Jumat, 14 Agustus 2026

Perkuat Promosi UMKM Desa, KKN-T 22 Unmuh Jember Hadirkan Banner Gratis untuk 8 Pelaku Usaha


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 22 Universitas Muhammadiyah (unmuh) Jember membantu delapan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tegalmijin, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, melalui penyediaan banner identitas usaha secara gratis.

Program tersebut dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026), mulai dari proses perancangan desain, pencetakan, hingga pemasangan banner di lokasi usaha masing-masing pelaku UMKM. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung penguatan identitas dan promosi usaha masyarakat desa.

Program pembuatan banner tersebut berangkat dari hasil observasi mahasiswa KKN yang menemukan masih banyak UMKM di Desa Tegalmijin belum memiliki media promosi visual berupa banner atau papan nama usaha. Kondisi tersebut membuat sejumlah usaha belum mudah dikenali oleh masyarakat, khususnya bagi calon pelanggan yang melintas di sekitar lokasi usaha.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya membantu mencetak banner, tetapi juga mendampingi pelaku usaha dalam menentukan informasi yang perlu ditampilkan. Setiap banner memuat identitas usaha, produk unggulan, serta kontak yang dapat dihubungi sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengenali dan memperoleh informasi mengenai produk yang ditawarkan.

Salah satu pelaku UMKM, Surinap, menyambut positif program yang dilaksanakan mahasiswa KKN-T Kelompok 22. Menurutnya, keberadaan banner membantu membuat usaha lebih mudah dikenali oleh masyarakat.

“Sebelumnya usaha saya tidak punya banner. Jadi, orang yang lewat kadang tidak tahu ini jualan apa. Sekarang mahasiswa KKN yang mendesain sekaligus mencetak bannernya. Jadi usaha saya lebih mudah dikenali,” ungkapnya.

Koordinator Desa (Kordes) KKN-T Kelompok 22 menjelaskan bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan kondisi UMKM di Desa Tegalmijin. Mahasiswa menemukan sejumlah pelaku usaha yang belum memiliki identitas usaha yang terlihat jelas.

“Kami melihat banyak UMKM di sini yang masih belum punya papan nama usaha. Jadi kami bantu mulai dari mendesain sampai mencetak. Semuanya kami berikan gratis kepada delapan UMKM di sini,” jelasnya.

Kehadiran banner diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperkuat identitas usaha sekaligus meningkatkan visibilitas produk di lingkungan sekitar. Identitas usaha yang jelas dapat memudahkan calon pelanggan mengenali lokasi usaha dan produk yang ditawarkan.

Mahasiswa KKN-T Kelompok 22 berharap program tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap pengembangan UMKM Desa Tegalmijin. Dengan promosi yang lebih mudah dikenali, pelaku usaha diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan jumlah pelanggan, serta mendorong pertumbuhan usaha dan pendapatan masyarakat.

Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung SDGs Desa Nomor 9 tentang Infrastruktur dan Inovasi Desa Sesuai Kebutuhan, khususnya melalui pemanfaatan media promosi sederhana untuk memperkuat pemasaran UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Tanamkan Kesadaran Kelola Sampah kepada Siswa SDN 02 Tamanan

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar kegiatan belajar bersama bertema “Pendidikan Sadar Sampah” bersama siswa SDN 02 Tamanan, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui pembelajaran yang interaktif dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mengajak siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengenal cara mengelola sampah dengan tepat. Materi yang disampaikan mencakup kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah berdasarkan jenis, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Agar proses pembelajaran berlangsung menarik, mahasiswa menggunakan metode tanya jawab, permainan edukatif, dan diskusi bersama. Pendekatan tersebut mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi sekaligus membantu mereka memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Koordinator KKN Kelompok 16 Universitas Muhammadiyah Jember, Ahmada Lux Lintar, mengatakan bahwa edukasi mengenai pengelolaan sampah penting diberikan sejak sekolah dasar agar kebiasaan menjaga lingkungan dapat tumbuh dan diterapkan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan belajar bersama ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan perilaku sadar sampah di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah. Kepala SDN 02 Tamanan, Kusnadi, mengapresiasi kolaborasi mahasiswa KKN dengan sekolah karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa.

Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang komunikatif membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong mereka membangun kebiasaan positif.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan positif pada anak-anak untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ungkap Kusnadi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Unmuh Jember tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong siswa untuk menerapkannya melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter sekaligus menumbuhkan budaya sadar sampah di lingkungan sekolah. Dengan keterlibatan siswa secara aktif, nilai-nilai kepedulian terhadap kebersihan lingkungan diharapkan dapat terus diterapkan, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.

Program tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dalam mendukung pendidikan lingkungan dan membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Bondowoso.

Mahasiswa KKN-T Kelompok 14 Unmuh Jember Kembangkan Website Desa Pekauman untuk Dukung Digitalisasi dan Pelayanan Publik


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 14 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengembangkan website resmi Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendukung digitalisasi pemerintahan desa, memperluas akses informasi, serta meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Website Desa Pekauman dikembangkan sebagai media informasi yang dapat diakses masyarakat secara lebih mudah dan cepat. Melalui platform tersebut, berbagai informasi mengenai profil desa, potensi wilayah, struktur pemerintahan, berita kegiatan, pelayanan administrasi, hingga agenda desa dapat disampaikan secara lebih terbuka.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa KKN-T Kelompok 14 selama melaksanakan kegiatan di Desa Pekauman. Dalam proses pengembangannya, mahasiswa berkolaborasi dengan perangkat desa untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi, menghimpun data, menyusun struktur website, hingga mengisi konten yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Tahapan pengembangan dilakukan secara bertahap, dimulai dari observasi kebutuhan desa, pengumpulan dan verifikasi data, perancangan tampilan, pengembangan sistem, hingga pengujian website. Mahasiswa juga memberikan pendampingan kepada perangkat desa agar dapat mengelola dan memperbarui informasi secara mandiri setelah program KKN berakhir.

Kehadiran website tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat, terbuka, dan mudah dijangkau. Sebelumnya, penyampaian informasi desa masih banyak dilakukan melalui media konvensional dan komunikasi langsung sehingga jangkauannya belum optimal.

Selain menjadi pusat informasi, website Desa Pekauman juga dirancang sebagai media untuk memperkenalkan berbagai potensi lokal. Informasi mengenai sektor pertanian, usaha masyarakat, kegiatan pemberdayaan, budaya, serta berbagai agenda desa dapat dipublikasikan secara lebih luas sehingga berpotensi meningkatkan daya tarik dan memperkenalkan Desa Pekauman kepada masyarakat di luar wilayah desa.


Tim KKN-T Kelompok 14 menilai bahwa pemanfaatan teknologi informasi menjadi bagian penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif dan transparan. Website desa tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi, tetapi juga dapat menjadi media dokumentasi kegiatan serta jembatan komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

Kepala Desa Pekauman turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-T Kelompok 14 Unmuh Jember dalam menghadirkan inovasi digital tersebut. Website dinilai dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pemerintah desa, khususnya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih cepat sekaligus mendokumentasikan berbagai kegiatan pembangunan dan pelayanan desa.

Koordinator KKN-T Kelompok 14 Unmuh Jember menyampaikan bahwa pembangunan website tidak hanya ditujukan untuk memenuhi program kerja selama masa pengabdian. Website tersebut diharapkan dapat terus dikelola dan dikembangkan oleh pemerintah desa sehingga menjadi pusat informasi resmi yang aktif dan diperbarui sesuai perkembangan Desa Pekauman.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T Kelompok 14 Unmuh Jember berharap Desa Pekauman semakin siap menghadapi era digital dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana peningkatan pelayanan publik. Pengembangan website menjadi salah satu langkah awal untuk mewujudkan pemerintahan desa yang lebih terbuka, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.



Kamis, 13 Agustus 2026

Pembinaan Kader Ortom Unmuh Jember Perkuat Peran Organisasi dalam Menyiapkan Kader Muhammadiyah


Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar kegiatan Pembinaan Kader Organisasi Otonom (Ortom) dengan mengusung tema “Memperkuat Peran Ortom di Lingkungan Kampus Unmuh Jember”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (13/8/2026) di Ruang Rapat Gedung A Unmuh Jember.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran organisasi otonom Muhammadiyah di lingkungan kampus, khususnya dalam mempersiapkan proses pengkaderan menghadapi Pengenalan Kehidupan Kampus dan Pembinaan Ideologi Mahasiswa Baru (PKKPIMB) 2026.

Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP AIK) Unmuh Jember, Dhofir Catur Bashori, S.H.I., M.H.I., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai langkah persiapan pengkaderan di lingkungan organisasi otonom Unmuh Jember. 

"Ini merupakan pertemuan untuk memperkuat arah kita sebagai ortom di Unmuh Jember" ujarnya.

Pembinaan diharapkan dapat memperkuat kesiapan para kader dalam menjalankan peran organisasi sekaligus menjadi bagian dari proses pembentukan kader Muhammadiyah di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari dua pemateri, yakni Disa Yulistian, S.S., selaku Kepala UPT Humas, Kesekretariatan dan Protokoler Unmuh Jember, serta Silmi Fahmi Ibrahim selaku Pelatih Tapak Suci Unmuh Jember.

Disa Yulistian membawakan materi bertajuk “Menguatkan Peran Hizbul Wathan sebagai Kawah Candradimuka Kader Muhammadiyah”. Materi tersebut menempatkan Hizbul Wathan (HW) sebagai ruang pembinaan, pendidikan, dan proses menempa kader agar memiliki karakter, kemampuan, serta jiwa kepemimpinan yang unggul.
Dalam pemaparannya, Disa menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam Hizbul Wathan dapat dilandasi berbagai hal, mulai dari keinginan mencari pengalaman, menambah relasi, menjadi tempat belajar, meningkatkan kemampuan, hingga melatih kepemimpinan dan berkontribusi kepada Muhammadiyah.

Pembinaan kader melalui HW juga diarahkan untuk membentuk kader yang memiliki akidah kuat, fisik dan mental tangguh, berilmu, berteknologi, serta berakhlak mulia. Kader tersebut diharapkan siap berkontribusi bagi Persyarikatan Muhammadiyah, umat, dan bangsa.

Disa turut menyoroti pentingnya penguatan sejumlah karakter kader, di antaranya integritas, kepemimpinan, kepedulian, disiplin, dan spiritualitas. Kelima aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki karakter dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.

Pada bagian akhir, penguatan peran Hizbul Wathan diarahkan melalui empat aspek, yakni penguatan kader, penguatan program, penguatan branding, dan penguatan kolaborasi. Keberhasilan HW tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari kualitas kader yang dihasilkan melalui proses pembinaan tersebut.

Sementara Silmi Fahmi Ibrahim membawakan materi mengenai “Kepemimpinan Transformatif dalam Tapak Suci: Membangun Generasi Pemimpin Organisasi Tapak Suci yang Adaptif, Inovatif, Unggul, Berkemajuan”. Dalam materinya, ia menjelaskan pentingnya perubahan paradigma kepemimpinan di tengah dinamika organisasi mahasiswa dan karakter generasi muda saat ini.

Kepemimpinan transformatif dipaparkan sebagai gaya kepemimpinan yang mendorong pemimpin bekerja bersama tim untuk mengidentifikasi perubahan yang diperlukan, menyusun visi, serta mengeksekusi perubahan secara kolaboratif. Pendekatan ini menempatkan visi bersama, rasa memiliki, komunikasi terbuka, kepercayaan, empati, dan apresiasi sebagai bagian penting dalam menjalankan organisasi.

Silmi juga menekankan empat pilar kepemimpinan transformatif, yakni ideal influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Pemimpin tidak hanya dituntut menjadi teladan dan mampu menyampaikan visi organisasi, tetapi juga mendorong anggota untuk berpikir kritis dan inovatif serta memberikan pendampingan sesuai karakter dan kebutuhan masing-masing kader.

Melalui kegiatan Pembinaan Kader Ortom ini, Unmuh Jember mendorong organisasi otonom di lingkungan kampus untuk tidak hanya menjadi wadah aktivitas mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kaderisasi yang berkelanjutan. Penguatan tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan Ortom dalam menyambut PKKPIMB 2026 sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mencetak kader Muhammadiyah yang adaptif, berintegritas, dan berkemajuan.

Soroti Rencana Pinjaman Rp786,5 Miliar, Kaprodi Ilmu Pemerintahan Unmuh Jember Dorong DPRD Perkuat Pengawasan





Pemerintah Kabupaten Jember berencana mengajukan pinjaman daerah senilai Rp786,573 miliar. Hal itu menuai perhatian publik, khususnya bagi Kaprodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Dr. Iffan Gallant El Muhammady, S.Sos., M.Si., karena dinilai akan berakibat pada kondisi keuangan jangka menengah.

Beliau menyebutkan bahwa diperlukan peran DPRD Kabupaten Jember sebagai pemeran utama dalam pengawasan terhadap rencana keuangan pemerintah daerah.

"Sikap kritis DPRD juga tidak identik dengan penolakan. Sebaliknya, persetujuan tanpa pengujian mendalam bukanlah dukungan terhadap pembangunan, melainkan pengabaian terhadap fungsi pengawasan," ungkapnya, dikutip dari serayunusantara.com, Rabu (12/08).

Menurut Iffan, DPRD perlu memeriksa lima aspek sebelum menyetujui rencana pinjaman, yakni legalitas, kemampuan fiskal, kesiapan proyek, keadilan alokasi, dan mekanisme pengawasan. Pemerintah perlu memastikan pinjaman sesuai aturan, mampu dibayar dalam jangka panjang, serta digunakan untuk proyek yang matang dan benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, DPRD harus memastikan pengawasan berjalan sejak pencairan hingga pembayaran cicilan. Iffan juga mendorong keterbukaan dokumen, proyeksi keuangan, studi kelayakan, dan daftar proyek kepada publik guna memperkuat transparansi serta akuntabilitas.

Pembahasan mengenai pinjaman, ungkap beliau, perlu kehati-hatian  dan seharusnya berbasis data, kepatuhan hukum, serta kebermanfaatan proyek  terhadap masyarakat, bukan menjadi ajang pertarungan politik antara DPRD dengan kepala daerah.

Sebagai penutup, beliau menyampaikan perlu sikap tegas dalam pembahasan rencana pinjaman ini. Jika terdapat kelemahan, maka wajib untuk dikoreksi sebelum perjanjian disahkan agar tidak terjadi masalah yang harus ditanggung APBD nantinya.

Cegah Bullying Sejak Dini, KKN-T 02 Unmuh Jember Edukasi Siswa SD di Suger Lor


Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 02 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember  menggelar sosialisasi bertema Stop Bullying dan Dampak Bullying di Lingkungan Sekolah di SDN Suger Lor 1, SDN Suger Lor 2, dan SDN Suger Lor 3, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, pada Senin (27/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN-T dalam memberikan edukasi kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapinya. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa agar tidak melakukan tindakan perundungan maupun menjadi korban bullying.

Dalam sosialisasi, mahasiswa menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, penghinaan, tindakan seksual, hingga perundungan melalui media sosial. Perilaku tersebut dapat memberikan dampak serius terhadap korban, mulai dari trauma, gangguan psikologis, menurunnya prestasi belajar, hingga risiko putus sekolah.

Mahasiswa KKN-T juga mengajak siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Siswa didorong untuk berani menolak tindakan bullying serta melaporkan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami maupun menyaksikan perundungan.

Pelaksanaan sosialisasi dilakukan secara interaktif melalui pendampingan langsung di ruang kelas. Mahasiswa menciptakan suasana yang aman agar siswa dapat memahami materi sekaligus menyampaikan pengalaman atau keluh kesah yang berkaitan dengan bullying.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pihak sekolah yang menilai edukasi mengenai pencegahan bullying penting dilakukan. Mahasiswa KKN-T Kelompok 02 berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kepedulian siswa dan membantu menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari perundungan.

Modal Minim, Cuan Menjanjikan! KKN-T 02 Unmuh Jember Soroti Potensi Lobster Air Tawar Suger Lor


Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 02 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember  melakukan observasi terhadap potensi budidaya lobster air tawar di Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, pada Senin (27/7/2026). Budidaya lobster air tawar dinilai memiliki peluang ekonomi menjanjikan karena perawatannya relatif mudah dan dapat dikembangkan dengan modal yang terjangkau.

Komoditas yang dikembangkan masyarakat setempat merupakan jenis Clarki dan Red Claw atau lobster capit merah. Budidaya tersebut mulai dikembangkan secara intensif sejak 2024 menggunakan kolam berukuran relatif kecil yang dapat ditempatkan di area pekarangan rumah.

Kristian Fajar, salah satu pencetus budidaya lobster air tawar di Desa Suger Lor, mengatakan permintaan terhadap lobster terus menunjukkan peluang yang baik. Menurutnya, lobster air tawar memiliki keunggulan karena lebih mudah dirawat dibandingkan lobster laut dan kebutuhan pakannya relatif efisien.

Dalam praktiknya, peternak menggunakan kolam berukuran sekitar 3×2 meter dengan kedalaman air 40–50 sentimeter. Kualitas air dijaga pada pH 7–8 dengan bantuan aerasi. Peternak juga menyediakan tempat berlindung berupa potongan pipa PVC atau genteng untuk membantu lobster saat mengalami pergantian kulit.

Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari menggunakan pelet tenggelam yang dikombinasikan dengan pakan alami, seperti tauge, wortel, dan cacing tanah. Dengan pengelolaan tersebut, lobster dapat dipelihara hingga mencapai ukuran konsumsi sekitar 10–12 ekor per kilogram.

Hasil observasi mahasiswa KKN-T menunjukkan budidaya lobster mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Sejumlah warga turut terlibat dalam proses pembibitan dan pemeliharaan, sehingga berpotensi membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru di Desa Suger Lor.

Tidak hanya menghasilkan komoditas utama, limbah berupa kulit dan kepala lobster juga berpotensi dimanfaatkan kembali menjadi bahan kerupuk maupun pakan ikan lele. Pemanfaatan limbah tersebut menjadi peluang tambahan bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan budidaya yang lebih berkelanjutan.

Melalui observasi ini, KKN-T Kelompok 02 Unmuh Jember berharap potensi budidaya lobster air tawar di Desa Suger Lor dapat terus dikembangkan sebagai salah satu alternatif usaha produktif masyarakat dan penggerak ekonomi lokal.

Connect