Mahasiswi KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Gotong Royong dan Budi Daya TOGA
Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui gerakan gotong royong dan budi daya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan TK Dharma Wanita Persatuan 07 Kalirejo, Bangil.
Program ini menyasar masyarakat sekitar sekolah dengan
tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan sosial, kesehatan
keluarga, serta pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber tanaman herbal yang
bermanfaat.
Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan
kemampuan dan kemandirian warga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, baik dari
segi ekonomi, sosial, maupun kesehatan. Salah satu bentuk pemberdayaan yang
dinilai efektif adalah melalui gerakan gotong royong yang dipadukan dengan
budidaya TOGA.
Mahasiswi KKN menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia dikenal
memiliki budaya gotong royong yang kuat. Namun, seiring perkembangan zaman,
nilai tersebut mulai berkurang, baik di lingkungan perkotaan maupun pedesaan
yang semakin individualistis.
Padahal, gotong royong memiliki peran penting dalam
membangun kebersamaan, mempererat hubungan sosial, serta menciptakan lingkungan
yang sehat dan nyaman. Oleh karena itu, program ini hadir sebagai upaya
menghidupkan kembali semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Selain itu, kebutuhan masyarakat terhadap pengobatan yang
murah dan mudah diakses juga semakin meningkat. Salah satu solusi sederhana
yang dapat dilakukan adalah dengan membudidayakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
di lingkungan rumah.
Tanaman seperti jahe, kunyit, temulawak, serai, dan kencur
dapat dimanfaatkan sebagai obat alami untuk berbagai kebutuhan kesehatan
keluarga. Selain menghemat biaya pengobatan, tanaman TOGA juga dapat
memperindah lingkungan rumah dan bahkan memiliki nilai ekonomi jika dijual.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat
mengenai pentingnya gotong royong dan manfaat TOGA bagi kehidupan sehari-hari.
Dalam sesi ini, warga diberikan pemahaman bahwa lahan pekarangan yang selama
ini kurang dimanfaatkan dapat menjadi sumber kesehatan dan penghasilan
tambahan.
Selanjutnya, masyarakat bersama mahasiswi KKN melaksanakan
kerja bakti membersihkan lahan yang akan digunakan sebagai area penanaman TOGA.
Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial antarwarga
sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Setelah lahan siap, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman
bibit TOGA secara bersama-sama. Warga diajak untuk mengenal jenis-jenis tanaman
obat, cara menanam yang benar, hingga teknik perawatan sederhana agar tanaman
dapat tumbuh optimal.
Dalam tahap pemeliharaan, masyarakat dibagi tugas untuk
melakukan penyiraman dan perawatan rutin secara bergantian. Sistem ini
dilakukan agar seluruh warga memiliki rasa tanggung jawab bersama terhadap
keberlangsungan program.
Hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan gotong royong
mampu meningkatkan solidaritas masyarakat, memperkuat rasa kebersamaan, serta
mendorong warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Selain itu,
pemanfaatan TOGA memberikan manfaat nyata dalam bidang kesehatan dan ekonomi
keluarga.
Program ini juga membuka peluang usaha berbasis herbal,
seperti pengolahan jamu tradisional atau penjualan tanaman obat. Dengan
demikian, masyarakat tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki
peluang peningkatan kesejahteraan ekonomi.
Mahasiswi KKN berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut
dan menjadi kebiasaan positif di lingkungan masyarakat. Pelestarian budaya
gotong royong dan pemanfaatan TOGA diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang
sehat, mandiri, dan berdaya.
Selain itu, dukungan dari pemerintah desa, sekolah, serta
lembaga pendidikan juga dinilai penting untuk memberikan edukasi dan
pendampingan berkelanjutan agar program pemberdayaan masyarakat seperti ini
dapat terus berkembang secara optimal.
Tags : Berita KKN Pengabdian


Posting Komentar