Wisuda ke-55 Unmuh Jember Kukuhkan 986 Lulusan, Prodi Baru hingga Pesan Rektor Warnai Dua Hari Prosesi
Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengukuhkan sebanyak 986 lulusan dalam Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-55 jenjang Magister (S2), Sarjana (S1), dan Ahli Madya (D3) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi wisuda digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (26–27/9/2026), di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember.
Wisuda ke-55 ini tidak hanya menjadi momentum pengukuhan
ratusan lulusan, tetapi juga menandai perkembangan Unmuh Jember dalam
memperluas dan mengembangkan program pendidikan. Program studi baru menjadi
bagian dari perkembangan tersebut, seiring dengan upaya universitas menjawab
kebutuhan pendidikan tinggi dan dinamika dunia profesional.
Keberadaan program studi baru tersebut menjadi salah satu
bagian dari perjalanan Unmuh Jember dalam memperkuat layanan pendidikan. Hal
ini berjalan beriringan dengan berbagai capaian institusi, termasuk akreditasi
unggul pada 18 program studi yang disampaikan dalam rangkaian sambutan Rektor.
Selain perkembangan program studi, Unmuh Jember juga tengah
mempersiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran pada tahun mendatang. Pengembangan
tersebut menjadi bagian dari langkah universitas dalam memperluas bidang
keilmuan sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.
Pada hari pertama, Sabtu (26/9/2026), sebanyak 551 wisudawan
mengikuti prosesi pengukuhan. Rangkaian wisuda kemudian dilanjutkan pada Minggu
(27/9/2026) hingga seluruh 986 lulusan resmi dikukuhkan sebagai alumni Unmuh
Jember.
Prosesi dipimpin langsung oleh Rektor Unmuh Jember, Dr.
Hanafi, M.Pd., serta dihadiri jajaran senat, pimpinan Muhammadiyah, mitra
universitas, orang tua, dan keluarga wisudawan.
Rangkaian acara berlangsung khidmat, mulai dari pembacaan
keputusan rektor, pengukuhan wisudawan, pemberian penghargaan kepada lulusan
berprestasi, hingga penyerahan alumni kepada Ikatan Keluarga Alumni (IKA)
Universitas Muhammadiyah Jember.
Di balik prosesi pengukuhan, Rektor Unmuh Jember menyampaikan pesan kepada para lulusan agar tidak memandang wisuda sebagai akhir dari perjalanan pendidikan.
Ia menekankan pentingnya konsep long life education
atau pendidikan sepanjang hayat. Menurutnya, setelah meninggalkan bangku
perguruan tinggi, para lulusan justru akan menghadapi berbagai persoalan dan
tantangan kehidupan yang sesungguhnya di tengah masyarakat.
Karena itu, pengalaman selama menempuh pendidikan di
perguruan tinggi perlu menjadi bekal untuk terus belajar. Para alumni
diharapkan mampu menjadikan pengalaman, lingkungan, dan persoalan yang mereka
hadapi sebagai bagian dari proses pembelajaran sepanjang kehidupan.
Rektor juga menekankan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai
bekal dalam menjalani kehidupan. Mengacu pada nilai-nilai agama, ilmu dipandang
sebagai salah satu kunci untuk meraih derajat yang tinggi, kesuksesan di dunia,
sekaligus kebahagiaan di akhirat.
Namun, ilmu menurutnya perlu berjalan bersama integritas.
Para lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan
profesional, tetapi juga mampu menjaga nilai moral dalam setiap peran yang
dijalankan.
Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) juga
diharapkan tetap menjadi bagian dari karakter alumni. Nilai tersebut tidak
berhenti sebagai materi selama perkuliahan, tetapi dapat diterapkan dalam
kehidupan profesional, sosial, maupun ketika mengambil keputusan di tengah
masyarakat.
Pesan lain yang ditekankan dalam sambutan Rektor adalah
pentingnya menghadirkan kebermanfaatan setelah menjadi alumni.
Para lulusan didorong untuk tidak hanya mengejar
keberhasilan secara personal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi
masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai Muhammadiyah yang
mengedepankan kebermanfaatan dan semangat rahmatan lil alamin. Para
alumni diharapkan dapat membawa nilai tersebut dalam setiap ruang pengabdian,
baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Dengan demikian, keberhasilan seorang alumni tidak
semata-mata diukur dari jabatan atau pekerjaan yang diperoleh, tetapi juga dari
sejauh mana ilmu, kompetensi, dan pengalaman yang dimiliki mampu memberikan
manfaat bagi orang lain.
Usai dikukuhkan, para wisudawan secara resmi diserahkan
kepada IKA Unmuh Jember. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa hubungan antara
lulusan dan almamater tidak berakhir setelah mereka meninggalkan kampus.
Sebanyak 986 lulusan Wisuda ke-55 kini menjadi bagian dari
keluarga besar alumni Unmuh Jember. Mereka membawa ilmu, pengalaman, serta
nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani proses pendidikan untuk memasuki
ruang pengabdian yang lebih luas.