Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Edukasi dan Aksi Bersih Lingkungan Cegah Demam Berdarah di Desa Truni
Upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digalakkan melalui berbagai kegiatan edukatif di masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember yang melaksanakan program penyuluhan dan aksi peduli lingkungan di TK Purnama, Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan ini menyasar wali murid sebagai sasaran utama
edukasi, mengingat peran keluarga sangat penting dalam menjaga kebersihan
lingkungan rumah dan mencegah berkembangnya nyamuk penyebab demam berdarah.
Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa KKN memberikan
pemahaman mengenai bahaya Demam Berdarah Dengue, gejala yang perlu diwaspadai,
serta cara penularannya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan komunikatif agar mudah
dipahami oleh para peserta.
Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai
langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah melalui
gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah
air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang
biaknya nyamuk.
Mahasiswa KKN menekankan bahwa upaya pencegahan lebih
efektif dilakukan secara bersama-sama dan dimulai dari lingkungan keluarga.
Dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, risiko penyebaran DBD
dapat ditekan secara signifikan.
Selain kegiatan penyuluhan kepada wali murid, mahasiswa KKN
juga mengajak para siswa TK Purnama untuk berpartisipasi dalam kegiatan
bersih-bersih lingkungan sekolah. Anak-anak diajak memungut sampah,
membersihkan halaman sekolah, serta mengenali pentingnya menjaga kebersihan
sejak usia dini.
Kegiatan ini dikemas secara menyenangkan dan interaktif agar
mudah dipahami oleh anak-anak. Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya
belajar tentang kebersihan lingkungan, tetapi juga mulai dibiasakan untuk hidup
bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Desa Truni sendiri dikenal sebagai wilayah yang memiliki
potensi tinggi terhadap perkembangan nyamuk penyebab demam berdarah. Hal ini
disebabkan oleh kondisi geografis desa yang dikelilingi bekas aliran Sungai
Bengawan Solo, sehingga banyak ditemukan genangan air yang dapat menjadi tempat
berkembang biaknya nyamuk.
Kondisi tersebut menjadi alasan utama mahasiswa KKN
menghadirkan program yang bersifat preventif dan berkelanjutan. Edukasi
kesehatan lingkungan dinilai menjadi langkah penting dalam memutus rantai
penyebaran penyakit di masyarakat.
Antusiasme wali murid dan siswa terlihat tinggi selama
kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti penyuluhan, berdiskusi,
serta terlibat langsung dalam aksi kebersihan lingkungan sekolah.
Mahasiswa KKN berharap melalui kegiatan ini, kesadaran
masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat,
khususnya dalam mencegah penyebaran penyakit demam berdarah yang masih menjadi
ancaman di berbagai daerah.
Dengan adanya program edukasi dan aksi nyata ini, diharapkan
masyarakat Desa Truni dapat terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara
berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari
ancaman Demam Berdarah Dengue.
Tags : Berita KKN Pengabdian


Posting Komentar