Rabu, 05 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ubah Limbah Plastik Menjadi Ecobrick di Desa Karang Melok

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) Kelompok 21 menginisiasi program pembuatan ecobrick sebagai upaya mengurangi limbah plastik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Karang Melok, Kabupaten Bondowoso, pada Selasa (4/8/2026).

Program ini lahir dari hasil survei mahasiswa yang menemukan masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah anorganik, khususnya limbah plastik yang sulit terurai secara alami.

Salah satu anggota KKN Kelompok 21, Imelita Nasya Diantha, menjelaskan bahwa ecobrick dipilih sebagai solusi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas di sekitar mereka.

"Setelah kami melakukan survei, kami melihat masyarakat masih kurang memahami cara mengolah limbah sampah anorganik, terutama plastik. Karena itu kami memanfaatkan botol bekas dan sampah plastik menjadi ecobrick," ujarnya.

Ecobrick merupakan teknik pengelolaan sampah dengan memanfaatkan botol plastik bekas yang diisi padat menggunakan limbah plastik seperti bungkus makanan atau kantong plastik. Seluruh bahan yang digunakan berasal dari sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna.

Menurut Imelita, selain membantu mengurangi jumlah limbah plastik, ecobrick juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai fasilitas sederhana, seperti kursi, meja, pembatas taman, maupun elemen dekoratif di lingkungan sekitar.

Mahasiswa KKN berharap program tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sebelum dibuang.

"Harapan kami, kegiatan ini dapat membantu mengurangi limbah plastik karena sampah plastik sangat sulit terurai. Selain itu, ecobrick juga bisa dimanfaatkan untuk mengisi atau mempercantik ruang-ruang yang belum dimanfaatkan di lingkungan desa. Ke depan, kami berharap masyarakat dapat melanjutkan dan mengembangkan program ini secara mandiri," jelasnya.

Melalui program pembuatan ecobrick, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember tidak hanya memberikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga menghadirkan solusi yang mudah diterapkan, ramah lingkungan, dan memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. Program ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di Desa Karang Melok sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

 

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Bangun Tempat Pembakaran Sampah Minim Asap di Desa Karang Melok

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) Kelompok 21 membangun tempat pembakaran sampah minim asap di Desa Karang Melok, Kabupaten Bondowoso, pada Selasa (4/8/2026). Program tersebut menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat mengatasi keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah di desa.

Pembangunan fasilitas ini berangkat dari hasil observasi mahasiswa selama pelaksanaan KKN yang menunjukkan masih minimnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Desa Karang Melok. Kondisi tersebut menyebabkan warga belum memiliki lokasi yang memadai untuk membuang maupun mengelola sampah rumah tangga.

Salah satu anggota KKN Kelompok 21, Achmad Irsyad Baidlowi, menjelaskan bahwa program tersebut dipilih karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Di Desa Karang Melok masih kekurangan tempat pembuangan sampah atau TPS. Karena itu, kami berinisiatif membangun tempat pembakaran sampah yang minim asap agar dapat dimanfaatkan masyarakat," ujarnya.

Tempat pembakaran sampah tersebut dibangun dengan ukuran sekitar 1 meter × 1 meter dengan tinggi kurang lebih 1,5 meter. Mahasiswa merancangnya menggunakan cerobong berukuran lebih kecil sehingga asap hasil pembakaran dapat diminimalkan dan tidak terlalu mengganggu lingkungan sekitar.

Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk membakar berbagai jenis sampah rumah tangga, baik organik maupun anorganik, sehingga diharapkan mampu menjadi alternatif pengelolaan sampah bagi warga.

Menurut Irsyad, keberadaan tempat pembakaran sampah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.

"Harapan kami, masyarakat Desa Karang Melok tidak lagi membuang sampah sembarangan. Dengan adanya tempat pembakaran sampah ini, warga bisa membuang sampah di satu lokasi yang telah disediakan sehingga lingkungan desa menjadi lebih bersih," katanya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berupaya menghadirkan solusi sederhana namun berdampak nyata bagi masyarakat. Selain membantu mengatasi persoalan sampah, pembangunan tempat pembakaran minim asap juga menjadi bentuk implementasi pengabdian mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

 

UMKM Arang Desa Tegalmijin Tembus Pasar Internasional, Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember Dukung Promosi Potensi Desa

 


Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produksi arang di Desa Tegalmijin, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, menjadi salah satu potensi ekonomi lokal yang berhasil menembus pasar internasional. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 22, mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember turut mendukung pengembangan usaha tersebut melalui kegiatan pendataan, dokumentasi, dan publikasi potensi desa.

Usaha yang telah beroperasi selama lima tahun ini memanfaatkan kayu kopi (arabika) dan kayu asam sebagai bahan baku utama untuk menghasilkan arang berkualitas ekspor. Produk yang dihasilkan dipasarkan ke berbagai negara, seperti Jepang, Thailand, dan Arab Saudi.

Pemilik usaha, Yubi (38), mengatakan bahwa usaha produksi arang tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Ia menegaskan bahwa kualitas produk terus dijaga agar mampu memenuhi standar pasar internasional.

"Usaha arang ini menjadi peluang kerja bagi masyarakat Desa Tegalmijin. Kami terus menjaga kualitas produk agar tetap diterima di pasar internasional," ujarnya.

Koordinator KKN, Unmuh Jember menjelaskan bahwa publikasi potensi UMKM dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap promosi produk lokal. Mahasiswa bersama pelaku usaha melakukan pengumpulan data, dokumentasi, serta penyusunan materi publikasi yang disebarluaskan melalui media sosial dan berbagai media informasi lainnya.

"Kami berharap usaha arang Desa Tegalmijin semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga," ungkapnya.

Dari sisi produksi, UMKM ini mampu menghasilkan hingga enam kontainer arang setiap bulan dengan total produksi sekitar 108 ton. Untuk memenuhi standar ekspor, setiap produk harus memiliki kadar air maksimal 6 persen, sehingga proses produksi didukung dengan alat pengukur kadar air guna memastikan kualitas tetap terjaga.

Keberadaan usaha ini juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian desa. Sebanyak 24 warga bekerja di sektor produksi, terdiri atas 18 pekerja di bagian pengemasan dan enam pekerja di bagian pembakaran. Selain menciptakan lapangan kerja, usaha tersebut menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Melalui pendampingan dan publikasi yang dilakukan mahasiswa KKN Tematik, UMKM arang Desa Tegalmijin diharapkan semakin berkembang serta mampu memperluas jangkauan pasar. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya Tujuan 1 (Desa Tanpa Kemiskinan) dan Tujuan 8 (Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata) melalui penguatan UMKM berbasis potensi lokal yang berdaya saing hingga pasar global.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Pelatihan Public Speaking dan MUA di SMA Muhammadiyah 3 Jember


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar pelatihan Public Speaking dan Make Up Artist (MUA) bagi siswa-siswi SMA Muhammadiyah 3 Jember pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi, rasa percaya diri, serta memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi para pelajar.

Pada sesi Public Speaking, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya kemampuan berbicara di depan umum sebagai salah satu kompetensi yang dibutuhkan di dunia pendidikan maupun dunia kerja. Mahasiswa KKN menekankan bahwa kemampuan public speaking bukan merupakan bakat semata, melainkan keterampilan yang dapat dipelajari melalui latihan. Materi yang diberikan meliputi teknik mengatasi rasa gugup, menyusun pembukaan yang menarik, menjaga kontak mata, serta penggunaan bahasa tubuh dan olah vokal yang efektif.

Sementara itu, pada sesi Make Up Artist (MUA), siswa memperoleh pengetahuan dasar mengenai teknik merias wajah, pengenalan produk kecantikan, serta cara mengaplikasikan riasan yang sesuai. Selain menunjang personal grooming, pelatihan ini juga diharapkan mampu membuka wawasan siswa terhadap peluang berwirausaha di bidang industri kecantikan.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Pihak SMA Muhammadiyah 3 Jember mengapresiasi program tersebut karena dinilai relevan dalam mendukung pengembangan soft skills siswa sebagai bekal menghadapi pendidikan tinggi maupun dunia kerja.

Melalui kegiatan ini, Unmuh Jember terus menunjukkan komitmennya menghadirkan program KKN yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan keterampilan komunikasi, kepercayaan diri, dan pengembangan potensi kewirausahaan generasi muda.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Laksanakan Verifikasi Data Warga di Desa Grujugan Kidul, Dukung Penyaluran Bansos Tepat Sasaran




Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melaksanakan kegiatan verifikasi dan validasi (verval) data warga di Desa Grujugan Kidul, Kabupaten Bondowoso, Rabu (29/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung pembaruan data kependudukan agar penyaluran bantuan sosial (bansos) dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Kegiatan verval dilaksanakan di seluruh wilayah Desa Grujugan Kidul yang mencakup enam dusun. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berkoordinasi dengan pemerintah desa, kepala dusun, serta perangkat terkait untuk melakukan pendataan secara langsung dari rumah ke rumah.

Pendataan difokuskan pada warga yang membutuhkan perhatian khusus, di antaranya penyandang disabilitas, warga dengan penyakit kronis, lansia yang hidup sebatang kara, serta janda dan duda yang berpotensi menjadi penerima bantuan sosial. Selain mengidentifikasi kondisi sosial dan kependudukan warga, mahasiswa juga mendata bantuan yang telah diterima maupun bantuan yang masih dibutuhkan.

Adapun data yang diverifikasi mencakup kepemilikan sejumlah program bantuan sosial, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), serta Bantuan Pangan (Bapang).

Proses verifikasi dilakukan melalui wawancara langsung dengan warga dan pencocokan data administrasi dengan kondisi riil di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang diperoleh benar-benar sesuai dengan kondisi terkini masyarakat sekaligus meminimalkan kemungkinan terjadinya kesalahan sasaran maupun data penerima bantuan yang ganda.

Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kepala dusun. Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan data yang dihimpun dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi bahan pertimbangan dalam pembaruan data penerima manfaat.

Salah satu Kepala Dusun di Desa Grujugan Kidul mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN dalam proses verifikasi dan validasi data warga. Menurutnya, pembaruan data diperlukan karena kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dapat berubah dari waktu ke waktu.

“Kegiatan verval ini sangat membantu pemerintah desa, khususnya di tingkat dusun. Dengan adanya pendataan langsung oleh mahasiswa KKN bersama perangkat desa, kami dapat memastikan data warga yang benar-benar membutuhkan bantuan sudah sesuai dengan kondisi di lapangan. Harapannya, bantuan sosial yang diberikan pemerintah nantinya semakin tepat sasaran dan tidak ada warga yang layak menerima tetapi terlewat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap hasil verifikasi dan validasi dapat membantu Pemerintah Desa Grujugan Kidul memiliki basis data kependudukan yang lebih akurat dan mutakhir. Data tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam mendukung pengambilan kebijakan, terutama terkait penyaluran berbagai program bantuan sosial kepada masyarakat.

Selain memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam berinteraksi dan memahami kondisi masyarakat secara langsung, kegiatan verval ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong pembangunan berbasis data yang akurat serta memastikan program bantuan sosial benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.

KKN Kelompok 9 Unmuh Jember Hadirkan Aplikasi Pembukuan untuk Peternak Ayam Petelur di Desa Grujugan Kidul

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 9 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan inovasi berupa aplikasi pembukuan hasil peternakan ayam petelur untuk membantu pelaku usaha di Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Program kerja yang dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026 ini bertujuan mempermudah peternak dalam melakukan pencatatan keuangan usaha secara lebih praktis, cepat, dan akurat.

Program tersebut dilaksanakan bersama Bapak Sudhanan, seorang petani sekaligus peternak ayam petelur di Desa Grujugan Kidul. Inisiatif ini lahir setelah mahasiswa KKN mengidentifikasi kebutuhan peternak akan sistem pembukuan yang lebih efisien dibandingkan metode pencatatan manual yang selama ini digunakan.

Berdasarkan hasil wawancara, Bapak Sudhanan telah menjalankan usaha peternakan ayam petelur selama kurang lebih delapan bulan. Selama itu, seluruh pencatatan hasil produksi dan keuangan masih dilakukan secara manual. Cara tersebut dinilai memerlukan waktu lebih lama serta berisiko menimbulkan kesalahan dalam proses perhitungan.

Menanggapi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 9 mengembangkan sebuah aplikasi pembukuan sederhana yang dirancang sesuai dengan kebutuhan peternak. Melalui aplikasi ini, proses pencatatan hasil usaha dapat dilakukan dengan lebih mudah, sementara perhitungan pendapatan maupun pengeluaran dapat diketahui secara otomatis sehingga meminimalkan risiko kesalahan.


Bapak Sudhanan mengaku merasakan manfaat yang signifikan setelah menggunakan aplikasi tersebut. Menurutnya, proses pencatatan menjadi lebih cepat dan hasil perhitungan dapat diperoleh secara langsung.


> “Alhamdulillah untuk aplikasi yang dikasihkan adik-adik KKN dari UNMUH, saya merasa sangat terbantu. Dengan adanya aplikasi itu, proses pencatatan menjadi lebih cepat, dan jumlahnya langsung bisa diketahui,” ujar Bapak Sudhanan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Kelompok 9 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember atas inovasi yang telah diberikan. Sebagai peternak yang masih tergolong pemula, ia menilai aplikasi tersebut sangat membantu dalam mengelola administrasi usaha peternakannya.

“Saya selaku peternak yang masih pemula ini sangat berterima kasih kepada adik-adik KKN Kelompok 9 Grujugan Kidul. Atas aplikasi yang telah dibuat, saya merasa sangat terbantu,” ungkapnya.

Koordinator KKN Kelompok 9 menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk penerapan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa. Melalui aplikasi pembukuan tersebut, diharapkan para peternak dapat mengelola pencatatan usaha secara lebih tertib, efisien, dan akurat sehingga mendukung pengembangan usaha peternakan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dalam mendukung transformasi digital di tingkat desa. Dengan memanfaatkan teknologi yang sederhana namun aplikatif, mahasiswa berupaya memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan usaha mikro di sektor peternakan.

Mahasiswa KKN Tematik 19 Unmuh Jember Dorong Publikasi dan Pengembangan Usaha Ayam Petelur di Desa Sumberpakem

Potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis peternakan di pedesaan terus menunjukkan peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu contoh nyata hadir di Desa Sumberpakem, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, melalui usaha ayam petelur yang kini berkembang menjadi salah satu potensi ekonomi unggulan desa.

Melihat besarnya peluang tersebut, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 19 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melaksanakan kegiatan pendataan, observasi, sekaligus publikasi terhadap UMKM ayam petelur milik Hamdi sebagai upaya memperkenalkan potensi ekonomi lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan desa yang berfokus pada penguatan sektor usaha produktif berbasis potensi wilayah.

Usaha ayam petelur yang mulai beroperasi sejak Februari 2026 tersebut saat ini telah mengelola sekitar 1.500 ekor ayam petelur. Produksi telur dilakukan secara rutin setiap hari dengan proses pemanenan pada sore hari. Dalam sekali panen, peternakan tersebut mampu menghasilkan ratusan kilogram telur yang kemudian dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar.

Pemilik usaha, Hamdi, menjelaskan bahwa keberhasilan usaha peternakan tidak terlepas dari komitmen dalam menjaga kualitas produksi. Menurutnya, perhatian terhadap kualitas pakan, kebersihan kandang, hingga kesehatan ternak menjadi faktor utama agar produktivitas ayam tetap stabil.

"Kami terus berupaya menjaga kualitas pakan, kebersihan kandang, dan kesehatan ayam agar produksi telur tetap stabil serta menghasilkan telur yang berkualitas," ujarnya.

Selain menjadi sumber penghasilan bagi pelaku usaha, keberadaan peternakan ayam petelur tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa. Sektor peternakan dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan perputaran ekonomi lokal, serta memperkuat ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

Koordinator KKN Tematik Kelompok 19 Unmuh Jember mengatakan bahwa publikasi potensi UMKM menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan ekonomi desa. Melalui dokumentasi dan penyebarluasan informasi, masyarakat diharapkan semakin mengenal produk lokal sehingga mampu meningkatkan daya saing usaha yang telah berkembang di Desa Sumberpakem.

"Melalui publikasi ini, kami berharap UMKM ayam petelur Desa Sumberpakem semakin dikenal sehingga dapat membuka peluang kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong berkembangnya sektor peternakan di desa," ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Desa Sumberpakem yang menilai usaha ayam petelur tersebut sebagai salah satu potensi unggulan desa yang memiliki prospek menjanjikan. Menurutnya, pengembangan sektor peternakan tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.

"Kami berharap usaha ini terus berkembang dan menjadi contoh bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi desa secara produktif. Dukungan dari mahasiswa KKN juga menjadi nilai tambah dalam memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas," tuturnya.

Kegiatan pendampingan dan publikasi UMKM yang dilakukan mahasiswa KKN merupakan wujud kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku usaha dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendorong terciptanya pembangunan desa yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi daerah.

Program ini juga selaras dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan ekonomi masyarakat berbasis UMKM serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku usaha dalam membangun desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Kantin Sehat Hasil Karya Mahasiswa KKN Unmuh Jember Resmi Dimanfaatkan SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan

Menutup masa pengabdian selama satu bulan, Kelompok KKN Reguler Sore/Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Gelombang 2 Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) meninggalkan warisan berupa Kantin Sehat bagi SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan. Fasilitas tersebut resmi diserahkan melalui prosesi pemotongan pita yang berlangsung di lingkungan sekolah pada Jumat (31/7/2026).

Peresmian dilakukan oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Bagus Setya Rintyarna, M.Kom., didampingi Dr. Astrid Maharani, S.E., M.Akun., CSRS., CSRA., CSP., CRA. selaku perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), bersama Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Alim Purnomosidi, S.Pd.

Penyerahan Kantin Sehat menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian program pengabdian mahasiswa KKN Reguler Sore/RPL Gelombang 2 Tahun 2026. Selain membangun fasilitas tersebut, mahasiswa juga melaksanakan sejumlah program pemberdayaan, di antaranya sosialisasi dan pertandingan olahraga Petanque, penguatan program Bank Sampah melalui pembuatan papan nama, serta pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bidang kelistrikan bagi para siswa.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Alim Purnomosidi, S.Pd., mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi sekolah.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Jember dan seluruh mahasiswa KKN yang telah membantu pembangunan Kantin Sehat ini. Fasilitas ini menjadi tambahan yang sangat bermanfaat bagi sekolah dan akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang aktivitas warga sekolah," ujarnya.

Menurut Alim, kehadiran Kantin Sehat tidak hanya menambah fasilitas sekolah, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ia berharap sinergi tersebut terus berlanjut melalui berbagai program pendidikan dan pengabdian di masa mendatang.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Bagus Setya Rintyarna, M.Kom., menyampaikan bahwa KKN Reguler Sore/RPL dirancang agar mahasiswa mampu mengimplementasikan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki melalui program-program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ia berharap hasil pengabdian mahasiswa tidak berhenti ketika masa KKN berakhir, tetapi terus memberikan manfaat bagi sekolah sekaligus menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat.

Usai prosesi pemotongan pita, jajaran pimpinan universitas, pihak sekolah, serta mahasiswa meninjau langsung bangunan Kantin Sehat yang kini siap dimanfaatkan sebagai fasilitas penunjang bagi warga SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan.

Peresmian Kantin Sehat menjadi bukti bahwa program KKN tidak hanya menghadirkan edukasi dan pendampingan, tetapi juga menghasilkan karya nyata yang dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan. Kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Jember dan SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan pun diharapkan terus berkembang dalam menghadirkan inovasi dan pengabdian yang berdampak bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah.

 

KKN RPL Unmuh Jember Tinggalkan Jejak Pengabdian di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan

Kebersamaan selama satu bulan antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Sore/Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Gelombang 2 Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dan keluarga besar SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan resmi berakhir. Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai acara penutupan sekaligus penarikan mahasiswa KKN yang digelar di lingkungan sekolah pada Jumat (31/7/2026).

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Jember Dr. Bagus, perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Astrid, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan Alim Purnomosidi, S.Pd., jajaran guru, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.

Selama menjalankan pengabdian, mahasiswa berhasil merealisasikan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Di antaranya pembangunan Kantin Sehat, sosialisasi sekaligus pertandingan olahraga Petanque, penguatan program Bank Sampah melalui pembuatan papan nama, hingga pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bidang kelistrikan bagi para siswa.

Seluruh program tersebut menjadi wujud implementasi ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah agar memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekolah dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Alim Purnomosidi, menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa KKN yang telah menghadirkan berbagai inovasi selama berada di sekolah. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) merupakan bentuk sinergi yang memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan.

Ia juga mengenang perjalanan panjang perkembangan SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan yang penuh perjuangan.

"Dulu sekolah ini bahkan belum memiliki fasilitas toilet yang memadai. Kami terus berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT. Alhamdulillah, satu per satu bantuan datang. Begitu juga dengan pembangunan kantin sehat. Dahulu lokasi ini masih berada di dekat area persawahan dan belum memiliki fasilitas yang layak. Kami percaya, ketika niat kita untuk kemaslahatan dan terus memohon pertolongan Allah SWT, insyaallah akan selalu ada jalan. Muhammadiyah jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan. Kalau kita menginginkan sesuatu yang bermanfaat, Allah SWT akan memberikan pertolongan," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Bagus, menjelaskan bahwa KKN Reguler Sore/RPL dirancang bagi mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau yang sebagian besar telah memiliki pengalaman bekerja maupun mengabdi di masyarakat.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam merancang program yang aplikatif serta sesuai dengan kebutuhan mitra.

Ia juga menyampaikan salam dari Rektor Universitas Muhammadiyah Jember kepada keluarga besar SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan sekaligus mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama pelaksanaan KKN.

Dalam sambutannya, Dr. Bagus menjelaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Jember terus mengembangkan berbagai skema KKN, mulai dari KKN Reguler, KKN Tematik, KKN Kolaborasi, hingga KKN Internasional. Khusus KKN Reguler Sore/RPL, mahasiswa diarahkan untuk memperkuat kontribusi bagi Amal Usaha Muhammadiyah sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu komitmen Universitas Muhammadiyah Jember. Kolaborasi antaramal usaha Muhammadiyah merupakan amanah Persyarikatan melalui Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Semoga segala bantuan dan pengabdian yang telah dilakukan kampus maupun mahasiswa menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya," ujarnya.

Mewakili mahasiswa, Riya Dyah Jati menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga besar SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan atas sambutan hangat dan dukungan selama pelaksanaan KKN. Ia berharap seluruh program yang telah dijalankan dapat terus dimanfaatkan dan dirawat sehingga memberikan manfaat bagi warga sekolah.

"Kami mengucapkan terima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan kepada kami selama menjalankan program KKN. Semoga pembangunan yang telah kami lakukan dapat menjadi fasilitas yang menunjang proses pembelajaran di sekolah. Kami juga berharap seluruh fasilitas dapat terus dirawat agar manfaatnya tetap dirasakan oleh generasi berikutnya. Mohon maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat kekurangan maupun kesalahan dari kami. Semoga silaturahmi ini tetap terjalin meskipun masa KKN telah berakhir," tuturnya.

Sebagai penutup, LPPM Universitas Muhammadiyah Jember menyerahkan cinderamata kepada SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan. Penyerahan yang dilakukan oleh Astrid kepada Alim Purnomosidi, didampingi Wakil Rektor I Dr. Bagus, menjadi simbol berakhirnya masa pengabdian mahasiswa sekaligus penegasan komitmen kedua institusi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah.

Dengan berakhirnya KKN Reguler Sore/RPL Gelombang 2 Tahun 2026, mahasiswa tidak hanya meninggalkan berbagai fasilitas dan program yang bermanfaat, tetapi juga meninggalkan jejak pengabdian, semangat kolaborasi, serta hubungan kekeluargaan yang diharapkan terus terjalin antara Universitas Muhammadiyah Jember dan SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan.


Senin, 03 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Kolaborasi Verifikasi Data 544 KK Penerima Verval Desil 2 di Desa Ampel


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif melaksanakan kegiatan verifikasi dan validasi (verval) data Desil 2 di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Kegiatan ini menyasar sebanyak 544 kepala keluarga (KK) yang masuk dalam kategori masyarakat rentan miskin sebagai upaya mendukung ketepatan sasaran program bantuan sosial pemerintah.

Kegiatan verifikasi berlangsung selama tujuh hari, mulai 25 Juli hingga 1 Agustus 2026. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berkolaborasi dengan perangkat Desa Ampel, ketua RT/RW, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk melakukan pendataan secara langsung dari rumah ke rumah (door to door).

Koordinator Desa KKN, M. Ashad Fiyaumin Nabili, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesesuaian data penerima bantuan sosial dengan kondisi nyata masyarakat di lapangan.

"Data Desil 2 ini sangat penting sebagai dasar berbagai program bantuan pemerintah. Tugas kami adalah memverifikasi apakah data 544 kepala keluarga tersebut sudah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan," ujarnya, Sabtu (25/7).

Dalam proses verifikasi, mahasiswa melakukan pengecekan terhadap sejumlah indikator, di antaranya kondisi tempat tinggal dan kepemilikan aset. Seluruh hasil pendataan kemudian diinput ke dalam aplikasi web Verval sebagai bagian dari pembaruan basis data kemiskinan.

Kepala Desa Ampel, H. Sholeh, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa sangat membantu pemerintah desa dalam menyelesaikan proses pendataan yang melibatkan ratusan kepala keluarga.

"Kami sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa KKN. Pendataan terhadap 544 kepala keluarga merupakan pekerjaan yang cukup besar, sehingga dapat diselesaikan lebih cepat berkat bantuan mereka," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan data kemiskinan di Desa Ampel menjadi lebih akurat dan mutakhir sehingga dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyalurkan berbagai program bantuan sosial secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Connect