Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Edukasi Pemilahan Sampah melalui Program “Menyulap Sampah Jadi Berkah” di TK Negeri Pembina Panarukan
Suasana penuh keceriaan terlihat di halaman TK Negeri Pembina Panarukan, Kabupaten Situbondo, saat anak-anak Kelompok A usia 4–5 tahun mengikuti kegiatan edukatif bertajuk “Menyulap Sampah Jadi Berkah: Petualangan Cilik Pemilahan Sampah.” Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember dalam menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini.
Dalam kegiatan ini, anak-anak tidak hanya bermain seperti
biasanya, tetapi diajak belajar langsung mengenai pentingnya memilah sampah dan
memanfaatkan limbah plastik menjadi sesuatu yang bernilai guna. Tangan-tangan
mungil mereka tampak antusias memegang gunting tumpul dan berbagai bungkus
plastik bekas kemasan camilan maupun detergen yang telah dibersihkan.
Program ini bertujuan menanamkan dua nilai penting kepada
anak-anak, yaitu kesadaran lingkungan dan pemanfaatan limbah. Anak-anak
dikenalkan bahwa sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk
terurai sehingga perlu dikelola dengan baik. Selain itu, mereka juga belajar
bahwa barang bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi media tanam yang
fungsional.
Kegiatan dimulai dengan tahap pemilahan sampah. Anak-anak
diajak membedakan sampah organik seperti daun dan sisa buah dengan sampah
anorganik seperti plastik kemasan. Mereka tampak bersemangat saat berlomba
mengumpulkan bungkus plastik bekas untuk dijadikan pot tanaman.
Selanjutnya, dengan pendampingan guru dan mahasiswa KKN,
plastik bekas dimodifikasi menjadi pot ramah lingkungan. Guru membantu
melubangi bagian bawah plastik agar dapat digunakan sebagai media tanam,
sementara anak-anak menggunting bagian atas plastik dengan aman.
Tahap berikutnya adalah mengisi media tanam berupa tanah dan
sekam ke dalam pot plastik. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga
menjadi latihan sensorik yang baik untuk perkembangan motorik halus anak.
Setelah itu, anak-anak menanam benih sayuran seperti pakcoy, bayam, kangkung,
dan sawi yang dipilih karena mudah tumbuh dan cepat panen.
Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang
tanaman, tetapi juga memperoleh banyak manfaat perkembangan. Secara kognitif,
mereka memahami konsep daur ulang dan siklus hidup tanaman. Dari sisi motorik
halus, mereka melatih koordinasi tangan dan mata saat mengisi tanah dan menanam
benih. Sementara secara sosial-emosional, kegiatan ini menumbuhkan rasa bangga,
tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Salah satu pengajar menyampaikan bahwa kegiatan ini
bertujuan agar anak-anak memahami bahwa sampah bukan sekadar barang kotor yang
harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan
bernilai.
“Kami ingin anak-anak melihat bahwa sampah bisa menjadi
sesuatu yang indah dan berguna. Dari kegiatan sederhana ini, mereka belajar
mencintai lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah
Jember berharap dapat membentuk kebiasaan positif pada anak-anak untuk menjaga
lingkungan sejak usia dini. Sayuran yang nantinya tumbuh bukan hanya menjadi
hasil panen biasa, tetapi juga simbol keberhasilan anak-anak dalam belajar
peduli terhadap bumi melalui tindakan sederhana.
Program ini menjadi bukti bahwa langkah kecil dari
tangan-tangan kecil dapat memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan
yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Tags : Berita KKN Pengabdian


Posting Komentar