Rabu, 04 November 2026

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Edukasi Anak dan Wali Murid tentang Cara Menggosok Gigi yang Benar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Rekognisi Pembelajaran Lampau (KKN RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengedukasi anak-anak dan wali murid PAUD KB Harapan Kita, Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Salah satu materi yang diberikan adalah cara menggosok gigi yang benar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026) sebagai upaya menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Umi Salamah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) jalur RPL, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuni Hikmah Hidayati, M.Pd. Dalam pelaksanaannya, anak-anak diajak mengenal pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta membiasakan diri menggosok gigi secara teratur.

Agar materi mudah dipahami, edukasi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan media peraga berupa sikat gigi berukuran besar. Mahasiswa juga memperagakan langkah-langkah menggosok gigi yang benar sehingga anak-anak dapat melihat dan memahami praktik menjaga kebersihan gigi secara langsung.

Tidak hanya menyasar anak-anak, kegiatan ini juga melibatkan wali murid. Orang tua diberikan pemahaman mengenai pentingnya mendampingi anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, mulai dari memberikan contoh hingga mengingatkan anak untuk menggosok gigi secara rutin, terutama pada pagi hari dan malam sebelum tidur.

Salah satu wali murid, Siwi, mengungkapkan bahwa sebelumnya ia merasa telah mengetahui cara menggosok gigi karena terbiasa mengajarkan anaknya menyikat gigi di rumah. Melalui kegiatan ini, ia dan wali murid lainnya diajak untuk kembali memperhatikan ketepatan langkah-langkah yang diajarkan kepada anak.

Selain edukasi kesehatan gigi, program PHBS yang dilaksanakan Umi Salamah juga mencakup pembiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, membuang sampah pada tempatnya, membawa bekal sehat, minum air putih, serta menjaga kebersihan lingkungan kelas.

Melalui kegiatan tersebut, Umi Salamah berharap anak-anak semakin terbiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan guru dan orang tua juga diharapkan dapat memperkuat pembiasaan tersebut, sehingga perilaku sehat tidak hanya diterapkan di lingkungan PAUD, tetapi berlanjut di rumah.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Edukasi Wali Murid TK Mutiara Bunda tentang Perawatan dan Cara Menyikat Gigi yang Benar


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar sosialisasi tentang cara merawat dan menyikat gigi dengan benar kepada wali murid TK Mutiara Bunda, Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak usia dini.

Mengangkat tema “Sosialisasi Cara Merawat dan Menyikat Gigi dengan Benar”, kegiatan tersebut menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat pada anak. Sebab, keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk mengenal dan mempraktikkan perilaku menjaga kebersihan diri.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN Dewi Sartika serta berkolaborasi dengan Kepala TK Mutiara Bunda yang turut berperan sebagai pemateri. Dalam penyampaian materi, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Pemateri juga menjelaskan bahwa kebiasaan hidup bersih perlu ditanamkan melalui contoh dan pendampingan secara konsisten di lingkungan keluarga. Salah satunya dengan membiasakan anak menyikat gigi secara teratur, yakni pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.

“Peran orang tua tidak bisa digantikan. Anak belajar menjaga kebersihan diri pertama kali dari keluarga, sehingga bimbingan pola hidup sehat yang tepat dari orang tua akan sangat menentukan kesehatan gigi dan mulutnya di masa depan,” jelas pemateri.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Selain penyampaian materi, mahasiswa KKN turut memberikan edukasi mengenai kebersihan gigi serta menyisipkan kegiatan ice breaking untuk menciptakan suasana yang menyenangkan. Para wali murid terlihat antusias mengikuti rangkaian sosialisasi dan simulasi yang diberikan.

Sosialisasi ini menjadi salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN Unmuh Jember di TK Mutiara Bunda. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya mendorong orang tua agar lebih aktif mendampingi anak dalam membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Mahasiswa KKN berharap edukasi kesehatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama antara pihak sekolah, orang tua, puskesmas, dan instansi terkait. Dengan dukungan berbagai pihak, pembiasaan hidup bersih dan sehat diharapkan dapat menjadi bagian dari keseharian anak, sehingga mereka tumbuh dengan kondisi kesehatan yang lebih baik.

Berantas Buta Aksara, Mahasiswa KKN RPL Mandiri Unmuh Jember Gelar Pendampingan Literasi Masyarakat di Situbondo


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Mandiri Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Nurhayati MH, menggelar program pemberantasan buta aksara melalui pendampingan literasi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Musolla Baiturahman, Situbondo, pada Sabtu (31/10/2026), pukul 09.00–12.00 WIB.

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan membantu warga meningkatkan kemampuan literasi dasar, khususnya membaca dan menulis. Kegiatan tersebut menghadirkan Nurul Hikmah, S.Pd.I., sebagai narasumber serta melibatkan Arman Wahyudi sebagai tokoh masyarakat.

Pelaksanaan program dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan literasi dalam menunjang kehidupan sehari-hari. Kemampuan membaca, menulis, mengenali angka, dan memahami informasi sederhana menjadi keterampilan dasar yang dibutuhkan masyarakat untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, mengakses layanan, serta mengambil keputusan secara mandiri.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pendampingan dengan pendekatan yang ramah, bertahap, dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Metode tersebut diterapkan agar peserta dapat mengikuti proses pembelajaran dengan nyaman tanpa merasa malu atau takut melakukan kesalahan.

Materi pendampingan mencakup pengenalan huruf vokal dan konsonan, hubungan antara huruf dan bunyinya, penggabungan huruf menjadi suku kata, membaca kata dan kalimat sederhana, hingga latihan menulis. Peserta juga diperkenalkan pada literasi fungsional melalui latihan membaca angka, nama tempat, label, serta petunjuk sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Proses pembelajaran dilakukan melalui penjelasan materi, demonstrasi pengenalan huruf, latihan menggunakan kartu huruf dan kata, serta praktik menulis. Pendampingan diberikan secara individual maupun kelompok kecil untuk menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan awal setiap peserta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan pentingnya literasi serta identifikasi kemampuan awal peserta. Setelah itu, peserta mengikuti praktik membaca dan menulis dengan pendampingan langsung. Kegiatan juga dilengkapi sesi tanya jawab dan evaluasi sederhana untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga diarahkan untuk membangun kepercayaan diri dan motivasi belajar masyarakat. Peserta diberikan kesempatan untuk mencoba setiap latihan sesuai kemampuannya, sehingga proses belajar tidak berorientasi pada perbandingan kemampuan, melainkan pada perkembangan masing-masing individu.

Keterlibatan narasumber dan tokoh masyarakat turut mendukung pelaksanaan program. Dukungan lingkungan diharapkan dapat membantu peserta mempertahankan kebiasaan belajar setelah kegiatan berlangsung. Keluarga dan masyarakat sekitar juga memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang mendorong peserta untuk terus berlatih membaca dan menulis.

Melalui program ini, mahasiswa KKN RPL Mandiri PG-PAUD Unmuh Jember berharap pendampingan literasi dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kemampuan dasar masyarakat secara berkelanjutan. Keterampilan membaca dan menulis diharapkan tidak hanya membantu peserta dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri dalam kehidupan sosial.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Unmuh Jember dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan literasi di lingkungan masyarakat.

Mahasiswa KKN Tematik Berdampak Unmuh Jember Latih Wali Murid PPT Edelweiss Membuat Tahu Fantasi Sehat Tanpa Tambahan MSG


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Berdampak Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar pelatihan pembuatan tahu fantasi sehat tanpa tambahan monosodium glutamat (MSG) bagi wali murid PPT Edelweiss, Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bertema “PHBS Sejak Dini: Anak Cerdas dengan PHBS”. Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak sekaligus memperkenalkan keterampilan mengolah bahan makanan sederhana menjadi hidangan yang sehat dan menarik.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memperkenalkan tahu fantasi, yaitu olahan tahu yang dikombinasikan dengan berbagai bahan makanan, seperti wortel, telur, ikan, dan mi. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penggunaan kaldu udang alami yang dibuat dari kepala dan kulit udang segar sebagai penambah cita rasa tanpa menambahkan MSG.

Tidak hanya mendapatkan penjelasan, para wali murid juga terlibat langsung dalam proses pembuatan tahu fantasi. Peserta diajak menyiapkan bahan, memecahkan telur, membuat adonan, serta mencampurkan seluruh bahan sebelum memasuki proses pengolahan.

Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai tahapan pembuatan tahu fantasi sehingga keterampilan yang didapatkan dapat diterapkan kembali di rumah. Penggunaan bahan-bahan yang mudah ditemukan juga menjadikan olahan ini sebagai salah satu alternatif menu makanan bagi anak usia dini.

Salah satu peserta pelatihan, Mama Anin, mengaku mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Ternyata tahu dan sayuran bisa diolah menjadi makanan yang menarik untuk anak-anak. Bahannya juga mudah didapat dan cara membuatnya cukup sederhana,” ungkap Mama Anin.

Selain pelatihan memasak, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak serta pencegahan stunting. Materi turut mencakup penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta teknik pengemasan makanan secara higienis.

Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua dalam memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi anak, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga penyajiannya.

Pihak PPT Edelweiss menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Keterampilan yang diperoleh para wali murid diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan makanan bergizi keluarga, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha rumahan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Berdampak Unmuh Jember berharap para wali murid semakin kreatif dalam menyediakan makanan sehat bagi anak sekaligus mampu melihat peluang ekonomi dari keterampilan pengolahan pangan. Dengan demikian, program ini tidak hanya mendukung penerapan PHBS sejak dini, tetapi juga mendorong pemberdayaan keluarga melalui pemanfaatan bahan pangan sederhana.

Gelorakan Gerakan Kampung Hijau, Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember Edukasi Warga Mleto Olah Sampah Organik Menjadi Kompos


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Berdampak 2026 Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), menggelar edukasi pengolahan sampah organik menjadi kompos melalui program bertajuk “Gerakan Kampung Hijau: Mengubah Limbah Organik Menjadi Kompos yang Ramah Lingkungan”.

Kegiatan yang digagas oleh Suparmi tersebut berlangsung di Balai RW 06 Mleto, Kelurahan Klampis Ngasem, Surabaya, pada Minggu (1/11/2026). Sebanyak 40 peserta yang terdiri atas warga dan ibu-ibu PKK RT 03 RW 06 Mleto mengikuti kegiatan ini.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik dari rumah tangga. Melalui edukasi ini, warga diajak memahami bahwa sisa makanan, kulit buah, dan daun kering tidak harus berakhir sebagai limbah, tetapi dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan mendukung penghijauan lingkungan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah organik serta pengenalan berbagai jenis pupuk yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga mendapatkan informasi mengenai hasil pengolahan limbah organik, termasuk pupuk dari kotoran maggot atau kasgot serta pemanfaatan maggot yang telah dikeringkan.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dengan pengalaman dan perspektif berbeda. Narasumber pertama adalah Bintang, peserta Putri Lingkungan Hidup berusia 12 tahun yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar. Dalam kesempatan tersebut, Bintang membagikan pengalamannya melakukan aksi grebek pasar setiap Minggu pagi dengan mengumpulkan sampah organik untuk kemudian diolah menjadi pupuk.

Kepedulian Bintang terhadap lingkungan menjadi inspirasi bagi para peserta. Pengalamannya menunjukkan bahwa aksi menjaga lingkungan dapat dimulai sejak usia dini melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Kehadirannya juga memberikan pesan bahwa kepedulian terhadap persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab orang dewasa, melainkan dapat dilakukan oleh siapa saja.

Narasumber kedua, Tri Wahyuningtyas, seorang guru sekaligus Pembina Lingkungan Hidup, memberikan penguatan materi mengenai pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan limbah rumah tangga. Ia juga mengajak masyarakat mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Melalui pemaparan kedua narasumber, peserta diajak mengubah cara pandang terhadap sampah organik. Bahan yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan tepat. Pengolahan sisa makanan, kulit buah, dan daun kering menjadi kompos dapat membantu menyuburkan tanah, mendukung pertumbuhan tanaman, sekaligus mengurangi volume sampah rumah tangga yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.


Selain memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong keterlibatan warga dan ibu-ibu PKK dalam membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan bertanggung jawab di lingkungan masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat dari ketertarikan mereka untuk menjalin kerja sama dalam pengelolaan sampah yang lebih baik setelah kegiatan berlangsung. Hal ini membuka peluang bagi keberlanjutan Gerakan Kampung Hijau melalui kolaborasi antara mahasiswa, warga, ibu-ibu PKK, dan pemerhati lingkungan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Berdampak 2026 RPL PG-PAUD Unmuh Jember berharap masyarakat Mleto semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah organik dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan memilah sampah, mengumpulkan limbah organik, dan mengolahnya menjadi kompos diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, produktif, dan ramah lingkungan.

Selasa, 03 November 2026

Unmuh Jember Diseminasikan Hasil Riset Transformasi Hijau BUMDes, Dorong Investasi Berkelanjutan dan Pemberdayaan Desa

Penguatan ekonomi desa tidak cukup hanya berorientasi pada keuntungan finansial. Pengelolaan usaha desa juga perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu fokus penelitian yang dikembangkan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melalui kajian transformasi hijau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Hasil penelitian tersebut disampaikan dalam kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian, Penyerahan Policy Brief, dan Launching Buku di Aula Lantai 1 Gedung Jember Creative Center (JCC), Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari luaran Penelitian Fundamental Reguler Tahun 2026 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Penelitian tersebut diketuai oleh Dr. Astrid Maharani, S.E., M.Akun. selaku ketua pengusul, dengan dua anggota pengusul, yakni Gardina Aulin Nuha, S.E., M.Akun. dan Oktaviani Ari Wardhaningrum, S.E., M.Sc.

Mengangkat fokus Green Investment, Kinerja, dan Penciptaan Nilai Berkelanjutan, penelitian ini mengkaji bagaimana investasi hijau dapat berkontribusi terhadap kinerja keuangan sekaligus menciptakan nilai sosial dan lingkungan bagi BUMDes. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember serta pengelola BUMDes sebagai mitra penelitian.

Ketua peneliti, Dr. Astrid Maharani, menjelaskan bahwa diseminasi merupakan salah satu luaran penting dari penelitian fundamental yang dilaksanakan sejak April 2026. Melalui kegiatan ini, tim peneliti ingin memastikan hasil kajian tidak hanya berhenti pada ranah akademis, tetapi juga dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pengembangan BUMDes.

"Melalui diseminasi ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada mitra, baik DPMD Kabupaten Jember maupun BUMDes, agar terus aktif menyuarakan sustainability atau keberlanjutan," jelas Astrid.

Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi referensi dalam mendorong pengelolaan usaha desa yang lebih memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan demikian, BUMDes tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi desa, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Perspektif akademis dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Dr. Bunga Maharani, S.E., M.SA., CSRS., CSRA., CMT. Ia menjelaskan bahwa transformasi hijau memiliki cakupan yang luas dan tidak terbatas pada kegiatan penghijauan. Implementasinya dapat mencakup pengelolaan sumber daya, transformasi digital, pengelolaan limbah, hingga pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya.

Menurut Bunga, investasi hijau memang tidak selalu memperlihatkan hasil secara langsung dalam jangka pendek. Misalnya, investasi untuk pengelolaan limbah dan penggunaan panel surya membutuhkan waktu sebelum manfaat ekonominya dapat dirasakan. Namun, keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan BUMDes seharusnya tidak hanya dilihat dari besarnya keuntungan yang diperoleh. Setiap proses bisnis juga perlu mempertimbangkan dampak yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan.

"Jadi, sekarang bukan hanya menghitung berapa keuntungan yang diperoleh, tetapi juga bagaimana setiap proses bisnis memikirkan dampak dari kegiatan usaha yang dijalankan," menjadi salah satu penekanan Bunga dalam pemaparannya.

Lebih lanjut, Bunga menilai desa memiliki potensi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi berkelanjutan. Ketersediaan lahan, sumber daya alam, serta kedekatan masyarakat dengan lingkungan menjadi peluang untuk mengembangkan berbagai inovasi usaha, termasuk pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber energi alternatif.

Namun, pengembangan tersebut perlu didukung profesionalisme pengelola, kualitas tata kelola usaha, serta kemampuan dalam memetakan potensi lokal. Dengan demikian, investasi yang dilakukan BUMDes tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Dari sisi pemerintah daerah, perwakilan DPMD Kabupaten Jember, Darwis Surahma, menyampaikan bahwa sejumlah BUMDes sebenarnya telah memiliki inisiatif dalam menerapkan praktik pengelolaan lingkungan. Salah satu contohnya adalah BUMDes di wilayah Semboro yang telah bekerja sama dengan Pegadaian melalui program penukaran sampah menjadi emas.

Program tersebut mendorong masyarakat untuk mengumpulkan sampah yang kemudian memiliki nilai ekonomi melalui mekanisme penukaran. Inisiatif ini memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai aktivitas ekonomi yang melibatkan partisipasi masyarakat.

Darwis menilai praktik semacam itu perlu terus didorong dan dikembangkan. Akan tetapi, penerapannya membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga lembaga mitra yang memiliki kapasitas dalam memberikan pendampingan.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan perguruan tinggi agar pengelola BUMDes memperoleh masukan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, hasil penelitian akademisi dapat menjadi salah satu referensi dalam menyusun strategi pengembangan usaha sekaligus memperkuat kebijakan pemerintah daerah.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga membantu BUMDes menerapkan inovasi secara berkelanjutan melalui dukungan regulasi, kebijakan, dan penguatan kapasitas pengelola.

Sebagai tindak lanjut hasil penelitian, tim peneliti turut menyerahkan policy brief kepada pemerintah daerah. Dokumen rekomendasi kebijakan tersebut memuat empat strategi utama, yakni penyusunan pedoman penilaian investasi hijau, pembinaan kapasitas pengelola BUMDes, monitoring dan evaluasi berbasis indikator, serta fasilitasi dukungan investasi berdasarkan kelayakan usaha.

Keempat rekomendasi tersebut diharapkan dapat membantu DPMD Kabupaten Jember dalam memperkuat pembinaan BUMDes. Melalui pedoman penilaian investasi, misalnya, keputusan pengembangan usaha tidak hanya mempertimbangkan besarnya dana yang dikeluarkan, tetapi juga kelayakan keuangan, efisiensi operasional, serta manfaat lingkungan dan sosial.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peluncuran buku berjudul Transformasi Hijau BUMDes: Green Investment, Kinerja, dan Penciptaan Nilai Berkelanjutan. Buku tersebut menjadi salah satu luaran penelitian sekaligus referensi bagi akademisi, pemerintah, dan praktisi dalam memahami strategi investasi hijau di tingkat desa.

Melalui diseminasi ini, Unmuh Jember berharap hasil penelitian fundamental dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi desa. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pengelola BUMDes menjadi bagian penting untuk mewujudkan usaha desa yang tidak hanya sehat secara finansial, tetapi juga mampu menjaga lingkungan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember Optimalkan Peran Ibu Balita Posyandu Kaswari dalam Pencegahan Stunting

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar program edukasi kesehatan bertajuk “Optimalisasi Peran Ibu Balita Posyandu Kaswari melalui Penyuluhan dalam Upaya Pengentasan Stunting” di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.

Program yang digagas oleh Diah Tri Andriani ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu balita mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta keaktifan mengikuti pelayanan kesehatan di Posyandu.

Salah satu kegiatan utama dalam program tersebut adalah penyuluhan kesehatan yang menghadirkan Mimin Andriyati Ningsih, SST.Bdn., dari Puskesmas Jatiroto sebagai narasumber. Dalam penyuluhan bersama ibu balita Posyandu Kaswari tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pemenuhan gizi seimbang melalui konsep Isi Piringku dan pentingnya kunjungan rutin ke Posyandu.


Melalui konsep Isi Piringku, ibu balita diajak memahami pentingnya menyediakan makanan yang beragam dan bergizi, meliputi makanan pokok, lauk-pauk sebagai sumber protein, sayuran, serta buah-buahan. Pemenuhan kebutuhan gizi tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Selain edukasi gizi, peserta juga diberikan pemahaman bahwa kunjungan ke Posyandu bukan sekadar kegiatan penimbangan berat badan. Pelayanan Posyandu menjadi sarana pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala, sekaligus membantu orang tua mengetahui kondisi anak dan memperoleh tindak lanjut apabila ditemukan masalah kesehatan.

Untuk menjangkau keluarga yang belum rutin memanfaatkan layanan Posyandu, mahasiswa KKN melanjutkan program melalui kegiatan home visit atau kunjungan rumah. Kunjungan dilakukan kepada ibu yang memiliki balita tetapi belum rutin datang ke Posyandu. Melalui pendekatan langsung, mahasiswa memberikan ajakan dan motivasi agar orang tua lebih aktif membawa anaknya mengikuti pelayanan kesehatan.

Mahasiswa KKN bersama kader Posyandu juga melaksanakan kegiatan sweeping balita untuk menjangkau anak-anak yang belum hadir dalam pelayanan Posyandu. Langkah ini dilakukan agar balita yang belum mengikuti kegiatan tetap mendapatkan perhatian dan pemantauan pertumbuhan.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa KKN turut mengadakan demonstrasi memasak puding kelor susu bersama ibu balita. Kegiatan praktik ini memperkenalkan salah satu alternatif olahan makanan berbahan kelor yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Melalui demonstrasi tersebut, peserta memperoleh inspirasi untuk menyajikan menu yang lebih bervariasi dan bergizi bagi anak.

Sebagai upaya memperkuat keberlanjutan edukasi kesehatan, mahasiswa KKN juga menghadirkan Pojok Gizi di Posyandu Kaswari. Media edukasi tersebut memuat informasi mengenai gizi seimbang, konsep Isi Piringku, serta upaya pencegahan stunting. Keberadaannya diharapkan dapat memudahkan ibu balita dan masyarakat dalam memperoleh informasi kesehatan ketika berkunjung ke Posyandu.

Rangkaian program dilengkapi dengan pembuatan dan pemasangan banner Posyandu Kaswari. Banner tersebut diserahkan kepada pihak Posyandu sebagai dukungan terhadap penyediaan sarana informasi sekaligus penguatan identitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember berharap ibu balita semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Upaya pencegahan stunting membutuhkan perhatian berkelanjutan, mulai dari pemenuhan gizi, penerapan pola asuh yang baik, perilaku hidup bersih dan sehat, hingga pemantauan pertumbuhan anak secara rutin.

Program ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengimplementasikan pengetahuan melalui pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, ibu balita, kader, dan tenaga kesehatan diharapkan dapat memperkuat peran Posyandu Kaswari sebagai pusat pelayanan sekaligus edukasi kesehatan keluarga di Desa Rojopolo.

Connect