Senin, 04 Mei 2026

Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik di TK Dharma Wanita Panggungrejo 02

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember, Nuryanti (NIM 2510274071), melaksanakan kegiatan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik di TK Dharma Wanita Panggungrejo 02 sebagai upaya menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengenalkan perbedaan antara sampah organik dan anorganik, serta melatih siswa agar terbiasa membuang sampah pada tempatnya sesuai jenisnya.

Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari bahan alami dan mudah terurai oleh mikroorganisme, seperti sisa makanan, daun kering, dan kulit buah. Sementara itu, sampah anorganik berasal dari bahan non-alami atau hasil olahan manusia yang sulit terurai, seperti plastik, kaca, dan kaleng.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menggunakan metode edukatif dan interaktif agar materi mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan diawali dengan penyuluhan sederhana menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti. Selain itu, media visual seperti gambar dan warna berbeda pada tempat sampah juga digunakan untuk membantu anak mengenali jenis-jenis sampah.

Dua tempat sampah dengan warna berbeda disiapkan, misalnya warna hijau untuk sampah organik dan warna kuning untuk sampah anorganik. Anak-anak kemudian diajak untuk mempraktikkan langsung cara memilah sampah sesuai contoh yang telah diberikan.

Tidak hanya itu, kegiatan juga dilengkapi dengan permainan edukatif untuk meningkatkan minat belajar dan partisipasi siswa. Melalui permainan tersebut, anak-anak menjadi lebih antusias dan aktif mengikuti setiap instruksi yang diberikan.

Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat sangat bersemangat. Mereka mulai memahami perbedaan antara sampah organik dan anorganik serta mampu memilah sampah dengan baik. Pendekatan belajar sambil bermain terbukti efektif dalam menanamkan kebiasaan positif kepada anak usia dini.

Kegiatan ini memberikan berbagai manfaat, di antaranya meningkatkan kepedulian lingkungan sejak dini, membantu menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, menanamkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari, serta mengurangi jumlah sampah yang tercampur.

Mahasiswa KKN berharap melalui kegiatan sederhana ini, anak-anak dapat terus menerapkan kebiasaan memilah sampah tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah bersama keluarga. Dukungan dari guru dan orang tua sangat penting agar pembiasaan ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sekolah juga diharapkan dapat menyediakan fasilitas tempat sampah terpilah secara permanen agar siswa semakin terbiasa menjaga kebersihan lingkungan. Dengan edukasi sejak dini, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan dan memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi.

 

Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Program “Dari Receh Jadi Berkah” di TK Muslimat NU 127

Kreativitas sederhana mampu membawa dampak besar. Hal inilah yang terlihat dalam kegiatan edukatif bertajuk “Dari Receh Jadi Berkah” yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember di TK Muslimat NU 127.

Program ini mengajak siswa untuk belajar menabung sejak dini melalui pemanfaatan botol bekas sebagai celengan, dengan dukungan penuh dari orang tua. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi karakter yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Mahasiswa KKN membuat celengan dari botol plastik bekas yang kemudian dihias dengan warna-warna menarik agar lebih disukai anak-anak. Celengan tersebut dibagikan kepada seluruh siswa sebagai media pembelajaran menabung yang sederhana namun bermakna.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN sekaligus bertindak sebagai moderator dan menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan mengenalkan konsep menabung, tetapi juga membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak belajar bahwa uang receh yang sering dianggap sepele ternyata bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat jika dikumpulkan secara konsisten,” ujarnya.

Kolaborasi dengan orang tua menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Para orang tua berperan aktif dalam mendampingi anak-anak di rumah dengan mengingatkan mereka untuk rutin menabung. Selain itu, komunikasi antara guru dan wali murid terus dijalin untuk memantau perkembangan kebiasaan menabung anak.

Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar menyimpan uang, tetapi juga memahami nilai kesabaran, tanggung jawab, dan pentingnya kebiasaan hidup hemat. Penggunaan botol bekas sebagai celengan juga menjadi bentuk edukasi sederhana tentang pemanfaatan barang bekas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam jangka panjang, hasil tabungan anak-anak direncanakan akan digunakan untuk kegiatan sosial sederhana, seperti berbagi kepada teman yang membutuhkan atau kegiatan amal lainnya. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati serta kepedulian sosial sejak dini.

Program “Dari Receh Jadi Berkah” menjadi bukti bahwa pembelajaran bermakna dapat dimulai dari hal-hal kecil di sekitar anak. Dengan melibatkan peran aktif keluarga dan sekolah, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga mempererat hubungan antara orang tua, guru, dan anak.

Melalui program ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi yang mandiri, peduli, dan memiliki kebiasaan baik untuk masa depan yang lebih cerah.

 


Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Program Penghijauan dan Edukasi Lingkungan di TK Insan Permata

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program bertajuk “Menanam Kasih Sayang, Menuai Kebersamaan: Program Penghijauan dan Edukasi Lingkungan di TK Insan Permata” sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan menyenangkan bagi anak usia dini.

Program ini diprakarsai oleh Sukarno, mahasiswa PG PAUD dengan NIM 2510274120, dan melibatkan guru, wali murid, serta seluruh siswa TK Insan Permata. Kegiatan ini bertujuan untuk memperindah lingkungan sekolah, mengenalkan pentingnya menjaga alam sejak dini, serta membangun kerja sama yang harmonis antara mahasiswa, pihak sekolah, dan orang tua.

Lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan asri dinilai sangat berpengaruh terhadap kenyamanan proses belajar mengajar, khususnya bagi anak-anak usia dini. Oleh karena itu, mahasiswa KKN menghadirkan program penghijauan yang tidak hanya berfokus pada penanaman tanaman, tetapi juga edukasi lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas menjadi media tanam yang kreatif dan bermanfaat.

Kegiatan diawali dengan tahap persiapan berupa survei lokasi, diskusi dengan pihak sekolah, serta pengumpulan alat dan bahan seperti botol bekas, tanah, bibit tanaman, cat, dan perlengkapan pendukung lainnya. Botol bekas air mineral kemudian diolah menjadi pot tanaman yang dicat dan dihias agar menarik bagi anak-anak.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian media tanam berupa tanah subur ke dalam pot yang telah dibuat. Anak-anak bersama guru dan mahasiswa kemudian melakukan proses penanaman bibit tanaman secara langsung. Mereka juga diajak untuk melakukan penyiraman sebagai tahap awal perawatan tanaman.

Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Anak-anak belajar bahwa tanaman membutuhkan tanah, air, dan sinar matahari untuk tumbuh, sekaligus melatih motorik halus dan kepekaan sensorik mereka melalui aktivitas langsung.

Selain manfaat edukatif, kegiatan ini juga menghasilkan dampak fisik berupa puluhan pot bunga dari bahan daur ulang yang ditempatkan di area sekolah. Tanaman hias tersebut mempercantik tampilan sekolah, membuat suasana lebih sejuk, serta menjadi simbol nyata pengurangan sampah plastik melalui pemanfaatan ulang barang bekas.

Suasana kebersamaan sangat terasa saat kegiatan penutupan berlangsung. Mahasiswa, guru, wali murid, dan anak-anak berkumpul bersama untuk melihat hasil akhir kegiatan sekaligus melakukan dokumentasi bersama. Momen ini menjadi bukti bahwa program penghijauan tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih baik, tetapi juga mempererat hubungan sosial antar seluruh elemen sekolah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember berharap budaya peduli lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari di TK Insan Permata. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sekolah yang lebih hijau, sehat, dan penuh semangat kebersamaan.

Mahasiswa KKN Kenalkan Baju Adat kepada Anak TK PKK Sumber III

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan edukatif bertajuk “Mengenal Baju Adat di TK PKK Sumber III” pada Selasa (21/4/2026) di TK PKK Sumber III, Desa Curahdringu, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada anak-anak sejak usia dini melalui pengenalan pakaian adat dari berbagai daerah di Nusantara. Program ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran budaya yang menyenangkan sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air kepada peserta didik.

Baju adat merupakan pakaian tradisional yang mencerminkan budaya dan identitas suatu daerah. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri, seperti pakaian adat dari Jawa, Bali, Sumatera, hingga Papua. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mengenal berbagai jenis pakaian adat beserta keunikan yang dimilikinya.

Dalam pelaksanaannya, anak-anak diperkenalkan dengan pakaian adat seperti kebaya sederhana untuk perempuan dan beskap untuk laki-laki dari Jawa, serta pakaian adat Bali lengkap dengan selendang dan udeng. Pakaian adat yang dikenalkan dibuat lebih sederhana, nyaman, dan berwarna cerah agar sesuai dengan karakter anak-anak yang aktif dan ceria.

Selain pengenalan pakaian adat, kegiatan juga diisi dengan penampilan anak-anak menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini sebagai bentuk peringatan Hari Kartini sekaligus menambah semangat nasionalisme. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan dan percaya diri saat tampil di depan teman-temannya.

Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa penggunaan baju adat di lingkungan TK memiliki manfaat edukatif yang besar. Anak-anak tidak hanya belajar tentang keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga diajarkan untuk menghargai perbedaan, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa, serta meningkatkan keberanian tampil di depan umum.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sejak dini. Anak-anak dapat belajar bahwa Indonesia memiliki banyak budaya yang indah dan harus dijaga bersama,” ujar mahasiswa KKN.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang mencintai budaya bangsa dan memiliki rasa bangga terhadap identitas nasionalnya.

 

TELKOTEL Ikan Tenggiri, Inovasi Camilan Khas Desa Bandaran

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan inovasi olahan hasil laut berupa TELKOTEL Ikan Tenggiri bersama masyarakat Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jumat (1/5/2026) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu rumah tangga serta anak-anak dalam suasana kolaboratif dan edukatif. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah potensi lokal, khususnya ikan tenggiri yang melimpah di wilayah pesisir Desa Bandaran.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara langsung mulai dari proses persiapan bahan, pengolahan adonan, hingga teknik penyajian dan pengemasan produk. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dalam pengolahan makanan serta peluang pemasaran produk rumahan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Sejalan dengan program pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik pembuatan makanan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mahasiswa KKN berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa hasil laut lokal dapat diolah menjadi produk inovatif yang berpotensi menjadi usaha rumahan berkelanjutan.

Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan bahwa inovasi TELKOTEL ini diharapkan dapat menjadi produk khas Desa Bandaran. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan hasil laut sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.

Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut dan terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan. Ibu-ibu rumah tangga aktif berpartisipasi dalam proses pengolahan, sementara anak-anak juga ikut belajar mengenal potensi hasil laut daerah mereka.

Dengan adanya inovasi ini, diharapkan TELKOTEL Ikan Tenggiri dapat berkembang menjadi usaha rumahan yang berkelanjutan serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya sebagai agen perubahan yang tidak hanya hadir memberikan edukasi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengembangan potensi lokal masyarakat.

Tekan Pernikahan Anak, Mahasiswa KKN UM Jember Gelar Sarasehan di Dusun Kepoh

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember, Supinah (NIM 2510274089), menggelar sarasehan bertajuk “Peran Orang Tua dalam Mencegah Perkawinan Usia Dini” di Dusun Kepoh, Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ibu Anis Suadah, M.Pd., dari Penyuluh KUA Kecamatan Babat, dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendewasaan usia perkawinan demi masa depan generasi muda yang lebih baik dan berkualitas.

Dalam penyampaian materinya, Anis Suadah menegaskan bahwa orang tua memiliki peran utama dalam mencegah pernikahan usia dini. Menurutnya, kesiapan fisik, mental, dan ekonomi merupakan fondasi penting yang harus dipersiapkan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

“Pencegahan ini bukan sekadar mematuhi undang-undang, tetapi tentang melindungi hak anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal. Orang tua harus hadir sebagai teman diskusi yang nyaman agar anak tidak salah mengambil keputusan,” ujarnya di hadapan warga yang hadir.

Selama sarasehan berlangsung, peserta diajak memahami berbagai risiko yang dapat muncul akibat pernikahan dini, mulai dari masalah kesehatan reproduksi, dampak psikologis, hingga tantangan ekonomi dalam kehidupan berumah tangga. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan interaktif sehingga warga dapat lebih mudah memahami pentingnya pendewasaan usia perkawinan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja individu Supinah dalam rangka pengabdian masyarakat melalui KKN Universitas Muhammadiyah Jember. Program tersebut lahir sebagai bentuk kepedulian terhadap masih adanya praktik pernikahan usia dini di lingkungan pedesaan.

Melalui sarasehan ini, diharapkan masyarakat Dusun Kepoh, khususnya para orang tua, memiliki pemahaman yang lebih matang dalam mendampingi dan membimbing anak-anak mereka agar dapat merencanakan masa depan dengan lebih baik.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab serta pemberian informasi tambahan mengenai layanan konsultasi keluarga yang tersedia di KUA Kecamatan Babat. Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias dan berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Bersama Mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam Pemanfaatan Pekarangan dan Galon Bekas untuk Menanam Sayuran sebagai Upaya Ketahanan Pangan Keluarga

Dalam upaya menanamkan nilai kepedulian lingkungan, kemandirian, serta kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan keluarga sejak usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember mengadakan kegiatan menanam sayuran dengan memanfaatkan botol dan galon bekas di pekarangan TK Al Hidayah Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena melibatkan kolaborasi aktif antara pihak sekolah dengan orang tua murid. Sejak pagi hari, suasana sekolah dipenuhi semangat kebersamaan. Para orang tua hadir mendampingi anak-anak mereka sambil membawa galon bekas yang telah dikumpulkan dari rumah. Barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak terpakai tersebut kemudian diolah menjadi media tanam yang kreatif dan ramah lingkungan.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi dari mahasiswa KKN bersama Kepala TK Al Hidayah Modangan, Ibu Desi Nurhayati. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai pembelajaran praktik bercocok tanam, tetapi juga sebagai langkah kecil dalam membangun kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan keluarga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa kebutuhan pangan, khususnya sayuran, dapat dipenuhi secara mandiri meskipun dengan lahan terbatas. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan barang bekas, keluarga dapat menanam sendiri sayuran sehat dan mengurangi ketergantungan pada pembelian di pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari motorik, kognitif, sosial-emosional, hingga nilai karakter seperti tanggung jawab dan kerja sama. Anak-anak tidak hanya belajar menanam, tetapi juga diajak memahami proses pertumbuhan tanaman serta pentingnya merawat dan menjaga lingkungan.

Proses kegiatan dimulai dari langkah sederhana namun edukatif, seperti membersihkan botol, memotong bagian tertentu, melubangi sebagai saluran air, hingga mengisi media tanam dengan campuran tanah dan pupuk. Anak-anak bersama orang tua kemudian menanam berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, cabai, tomat, dan terong. Tanaman-tanaman ini dipilih karena mudah ditanam, cepat panen, dan dapat dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan sehari-hari di rumah.

Antusiasme terlihat jelas dari wajah anak-anak yang dengan penuh semangat mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka bekerja sama dengan orang tua mulai dari mengisi tanah, menanam bibit, hingga menyiram tanaman. Beberapa anak tampak bangga menunjukkan hasil tanamannya, sementara para orang tua pun terlihat senang dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran anak.

Salah satu wali murid mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga bagi kami sebagai orang tua. Kami jadi lebih sadar bahwa menanam sayuran di rumah itu mudah dan bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” tuturnya.

Selain praktik menanam, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember juga memberikan edukasi ringan mengenai cara merawat tanaman, seperti pentingnya penyiraman secara rutin, pemberian sinar matahari yang cukup, serta penggunaan pupuk organik. Orang tua juga diajak untuk melanjutkan kegiatan ini di rumah sebagai bentuk pembiasaan positif bagi anak. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bibit tanaman dari mahasiswa KKN kepada warga sekitar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tumbuh budaya menanam di lingkungan keluarga. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, sekecil apa pun, setiap keluarga memiliki peluang untuk menghasilkan sayuran sendiri yang sehat, segar, dan bebas bahan kimia berbahaya. Hal ini tentu mendukung terciptanya ketahanan pangan keluarga sekaligus mengajarkan pola hidup sederhana dan mandiri kepada anak sejak dini.

Kegiatan menanam sayuran ini menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan dampak besar. Dari pekarangan sederhana dan botol bekas, tumbuh harapan akan generasi yang lebih peduli, mandiri, dan siap menghadapi ta

Connect