Senin, 10 Agustus 2026

KKN MAs Kelompok 102 Turun Langsung Bantu Peternak Wiyurejo, dari Memerah Susu hingga Proses di Koperasi

Tidak sekadar hadir di tengah masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah 'Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 102 Desa Wiyurejo turut merasakan langsung aktivitas warga. Pada Minggu (9/8/2026) sore, mahasiswa turun ke peternakan warga untuk membantu proses pemerahan susu sapi hingga mendampingi penyetoran dan pengolahan susu di koperasi setempat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengenal sekaligus mendukung potensi ekonomi masyarakat Desa Wiyurejo, khususnya sektor peternakan sapi perah. Di sisi lain, aktivitas ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai proses produksi susu dari tingkat peternak hingga sebelum didistribusikan.

KKN MAs Kelompok 102 sendiri merupakan bagian dari program pengabdian yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut berasal dari Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka), Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Muhammadiyah Gombong, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Sejak sore hari, mahasiswa bersama warga mendatangi salah satu peternakan sapi perah. Kegiatan diawali dengan membersihkan area kandang dan melakukan sterilisasi peralatan yang digunakan dalam proses pemerahan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kualitas susu yang dihasilkan.

Setelah persiapan selesai, mahasiswa turut membantu proses pemerahan susu sapi. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam aktivitas yang selama ini menjadi bagian dari rutinitas para peternak.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai tantangan dan proses produksi susu di tingkat peternak. Terlebih, setiap tahapan membutuhkan perhatian terhadap kebersihan, kondisi ternak, hingga waktu pemerahan.

Usai pemerahan, mahasiswa kemudian mendampingi peternak membawa susu segar menuju koperasi penampungan. Di lokasi tersebut, mahasiswa menyaksikan rangkaian proses mulai dari penimbangan, pengujian kualitas susu, hingga penyimpanan menggunakan cooling unit dan mesin pengolahan koperasi sebelum susu didistribusikan lebih lanjut.

 

Di sela kegiatan, Huzainul, selaku pihak yang bertanggung jawab dalam peternakan tersebut, turut memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai perawatan dan produktivitas sapi perah.

Menurutnya, produktivitas sapi sangat bergantung pada kondisi dan fase reproduksi ternak. Ia menjelaskan bahwa satu ekor sapi dapat menghasilkan rata-rata 25 liter susu dalam sehari. Namun, ketika sapi memasuki masa kehamilan tertentu, proses pemerahan harus dihentikan.

“Satu ekor sapi di sini bisa menghasilkan rata-rata 25 liter susu per hari. Namun, jika sapi sudah hamil 7 bulan, maka pemerahan harus dihentikan atau dikeringkan. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan induk dan memastikan nutrisinya fokus pada perkembangan janin sapi,” tutur Huzainul.

Bagi mahasiswa, penjelasan tersebut menjadi pengetahuan tambahan yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas. Interaksi langsung dengan peternak membuat mahasiswa dapat memahami bagaimana pengetahuan dan pengalaman masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha peternakan.

Kehangatan interaksi antara mahasiswa dan keluarga peternak juga semakin terasa sebelum kegiatan berakhir. Sebagai bentuk apresiasi dan kebersamaan, Vina, selaku pemilik peternakan, menyajikan susu segar hasil produksi peternakan dalam tiga varian rasa, yakni susu murni, strawberry, dan coffee.

Sajian tersebut menjadi penutup sederhana namun berkesan bagi mahasiswa setelah mengikuti seluruh rangkaian aktivitas peternakan pada sore itu. Suasana santai sambil menikmati susu segar sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat yang menjadi bagian dari lokasi pengabdian.

Melalui kegiatan tersebut, KKN MAs Kelompok 102 tidak hanya memperoleh pengalaman mengenai sektor peternakan sapi perah, tetapi juga belajar mengenai pentingnya kolaborasi, gotong royong, dan interaksi langsung dengan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan keseharian warga. Dengan terlibat langsung dalam proses pemerahan hingga pengolahan susu, mahasiswa dapat memahami potensi lokal sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan masyarakat.

Ke depan, KKN MAs Kelompok 102 berharap sinergi lintas kampus PTMA dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Wiyurejo selama masa pengabdian. Khususnya, melalui pengenalan dan penguatan potensi sektor peternakan agar semakin berkembang dan memiliki daya saing.

 

Tags :

bm
Created by: News Unmuh Jember

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect