan karakter lucu lainnya.

Hasil akhirnya berupa gantungan kunci unik yang menarik, lucu, dan memiliki nilai ekonomi. Produk ini tidak hanya menjadi kerajinan sederhana, tetapi juga berpotensi menjadi peluang usaha rumahan berbasis daur ulang.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para ibu wali murid yang hadir. Mereka tampak antusias mengikuti setiap tahapan dan merasa kagum melihat hasil akhir dari bahan yang sebelumnya dianggap sebagai sampah tidak berguna.

“Pembuatannya sangat menarik ya, ternyata yang bagi kita sampah bisa dijadikan sesuatu yang lucu,” ujar Ellis, salah satu wali murid KB Griya Ananda Malang.

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga pemahaman bahwa sampah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong kebiasaan pengelolaan sampah sejak dari rumah sekaligus membuka peluang usaha kreatif berbasis daur ulang di lingkungan keluarga.

Program ini menjadi bukti bahwa langkah sederhana dari rumah dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan, sekaligus menumbuhkan kreativitas dan jiwa wirausaha masyarakat.

 

KKN UM Jember Edukasi Tanaman bagi Anak dan Keluarga di Jrebeng Wetan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) S1 PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan edukasi tanaman bagi anak dan keluarga di lokasi pembibitan Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, pada Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan serta mengenalkan manfaat tanaman kepada anak sejak usia dini. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui edukasi lingkungan yang aplikatif, sederhana, dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diikuti oleh anak-anak dan keluarga di lingkungan sekitar dengan penuh antusias. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya tanaman dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai sumber pangan, penyejuk udara, penghijauan lingkungan, maupun sebagai tanaman hias yang dapat memperindah halaman rumah.

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak berdiskusi mengenai cara menanam yang baik serta jenis bibit yang mudah dibudidayakan di rumah. Beberapa peserta terlihat aktif bertanya mengenai teknik menanam sederhana dan jenis tanaman yang cocok ditanam di lahan sempit.

Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa masyarakat dapat memulai kegiatan menanam dengan memanfaatkan pot, polybag, maupun barang bekas sebagai media tanam. Bibit yang direkomendasikan antara lain cabai, tomat, kangkung, bayam, sawi, serta berbagai tanaman hias yang mudah dirawat.

Peserta kemudian dikenalkan secara langsung dengan berbagai jenis bibit tanaman di lokasi pembibitan. Anak-anak tampak sangat tertarik saat melihat beragam bibit yang tersedia. Mereka juga terlihat aktif bertanya dan ingin mengetahui nama serta manfaat dari masing-masing tanaman.

Sebagai bentuk praktik langsung, peserta diberikan kesempatan untuk menanam bibit secara mandiri dengan pendampingan mahasiswa KKN. Kegiatan praktik meliputi pengisian media tanam, proses penanaman bibit, hingga penyiraman tanaman dengan teknik yang benar.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah sebagai tempat bercocok tanam sehingga dapat menciptakan lingkungan yang hijau, sehat, dan produktif. Sementara itu, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan serta mencintai alam sejak usia dini.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Kelurahan Jrebeng Wetan serta menjadi langkah kecil menuju lingkungan yang lebih asri dan sehat.

Rabu, 29 April 2026

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini Melalui Kegiatan Pengumpulan Bank Sampah

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) RPL Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pengumpulan Bank Sampah di TKIT Al-Fath Jember sebagai bagian dari upaya edukasi lingkungan bagi para siswa sejak usia dini. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam menanamkan kesadaran menjaga lingkungan melalui kegiatan sederhana namun berdampak besar.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat dengan melibatkan partisipasi aktif siswa, guru, serta orang tua murid. Dalam pelaksanaannya, para siswa diminta membawa sampah anorganik dari rumah seperti botol plastik, gelas plastik, kertas bekas, kardus bekas, serta berbagai kemasan lainnya yang masih dapat didaur ulang.

Sesampainya di sekolah, sampah-sampah tersebut terlebih dahulu ditimbang dan dicatat sesuai dengan bawaan masing-masing siswa. Setelah proses penimbangan selesai, sampah kemudian dipilah berdasarkan jenisnya agar lebih mudah dikelola dalam sistem Bank Sampah.

Program Bank Sampah ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan positif kepada anak-anak agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman bahwa sampah tidak selalu harus dibuang, tetapi dapat dikelola kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar secara langsung tentang pentingnya memilah sampah dan menjaga kebersihan sejak dini. Mereka tampak antusias saat menimbang dan memilah sampah yang mereka bawa. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran praktik yang menyenangkan karena siswa dapat terlibat langsung dalam proses pengelolaan sampah.

Hasil dari pengumpulan sampah tersebut nantinya akan dikelola melalui sistem Bank Sampah dan menjadi tabungan siswa. Hal ini memberikan motivasi tambahan bagi anak-anak untuk terus mengumpulkan sampah yang bernilai guna sekaligus memahami konsep menabung sejak usia dini.

Orang tua siswa pun menyambut baik program ini. Mereka menilai kegiatan tersebut tidak hanya mendidik anak-anak tentang kepedulian lingkungan, tetapi juga mendorong keluarga untuk lebih sadar dalam memilah dan mengelola sampah di rumah.

Pihak sekolah berharap melalui kegiatan ini dapat terbentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan, terbiasa hidup bersih, dan memiliki kesadaran untuk menjaga bumi sejak usia dini.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa KKN, sekolah, dan orang tua mampu menciptakan perubahan positif dalam membangun karakter anak yang peduli lingkungan serta bertanggung jawab terhadap kebersihan di sekitarnya.

 

Mahasiswa KKN UM Jember Kenalkan Jajanan Tradisional Sehat untuk Anak Usia Dini

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember, Iva Septin Lestari Ningsih, melaksanakan kegiatan edukasi bertema Pengenalan Pembiasaan Makan Jajanan Tradisional kepada Anak Usia Dini guna Mengurangi Konsumsi Makanan Instan atau Junk Food pada Selasa, 28 April 2026.

Kegiatan ini dilakukan dengan mengumpulkan para wali murid untuk diberikan edukasi mengenai pentingnya mengenalkan jajanan tradisional kepada anak-anak sejak usia dini. Program ini bertujuan untuk membangun kebiasaan makan sehat serta mengurangi konsumsi makanan instan atau junk food yang kurang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa jajanan tradisional memiliki banyak manfaat dan lebih aman dikonsumsi dibandingkan makanan cepat saji. Bahan-bahan yang digunakan umumnya berasal dari bahan alami seperti tepung beras, kelapa, gula merah, singkong, dan bahan pangan lokal lainnya yang lebih sehat dan bergizi.

Ada beberapa alasan mengapa jajanan tradisional perlu dikenalkan kepada anak usia dini. Pertama, bahan-bahannya aman dan alami. Kedua, tidak mengandung pemanis buatan yang berlebihan. Ketiga, tidak mengandung MSG atau micin secara berlebihan. Keempat, tidak mengandung bahan pengawet buatan yang dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan anak jika dikonsumsi terus-menerus.

Melalui kegiatan ini, para orang tua diajak untuk lebih bijak dalam memilih makanan ringan bagi anak dan mulai membiasakan konsumsi jajanan sehat yang bernilai gizi. Selain itu, pengenalan jajanan tradisional juga menjadi bentuk pelestarian budaya kuliner lokal agar anak-anak tetap mengenal makanan khas Indonesia.

Dalam praktiknya, para wali murid menyambut kegiatan ini dengan sangat baik dan penuh antusias. Mereka merasa kegiatan tersebut memberikan manfaat besar karena saat ini banyak anak yang lebih akrab dengan makanan instan dibandingkan makanan tradisional yang sebenarnya lebih sehat.

Anak-anak pun terlihat senang saat diperkenalkan dengan berbagai macam jajanan tradisional. Mereka membawa, mengenal, dan menikmati langsung makanan seperti onde-onde, klepon, lupis, kue talam, cucur gula merah, lapis, getas, lemper, kue lumpur, dan berbagai jajanan khas lainnya.

Suasana kegiatan berlangsung hangat, menyenangkan, dan penuh kebersamaan antara guru, orang tua, dan anak-anak. Selain menjadi sarana edukasi kesehatan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa cinta terhadap makanan tradisional sejak dini.

Melalui program ini, diharapkan anak-anak dapat lebih menyukai makanan sehat, mengurangi ketergantungan terhadap makanan instan, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan tetap mencintai budaya lokal Indonesia.

Connect