Mahasiswa Unmuh Jember Sulap Buah Mangrove Jadi Minuman Inovatif SUKAU, Raih Juara 1 Bootcamp Studentpreneur 2026
Kreativitas mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berhasil meraih Juara 1 Kategori Minuman Siap Saji pada Bootcamp Studentpreneur 2026 melalui inovasi SUKAU (Sirup Bakau), minuman berbahan dasar buah bakau yang mengangkat potensi lokal kawasan pesisir Jember.
Tim pengembang SUKAU terdiri atas Mohammad Widana Prayuda,
Siska Putri Pratama, dan Nadya Ulya Indrasta Rahmani. Prestasi tersebut diraih
setelah melewati rangkaian pelatihan, pendampingan bisnis, hingga kompetisi
pitching yang mempertemukan mahasiswa inovatif dari berbagai perguruan tinggi.
Nadya Ulya Indrasta Rahmani mengaku pencapaian tersebut
menjadi hasil dari kerja keras seluruh tim selama mengikuti proses kompetisi.
"Kami sangat bersyukur, bahagia, dan bangga. Kemenangan
ini merupakan hasil dari kerja keras, kekompakan tim, serta bimbingan dosen dan
dukungan Universitas Muhammadiyah Jember. Prestasi ini menjadi motivasi bagi
kami untuk terus mengembangkan SUKAU menjadi produk yang bermanfaat bagi
masyarakat," ujarnya.
Bootcamp Studentpreneur 2026 tidak hanya menjadi ajang
perlombaan, tetapi juga ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide
bisnis secara komprehensif. Peserta mendapatkan pelatihan mengenai penyusunan
model bisnis, strategi pemasaran, pengembangan usaha berkelanjutan, business
networking, hingga presentasi bisnis di hadapan dewan juri.
Selama kompetisi, tim SUKAU melalui berbagai tahapan, mulai dari penyusunan business model, pengembangan produk, pendampingan bersama mentor, hingga sesi pitching. Setiap proses menjadi kesempatan untuk menyempurnakan kualitas produk sekaligus strategi bisnis yang ditawarkan.
Ide menghadirkan SUKAU lahir dari pengalaman ketua tim saat
mengikuti kegiatan konservasi hutan bakau bersama anggota MAPALA se-Kabupaten
Jember di kawasan pesisir Payangan.
Saat itu, masyarakat setempat menyampaikan bahwa buah bakau
yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi
ekonomi yang besar.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim melihat peluang untuk
mengolah buah bakau menjadi produk minuman yang memiliki nilai tambah sekaligus
mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Melalui berbagai proses riset dan uji coba, lahirlah SUKAU (Sirup Bakau), minuman dengan cita rasa khas yang mengangkat potensi lokal sekaligus menawarkan alternatif minuman alami yang lebih sehat.
Keunggulan SUKAU terletak pada pemanfaatan buah bakau
sebagai bahan utama yang masih sangat jarang diolah menjadi produk minuman
komersial. Selain memiliki cita rasa unik, produk ini juga mengandung
antioksidan alami serta dikembangkan dengan konsep bisnis yang mengedepankan
keberlanjutan lingkungan.
Tim juga membidik pasar wisatawan yang berkunjung ke kawasan
Pantai Payangan, masyarakat umum, mahasiswa, hingga pelaku UMKM yang
membutuhkan produk khas daerah sebagai oleh-oleh.
Menurut Nadya, respons para juri terhadap inovasi tersebut
sangat positif.
"Mereka mengapresiasi pemanfaatan buah bakau sebagai
bahan baku yang inovatif, potensi pengembangan bisnisnya, serta konsep
keberlanjutan yang kami terapkan. Kami juga mendapatkan banyak masukan untuk
menyempurnakan produk agar siap bersaing di pasar."
Saat ini SUKAU masih berada pada tahap penyempurnaan produk.
Tim telah menghasilkan prototipe dan melakukan uji coba kepada calon konsumen
sebagai bagian dari validasi pasar sebelum dipasarkan secara lebih luas.
Ke depan, mereka berencana mengurus legalitas produk seperti PIRT dan sertifikasi halal, memperbaiki desain kemasan, memperluas pemasaran melalui platform digital, serta menjalin kolaborasi dengan UMKM dan sektor pariwisata agar SUKAU dapat berkembang menjadi produk unggulan khas Jember.
Bagi tim, kemenangan ini bukan sekadar pencapaian kompetisi,
tetapi juga bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi inovatif yang
memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat.
Mereka berharap keberhasilan SUKAU dapat menginspirasi
mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember untuk berani mengembangkan ide-ide
kreatif dan mengikuti berbagai kompetisi kewirausahaan.
"Jangan takut mencoba dan jangan ragu memulai dari ide
sederhana. Persiapkan diri dengan baik, manfaatkan bimbingan dosen, terus
belajar dari setiap proses, dan jadikan setiap kompetisi sebagai pengalaman
untuk berkembang. Yang terpenting adalah berani mengambil kesempatan,"
pesan Nadya.
Melalui inovasi SUKAU, mahasiswa Universitas Muhammadiyah
Jember membuktikan bahwa potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai
tinggi. Dengan menggabungkan semangat kewirausahaan, inovasi, dan kepedulian
terhadap lingkungan, mereka berharap SUKAU tidak hanya menjadi minuman khas
Jember, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi buah bakau, membuka
peluang usaha bagi masyarakat pesisir, serta mendukung pengembangan ekonomi
berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan.



Posting Komentar