Peran Orang Tua Sebagai Guru di Rumah dalam Program KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Sukseskan Pentas Seni Budaya TK 'Aisyiyah 36 PPI
Aula Nyai Walidah TK ‘Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI) tampak semarak dan penuh warna pada Kamis (16/4/2026). Sekolah yang dikenal aktif dalam pengembangan karakter anak ini sukses menggelar acara Pentas Seni Budaya bertajuk “Serunya Bermain Alat Musik dan Tampilan Kreasi Budaya Indonesia”.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember yang berkolaborasi dengan pihak sekolah dan para wali murid dalam mendukung pendidikan anak usia dini berbasis budaya.
Acara dibuka secara langsung oleh Kurniawati, mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember yang bertindak sebagai pembawa acara (MC). Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari siswa, guru, mahasiswa KKN, dan orang tua murid.
Di balik penampilan anak-anak yang penuh percaya diri di atas panggung, terdapat peran besar orang tua yang bertindak sebagai guru di rumah. Mereka mendampingi anak-anak dalam proses latihan, membantu menghafal lagu daerah, melatih gerakan tari, serta menyiapkan kostum dan busana adat yang dikenakan saat tampil.
Kolaborasi antara sekolah dan keluarga ini menjadi kunci keberhasilan acara, sekaligus membuktikan bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga sangat bergantung pada keterlibatan aktif orang tua di rumah.
Berbagai penampilan budaya dari masing-masing kelompok belajar turut memeriahkan acara. Setiap kelompok menampilkan kreativitas melalui lagu daerah, tarian tradisional, dan permainan alat musik yang menarik.
Penampilan dibuka oleh kelompok A1 Bintang Kecil yang membawakan kreasi lagu dan tarian “Rasa Sayange”. Suasana semakin hidup saat kelompok A2 Matahari Pagi tampil membawakan gerak lagu tradisional “Cublak-Cublak Suweng” dengan kompak dan ceria.
Selanjutnya, kelompok B1 Pelangi Ceria menampilkan lagu daerah “Ampar-Ampar Pisang” dengan penuh semangat. Dilanjutkan oleh kelompok B2 Awan Biru yang membawakan tembang “Lir-Ilir” dengan penghayatan yang mendalam.
Sebagai penutup, kelompok B3 Bulan Sabit tampil apik membawakan lagu “Gundul-Gundul Pacul” yang diiringi permainan alat musik angklung, menambah kesan meriah dan membanggakan.
Salah satu wali murid dari kelompok B1 Pelangi Ceria, Zuliani Rizkiyah, ibunda dari Unna Meccalia Rein, menyampaikan rasa senangnya melihat kekompakan semua pihak dalam menyukseskan acara tersebut.
“Acaranya sangat meriah dan seru. Anak-anak terlihat sangat ceria dan percaya diri bisa tampil di depan banyak orang. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya juga merasakan bagaimana tidak mudahnya mengajari anak menyanyi, menari, dan menyiapkan busana mereka di rumah,” ujarnya.
Mahasiswa KKN RPL dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jember juga mengungkapkan rasa bangga terhadap semangat dan kreativitas anak-anak.
“Kami sangat senang melihat antusiasme anak-anak hari ini. Persiapan yang dilakukan bersama para guru dan orang tua membuahkan hasil yang luar biasa. Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian tampil di depan umum, tetapi juga menjadi sarana yang sangat baik untuk mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya tradisional sejak dini,” ungkap Kurniawati.
Penanggung Jawab (PJ) Kurikulum TK Aisyiyah 36 PPI, Endang Khusniati, turut menyampaikan apresiasi atas suksesnya kegiatan tersebut. Menurutnya, pentas seni budaya menjadi salah satu sarana penting dalam pembentukan karakter anak.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar seni musik dan lagu daerah, tetapi juga melatih keberanian serta rasa percaya diri mereka tampil di depan umum. Sinergi antara sekolah, mahasiswa KKN, dan wali murid yang aktif melatih anak-anak di rumah sangat luar biasa. Ini sejalan dengan visi kurikulum kami dalam membentuk karakter anak yang kreatif dan cinta tanah air,” jelasnya.
Sebagai penutup, seluruh rangkaian acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, mahasiswa KKN, dan wali murid. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan keberhasilan kolaborasi dalam menanamkan rasa cinta budaya bangsa sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya dalam mendukung pendidikan karakter anak melalui pendekatan budaya, sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam proses tumbuh kembang anak.
Tags : Berita KKN Pengabdian

Posting Komentar