Rabu, 22 Juli 2026

Dorong Kemandirian Pangan, Kepala PVTPP Kementan Ajak Civitas Akademika Unmuh Jember Daftarkan Hak Perlindungan Varietas Tanaman

Ancaman perubahan iklim yang ekstrem, penyusutan lahan produktif akibat alih fungsi lahan peruntukan industri dan pemukiman, serta tren penuaan petani (aging farmers) menjadi tantangan paling krusial bagi masa depan ketahanan pangan Indonesia. Isu strategis ini dikupas secara mendalam oleh Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc., perwakilan dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Beliau hadir sebagai pemateri pertama dalam Seminar Nasional Pertanian ke-5 (Semartani 5) Tahun 2026, yang dilangsungkan secara hybrid di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember pada Selasa, 21 Juli 2026.

Dalam presentasinya, Dr. Leli memaparkan bahwa untuk mencapai dan mempertahankan target swasembada pangan yang terus digenjot oleh pemerintah mulai tahun 2025 ke atas, Indonesia mutlak membutuhkan langkah transformasi ekosistem dari hulu hingga ke hilir. Di ranah hulu, penggunaan benih bersertifikat dan varietas unggulan menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar lagi di tengah tingginya kebergantungan pada pupuk kimia. "Varietas unggul baru hasil penelitian riset pemuliaan tanaman sangat kita harapkan. Varietas ini harus memiliki sifat yang lebih adaptif terhadap cekaman perubahan iklim seperti El Nino maupun La Nina, tahan terhadap serangan hama penyakit, serta yang paling penting, mampu menaikkan produktivitas pertanian secara signifikan tanpa harus menambah pembukaan luas lahan," jelas Dr. Leli.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Pertanian kini terus mendorong penerapan Advance Agriculture System (PMAS) atau sistem pertanian modern terpadu. Selain itu, Dr. Leli juga menyoroti satu urgensi krusial yang masih sering diabaikan oleh kalangan akademisi dan peneliti, yakni perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas varietas tanaman unggul. Ia menyayangkan data empiris yang menunjukkan bahwa kontribusi perguruan tinggi dalam permohonan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) secara nasional masih sangat rendah, yakni hanya berada di kisaran angka 12 persen dari total keseluruhan pendaftar.

Sebagai bentuk komitmen nyata dari negara, pemerintah saat ini memberikan relaksasi biaya pendaftaran yang sangat terjangkau guna menstimulasi inovasi dari kaum intelektual. "Untuk Warga Negara Indonesia, baik itu pemulia perorangan, lembaga penelitian, maupun dari perguruan tinggi dalam negeri, biaya permohonan hak PVT kini sangat murah, hanya Rp150.000 saja. Bahkan iuran pemeliharaan tahunannya digratiskan (Rp 0) selama tiga tahun pertama," ungkapnya. Lebih jauh, Dr. Leli juga mengajak kolaborasi pemerintah daerah dan civitas akademika, termasuk di lingkungan Unmuh Jember, untuk proaktif mendata dan mendaftarkan varietas lokal seperti komoditas durian unggul lokal Jember agar plasma nutfah asli daerah tersebut tidak diklaim secara sepihak oleh entitas lain dan kelak bisa dikomersialisasikan secara legal untuk kesejahteraan masyarakat daerah.

 

Faperta Unmuh Jember Sukses Gelar SEMARTANI 5 Secara Hybrid, Bahas Transformasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan

Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Muhammadiyah Jember sukses menyelenggarakan perhelatan akbar Seminar Nasional Pertanian ke-5 (Semartani 5) Tahun 2026. Mengambil tempat di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember, acara prestisius ini dilangsungkan secara hybridmemadukan kehadiran peserta secara luring dan daring melalui Zoom Meeting ada hari Selasa, (21/7/2026). Acara ini mengangkat tema sentral "Transformasi Ekosistem Pertanian Berkelanjutan Menuju Swasembada Pangan Melalui Inovasi Teknologi, Hilirisasi, dan Regenerasi Petani". Sesi seminar inti dipandu dengan apik oleh moderator Dr. Eng. Danang Kumarahadi, S. TP., M.T..

Dekan Faperta Unmuh Jember, Saptya Prawitasari, S.P., M.P., dalam laporan resminya menyampaikan rasa syukur atas antusiasme peserta yang sangat luar biasa. Tercatat, acara ini dihadiri oleh lebih dari 900 peserta terdaftar. Para peserta ini tidak hanya berasal dari internal Unmuh Jember, tetapi juga mewakili 15 universitas terkemuka di berbagai wilayah Indonesia, seperti Universitas Padjadjaran, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Brawijaya, Universitas Mulawarman, Universitas Riau, hingga IPB University. Selain itu, hadir pula jajaran perwakilan guru dan siswa dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Jember. 

"Bagi kami, Semartani 5 ini bukan hanya sekadar agenda seminar nasional yang digelar secara rutin, tetapi ini merupakan bagian dari ikhtiar nyata kita bersama untuk menghidupkan suasana akademis yang kental, dinamis, kritis, dan produktif di lingkungan kampus," tegas Saptya Prawitasari.

Lebih lanjut, Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., yang membuka acara secara resmi, turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Faperta yang secara konsisten mengadakan Semartani hingga memasuki tahun kelimanya. Beliau menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki beban sekaligus tanggung jawab besar dalam mencetak inovasi-inovasi yang mampu merespons perubahan iklim ekstrem yang mengancam ketahanan pangan nasional. 

"Ketahanan pangan saat ini bukan sekadar persoalan bagaimana kita meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga bagaimana kita membangun sebuah ekosistem yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim dan kemajuan teknologi digital. Saya berharap seminar ini tidak hanya berhenti sebagai forum akademik semata, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, pertukaran gagasan, memunculkan kreasi baru, dan menciptakan jejaring kolaborasi bisnis maupun riset yang saling menguntungkan," tutur Dr. Hanafi di hadapan para undangan.

Sesi seminar nasional ini sendiri dibagi ke dalam dua sesi utama yang diisi oleh empat narasumber pakar dari lintas sektoral. Mereka membedah tantangan mulai dari sektor hulu, seperti penggunaan varietas unggul dan pemantauan keamanan mutu pangan berbasis kecerdasan buatan, hingga sektor hilir yang berfokus pada pentingnya regenerasi petani muda dan pemanfaatan platform startup agritech untuk memutus mata rantai persoalan modal dan akses pasar.


Selasa, 21 Juli 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Resmi Mengabdi di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Perkuat Sinergi Kampus dan Sekolah

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember secara resmi menyerahkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Reguler Sore/RPL Gelombang II Tahun 2026 kepada SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Jumat (3/7/2026). Prosesi serah terima yang berlangsung di ruang pertemuan sekolah tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian program pengabdian mahasiswa di lingkungan sekolah.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unmuh Jember, Dr. Juariyah, M.Si., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Reni Umilasari, S.Pd., M.Si., Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Alim Purnomosidi, S.Pd., beserta dewan guru dan mahasiswa peserta KKN.

Dalam sambutannya, Dr. Juariyah menjelaskan bahwa KKN Tematik merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, Universitas Muhammadiyah Jember terus mengembangkan berbagai skema KKN yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra sehingga mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang lebih tepat sasaran.

"KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi media bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, membangun kepedulian sosial, serta menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat melalui program-program yang relevan," ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Reni Umilasari, S.Pd., M.Si., mengingatkan mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik dengan pihak sekolah serta pelaksanaan program kerja yang mengedepankan kolaborasi dan tanggung jawab.

Di sisi lain, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Alim Purnomosidi, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Muhammadiyah Jember yang kembali memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan KKN.

"Hari ini kami mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember. Hubungan antara universitas dan SMA Muhammadiyah merupakan hubungan yang erat, layaknya kakak dan adik yang saling mendukung dan saling membantu. Semoga keberadaan mahasiswa KKN dapat memberikan manfaat bagi sekolah sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam mengabdi kepada masyarakat," tuturnya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya mendukung berbagai aktivitas pendidikan di sekolah, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Program KKN Tematik Reguler Sore/RPL Gelombang II Tahun 2026 di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan akan diisi dengan berbagai kegiatan yang berfokus pada penguatan pendidikan, pengembangan karakter, serta pemberdayaan lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan warga sekolah, berbagai program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Prosesi serah terima ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Muhammadiyah Jember dalam memperkuat sinergi dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah melalui kegiatan pengabdian yang berdampak nyata. Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi, memperluas wawasan, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan.

 

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Perkenalkan Olahraga Petanque di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan



Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Reguler Sore/RPL Gelombang II Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan pengalaman baru bagi warga SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan melalui sosialisasi olahraga Petanque, Sabtu (18/7/2026). Bertempat di halaman sekolah, kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh siswa, dewan guru, dan mahasiswa KKN.

Mengusung semangat edukasi sekaligus rekreasi, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Petanque sebagai cabang olahraga yang belum banyak dikenal di lingkungan sekolah. Selain menambah wawasan, olahraga asal Prancis tersebut juga dikenalkan sebagai sarana membangun karakter, mulai dari sportivitas, disiplin, kerja sama, hingga konsentrasi.

Mahasiswa KKN membuka kegiatan dengan memberikan pemaparan mengenai sejarah Petanque, peralatan yang digunakan, teknik dasar permainan, hingga aturan pertandingan. Agar materi lebih mudah dipahami, peserta juga diajak menyaksikan demonstrasi langsung teknik melempar bola, menentukan poin, dan strategi sederhana dalam permainan.

Antusiasme peserta semakin terasa ketika sesi praktik dimulai. Murid bersama para guru mencoba memainkan olahraga tersebut secara langsung dengan penuh semangat. Suasana halaman sekolah pun dipenuhi gelak tawa dan sorak sorai yang mencerminkan keakraban antara guru, siswa, dan mahasiswa.

Kemeriahan berlanjut melalui pertandingan persahabatan antarkelas yang juga melibatkan tim guru. Masing-masing tim berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam permainan yang mengandalkan ketepatan lemparan dan strategi tersebut.

Momen menarik terjadi ketika Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Alim Purnomosidi, S.Pd., turun langsung memperkuat tim guru. Kehadirannya di lapangan menjadi penyemangat bagi peserta sekaligus menunjukkan dukungan penuh terhadap program yang diinisiasi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya memperkenalkan cabang olahraga yang mungkin masih asing bagi murid, tetapi juga membangun kebersamaan antara guru dan murid melalui pertandingan yang berlangsung penuh sportivitas. Saya sengaja ikut bermain bersama tim guru agar bisa merasakan langsung antusiasme kegiatan ini. Mudah-mudahan olahraga Petanque dapat terus dikembangkan sebagai salah satu aktivitas positif di sekolah," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Kelompok KKN Universitas Muhammadiyah Jember menjelaskan bahwa sosialisasi Petanque merupakan bagian dari program kerja yang dirancang untuk menghadirkan inovasi kegiatan positif di lingkungan sekolah sekaligus memperkenalkan olahraga yang memiliki potensi berkembang di Indonesia.

"Petanque mengajarkan banyak nilai positif, seperti kesabaran, ketelitian, disiplin, konsentrasi, kerja sama, dan sportivitas. Kami berharap setelah kegiatan ini para siswa memperoleh pengalaman baru sekaligus termotivasi untuk mencoba berbagai cabang olahraga yang belum banyak dikenal," jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menutup kegiatan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang pertandingan. Momen tersebut disambut meriah oleh seluruh peserta dan menjadi penutup yang semakin menghangatkan suasana kebersamaan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Reguler Sore/RPL Gelombang II Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Jember berharap olahraga Petanque semakin dikenal di kalangan pelajar. Lebih dari sekadar mengenalkan cabang olahraga baru, kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mendorong budaya hidup sehat, mempererat hubungan antara guru dan siswa, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas di lingkungan sekolah.

 

Sabtu, 18 Juli 2026

Mahasiswa Unmuh Jember Tekankan Pendidikan Antikorupsi dan Pencegahan NAPZA Harus Dimulai Sejak Bangku Sekolah

 

Pendidikan antikorupsi dan pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) perlu ditanamkan sejak usia sekolah sebagai upaya membentuk generasi yang berintegritas dan berkarakter. Hal tersebut menjadi kesimpulan dari kajian literatur yang disusun mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember dalam mata kuliah Pendidikan Antikorupsi dan Pencegahan NAPZA.

Melalui kajian terhadap 47 sumber ilmiah yang diterbitkan selama periode 2015–2024, mahasiswa menemukan bahwa perilaku koruptif dan penyalahgunaan NAPZA memiliki akar persoalan yang sama, yakni lemahnya integritas, rendahnya pengendalian diri, serta belum optimalnya pendidikan karakter di lingkungan pendidikan.

Penulis utama kajian, Ahmad Azril Maula, menjelaskan bahwa korupsi tidak selalu bermula dari penyalahgunaan uang negara atau jabatan. Kebiasaan yang sering dianggap sepele, seperti menyontek saat ujian, melakukan plagiarisme, memalsukan tanda tangan, hingga memanipulasi absensi, merupakan bentuk awal perilaku koruptif yang dapat berkembang menjadi tindakan yang lebih besar di kemudian hari.

"Pembentukan karakter harus dimulai sejak dini. Jika perilaku tidak jujur dibiarkan menjadi kebiasaan di sekolah, maka potensi munculnya praktik korupsi di masa depan akan semakin besar," ungkapnya.

Selain persoalan integritas, penyalahgunaan NAPZA juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), jutaan masyarakat Indonesia menjadi pengguna aktif NAPZA dan sebagian besar berada pada kelompok usia produktif, termasuk pelajar dan mahasiswa.

Kajian tersebut menyebutkan bahwa tekanan dari lingkungan pergaulan, minimnya pengawasan keluarga, rendahnya kontrol diri, serta kurangnya pemahaman mengenai bahaya narkoba menjadi faktor dominan yang mendorong penyalahgunaan NAPZA di kalangan generasi muda.

Mahasiswa menilai pendidikan antikorupsi dan pencegahan NAPZA seharusnya tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan diintegrasikan melalui pendidikan karakter yang menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, serta kemampuan mengambil keputusan yang benar.

Salah satu pendekatan yang direkomendasikan dalam kajian tersebut adalah model IMPACT, yang terdiri atas enam komponen utama, yakni Integrity (Integritas), Moral Competence (Kompetensi Moral), Partnership (Kemitraan), Accountability (Akuntabilitas), Care (Kepedulian), dan Transformation (Transformasi).

Model ini menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mampu membangun karakter peserta didik sekaligus melindungi mereka dari pengaruh korupsi maupun penyalahgunaan NAPZA.

Selain itu, berbagai strategi dinilai efektif untuk diterapkan di lingkungan pendidikan, seperti pembelajaran berbasis nilai, pendidikan sebaya (peer education), penguatan organisasi siswa, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai media edukasi karakter.

Mahasiswa juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan antikorupsi dan pencegahan NAPZA tidak hanya ditentukan oleh materi pembelajaran di ruang kelas. Budaya sekolah yang sehat, keteladanan guru, keterlibatan orang tua, serta dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam membentuk generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan memiliki daya tahan terhadap berbagai bentuk penyimpangan.

Melalui kajian ini, mahasiswa berharap sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam membangun karakter bangsa. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan, pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berintegritas, berdaya saing, serta bebas dari praktik korupsi dan penyalahgunaan NAPZA.

Kajian ini disusun oleh Ahmad Azril Maula, Muhammad Ridho, Yusa Salasa, Muhammad Rafi Hendardi, dan Kharisma Satya Wibowo di bawah bimbingan Rohimatush Shofiyah, S.Si., M.Si. sebagai bagian dari pembelajaran yang mengintegrasikan kajian ilmiah dengan isu-isu strategis pembangunan karakter generasi muda.

Jumat, 17 Juli 2026

Tingkatkan Kualitas Publikasi, Unmuh Jember Gelar Training Penulisan Buku dan Jurnal Berbasis Kompetensi

    Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPT PHP2M) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar Inhouse Training Penulisan Buku dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah Berbasis Kompetensi pada Kamis–Jumat, 16–17 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi langkah strategis perguruan tinggi dalam memperkuat budaya akademik serta reputasi publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.

    Rangkaian acara diawali dengan sesi pleno dan seremoni pembukaan di gedung utama yang dibuka secara resmi oleh Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd. Pembukaan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor 1, Ketua LPPM Dr. Juariyah, serta jajaran pimpinan civitas akademika. Pada momen tersebut, dilangsungkan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Unmuh Jember dengan APPTI JABANUSA dan HIPJI, yang dirangkai dengan penyerahan Sertifikat Keanggotaan HIPJI bagi Universitas Muhammadiyah Jember.

    Kepala UPT PHP2M Unmuh Jember, Abdul Jalil, S.P., M.P., menegaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi ini diselenggarakan untuk merespons Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 9 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 29 Juni 2026. Regulasi baru tersebut membawa perubahan tata kelola akreditasi jurnal nasional dari enam peringkat menjadi empat peringkat.


    "Keberhasilan institusi saat ini tidak hanya diukur dari banyaknya penelitian, tetapi dari kemampuan mentransformasikannya menjadi buku dan jurnal berkualitas serta bereputasi. Kebijakan ini menuntut pengelola jurnal meningkatkan kapasitas, integritas, dan tata kelola," ujar Abdul Jalil dalam sambutannya.

    Pelaksanaan pelatihan teknis ini dibagi ke dalam dua lokasi kegiatan utama. Pelatihan Penulisan Buku dipusatkan di Gedung Zaenuri dengan narasumber Ketua Koordinator APPTI JABANUSA, Dr. Hayat, S.AP., M.Si., tempat para dosen dibimbing secara taktis menyusun draf buku ilmiah berbasis hasil penelitian.


    Sementara itu, Pelatihan Pengelolaan Jurnal ditempatkan di Gedung A dan dibagi menjadi dua kelas spesifik. Kelas 1 bertempat di Ruang Rapat difokuskan bagi pengelola jurnal SINTA 4 dan 3 dengan proyeksi naik ke SINTA 3 atau 2, menghadirkan Ketua HIPJI, Dr. Andri Putra Kesmawan, M.IP. Adapun Kelas 2 bertempat di Ruang Kelas Internasional diperuntukkan bagi jurnal yang belum terakreditasi atau SINTA 5 dengan target proyeksi minimal mencapai SINTA 4.


    Selain pendampingan materi editorial, peserta juga mendapatkan pelatihan keamanan sistem OJS dari Direktur IT Journal Support, Indaka Barody, S.Kom., serta klinik indeksasi bersama UPT PHP2M. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan penulis dan pengelola jurnal yang kompeten.

Rabu, 15 Juli 2026

BEM Fakultas Psikologi Unmuh Jember Gelar Seminar Advopsycare Talk

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember menyelenggarakan Seminar Advopsycare Talk bertema “Safe Campus Starts With Us: Membangun Kepedulian dan Respons terhadap Kekerasan di Kampus” pada Sabtu, (4/7/2026), bertempat di Gedung Ahmad Zainuri Universitas Muhammadiyah Jember. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri atas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember, tamu undangan, organisasi internal dan eksternal kampus, serta masyarakat umum, dengan menghadirkan narasumber dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) serta Pusat Pelayanan Psikologi dan Layanan Masyarakat (P3LM) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember.

Seminar ini digelar sebagai upaya edukatif untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas mahasiswa dalam merespons isu kekerasan di lingkungan kampus secara menyeluruh, mulai dari pemahaman terhadap dampak psikologis yang dialami korban hingga pengetahuan mengenai mekanisme pencegahan, pelaporan, dan penanganan yang berlaku di perguruan tinggi. Panitia menyebutkan bahwa survei awal yang dilakukan sebelum kegiatan menunjukkan seluruh responden sepakat bahwa kampus harus bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi dengan sambutan dari Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember dan Ketua Pelaksana. Turut hadir jajaran Wakil Dekan dan Kepala Program Studi Psikologi beserta Bapak Ibu Dosen Program Studi Psikologi, perwakilan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), BEM Universitas, ORMAWA, dan UKM Universitas Muhammadiyah Jember. Hadir pula perwakilan lembaga mitra, yaitu Forum Anak Jember, YPSM, Tanoker, HPMS UIN KHAS, UPTD PPA Jember, dan Forum Anak Desa.

Pada sesi pertama, Yanny Tuharyati S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jember yang juga menjabat Ketua Satgas PPKPT Universitas Muhammadiyah Jember, memaparkan materi mengenai konsep kampus aman, berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan perguruan tinggi, serta alur pelaporan dan penanganan kasus sesuai Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 55 Tahun 2024. Sesi kedua diisi oleh Panca Kursistin Handayani, M.A., Psikolog, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember yang juga menjabat sebagai Psikolog Tim Ahli Laboratorium P3LM Fakultas Psikologi, membahas dampak psikologis kekerasan serta prinsip Psychological First Aid (PFA) sebagai bentuk dukungan awal yang dapat diberikan mahasiswa kepada teman sebaya yang menjadi korban kekerasan.

“Kami sebagai BEM Fakultas Psikologi merasa hal ini tidak bisa dibiarkan. Perlu ada upaya untuk memperkuat kesadaran secara kolektif, sebab persoalan kekerasan berkaitan dengan sistem yang komprehensif, mulai dari mahasiswa hingga seluruh jajaran kampus. Melalui tagline Listen, Support, Protect, kami mengajak seluruh civitas akademika untuk bersedia mendengar tanpa menghakimi, memberikan dukungan, dan bersama sama melindungi korban dari kekerasan yang berulang,” ujar Siti Alfiyatun Nadhifa, Ketua Pelaksana Seminar Advopsycare Talk.

Sebagai salah satu luaran konkret dari kegiatan ini, ditandatangani Pakta Integritas Kampus Aman oleh Gubernur BEM Fakultas Psikologi dan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember. Pakta ini menjadi komitmen bersama untuk membangun sinergi berkelanjutan antara Fakultas Psikologi, Satgas PPKPT, organisasi mahasiswa dalam upaya pencegahan, edukasi, serta penguatan budaya kampus aman di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember.

Melalui kegiatan ini, BEM Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember berharap seluruh mahasiswa semakin memahami hak dan kewajibannya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Connect