Kamis, 29 Oktober 2026

KKN Mandiri Berdampak 2026 Unmuh Jember Gelar Pelatihan Eco-Edu dan Media Pembelajaran Interaktif di Desa Kalibendo


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Berdampak 2026 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar pelatihan bertajuk “Optimalisasi Lingkungan Ramah Anak Berbasis Eco-Edu dan Inovasi Media Pembelajaran Interaktif Ran-Edu di Desa Kalibendo” pada 24 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pendidik mengenai pentingnya lingkungan ramah anak serta pemanfaatan media pembelajaran inovatif untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini.

Pelatihan tersebut diikuti oleh para guru di Desa Kalibendo dan wilayah Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) beserta jajaran pengurus serta unsur pengawas sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber, yakni Dr. Dyah Wardhani, M.Pd. dan Misyana, M.Pd. Keduanya memaparkan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang ramah anak dan peduli terhadap kelestarian lingkungan melalui pendekatan eco-edu.

Selain itu, pelatihan membahas inovasi media pembelajaran interaktif berbasis Ran-Edu sebagai salah satu upaya mendukung proses pembelajaran yang lebih menarik dan partisipatif. Pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif diharapkan dapat merangsang kreativitas, meningkatkan keterlibatan anak dalam kegiatan belajar, serta mendukung perkembangan kecerdasan anak sejak usia dini.


Kegiatan berlangsung melalui pemaparan materi, sesi tanya jawab, serta pendampingan oleh mahasiswa KKN kepada peserta pelatihan yang terdiri atas guru PAUD dan wali murid. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman sekaligus mendiskusikan penerapan materi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Melalui pelatihan ini, KKN Mandiri Berdampak 2026 Unmuh Jember berharap para pendidik di Desa Kalibendo dapat menerapkan prinsip lingkungan ramah anak dan mengembangkan penggunaan media pembelajaran interaktif di lembaga masing-masing.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui pendekatan edukasi lingkungan dan inovasi pembelajaran. Dengan demikian, lingkungan belajar diharapkan semakin mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Perkuat Pendampingan Lansia, Program Mahasiswa Berdampak–Aksara Peduli Gelar Pelatihan Kader Rumah Desa Sehat di Jubung

Mendorong para lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan menjalani masa tua dengan bermakna menjadi fokus kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Kader Rumah Desa Sehat yang digelar di Desa Jubung, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak–Aksara Peduli dengan tema “Menuju Lansia Berdaya dan Hidup Bermakna Melalui Inovasi Rumah Singgah Ramah Lansia”.

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendampingi lansia, melakukan skrining kesehatan awal, serta mengenali tanda-tanda risiko kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Desa Jubung diharapkan memiliki dukungan pendampingan lansia yang lebih terarah melalui pengembangan rumah singgah ramah lansia.

Rumah singgah yang direncanakan melalui program ini tidak hanya ditujukan bagi lansia yang sedang sakit, tetapi juga diharapkan menjadi ruang aman dan nyaman untuk bersosialisasi, mengikuti kegiatan bermanfaat, serta menjaga kemampuan fisik dan kognitif. Dengan demikian, lansia tetap memiliki kesempatan untuk beraktivitas, berinteraksi, dan berperan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat.

Materi pelatihan pertama disampaikan oleh Ns. Sofia Rhosma Dewi, D.Kep., M.Kep., yang membahas keterampilan dasar kader lansia. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kader memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam membantu menjaga kesehatan dan kualitas hidup lansia.

Kader dibekali pemahaman mengenai peran sebagai edukator, pengamat kondisi lansia, pendamping keluarga, pelaksana skrining awal, serta penghubung dengan fasilitas pelayanan kesehatan. Peran tersebut mencakup pemberian edukasi sederhana tentang pola hidup sehat, pemenuhan gizi, aktivitas fisik, penggunaan obat yang aman, hingga pengamatan terhadap perubahan kondisi fisik dan perilaku lansia.

Salah satu aspek penting dalam pelatihan ini adalah pengenalan skrining kesehatan awal. Kader diperkenalkan pada enam aspek yang perlu diperhatikan, yaitu penurunan kemampuan kognitif, keterbatasan mobilitas, risiko malnutrisi, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, dan gejala depresi.

Melalui skrining tersebut, kader diharapkan mampu mengenali perubahan kondisi lansia sejak dini. Misalnya, kesulitan mengingat informasi, kesulitan berdiri atau berjalan, penurunan berat badan yang tidak diharapkan, hingga keluhan terkait penglihatan dan pendengaran. Kader juga perlu memperhatikan perubahan suasana hati serta kondisi sosial yang dapat memengaruhi kesejahteraan lansia.

Selain skrining, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya memantau penggunaan obat dan riwayat jatuh. Kader perlu mencatat obat yang dikonsumsi lansia, keluhan yang muncul, serta kejadian jatuh yang pernah dialami. Kondisi lingkungan rumah, seperti lantai licin, pencahayaan yang kurang, dan tidak tersedianya pegangan tangan, juga perlu diperhatikan untuk membantu mengurangi risiko jatuh.

Dalam pelatihan tersebut ditekankan bahwa skrining yang dilakukan kader bukanlah diagnosis medis dan tidak menggantikan peran tenaga kesehatan. Apabila ditemukan tanda risiko, kader perlu mencatat hasil pengamatan dan menyampaikannya kepada petugas kesehatan atau puskesmas agar lansia mendapatkan pemeriksaan dan tindak lanjut sesuai kebutuhannya.

Pencatatan kondisi lansia secara berkala menjadi bagian penting dari proses pendampingan. Dengan dokumentasi yang baik, perubahan kondisi kesehatan dapat dipantau dari waktu ke waktu, sehingga kader, keluarga, dan tenaga kesehatan dapat berkoordinasi dalam menentukan langkah pendampingan yang tepat.

Pendampingan lansia juga tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan. Kader didorong untuk mendukung kegiatan yang dapat menjaga kebugaran fisik, kemampuan kognitif, dan hubungan sosial lansia. Kegiatan seperti senam sesuai kemampuan, permainan sederhana untuk melatih daya ingat, berbincang bersama, serta aktivitas sosial dapat menjadi pilihan untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi lansia.

Materi berikutnya menekankan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan melalui sinergi antara puskesmas, kader, keluarga, dan rumah singgah. Keluarga memiliki peran penting dalam memantau kondisi lansia di rumah, mulai dari memastikan keamanan saat berjalan, memperhatikan kebutuhan gizi, hingga mendukung kepatuhan terhadap anjuran tenaga kesehatan.

Kerja sama lintas pihak tersebut diharapkan dapat memastikan bahwa pendampingan tidak berhenti setelah lansia memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan. Pemantauan dan tindak lanjut perlu dilakukan secara berkesinambungan agar kebutuhan lansia dapat dikenali dan ditangani sesuai kondisi masing-masing.

Melalui Program Mahasiswa Berdampak–Aksara Peduli, pengembangan Rumah Singgah Ramah Lansia di Desa Jubung diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap kesejahteraan warga lanjut usia. Rumah singgah tidak hanya menjadi tempat pendampingan, tetapi juga ruang untuk memperkuat interaksi sosial, menjaga kemandirian, serta memberikan kesempatan kepada lansia untuk tetap aktif dan merasa dihargai.

Keberhasilan program ini membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Kader yang terampil, keluarga yang peduli, dukungan tenaga kesehatan, dan lingkungan sosial yang inklusif menjadi fondasi penting dalam menciptakan pendampingan lansia yang berkelanjutan.

GECALA, Mahasiswa KKN PG PAUD Unmuh Jember Ajak Wali Murid dan Warga Kertowono Gotong Royong Jaga Kebersihan Lingkungan


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Rike Kusumahartati, menginisiasi program GECALA (Gerakan Cinta Alam) melalui kegiatan sosialisasi dan kerja bakti bersama wali murid serta masyarakat Desa Kertowono, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Wali Murid melalui Kerja Bakti Berbasis Gotong Royong untuk Mewujudkan Lingkungan Bebas Sampah” ini dilaksanakan pada Selasa (20/10/2026) dan Jumat (23/10/2026), dengan melibatkan wali murid, masyarakat, serta perangkat desa setempat. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui keterlibatan aktif dan semangat gotong royong.

Pelaksanaan GECALA berlangsung di dua dusun, yakni Dusun Sidomulyo RT 01 RW 01 dan Dusun Sidomakmur RT 02 RW 04. Pada kegiatan pertama, Selasa (20/10/2026), rangkaian acara dimulai dari Lorong Jalan Barija, dilanjutkan dengan pemasangan banner KKN di jalan utama desa, sosialisasi bersama warga, serta aksi bersih-bersih di sepanjang jalan cor desa. Kegiatan kemudian dilanjutkan di Dusun Sidomakmur pada Kamis (23/10/2026).

Melalui kegiatan tersebut, wali murid dan masyarakat diajak memahami pentingnya pengelolaan sampah serta menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Keterlibatan orang tua dalam kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kepedulian bersama, sekaligus memberikan contoh nyata kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.

Penanggung jawab program GECALA, Rike Kusumahartati, menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberlanjutan gerakan peduli lingkungan.

“Kami ingin mengubah pandangan bahwa masalah kebersihan lingkungan hanya menjadi tanggung jawab pihak tertentu. Melalui GECALA, kita menyatukan persepsi dan tenaga orang tua serta masyarakat melalui gotong royong. Jika lingkungan bersih dan bebas sampah, masyarakat dapat hidup lebih sehat dan nyaman,” ungkap Rike.

Program ini juga menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui program KKN PG PAUD, mahasiswa berupaya membangun sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan anak usia dini, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Pelaksanaan GECALA mendapat respons positif dari Kepala Desa Kertowono, perangkat desa, serta pengelola lembaga pendidikan anak usia dini setempat. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan gerakan peduli lingkungan di tingkat desa.

Melalui program GECALA, mahasiswa KKN Unmuh Jember berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan tidak berhenti setelah kegiatan KKN berakhir. Sebaliknya, gerakan ini diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan bersama dan agenda berkelanjutan masyarakat Desa Kertowono dalam menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Tingkatkan Kesadaran Gizi Anak, Mahasiswa KKN RPL PG PAUD UM Jember Gelar Parenting Makanan Sehat di TK Dharma Wanita Purorejo 02

Membangun kebiasaan makan sehat sejak usia dini menjadi langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Berangkat dari kepedulian tersebut, Hariyanti, mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember, menggelar kegiatan parenting bertema “Penyuluhan Makanan Sehat untuk Anak” di TK Dharma Wanita Purorejo 02, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini diikuti 15 wali murid dengan antusias. Pelaksanaannya turut didampingi Kepala TK Dharma Wanita Purorejo 02, Cutik Khoiriyah, S.E., serta guru Nindi Inka Putri, S.Pd. Melalui kegiatan ini, para orang tua diajak memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai fondasi kesehatan dan perkembangan anak usia dini.

Dalam penyampaian materi, Hariyanti (NIM 2510274278), mahasiswa PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember Kelas I, menekankan bahwa masa usia dini merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada masa ini, pemenuhan kebutuhan gizi yang tepat berperan dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, daya tahan tubuh, serta kesiapan anak dalam mengikuti proses pembelajaran.

Salah satu materi yang dibahas adalah penerapan prinsip gizi seimbang melalui konsep Isi Piringku. Orang tua diajak membiasakan anak mengonsumsi makanan yang beragam, meliputi sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, serta buah-buahan. Keragaman makanan tersebut penting untuk membantu memenuhi kebutuhan zat gizi anak sesuai tahap pertumbuhannya.

Selain membahas gizi seimbang, penyuluhan ini juga mengajak orang tua lebih cermat dalam memilih makanan olahan dan jajanan anak. Makanan dengan kandungan gula, garam, atau lemak yang tinggi perlu dibatasi, sementara informasi komposisi dan nilai gizi pada kemasan perlu diperhatikan sebelum produk diberikan kepada anak.

Orang tua juga diingatkan agar tidak membiasakan anak mengonsumsi jajanan sembarangan yang kebersihan dan keamanannya tidak terjamin. Pemilihan makanan yang tepat, disertai kebiasaan makan teratur, menjadi bagian penting dalam membangun pola hidup sehat sejak dini.

Tantangan lain yang turut menjadi perhatian adalah kebiasaan anak yang pilih-pilih makanan atau dikenal dengan istilah picky eater. Kondisi ini kerap membuat orang tua kesulitan mengenalkan sayur, buah, dan jenis makanan bergizi lainnya kepada anak.

Untuk mengatasinya, Hariyanti membagikan sejumlah pendekatan praktis, seperti menyajikan makanan dengan bentuk dan warna yang menarik, mengenalkan makanan baru secara bertahap, serta menciptakan suasana makan yang menyenangkan. Orang tua juga didorong untuk memberikan contoh dengan mengonsumsi makanan sehat bersama anak dan menghindari pemaksaan saat anak mencoba makanan baru.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu anak mengenal beragam jenis makanan tanpa merasa tertekan. Dengan pendampingan yang konsisten, anak berkesempatan membangun hubungan yang positif dengan makanan sekaligus mengembangkan kebiasaan makan yang lebih sehat.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para wali murid berkesempatan menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai tantangan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sehari-hari. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa edukasi mengenai makanan sehat menjadi hal yang relevan bagi keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Kepala TK Dharma Wanita Purorejo 02, Cutik Khoiriyah, S.E., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh para wali murid dapat diterapkan secara konsisten di rumah sehingga pemenuhan gizi dan kesehatan anak dapat semakin diperhatikan.

Kegiatan parenting ini sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember dalam menerapkan pengetahuan akademik melalui edukasi kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut mendorong peningkatan pemahaman orang tua tentang pentingnya peran keluarga dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak usia dini.

Melalui penyuluhan makanan sehat ini, diharapkan para orang tua semakin bijak dalam memilih dan menyajikan makanan bagi anak, membiasakan konsumsi gizi seimbang, serta menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung pola hidup sehat.

Manfaatkan Lahan Sempit untuk Ketahanan Pangan, Mahasiswa KKN RPL PG PAUD UM Jember Gelar Penyuluhan Tabulampot di TK Dharma Wanita Tegalrejo

Memanfaatkan lahan terbatas menjadi peluang untuk mendukung kemandirian pangan keluarga menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember di TK Dharma Wanita Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Selasa (27/10/2026).

Melalui penyuluhan bertema “Pentingnya Tabulampot sebagai Kemandirian Pangan”, mahasiswa KKN, Uut Irawati, mengajak orang tua untuk mengenal dan mempraktikkan budidaya tanaman buah dalam pot (tabulampot) sebagai alternatif bercocok tanam di lingkungan rumah. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri atas wali murid dan pihak sekolah.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kepala TK Dharma Wanita Tegalrejo, Sofiyah Hartatik, S.Pd., bersama para guru, yakni Lilik Endrayana, Siti Maisyaroh, dan Siti Rosidah, S.H. Partisipasi pihak sekolah dan wali murid menjadi bagian penting dalam mendukung edukasi lingkungan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan lahan secara produktif kepada keluarga.

Dalam penyuluhan tersebut, Uut Irawati menjelaskan bahwa tabulampot merupakan teknik menanam tanaman buah di dalam pot atau wadah sehingga dapat diterapkan meskipun pekarangan rumah terbatas. Metode ini dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin memanfaatkan ruang di sekitar rumah untuk menanam berbagai jenis buah.

Materi yang disampaikan meliputi pengertian dan manfaat tabulampot, pemilihan bibit buah, persiapan media tanam, serta cara merawat tanaman agar tumbuh dengan baik. Melalui penjelasan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai tahapan dasar budidaya tanaman buah dalam pot yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan lahan dan kemandirian pangan, tetapi juga menyoroti pentingnya mengenalkan kecintaan terhadap alam kepada anak sejak usia dini. Aktivitas berkebun bersama orang tua dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak untuk mengenal berbagai jenis tanaman, memahami proses pertumbuhan, serta belajar merawat makhluk hidup.

Melalui kegiatan menanam, anak juga berkesempatan mengembangkan kesabaran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Pengalaman sederhana seperti menyiram tanaman, mengamati pertumbuhan daun, dan merawat bibit dapat menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari yang bermakna bagi perkembangan anak.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik menanam bibit buah dalam pot bersama para wali murid. Peserta terlibat langsung dalam menyiapkan media tanam, memasukkan tanah ke dalam pot, hingga menanam bibit buah. Praktik ini memberikan pengalaman nyata kepada peserta mengenai langkah-langkah awal budidaya tabulampot.

Para wali murid tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka bekerja sama dalam proses penanaman sekaligus memperoleh pengetahuan praktis yang dapat diterapkan di pekarangan rumah masing-masing. Melalui praktik langsung, peserta diharapkan semakin percaya diri untuk memulai kegiatan bercocok tanam meskipun memiliki lahan yang terbatas.

Penerapan tabulampot di lingkungan rumah diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam mendukung kemandirian pangan keluarga. Tanaman buah yang dirawat dengan baik berpotensi menghasilkan buah untuk konsumsi keluarga, sekaligus menghadirkan lingkungan rumah yang lebih hijau dan asri.

Bagi Uut Irawati, kegiatan KKN ini menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Jember sekaligus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Penyuluhan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan lingkungan rumah sebagai ruang belajar dan kegiatan produktif bagi keluarga.

Melalui kegiatan tersebut, para wali murid diharapkan tidak hanya memahami konsep tabulampot, tetapi juga terdorong untuk mempraktikkannya secara berkelanjutan. Keterlibatan orang tua dalam kegiatan berkebun pun diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk mengenalkan anak pada alam, menumbuhkan kepedulian lingkungan, dan membangun kebiasaan positif sejak usia dini.


Mahasiswa RPL PG PAUD UM Jember Edukasi Orang Tua tentang Bahaya Jajanan Chiki dan Minuman Siap Saji di TK Dharmawanita Tempurejo

Kepedulian terhadap kesehatan anak usia dini diwujudkan mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berupa parenting bertema “Bahaya Jajan Chiki dan Minuman Siap Saji bagi Anak” di TK Dharmawanita Tempurejo, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Ririn Setiawati, mahasiswa RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember, NIM 2510274280, Kelas I, ini bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya memilih makanan dan minuman yang sehat, aman, serta bergizi bagi anak usia dini.

Sebanyak 21 wali murid dari Kelompok A dan Kelompok B mengikuti kegiatan tersebut. Turut hadir Kepala TK Dharmawanita Tempurejo, Jumiati, S.Pd., bersama dua guru, Ika Nurjana, S.Pd., dan Ely Khusnul Khotimah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari penerapan ilmu yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan, dengan bimbingan dosen Fitri Amilia, M.Pd.

Para wali murid mengikuti penyampaian materi dengan antusias. Pembahasan berfokus pada kebiasaan anak mengonsumsi jajanan ringan kemasan yang kerap disebut chiki, minuman berpemanis, serta pentingnya peran keluarga dalam membangun pola makan sehat sejak dini.

Jajanan kemasan dengan warna, rasa, dan bentuk yang menarik sering menjadi pilihan anak-anak. Namun, orang tua perlu lebih cermat dalam memilih produk karena kandungan gula, garam, lemak, dan kalorinya dapat berbeda-beda. Apabila dikonsumsi terlalu sering hingga menggantikan makanan utama, jajanan yang kurang beragam kandungan gizinya dapat membuat kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi secara optimal.

Karena itu, orang tua perlu memperhatikan porsi dan frekuensi konsumsi jajanan, sekaligus memastikan anak tetap mendapatkan makanan bergizi seimbang. Orang tua juga dianjurkan membaca label kemasan, memeriksa informasi nilai gizi, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, serta memastikan kondisi kemasan tetap baik sebelum memberikan produk kepada anak.

Selain jajanan ringan, minuman siap saji juga menjadi perhatian dalam kegiatan parenting ini. Minuman seperti teh manis kemasan, minuman berperisa, dan minuman bersoda sering disukai anak karena rasanya manis dan tampilannya menarik. Padahal, konsumsi minuman berpemanis secara berlebihan dapat meningkatkan asupan gula harian serta risiko masalah kesehatan, termasuk berat badan berlebih dan gigi berlubang.

Orang tua pun diajak membiasakan anak minum air putih sebagai pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Kebiasaan tersebut perlu didukung dengan penyediaan makanan bergizi seimbang dan pembatasan konsumsi minuman berpemanis agar anak terbiasa menerapkan pola hidup sehat sejak usia dini.

Dalam pemaparannya, pentingnya peran keluarga menjadi salah satu perhatian utama. Anak usia dini cenderung meniru perilaku orang-orang di sekitarnya sehingga keteladanan orang tua sangat berpengaruh terhadap kebiasaan makan sehari-hari. Langkah sederhana, seperti membiasakan sarapan, menyediakan bekal sehat, membatasi jajanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta mengenalkan buah dan sayuran, dapat menjadi awal pembentukan pola makan yang lebih baik.

Orang tua juga perlu menyampaikan edukasi dengan bahasa sederhana dan pendekatan yang menyenangkan. Anak dapat diajak mengenali makanan bergizi sebagai sumber nutrisi yang membantu tubuh tumbuh kuat, aktif bermain, dan belajar dengan baik. Dengan demikian, anak tidak sekadar memahami makanan yang perlu dibatasi, tetapi juga belajar memilih makanan yang lebih baik bagi kesehatannya.

Kegiatan parenting ini sekaligus menjadi upaya memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Sekolah berperan menanamkan pengetahuan dan kebiasaan positif melalui kegiatan pembelajaran, sedangkan keluarga melanjutkan pembiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Kerja sama yang konsisten diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan anak secara optimal.

Bagi Ririn Setiawati, pelaksanaan KKN melalui kegiatan parenting ini menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Jember ke dalam kegiatan nyata di masyarakat. Melalui edukasi tersebut, mahasiswa turut berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pemilihan makanan dan minuman yang tepat bagi anak usia dini.

Dukungan Kepala TK Dharmawanita Tempurejo, Jumiati, S.Pd., bersama para guru turut menjadi bagian penting dalam terselenggaranya kegiatan tersebut. Partisipasi 21 wali murid juga menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran bersama tentang pentingnya kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Melalui kegiatan parenting bertema “Bahaya Jajan Chiki dan Minuman Siap Saji bagi Anak”, diharapkan orang tua semakin bijak dalam memilih makanan dan minuman bagi buah hati mereka. Edukasi ini diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan di lingkungan keluarga.


Rabu, 28 Oktober 2026

Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ajak Anak KB 02 Banyuglugur Daur Ulang Barang Bekas


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Winda Sri Wahyuni, mengajak anak-anak KB 02 Banyuglugur membuat tempat pensil dari barang bekas pada Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya menanamkan karakter cinta lingkungan sejak usia dini melalui aktivitas kreatif dan edukatif.

Kegiatan tersebut melibatkan anak-anak, wali murid, dan mahasiswa KKN. Melalui praktik sederhana, anak-anak diperkenalkan pada pentingnya memanfaatkan kembali barang bekas agar tidak langsung berakhir menjadi sampah.

Bahan yang digunakan untuk membuat tempat pensil meliputi botol plastik bekas, kardus, dan sedotan. Barang-barang tersebut diolah menjadi benda yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk menyimpan alat tulis.

Belajar Kreatif Sambil Menjaga Lingkungan

Kegiatan diawali dengan pengenalan bahan-bahan yang akan digunakan. Anak-anak mendapatkan penjelasan sederhana mengenai pemanfaatan barang bekas serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Selanjutnya, anak-anak mengikuti proses pembuatan tempat pensil dengan pendampingan mahasiswa KKN dan dukungan wali murid. Melalui kegiatan praktik langsung, anak-anak memperoleh kesempatan untuk berkreasi sekaligus melatih keterampilan motorik halus sesuai tahap perkembangannya.

Penggunaan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar juga memberikan pemahaman bahwa barang yang sudah tidak terpakai masih dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada hasil karya, tetapi juga pada proses mengenalkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.


Ajarkan Anak Memilah Sampah Sejak Dini

Selain membuat kerajinan, anak-anak diajak memilah sisa bahan setelah kegiatan selesai. Mereka diperkenalkan pada kebiasaan memisahkan bahan yang masih dapat dimanfaatkan kembali dan membuang sampah pada tempatnya.

Pembiasaan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter peduli lingkungan. Anak-anak belajar bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai melalui tindakan sederhana dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam kegiatan ini, anak-anak berhasil membuat tempat pensil dari botol plastik bekas, kardus, dan sedotan. Mereka juga memperoleh pengalaman langsung mengenai pemanfaatan barang bekas serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Perkuat Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Kreatif

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan cinta lingkungan dapat diperkenalkan sejak usia dini melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan wali murid turut mendukung proses pembelajaran. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan keluarga diharapkan dapat memperkuat kebiasaan menjaga kebersihan serta memanfaatkan barang bekas, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Melalui program ini, mahasiswa KKN PG PAUD Unmuh Jember turut menerapkan pembelajaran pendidikan anak usia dini dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Pembuatan tempat pensil dari barang bekas diharapkan menjadi langkah sederhana untuk menumbuhkan generasi yang kreatif, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan sejak dini.

Connect