Mahasiswa Elektro dan Mesin Unmuh Jember Rancang Skenario Revitalisasi Mesin di TPA Pakusari
Melanjutkan misi pemetaan krisis tata kelola sampah yang telah diinisiasi pekan sebelumnya, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember kembali menerjunkan mahasiswanya dalam kunjungan gelombang kedua ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Jika kunjungan gelombang pertama murni berfokus pada analisis infrastruktur fisik, kelancaran administrasi, dan kalkulasi beban volume harian, maka gelombang kedua ini secara khusus menitikberatkan pada evaluasi aspek rekayasa mekanikal, otomasi sistem kelistrikan, dan pemulihan fungsi fasilitas.
Kunjungan strategis kali ini membawa formasi yang berbeda,
dengan melibatkan kolaborasi tajam dari mahasiswa program studi Teknik Elektro,
Teknik Lingkungan, dan Teknik Mesin. Setibanya di lokasi, tim observasi
langsung bergerak menembus area fasilitas pengolahan sampah dan menemukan
realita teknis yang cukup memprihatinkan. Di tengah darurat volume sampah yang
terus menggunung tanpa henti, sejumlah aset vital dan fasilitas mekanis di
dalam TPA Pakusari justru ditemukan dalam kondisi tidak beroperasi secara
maksimal, bahkan cenderung dibiarkan terbengkalai begitu saja.
Dalam inspeksi mendalam tersebut, mahasiswa secara langsung
mendata berbagai macam alat berat dan mesin pengolahan yang mangkrak di lokasi.
Terdapat perangkat krusial seperti mesin pemilah mekanis, mesin pencacah
sampah, mesin pengepres raksasa (balling press), hingga instalasi mesin
pengemasan (packaging) yang terdiam tanpa aktivitas operasional harian.
Merespon temuan kritis ini, mahasiswa Teknik Mesin FT UM Jember langsung
mengambil inisiatif untuk merumuskan kerangka kerja perbaikan teknis. Mereka
menyusun strategi optimalisasi agar alat-alat berat serta mesin pencacah
tersebut dapat direvitalisasi dan difungsikan kembali secara penuh.
Di sisi lain, mahasiswa Teknik Elektro mengambil peran yang
tidak kalah penting dalam merancang ulang sistem otomasi jaringan
kelistrikannya. Tidak hanya sekadar memperbaiki arus listrik, mereka juga mulai
mengkaji potensi besar pemanfaatan gas metana yang terperangkap di bawah
tumpukan sampah raksasa. Gas ini direncanakan untuk dikonversi menjadi sumber
energi alternatif yang kelak dapat menghidupkan kembali mesin-mesin pengolahan
tersebut secara mandiri. Sinergi mekanis dan elektris ini terus dikawal ketat
oleh mahasiswa Teknik Lingkungan yang memastikan bahwa setiap rancangan mesin
terapan tetap memenuhi standar baku mutu ekologis dan tidak menambah emisi
baru.
Langkah taktis mahasiswa UM Jember ini menjadi sangat
relevan karena berpacu dengan waktu transisi birokrasi. Berdasarkan informasi
terkini dari otoritas lingkungan setempat, terhitung mulai tanggal 1 Juli 2026,
Pemerintah Kabupaten Jember akan memberlakukan kebijakan baru yang sangat
radikal. TPA Pakusari diproyeksikan hanya akan diizinkan menerima sampah dalam
bentuk sampah residu saja. Hal ini menandai akhir dari era sistem penimbunan
terbuka (open dumping) dan melangkah maju menuju metode Control
Landfill. Melalui cetak biru revitalisasi teknologi dari kunjungan 13 Juni
ini, FT UM Jember siap mengawal TPA Pakusari untuk bertransformasi menjadi
fasilitas pengolahan modern terpadu.
Tags : Berita Penelitian Pengabdian



Posting Komentar