Kamis, 08 Oktober 2026

Sering Menatap Layar Berjam-jam? Dokter Mata RSU Unmuh Jember Ungkap Risikonya

dr. Annisa Kinanti Asti, Sp.M.

Penggunaan perangkat digital seperti komputer, laptop, tablet, dan telepon pintar telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, paparan layar dalam waktu lama dan terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan mata, terutama jika tidak diimbangi dengan kebiasaan yang tepat.

Dokter Mata Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Jember (RSU Unmuh Jember), dr. Annisa Kinanti Asti, Sp.M., menjelaskan bahwa paparan layar setiap hari memang sulit dihindari di era teknologi. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, khususnya pada anak-anak yang saat ini semakin banyak mengalami gangguan penglihatan seperti miopia atau rabun jauh.

“Paparan dari layar setiap hari tidak bisa dihindari di era teknologi seperti saat ini, apalagi pada usia dini. Angka kejadian miopia atau rabun jauh pada anak-anak sudah sangat banyak,” jelas dr. Annisa.

Menurutnya, terlalu lama menatap layar dapat menyebabkan mata mengalami kelelahan. Kondisi tersebut salah satunya terjadi karena seseorang cenderung jarang atau lupa berkedip ketika berkonsentrasi di depan layar. Selain itu, otot mata juga dipaksa untuk mempertahankan fokus pada jarak tertentu dalam waktu yang lama.

Untuk mengurangi risiko tersebut, dr. Annisa menyarankan penerapan visual hygiene, salah satunya melalui prinsip rule of twenty. Artinya, setiap 20 menit menatap layar, mata dianjurkan untuk beristirahat dengan melihat objek yang berjarak sekitar 20 feet atau enam meter selama 20 detik.

Kebiasaan tersebut penting dilakukan meskipun mata belum menunjukkan keluhan. Sebab, menurut dr. Annisa, sebagian orang masih menganggap kondisi mata mereka baik-baik saja meski setiap hari terpapar layar selama berjam-jam.

Ia mengingatkan, kebiasaan tersebut dapat memberikan dampak terhadap kesehatan mata dalam jangka panjang, terutama ketika seseorang memasuki usia lanjut. Gangguan penglihatan dapat muncul lebih cepat apabila kesehatan mata tidak dijaga sejak dini.

Anak Perlu Mendapat Batasan Screen Time

Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada anak-anak. dr. Annisa menyarankan agar penggunaan layar pada anak dibatasi karena paparan yang terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan, termasuk miopia sejak usia dini.

“Screen time untuk anak-anak harus dibatasi. Maksimal sehari satu jam, karena exposure yang terus-menerus itu tidak bagus,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan bola mata berlangsung hingga sekitar usia 18 tahun. Karena itu, kebiasaan dan lingkungan visual selama masa pertumbuhan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan mata anak.

Selain membatasi waktu di depan layar, gaya hidup juga berperan dalam menjaga kesehatan mata. Menurut dr. Annisa, menjaga kesehatan mata tidak cukup hanya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, seperti wortel.

Vitamin A memang dapat membantu menjaga kesehatan mata, tetapi bukan berarti dapat menyembuhkan gangguan mata yang sudah terjadi. Pada kondisi mata kering, misalnya, asupan makanan yang mengandung omega-3 juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mata.

Jangan Abaikan Penggunaan Kacamata

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan penggunaan kacamata ketika penglihatan mulai mengalami gangguan. Kacamata dapat membantu memaksimalkan penglihatan sekaligus mencegah kondisi mata menjadi semakin bermasalah.

Jika penglihatan sudah terasa kabur, penggunaan kacamata sesuai hasil pemeriksaan menjadi penting. Gangguan penglihatan yang dibiarkan tanpa koreksi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko terjadinya mata malas (ambliopia), khususnya pada anak.

Karena itu, pemeriksaan mata secara berkala juga dianjurkan meskipun belum terdapat keluhan. Deteksi sejak dini menjadi semakin penting bagi seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat menggunakan kacamata atau mengalami rabun jauh.

“Kalau dari anggota keluarga ada yang memiliki riwayat kacamata, akan sangat rentan. Secara bentuk, mata akan lebih lonjong dari orang normal biasanya sehingga berisiko terjadi rabun jauh,” jelasnya.

Dengan semakin tingginya penggunaan perangkat digital, menjaga kesehatan mata tidak hanya dilakukan ketika gangguan penglihatan sudah muncul. Membatasi screen time, menerapkan prinsip rule of twenty, menjaga pola hidup, serta melakukan pemeriksaan mata secara berkala menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata sejak dini.

Tags :

bm
Created by: SUKRON KASYIR

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect