Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Dorong Pemanfaatan Tanaman TOGA untuk Kesehatan Keluarga di Desa Ketowan
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya meningkatkan kesehatan keluarga dan mendukung kemandirian masyarakat di Desa Ketowan.
Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa
kepada masyarakat dengan tujuan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama
perkuliahan sekaligus memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi warga
desa.
Tanaman Obat Keluarga atau TOGA merupakan jenis tanaman
budidaya yang ditanam di lingkungan rumah maupun kebun, baik secara langsung di
tanah maupun menggunakan polybag. Tanaman ini memiliki banyak manfaat, tidak
hanya sebagai alternatif pengobatan alami, tetapi juga memperindah lingkungan
rumah serta berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.
Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pemanfaatan TOGA memiliki
berbagai manfaat penting, di antaranya sebagai pengganti obat herbal yang dapat
terus dilestarikan, memperindah pekarangan rumah, memberikan edukasi kepada
masyarakat tentang manfaat lingkungan sekitar, menambah nilai keasrian rumah,
serta membuka peluang ekonomi melalui penjualan hasil budidaya tanaman obat.
Namun, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, masih
sekitar 20 persen masyarakat Desa Ketowan yang aktif membudidayakan tanaman
TOGA. Rendahnya minat masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti
kurangnya pengetahuan tentang manfaat tanaman obat, teknik pengolahan yang
dianggap rumit, serta gaya hidup masyarakat yang cenderung memilih hal-hal
praktis.
Sebagian masyarakat beranggapan bahwa proses pascapanen
tanaman TOGA cukup merepotkan, mulai dari membersihkan tanah yang melekat,
pemotongan, pengolahan menjadi jamu, hingga proses pengemasan. Hal inilah yang
membuat sebagian warga lebih memilih membeli obat instan dibanding mengolah
tanaman sendiri.
Padahal, keterbatasan lahan bukan lagi menjadi kendala dalam
membudidayakan TOGA. Mahasiswa KKN mengedukasi masyarakat bahwa tanaman obat
dapat ditanam menggunakan polybag atau barang bekas yang mudah ditemukan di
rumah, sehingga tidak membutuhkan lahan yang luas.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan pemahaman bahwa banyak
tanaman di sekitar rumah yang sebenarnya termasuk dalam kategori TOGA, namun
belum disadari manfaatnya oleh masyarakat. Tanaman seperti jambu, kelor,
pisang, pepaya, seledri, bunga mawar, hingga melati memiliki khasiat kesehatan
yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selama ini masyarakat cenderung menganggap TOGA hanya
terbatas pada tanaman seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, sirih, dan
mengkudu yang biasa diolah menjadi jamu. Padahal, masih banyak tanaman lain
yang memiliki manfaat kesehatan.
Beberapa contoh tanaman yang diperkenalkan mahasiswa antara
lain belimbing wuluh yang bermanfaat untuk mengatasi sakit gigi dan batuk,
ciplukan yang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi, gula darah, dan
menjaga kesehatan jantung, pohon palembang yang dipercaya baik untuk kesehatan
mata dan batuk, serta bunga telang yang dikenal memiliki manfaat untuk
kesehatan mata.
Mahasiswa KKN juga melihat bahwa sebagian masyarakat
sebenarnya sudah mulai membudidayakan tanaman TOGA dan mengolahnya secara
sederhana, baik untuk konsumsi pribadi maupun dijual secara langsung. Bahkan,
jamu tradisional tanpa label sering kali habis terjual dalam waktu singkat
karena tingginya minat masyarakat terhadap pengobatan herbal alami.
Melalui program ini, mahasiswa mendorong masyarakat agar
tidak hanya menanam TOGA untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga mulai memikirkan
pengolahan yang lebih baik, seperti pemberian label produk dan promosi secara
online agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Mahasiswa KKN berharap pemanfaatan lahan pekarangan untuk
budidaya TOGA dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan kemandirian kesehatan
masyarakat Desa Ketowan sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi
lokal yang berkelanjutan.
Tags : Berita KKN Pengabdian


Posting Komentar