Kolaborasi Mahasiswa RPL Unmuh Jember dan TK Aisyiyah 36 PPI Gelar Edukasi Gentle Parenting
Sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember sukses menyelenggarakan edukasi parenting bertajuk Gentle Parenting di Aula Nyai Walidah TK Aisyiyah 36 PPI (TK ABA 36 PPI), Jalan Sawit No. 4, Kabupaten Gresik, Kamis (29/4/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bertujuan memberikan wawasan kepada para orang tua mengenai pentingnya pendekatan pengasuhan yang empatik, suportif, dan penuh kasih sayang dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Program ini diinisiasi sebagai bentuk respons mahasiswa RPL yang menjalankan KKN sekaligus mengajar di TK ABA 36 PPI terhadap tantangan yang ditemui di lingkungan sekolah, khususnya masih kurangnya rasa empati anak terhadap orang lain dalam interaksi sehari-hari.
Acara dibuka oleh Ninik Nuryani selaku pembawa acara (MC), sementara Kurniawati bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi secara interaktif dan komunikatif.
Hadir sebagai narasumber utama, Ika Famila Sari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang merupakan konselor sekolah di SMA Muhammadiyah 10 GKB (SMAMIO) sekaligus Kepala Pusat Layanan Psikologi dan Konseling (PLPK) SMAMIO.
Dalam pemaparannya, Ika Famila Sari menjelaskan bahwa pola asuh merupakan cara orang tua dalam mengontrol, membimbing, dan mendampingi anak untuk menjalankan tugas-tugas perkembangannya menuju proses pendewasaan.
Ia menekankan bahwa Gentle Parenting bukan berarti memanjakan anak, melainkan membangun hubungan yang sehat melalui empati, komunikasi, dan batasan yang jelas.
Empat prinsip utama Gentle Parenting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi:
1. Empati
Orang tua perlu memahami dan merasakan apa yang dirasakan anak serta berusaha melihat dunia dari sudut pandang mereka.
2. Rasa Hormat dan Komunikasi Dua Arah
Menghargai anak sebagai individu yang unik, mendengarkan mereka dengan penuh perhatian, dan memvalidasi perasaan anak tanpa menghakimi.
3. Batasan yang Tegas
Mendisiplinkan anak dengan cara yang lembut namun tetap konsisten, serta menjelaskan alasan di balik aturan yang dibuat.
4. Mengelola Emosi Diri
Orang tua harus mampu menjaga kestabilan emosi sebelum menghadapi anak, termasuk mengelola stres dan membangun kesepakatan bersama pasangan.
Sesi diskusi interaktif menjadi salah satu bagian paling menarik dalam kegiatan ini. Salah satu wali murid, Sinta Permani, orang tua dari Kautsar Putra Rosada siswa kelas B3 Bulan Sabit, mengajukan pertanyaan mengenai batasan usia penerapan pola asuh tersebut.
“Pada usia berapa penerapan ini dilakukan?” tanyanya.
Menanggapi hal tersebut, Ika Famila Sari menjelaskan bahwa Gentle Parenting dapat diterapkan sejak dini sesuai perkembangan emosi anak, dengan catatan orang tua harus menyesuaikan cara berkomunikasi pada setiap fase usia.
Ia juga menambahkan bahwa ketika anak sedang tantrum, orang tua sebaiknya memberi ruang terlebih dahulu bagi anak untuk mengekspresikan emosinya, kemudian mengajak berdiskusi setelah kondisi anak lebih tenang.
“Membangun koneksi dengan anak sejak usia dini adalah fondasi penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berempati dan memiliki kecerdasan emosi yang matang,” ujarnya.
Sebagai penutup sesi diskusi, moderator menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta bahwa memvalidasi perasaan anak tidak akan membuat mereka manja, melainkan membuat mereka merasa aman dan dihargai.
“Kunci utamanya adalah membangun koneksi terlebih dahulu sebelum memberikan koreksi,” jelasnya.
Kepala TK Aisyiyah 36 PPI, Iffah Nihayati, S.Psi., turut memberikan apresiasi atas kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember tersebut.
“Edukasi ini sangat relevan dengan kebutuhan orang tua masa kini dalam membangun komunikasi yang hangat dan mendukung perkembangan emosional anak secara positif, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, edukatif, dan penuh antusiasme dari para wali murid. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, mahasiswa KKN, panitia, serta seluruh peserta yang hadir.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung pendidikan anak usia dini, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.
Tags : Berita KKN Pengabdian

Posting Komentar