Rabu, 29 April 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Parenting di TK Aisyiyah Besuki: Bahas Pola Asuh dan Tes STIFIn Bersama Ustadz Lukman

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember) menggelar kegiatan edukasi parenting bagi para orang tua dan wali murid di TK Aisyiyah Kecamatan Besuki. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru mengenai pentingnya memahami karakter, pola asuh, serta potensi anak sejak usia dini.

Acara berlangsung dengan khidmat dan interaktif serta menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang pengembangan diri dan psikologi anak, yaitu Ustadz Lukman. Dalam kesempatan tersebut, beliau membagikan ilmu tentang strategi pola asuh yang tepat sekaligus memperkenalkan metode Tes STIFIn sebagai alat untuk mengenali potensi genetik anak.

Dalam pemaparannya, Ustadz Lukman menjelaskan bahwa setiap anak terlahir dengan keunikan dan bakat masing-masing. Menurutnya, konsep parenting yang baik bukanlah memaksakan kehendak orang tua, melainkan mengarahkan anak sesuai dengan kemampuan alami dan karakter yang dimilikinya.

“Orang tua sering kali kebingungan saat mendidik anak. Padahal, jika kita mengetahui cara kerja otak dan dominasi kecerdasan anak, proses mendidik akan menjadi jauh lebih mudah dan menyenangkan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini, beliau juga memperkenalkan Tes STIFIn, yaitu metode biometrik yang digunakan untuk membaca pola sidik jari guna mengetahui mesin kecerdasan dominan seseorang. STIFIn merupakan singkatan dari lima tipe kecerdasan utama, yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting.

Tes ini dilakukan melalui pemindaian sepuluh sidik jari yang hanya membutuhkan waktu singkat. Hasilnya akan menunjukkan tipe kecerdasan dominan seseorang yang kemudian dapat menjadi panduan dalam menentukan gaya belajar, komunikasi, bakat, hingga arah pendidikan dan karier di masa depan.

Lima tipe kecerdasan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Sensing dikenal teliti dan praktis, Thinking lebih logis dan analitis, Intuiting kreatif dan visioner, Feeling memiliki empati tinggi dan kemampuan sosial yang baik, sedangkan Insting cenderung spontan, fleksibel, dan cepat beradaptasi.

Melalui pemahaman ini, orang tua dapat lebih mudah menentukan cara mendampingi anak sesuai dengan potensi alaminya, baik dalam proses belajar di rumah maupun dalam pengembangan bakat.

Sebagai bentuk layanan lanjutan, Ustadz Lukman juga membuka kesempatan khusus bagi wali murid TK Aisyiyah Besuki untuk melakukan pengecekan sidik jari secara langsung setelah acara selesai. Pada kesempatan tersebut, diberikan harga promo khusus sebesar Rp275.000 per anak.

“Kami ingin membantu orang tua mengenal anaknya lebih dalam. Karena itu, kami membuka pendaftaran langsung hari ini dengan harga khusus yang lebih terjangkau,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari para wali murid. Mereka merasa terbantu dengan materi parenting yang disampaikan serta antusias terhadap layanan Tes STIFIn yang dinilai bermanfaat untuk masa depan pendidikan anak-anak mereka.

Ketua panitia dari tim KKN UM Jember menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, narasumber, dan seluruh orang tua yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu mengembangkan potensi terbaiknya,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat, dilanjutkan dengan pendaftaran layanan cek sidik jari secara langsung. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dalam mendukung pendidikan keluarga dan penguatan pola asuh yang tepat sejak usia dini.

  

Mahasiswa KKN Afirmasi Unmuh Jember Ajak Siswa Mengenal Perbedaan Sampah Basah dan Kering

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Afirmasi Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pembelajaran edukatif di bidang pengembangan pengetahuan dan konsep (kognitif), serta pengembangan nilai agama, moral, dan sosial emosional di TK Miftahul Ulum Kebben, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, pada Senin (28/04/2026).

Kegiatan ini melibatkan anak-anak dan guru dalam suasana yang hangat, penuh kebersamaan, serta menyenangkan. Program tersebut bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta membangun rasa tanggung jawab pada anak usia dini.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan di dalam kelas melalui kegiatan bernyanyi bersama agar anak-anak lebih semangat dan antusias. Setelah itu, mahasiswa KKN mengajak siswa keluar kelas untuk melakukan praktik langsung memilah sampah di halaman sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan dua jenis tempat sampah yang berbeda warna, yaitu tempat sampah berwarna biru untuk sampah basah dan tempat sampah berwarna kuning untuk sampah kering.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa sampah kering adalah sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik, kertas, dan bungkus makanan, sehingga masih dapat didaur ulang. Sementara itu, sampah basah adalah sampah yang mudah membusuk, seperti sisa makanan, daun, dan bahan organik lainnya.

Melalui praktik langsung ini, siswa diajak untuk mengenali jenis-jenis sampah sekaligus memahami cara membuang sampah pada tempat yang benar. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena anak-anak dapat belajar sambil bermain dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai perbedaan sampah basah dan sampah kering, serta melatih mereka agar terbiasa memilah sampah dengan benar sejak usia dini.

Mahasiswa KKN berharap melalui kegiatan sederhana ini, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap kebersihan lingkungan dan memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga kebersihan di sekolah maupun di rumah.

Program ini juga menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember dalam mendukung pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan sejak usia dini. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, diharapkan budaya hidup bersih dan sehat dapat tertanam kuat dalam kehidupan anak-anak sehari-hari.

 


Dosen Unmuh Jember Edukasi Siswa SD Muhammadiyah Kaliwates Belajar Menabung Lewat Money Safe Electric

Upaya menanamkan literasi keuangan sejak dini dilakukan Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melalui kegiatan pengabdian masyarakat di SD Muhammadiyah Kaliwates, Jember. Lewat program bertajuk Edukasi Money Safe Electric, siswa diajak belajar mengelola uang saku dengan cara yang aman, praktis, dan menyenangkan.

Kegiatan yang digelar pada Rabu (4/2/2026) menyasar siswa kelas 3 SD Muhammadiyah Kaliwates. Program ini melibatkan guru serta orang tua sebagai bagian dari pendampingan agar kebiasaan menabung tidak hanya tumbuh di sekolah, tetapi juga berlanjut di rumah.

Dalam kegiatan tersebut, tim pelaksana memperkenalkan Money Safe Electric Box, sebuah alat tabungan elektronik berbasis teknologi sederhana yang dirancang untuk membantu anak-anak memahami pentingnya menyimpan uang sejak dini. Pembelajaran dikemas melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi, praktik langsung, hingga evaluasi sederhana agar materi lebih mudah dipahami siswa.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang hangat dan antusias. Para siswa tampak aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari mendengarkan penjelasan tentang manfaat menabung hingga mencoba langsung penggunaan alat yang diperkenalkan. Cara belajar sambil bermain ini membuat anak-anak lebih mudah memahami bahwa uang saku sebaiknya tidak langsung dihabiskan, melainkan bisa disisihkan untuk tabungan.

Tim pelaksana kegiatan yang diketuai Diyah Probowulan dari Prodi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Jember menyampaikan bahwa edukasi seperti ini penting untuk membangun kebiasaan finansial yang baik sejak usia sekolah dasar. Menurut mereka, literasi keuangan perlu dikenalkan dengan metode yang dekat dengan dunia anak agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima dan dipraktikkan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membiasakan anak-anak untuk mengenal cara menabung yang aman dan teratur sejak dini. Harapannya, mereka tidak hanya paham konsep uang, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab dalam mengelola uang saku,” ujar Diyah.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberi pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Selain menambah wawasan, program ini juga membantu guru dan orang tua dalam membentuk kebiasaan positif di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap literasi menabung. Setelah mengikuti edukasi, siswa dinilai lebih memahami cara mengelola uang dan lebih termotivasi untuk menyisihkan uang saku mereka. Orang tua pun turut merasakan dampak positif karena mulai lebih aktif mendampingi anak dalam membicarakan keuangan sederhana di rumah.

Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam mendukung pendidikan karakter dan literasi keuangan sejak dini. Universitas Muhammadiyah Jember berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain di Jember.

Selasa, 28 April 2026

Auto Lolos Kerja, Unmuh Jember Kembali Hadirkan Tips Hadapi CV dan Wawancara Kerja

Universitas Muhammadiyah Jember melalui UPT Tracer Study dan Career Development Center (CDC) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesiapan kerja lulusan dengan menggelar pelatihan dan seminar bertajuk “Stand Out & Get Hired: CV Hacks and Interview Secrets”, Selasa (28/4/2026).

Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I menilai bahwa kegiatan ini merupakan agenda aktif dan rutin dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman dunia kerja yang selalu update kepada para mahasiswa semester akhir dan para lulusan Unmuh Jember.

Kegiatan ini bertujuan menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, di mana lulusan tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu mempresentasikan diri secara profesional melalui CV dan wawancara kerja.


Berdasarkan hasil evaluasi internal, masih ditemukan kesenjangan antara kesiapan lulusan dan kebutuhan industri. Hal ini terlihat dari masih rendahnya kualitas penyusunan CV, kurang optimalnya personal branding, serta minimnya kepercayaan diri saat menghadapi proses interview.

Dalam kegiatan ini, peserta yang terdiri dari mahasiswa tingkat akhir dan alumni mendapatkan pembekalan komprehensif, mulai dari teknik menyusun CV yang sesuai standar industri (ATS-friendly), strategi personal branding, hingga metode menjawab pertanyaan wawancara secara sistematis seperti STAR.


Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi seminar, workshop, hingga simulasi wawancara kerja (role play). Peserta juga berkesempatan langsung merevisi CV serta mendapatkan umpan balik dari narasumber.

Hadir sebagai pemateri, Mieke Prasetyo, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang merupakan praktisi psikologi industri dan organisasi dengan pengalaman luas di bidang pengembangan karier dan sumber daya manusia. Ia saat ini menjabat sebagai Direktur Mandaya Psikologika Jember serta aktif sebagai psikolog di Garwita Institute Jember dan konsultan psikologi di RS Bhayangkara Bondowoso.


Selain itu, ia juga pernah berperan sebagai Direktur Pusat Pengembangan Psikologi dan Layanan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jember serta memiliki pengalaman profesional di Thinkplus Surabaya. Latar belakang pendidikan magister psikologi profesi dari Universitas Padjadjaran semakin memperkuat kompetensinya dalam memberikan pelatihan pengembangan karier.

Pelatihan yang digelar di KCM Studio ini berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dengan metode ceramah, praktik langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi berbasis umpan balik.

Sebagai tindak lanjut, CDC UM Jember juga menyiapkan program coaching clinic, pengembangan database CV mahasiswa dan alumni, serta penguatan jejaring dengan dunia industri.


Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat meningkatkan employability lulusan serta mencetak generasi yang lebih siap dan kompetitif dalam menghadapi dunia kerja.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Literasi Sains Terapan di SMA Muhammadiyah 2 Genteng

Dunia sains terus berkembang seiring perjalanan waktu dan tidak pernah habis untuk dibahas. Berbagai kajian ilmiah melahirkan metode, teori, dan praktik yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin dinamis menuntut generasi muda untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

Melalui sistem Kurikulum Merdeka, siswa diharapkan mampu memahami konsep sains secara aplikatif melalui eksperimen dan praktik langsung seperti para ilmuwan terdahulu. Namun, kenyataannya tidak semua sekolah memiliki fasilitas laboratorium yang memadai. Keterbatasan alat, bahan, dan sarana praktikum sering kali menjadi hambatan dalam proses pembelajaran sains.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan kegiatan Literasi Sains Terapan bagi siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Genteng pada Selasa dan Rabu (27-28/1/2026) silam. Program ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap ilmu sains melalui praktik langsung yang menyenangkan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah fermentasi makanan, karena mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan dekat dengan lingkungan siswa. Salah satu praktik yang dilakukan adalah pembuatan minuman probiotik berupa susu kefir.

Sejak diumumkan adanya kegiatan tambahan di luar jam pelajaran, siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Genteng menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tertarik mengikuti kegiatan karena dapat belajar sains secara langsung, bukan hanya melalui teori di dalam kelas.

Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan secara bertahap mengenai kandungan bahan baku, cara kerja mikroorganisme dalam proses fermentasi, perubahan pH, metabolisme, hingga pentingnya higienitas pangan. Materi disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami dan dikaitkan langsung dengan praktik pembuatan susu kefir.

Satu per satu bahan baku diolah oleh siswa sesuai instruksi pemateri. Dengan penuh kehati-hatian, mereka mengikuti proses fermentasi sambil mengamati perubahan yang terjadi. Praktikum ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu serta semangat kolaborasi antar siswa.

Selain membuat susu kefir, siswa juga diajak mengolah hasil fermentasi tersebut menjadi produk lain, salah satunya smoothie kefir. Hal ini memberikan gambaran bahwa hasil praktik sains dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan berpotensi menjadi peluang usaha di masa depan.

Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan siswa bahwa sains bukan sekadar pelajaran hafalan, melainkan ilmu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat menjadi solusi nyata.

“Melalui praktik ini, kami ingin siswa memahami bahwa teori yang ada di buku pelajaran bisa diaplikasikan secara langsung dan bahkan memiliki nilai ekonomi jika dikembangkan,” ujar salah satu pemateri.

Guru-guru di SMA Muhammadiyah 2 Genteng juga menyambut positif kegiatan ini. Mereka merasa program ini sangat membantu dalam menjembatani teori dan praktik yang selama ini sulit dilakukan karena keterbatasan fasilitas sekolah.

Selama ini, sebagian siswa menganggap pelajaran sains sebagai sesuatu yang membosankan karena hanya berfokus pada teori dan nilai akademik. Dengan adanya literasi sains terapan ini, siswa menjadi lebih aktif, tertarik, dan memahami tujuan sebenarnya dari pembelajaran sains.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mengejar nilai semata, tetapi juga mampu memahami proses ilmiah, berpikir kritis, serta berani mengeksplorasi ide-ide kreatif yang dapat bermanfaat bagi masa depan mereka maupun masyarakat sekitar.

 

Langkah Nyata Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Membentuk Karakter Murid untuk Gemar Menabung Sejak Dini

Pendidikan karakter dan kemandirian merupakan hal penting yang harus ditanamkan sejak usia dini. Hal inilah yang menjadi fokus salah satu program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) RPL Universitas Muhammadiyah Jember melalui program “Gemar Menabung Sejak Dini” yang dilaksanakan di KB Al-Falah Jember.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya mengenalkan pentingnya mengelola keuangan kepada anak-anak sejak dini dengan metode yang menyenangkan, sederhana, dan mudah dipahami. Tujuannya adalah agar anak-anak tidak hanya belajar menabung, tetapi juga memahami nilai uang, kedisiplinan, dan kebiasaan hidup hemat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mengajak murid bersama orang tua untuk membuat celengan kreatif yang diberi nama “Rumah Uang”. Celengan ini dibuat dari bahan sederhana dengan desain yang unik dan menarik agar anak-anak semakin antusias untuk menabung setiap hari. Dengan tampilan yang lucu dan penuh warna, murid menjadi lebih semangat menyisihkan uang saku mereka untuk dimasukkan ke dalam celengan secara rutin.

Kegiatan ini memberikan banyak manfaat, di antaranya melatih anak untuk disiplin, sabar, bertanggung jawab, serta membiasakan diri melakukan hal positif sejak kecil. Proses menabung juga mengajarkan anak bahwa setiap usaha kecil yang dilakukan secara konsisten akan menghasilkan sesuatu yang besar di kemudian hari.

Selain program menabung, mahasiswa KKN juga mengadakan kegiatan “Market Day” di lingkungan KB Al-Falah. Kegiatan ini bertujuan agar murid dapat mempraktikkan secara langsung cara berbelanja yang benar, memahami konsep nilai uang dan harga barang, serta belajar mengambil keputusan sederhana saat memilih barang yang ingin dibeli.

Melalui Market Day, anak-anak juga diperkenalkan pada konsep dasar kewirausahaan dan transaksi jual beli secara sederhana. Sebagian hasil penjualan dalam kegiatan tersebut kemudian diarahkan untuk ditabung, sehingga anak-anak memahami hubungan antara usaha, hasil, dan pentingnya menyimpan uang.

Tidak hanya kepada murid, sosialisasi juga dilakukan kepada para wali murid. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa sistem tabungan ini sangat bermanfaat karena uang yang terkumpul nantinya dapat digunakan untuk kebutuhan sekolah anak maupun keperluan pribadi lainnya.

Skema ini diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus membangun kebiasaan hemat dalam keluarga. Peran orang tua sangat penting dalam mendukung keberhasilan program ini agar kebiasaan menabung dapat terus berlanjut di rumah.

Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa pendidikan finansial sederhana seperti ini sangat penting diberikan sejak dini karena akan membentuk pola pikir anak di masa depan.

“Anak-anak perlu dikenalkan pada konsep menabung sejak kecil agar mereka terbiasa menghargai uang, disiplin, dan memiliki jiwa mandiri,” ujar salah satu mahasiswa KKN.

Dengan adanya program ini, diharapkan murid tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, jiwa wirausaha, sikap hemat, serta kemampuan mengatur keuangan sejak usia dini sebagai bekal masa depan mereka.

 

Mahasiswa KKN RPL Ajarkan Semangat Kartini Sejak Dini: Jalan Santai Anak TK dengan Busana Kebaya

 


Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember menyelenggarakan kegiatan jalan santai bersama anak-anak TK NU 02 Bungatan. Kegiatan ini mengusung tema pengenalan nilai-nilai perjuangan Kartini sejak usia dini melalui aktivitas yang menyenangkan, edukatif, dan penuh makna.

Acara jalan santai dilaksanakan pada pagi hari dengan rute mengelilingi lingkungan desa sekitar sekolah. Anak-anak TK tampak antusias mengikuti kegiatan dengan mengenakan pakaian kebaya bagi anak perempuan, sedangkan anak laki-laki mengenakan busana adat dan pakaian profesi. Penampilan mereka yang rapi, lucu, dan penuh warna menjadi daya tarik tersendiri serta menambah semarak suasana peringatan Hari Kartini.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia sekaligus mengenalkan sosok Raden Ajeng Kartini sebagai pahlawan nasional yang memperjuangkan emansipasi perempuan. Melalui kegiatan sederhana seperti jalan santai, anak-anak diajak memahami nilai keberanian, semangat belajar, serta pentingnya menghargai perjuangan perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran sosial bagi anak-anak. Mereka belajar tentang kebersamaan, disiplin, keberanian tampil di depan umum, serta rasa percaya diri saat berjalan bersama teman-temannya di lingkungan masyarakat.

Tidak hanya anak-anak, para guru dan wali murid juga turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Mereka mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kehadiran mahasiswa KKN juga memberikan warna tersendiri sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap pendidikan karakter anak usia dini.

Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan seremonial, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang menyenangkan agar anak-anak lebih mudah memahami nilai perjuangan Kartini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak mengenal Kartini sejak dini, mencintai budaya bangsa, dan tumbuh menjadi generasi yang percaya diri serta berani bermimpi,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan jalan santai bertema Kartini ini, diharapkan anak-anak dapat meneladani semangat perjuangan R.A. Kartini sejak usia dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan mahasiswa KKN dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif, harmonis, dan berbudaya.

 

Connect