Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Literasi Sains Terapan di SMA Muhammadiyah 2 Genteng
Dunia sains terus berkembang seiring perjalanan waktu dan tidak pernah habis untuk dibahas. Berbagai kajian ilmiah melahirkan metode, teori, dan praktik yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin dinamis menuntut generasi muda untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.
Melalui sistem
Kurikulum Merdeka, siswa diharapkan mampu memahami konsep sains secara
aplikatif melalui eksperimen dan praktik langsung seperti para ilmuwan
terdahulu. Namun, kenyataannya tidak semua sekolah memiliki fasilitas
laboratorium yang memadai. Keterbatasan alat, bahan, dan sarana praktikum
sering kali menjadi hambatan dalam proses pembelajaran sains.
Melihat
kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan
kegiatan Literasi Sains Terapan bagi siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2
Genteng pada Selasa dan Rabu (27-28/1/2026) silam. Program ini bertujuan untuk
memperkuat pemahaman siswa terhadap ilmu sains melalui praktik langsung yang
menyenangkan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tema yang
diangkat dalam kegiatan ini adalah fermentasi makanan, karena mudah ditemukan
dalam kehidupan sehari-hari dan dekat dengan lingkungan siswa. Salah satu
praktik yang dilakukan adalah pembuatan minuman probiotik berupa susu kefir.
Sejak
diumumkan adanya kegiatan tambahan di luar jam pelajaran, siswa-siswi SMA
Muhammadiyah 2 Genteng menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tertarik
mengikuti kegiatan karena dapat belajar sains secara langsung, bukan hanya
melalui teori di dalam kelas.
Dalam kegiatan
ini, siswa diperkenalkan secara bertahap mengenai kandungan bahan baku, cara
kerja mikroorganisme dalam proses fermentasi, perubahan pH, metabolisme, hingga
pentingnya higienitas pangan. Materi disampaikan secara sederhana agar mudah
dipahami dan dikaitkan langsung dengan praktik pembuatan susu kefir.
Satu per satu
bahan baku diolah oleh siswa sesuai instruksi pemateri. Dengan penuh
kehati-hatian, mereka mengikuti proses fermentasi sambil mengamati perubahan
yang terjadi. Praktikum ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga
menumbuhkan rasa ingin tahu serta semangat kolaborasi antar siswa.
Selain membuat
susu kefir, siswa juga diajak mengolah hasil fermentasi tersebut menjadi produk
lain, salah satunya smoothie kefir. Hal ini memberikan gambaran bahwa hasil
praktik sains dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan berpotensi
menjadi peluang usaha di masa depan.
Mahasiswa
berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan siswa bahwa sains bukan sekadar
pelajaran hafalan, melainkan ilmu yang sangat dekat dengan kehidupan
sehari-hari dan dapat menjadi solusi nyata.
“Melalui
praktik ini, kami ingin siswa memahami bahwa teori yang ada di buku pelajaran
bisa diaplikasikan secara langsung dan bahkan memiliki nilai ekonomi jika
dikembangkan,” ujar salah satu pemateri.
Guru-guru di
SMA Muhammadiyah 2 Genteng juga menyambut positif kegiatan ini. Mereka merasa
program ini sangat membantu dalam menjembatani teori dan praktik yang selama
ini sulit dilakukan karena keterbatasan fasilitas sekolah.
Selama ini,
sebagian siswa menganggap pelajaran sains sebagai sesuatu yang membosankan
karena hanya berfokus pada teori dan nilai akademik. Dengan adanya literasi
sains terapan ini, siswa menjadi lebih aktif, tertarik, dan memahami tujuan
sebenarnya dari pembelajaran sains.
Melalui
kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mengejar nilai semata, tetapi juga
mampu memahami proses ilmiah, berpikir kritis, serta berani mengeksplorasi
ide-ide kreatif yang dapat bermanfaat bagi masa depan mereka maupun masyarakat
sekitar.


Posting Komentar