Kamis, 17 September 2026

Tim PKM-RE Prodi Agroteknologi Unmuh Jember Kembangkan Biokontrol Dari Gunung Ijen Untuk Penyakit Hawar Daun Padi


Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, berhasil mengeksplorasi bakteri termofil dari kawasan Gunung Ijen yang berpotensi dikembangkan sebagai agen biokontrol untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi.

Penelitian yang beranggotakan Olivia, Afthon, Wahida, Erwin, dan Junaidi  tersebut mengangkat potensi mikroorganisme lokal dari lingkungan ekstrem Kawah Ijen untuk mencari alternatif pengendalian penyakit tanaman yang lebih ramah lingkungan. Fokus penelitian diarahkan pada bakteri yang memiliki aktivitas antagonistik terhadap Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo), bakteri penyebab penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi. 

Mengeksplorasi Mikroorganisme dari Lingkungan Ekstrem

Kawasan Kawah Ijen dipilih sebagai lokasi eksplorasi karena memiliki karakter lingkungan yang ekstrem dan kondisi mikrohabitat yang beragam. Sampel penelitian diambil dari kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen, termasuk area air kawah, sublimasi belerang, serta tanah dan pasir di sekitar kawah.

Hasil pengukuran menunjukkan bahwa air kawah memiliki tingkat keasaman sangat tinggi dengan pH di bawah 1 dan suhu sekitar 40°C. Sementara itu, pasir sublimasi belerang memiliki pH di bawah 5 dengan suhu sekitar 35°C, sedangkan tanah pasir di kawasan kawah memiliki pH rata-rata sekitar 7,5. Kondisi lingkungan tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya eksplorasi mikroorganisme yang mampu beradaptasi pada kondisi ekstrem.

Dari proses isolasi menggunakan metode pengenceran bertingkat, tim memperoleh sejumlah koloni bakteri yang kemudian diseleksi berdasarkan kemampuan tumbuh pada suhu tinggi dan aktivitas antagonistiknya terhadap Xoo.


Empat Isolat Termofil Berhasil Diperoleh

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tim berhasil memperoleh dan mengkarakterisasi empat isolat bakteri termofil yang diberi kode A (A1), B (A2), C (K1), dan D (K2). Keempat isolat menunjukkan karakter Gram positif. Isolat A, B, dan C memiliki bentuk sel batang yang secara fenotipik menyerupai kelompok Bacillus, sedangkan isolat D memiliki bentuk sel kokus. Suhu optimum pertumbuhan isolat berada pada kisaran 40–45°C.

Hasil uji biokimia juga menunjukkan adanya variasi karakter fisiologis antarisolat. Seluruh isolat menunjukkan hasil positif pada uji katalase, sedangkan hasil oksidase dan O/F menunjukkan perbedaan antarisolat. Temuan ini menunjukkan bahwa isolat yang memiliki kemiripan morfologi.

Tags :

bm
Created by: SUKRON KASYIR

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect