Selasa, 28 April 2026

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Literasi Sains Terapan di SMA Muhammadiyah 2 Genteng

Dunia sains terus berkembang seiring perjalanan waktu dan tidak pernah habis untuk dibahas. Berbagai kajian ilmiah melahirkan metode, teori, dan praktik yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin dinamis menuntut generasi muda untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

Melalui sistem Kurikulum Merdeka, siswa diharapkan mampu memahami konsep sains secara aplikatif melalui eksperimen dan praktik langsung seperti para ilmuwan terdahulu. Namun, kenyataannya tidak semua sekolah memiliki fasilitas laboratorium yang memadai. Keterbatasan alat, bahan, dan sarana praktikum sering kali menjadi hambatan dalam proses pembelajaran sains.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan kegiatan Literasi Sains Terapan bagi siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Genteng pada Selasa dan Rabu (27-28/1/2026) silam. Program ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap ilmu sains melalui praktik langsung yang menyenangkan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah fermentasi makanan, karena mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan dekat dengan lingkungan siswa. Salah satu praktik yang dilakukan adalah pembuatan minuman probiotik berupa susu kefir.

Sejak diumumkan adanya kegiatan tambahan di luar jam pelajaran, siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Genteng menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tertarik mengikuti kegiatan karena dapat belajar sains secara langsung, bukan hanya melalui teori di dalam kelas.

Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan secara bertahap mengenai kandungan bahan baku, cara kerja mikroorganisme dalam proses fermentasi, perubahan pH, metabolisme, hingga pentingnya higienitas pangan. Materi disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami dan dikaitkan langsung dengan praktik pembuatan susu kefir.

Satu per satu bahan baku diolah oleh siswa sesuai instruksi pemateri. Dengan penuh kehati-hatian, mereka mengikuti proses fermentasi sambil mengamati perubahan yang terjadi. Praktikum ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu serta semangat kolaborasi antar siswa.

Selain membuat susu kefir, siswa juga diajak mengolah hasil fermentasi tersebut menjadi produk lain, salah satunya smoothie kefir. Hal ini memberikan gambaran bahwa hasil praktik sains dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan berpotensi menjadi peluang usaha di masa depan.

Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan siswa bahwa sains bukan sekadar pelajaran hafalan, melainkan ilmu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat menjadi solusi nyata.

“Melalui praktik ini, kami ingin siswa memahami bahwa teori yang ada di buku pelajaran bisa diaplikasikan secara langsung dan bahkan memiliki nilai ekonomi jika dikembangkan,” ujar salah satu pemateri.

Guru-guru di SMA Muhammadiyah 2 Genteng juga menyambut positif kegiatan ini. Mereka merasa program ini sangat membantu dalam menjembatani teori dan praktik yang selama ini sulit dilakukan karena keterbatasan fasilitas sekolah.

Selama ini, sebagian siswa menganggap pelajaran sains sebagai sesuatu yang membosankan karena hanya berfokus pada teori dan nilai akademik. Dengan adanya literasi sains terapan ini, siswa menjadi lebih aktif, tertarik, dan memahami tujuan sebenarnya dari pembelajaran sains.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mengejar nilai semata, tetapi juga mampu memahami proses ilmiah, berpikir kritis, serta berani mengeksplorasi ide-ide kreatif yang dapat bermanfaat bagi masa depan mereka maupun masyarakat sekitar.

 

Tags :

bm
Created by: News Unmuh Jember

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect