Senin, 04 Mei 2026

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Dorong Pemanfaatan Tanaman TOGA untuk Kesehatan Keluarga di Desa Ketowan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya meningkatkan kesehatan keluarga dan mendukung kemandirian masyarakat di Desa Ketowan.

Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan tujuan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi warga desa.

Tanaman Obat Keluarga atau TOGA merupakan jenis tanaman budidaya yang ditanam di lingkungan rumah maupun kebun, baik secara langsung di tanah maupun menggunakan polybag. Tanaman ini memiliki banyak manfaat, tidak hanya sebagai alternatif pengobatan alami, tetapi juga memperindah lingkungan rumah serta berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pemanfaatan TOGA memiliki berbagai manfaat penting, di antaranya sebagai pengganti obat herbal yang dapat terus dilestarikan, memperindah pekarangan rumah, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat lingkungan sekitar, menambah nilai keasrian rumah, serta membuka peluang ekonomi melalui penjualan hasil budidaya tanaman obat.

Namun, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, masih sekitar 20 persen masyarakat Desa Ketowan yang aktif membudidayakan tanaman TOGA. Rendahnya minat masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kurangnya pengetahuan tentang manfaat tanaman obat, teknik pengolahan yang dianggap rumit, serta gaya hidup masyarakat yang cenderung memilih hal-hal praktis.

Sebagian masyarakat beranggapan bahwa proses pascapanen tanaman TOGA cukup merepotkan, mulai dari membersihkan tanah yang melekat, pemotongan, pengolahan menjadi jamu, hingga proses pengemasan. Hal inilah yang membuat sebagian warga lebih memilih membeli obat instan dibanding mengolah tanaman sendiri.

Padahal, keterbatasan lahan bukan lagi menjadi kendala dalam membudidayakan TOGA. Mahasiswa KKN mengedukasi masyarakat bahwa tanaman obat dapat ditanam menggunakan polybag atau barang bekas yang mudah ditemukan di rumah, sehingga tidak membutuhkan lahan yang luas.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan pemahaman bahwa banyak tanaman di sekitar rumah yang sebenarnya termasuk dalam kategori TOGA, namun belum disadari manfaatnya oleh masyarakat. Tanaman seperti jambu, kelor, pisang, pepaya, seledri, bunga mawar, hingga melati memiliki khasiat kesehatan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama ini masyarakat cenderung menganggap TOGA hanya terbatas pada tanaman seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, sirih, dan mengkudu yang biasa diolah menjadi jamu. Padahal, masih banyak tanaman lain yang memiliki manfaat kesehatan.

Beberapa contoh tanaman yang diperkenalkan mahasiswa antara lain belimbing wuluh yang bermanfaat untuk mengatasi sakit gigi dan batuk, ciplukan yang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi, gula darah, dan menjaga kesehatan jantung, pohon palembang yang dipercaya baik untuk kesehatan mata dan batuk, serta bunga telang yang dikenal memiliki manfaat untuk kesehatan mata.

Mahasiswa KKN juga melihat bahwa sebagian masyarakat sebenarnya sudah mulai membudidayakan tanaman TOGA dan mengolahnya secara sederhana, baik untuk konsumsi pribadi maupun dijual secara langsung. Bahkan, jamu tradisional tanpa label sering kali habis terjual dalam waktu singkat karena tingginya minat masyarakat terhadap pengobatan herbal alami.

Melalui program ini, mahasiswa mendorong masyarakat agar tidak hanya menanam TOGA untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga mulai memikirkan pengolahan yang lebih baik, seperti pemberian label produk dan promosi secara online agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Mahasiswa KKN berharap pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya TOGA dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan kemandirian kesehatan masyarakat Desa Ketowan sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

 

Tags :

bm
Created by: News Unmuh Jember

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect