Kamis, 13 Agustus 2026

Modal Minim, Cuan Menjanjikan! KKN-T 02 Unmuh Jember Soroti Potensi Lobster Air Tawar Suger Lor


Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 02 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember  melakukan observasi terhadap potensi budidaya lobster air tawar di Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, pada Senin (27/7/2026). Budidaya lobster air tawar dinilai memiliki peluang ekonomi menjanjikan karena perawatannya relatif mudah dan dapat dikembangkan dengan modal yang terjangkau.

Komoditas yang dikembangkan masyarakat setempat merupakan jenis Clarki dan Red Claw atau lobster capit merah. Budidaya tersebut mulai dikembangkan secara intensif sejak 2024 menggunakan kolam berukuran relatif kecil yang dapat ditempatkan di area pekarangan rumah.

Kristian Fajar, salah satu pencetus budidaya lobster air tawar di Desa Suger Lor, mengatakan permintaan terhadap lobster terus menunjukkan peluang yang baik. Menurutnya, lobster air tawar memiliki keunggulan karena lebih mudah dirawat dibandingkan lobster laut dan kebutuhan pakannya relatif efisien.

Dalam praktiknya, peternak menggunakan kolam berukuran sekitar 3×2 meter dengan kedalaman air 40–50 sentimeter. Kualitas air dijaga pada pH 7–8 dengan bantuan aerasi. Peternak juga menyediakan tempat berlindung berupa potongan pipa PVC atau genteng untuk membantu lobster saat mengalami pergantian kulit.

Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari menggunakan pelet tenggelam yang dikombinasikan dengan pakan alami, seperti tauge, wortel, dan cacing tanah. Dengan pengelolaan tersebut, lobster dapat dipelihara hingga mencapai ukuran konsumsi sekitar 10–12 ekor per kilogram.

Hasil observasi mahasiswa KKN-T menunjukkan budidaya lobster mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Sejumlah warga turut terlibat dalam proses pembibitan dan pemeliharaan, sehingga berpotensi membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru di Desa Suger Lor.

Tidak hanya menghasilkan komoditas utama, limbah berupa kulit dan kepala lobster juga berpotensi dimanfaatkan kembali menjadi bahan kerupuk maupun pakan ikan lele. Pemanfaatan limbah tersebut menjadi peluang tambahan bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan budidaya yang lebih berkelanjutan.

Melalui observasi ini, KKN-T Kelompok 02 Unmuh Jember berharap potensi budidaya lobster air tawar di Desa Suger Lor dapat terus dikembangkan sebagai salah satu alternatif usaha produktif masyarakat dan penggerak ekonomi lokal.

Tags :

bm
Created by: SUKRON KASYIR

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect