Kamis, 05 November 2026

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Gelar Bimtek Pengelolaan Izin Operasional Lembaga PAUD di Gucialit


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Rekognisi Pembelajaran Lampau (KKN RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengembangan manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), khususnya terkait pengelolaan administrasi dan perpanjangan izin operasional lembaga Kelompok Bermain (KB) di Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kecamatan Gucialit tersebut diikuti oleh para guru PAUD/KB. Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan tenaga pendidik dalam menyiapkan administrasi lembaga sebagai salah satu persyaratan perpanjangan izin operasional.

Program ini dilaksanakan oleh Mima Tri Wahyuni, mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) jalur RPL, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Asty Bhawika Adwitiya, M.A.

Dalam kegiatan tersebut, Mima menyampaikan materi mengenai pengelolaan administrasi lembaga PAUD, termasuk berbagai dokumen dan buku administrasi yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi proses visitasi perpanjangan izin operasional. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dengan memberikan contoh sejumlah buku administrasi yang harus dimiliki lembaga.

Bimtek ini dilatarbelakangi kondisi lembaga PAUD di Kecamatan Gucialit yang masih menghadapi sejumlah kendala administratif. Berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan kegiatan, dari 22 lembaga PAUD yang pernah berdiri sejak 2003 hingga 2025, saat ini tersisa 19 lembaga. Sebanyak 18 lembaga di antaranya berencana mengajukan perpanjangan izin operasional.

Hasil peninjauan terhadap beberapa lembaga sampel menunjukkan bahwa kelengkapan administrasi masih menjadi persoalan. Sejumlah lembaga diketahui baru memiliki beberapa dokumen, seperti buku tamu, buku induk, buku agenda surat masuk dan keluar, serta buku klaper. Padahal, berdasarkan materi bimtek, terdapat 18 buku administrasi yang perlu dipersiapkan untuk mendukung proses perpanjangan izin operasional.

Melalui kegiatan ini, para guru mendapatkan pendampingan untuk memahami jenis administrasi yang harus tersedia sekaligus cara melengkapinya. Persiapan tersebut menjadi penting karena lembaga akan menghadapi tahapan visitasi sebagai bagian dari proses perpanjangan izin operasional.

Tidak hanya menyampaikan materi, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi para guru untuk mengidentifikasi kekurangan administrasi di masing-masing lembaga dan mencari solusi bersama. Dengan demikian, setiap lembaga diharapkan dapat mempersiapkan dokumen sesuai ketentuan Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang.

Dampak awal kegiatan terlihat dari tindak lanjut yang dilakukan pada 3 November 2026. Ketua HIMPAUDI Kecamatan Gucialit kembali mengunjungi beberapa lembaga sampel dan mendapati bahwa sejumlah lembaga mulai melengkapi buku administrasi yang sebelumnya belum tersedia.

Salah satu guru KB di Kecamatan Gucialit menyambut baik pelaksanaan bimtek tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membantu para guru memahami dokumen administrasi yang perlu disiapkan serta mengetahui kekurangan yang masih harus dilengkapi oleh masing-masing lembaga.

Melalui program ini, mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember turut berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan lembaga PAUD, khususnya dalam aspek administrasi dan perizinan. Ke depan, lembaga PAUD di Kecamatan Gucialit diharapkan semakin tertib secara administratif dan lebih siap menjalani proses visitasi perpanjangan izin operasional.

Mahasiswa KKN RPL PG-PAUD Unmuh Jember Sosialisasikan Pentingnya Lingkungan Ramah Anak di Jelbuk


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar sosialisasi bertema “Peran Masyarakat dalam Menciptakan Lingkungan yang Ramah Anak” di TK Dharma Wanita, Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Senin (2/11/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 23 wali murid tersebut menghadirkan Alfianti, S.Ag., sebagai pemateri. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Dalam pemaparan materi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengertian lingkungan ramah anak, pentingnya lingkungan yang mendukung perkembangan anak usia dini, serta peran berbagai pihak dalam mewujudkannya. Materi juga mencakup contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membangun komunikasi yang baik dengan anak, memberikan perlindungan, memenuhi kebutuhan anak, dan menciptakan suasana yang mendukung perkembangan fisik, sosial, emosional, serta intelektual.

Alfianti, S.Ag., menekankan bahwa menciptakan lingkungan ramah anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama memiliki peran penting dalam memberikan kasih sayang, perhatian, perlindungan, serta membiasakan perilaku positif sejak usia dini.

Selain keluarga, sekolah dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, maupun perlakuan yang dapat menghambat perkembangan anak. Anak perlu memperoleh kesempatan untuk bermain, belajar, berekspresi, dan menyampaikan pendapat sesuai dengan tahap perkembangannya.

Kegiatan berlangsung melalui penyampaian materi dan diskusi bersama wali murid. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa penerapan lingkungan ramah anak dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mendengarkan pendapat anak, menggunakan bahasa yang santun, memberikan teladan positif, serta memastikan keamanan lingkungan bermain.

Sosialisasi ini sekaligus menjadi sarana memperkuat kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah dalam mendukung pendidikan anak usia dini. Komunikasi dan komitmen bersama diharapkan dapat membangun lingkungan yang saling mendukung bagi proses tumbuh kembang anak.

Melalui kegiatan KKN RPL PG-PAUD ini, mahasiswa Unmuh Jember berharap para wali murid semakin memahami pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan ramah anak. Upaya tersebut perlu diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan anak, pemberian rasa aman, penghargaan terhadap hak-hak anak, serta pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang diharapkan dapat tercipta sehingga anak memiliki ruang yang optimal untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat, mandiri, dan berkarakter baik.

Tingkatkan Pemahaman Pengasuhan Anak, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gandeng KB-TK Kasih Bunda Surabaya


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar edukasi parenting bagi orang tua atau wali murid KB-TK Kasih Bunda Surabaya, Kamis (22/10/2026). Mengusung tema “Orang Tua Hebat, Anak Tumbuh Sehat”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pola asuh positif dan pendampingan yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 WIB tersebut merupakan bagian dari program kerja individu mahasiswa KKN yang berfokus pada peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pengasuhan dan perkembangan anak.

Dalam penyampaian materi, orang tua mendapatkan edukasi mengenai pemenuhan kebutuhan dasar anak, mulai dari pemberian makanan bergizi, pembiasaan hidup bersih dan sehat, pemberian kasih sayang, hingga stimulasi perkembangan melalui aktivitas bermain dan belajar di rumah.

Selain itu, peserta diajak memahami penerapan pola asuh positif, membangun komunikasi yang baik dengan anak, serta membiasakan kemandirian sejak dini. Pendampingan orang tua dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kebiasaan, serta kemampuan sosial dan emosional anak.

Materi juga menekankan bahwa tumbuh kembang anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga. Karena itu, pola pendampingan di rumah perlu berjalan selaras dengan pendidikan yang diterima anak di lingkungan sekolah.

Orang tua turut diajak memahami bahwa setiap anak memiliki karakteristik dan tahapan perkembangan yang berbeda. Kemampuan anak tidak seharusnya dibandingkan dengan teman sebayanya. Sebaliknya, orang tua perlu memberikan dukungan, apresiasi, dan kesempatan kepada anak untuk belajar sesuai dengan tahap perkembangannya.

Melalui penyampaian materi dan diskusi edukatif, peserta memperoleh berbagai langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya membangun komunikasi positif, membiasakan pola hidup sehat, menyediakan waktu untuk bermain bersama, serta mendampingi anak selama proses belajar di rumah.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak KB-TK Kasih Bunda Surabaya sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak usia dini. Partisipasi orang tua dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap terjalinnya komunikasi dan kerja sama antara keluarga dan sekolah.

Melalui kegiatan bertema “Orang Tua Hebat, Anak Tumbuh Sehat”, mahasiswa KKN Unmuh Jember berharap orang tua dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengasuhan sehari-hari. Pemenuhan gizi, pembiasaan hidup sehat, pola asuh positif, dan stimulasi yang sesuai diharapkan dapat mendukung anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, mandiri, percaya diri, serta mampu bersosialisasi dengan baik.

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat sinergi antara keluarga dan lembaga pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak usia dini secara optimal.

Mahasiswa KKN Mandiri Unmuh Jember Edukasi Orang Tua tentang Pola Asuh Positif di Situbondo



Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Norhayati, menggelar edukasi pola asuh positif bagi orang tua anak usia dini di RA Hidayatul Qodiri, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Rabu (4/11/2026).

Mengusung tema “Membangun Generasi Hebat melalui Pola Asuh Orang Tua yang Positif”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pengasuhan yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak sejak usia dini.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PC IGRA Banyuglugur yang memberikan sambutan sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan edukasi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN dan berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan orang tua dalam mendidik, membimbing, serta mendampingi anak.

Dalam penyampaian materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai beberapa aspek penting pola asuh positif, mulai dari mengenali karakter anak, membangun komunikasi yang baik, mengajarkan kedisiplinan, melatih kemandirian, hingga mendampingi penggunaan gawai pada anak.

Orang tua juga diajak memahami bahwa keluarga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak. Kasih sayang, perhatian, pendampingan, serta keteladanan dari orang tua menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak.

Selain pemaparan materi, kegiatan dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para orang tua berkesempatan menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengasuhan sehari-hari, seperti menghadapi anak yang mudah menangis ketika keinginannya tidak terpenuhi maupun anak yang kesulitan mengikuti aturan.

Sebagai bentuk tindak lanjut, mahasiswa KKN mengadakan kegiatan Papan Komitmen Orang Tua Hebat. Melalui kegiatan ini, para orang tua menuliskan komitmen sederhana yang akan diterapkan dalam mendampingi anak di rumah. Beberapa komitmen tersebut antara lain meluangkan waktu bersama anak, mengurangi kebiasaan membentak, mendengarkan cerita anak, serta membatasi penggunaan gawai.

Kegiatan Papan Komitmen menjadi sarana bagi orang tua untuk merefleksikan kebiasaan pengasuhan sekaligus membangun tekad menerapkan pola asuh yang lebih positif dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Norhayati berharap orang tua semakin memahami pentingnya pola asuh positif dan mampu menerapkannya secara konsisten di lingkungan keluarga. Edukasi ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara orang tua dan guru dalam mendukung tumbuh kembang serta pembentukan karakter anak usia dini.

Mahasiswa KKN RPL Mandiri PG PAUD Unmuh Jember Ajak Wali Murid Sulap Galon Bekas Menjadi Pot Bunga


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Mandiri Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Suhariyah, menggelar kegiatan kreasi lingkungan dengan memanfaatkan galon bekas menjadi pot bunga. Kegiatan bertema “Kreasi Hijau: Pemanfaatan Galon Bekas Menjadi Pot Bunga untuk Mewujudkan Lingkungan yang Asri dan Berkelanjutan” tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/11/2026) di halaman Masjid Darul Muttaqin, Situbondo.

Kegiatan ini melibatkan wali murid sebagai peserta. Tujuannya untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengenalkan cara sederhana mengurangi sampah plastik melalui pemanfaatan barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Dalam kegiatan tersebut, Ike Suliana, S.Pd., hadir sebagai narasumber. Ia memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah plastik, serta mengembangkan kreativitas dalam mengolah barang bekas.

Ike menyampaikan bahwa pemanfaatan galon bekas menjadi pot bunga merupakan salah satu bentuk kreativitas sederhana yang dapat membantu mengurangi sampah plastik. Kegiatan semacam ini juga penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Mahasiswa KKN, Suhariyah, menjelaskan bahwa kegiatan dirancang agar wali murid tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengolah barang bekas. Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan bahan, demonstrasi pembuatan pot, praktik menghias, hingga penanaman bunga.

Melalui praktik tersebut, peserta diajak melihat bahwa barang yang sudah tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan menjadi benda yang menarik dan bermanfaat. Selain mengurangi potensi sampah plastik, kegiatan ini juga mendorong kreativitas serta kebiasaan menggunakan kembali barang bekas.

Salah satu wali murid yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan barang bekas. Ia berharap kegiatan kreatif serupa dapat terus dilaksanakan agar kepedulian masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat.

Melalui program Kreasi Hijau, Suhariyah berharap wali murid dapat menerapkan kebiasaan kreatif dan peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini sehingga tumbuh kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini menjadi salah satu kontribusi mahasiswa KKN RPL Mandiri PG PAUD Unmuh Jember dalam mendorong pemanfaatan barang bekas serta membangun kepedulian lingkungan melalui kegiatan edukatif dan partisipatif bersama masyarakat.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Kolaborasi dengan Guru dan Wali Murid Lestarikan Damar Kurung melalui Buku Cerita Berbasis AI


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) berkolaborasi dengan guru dan wali murid TK DWP Kedamean 1 dalam mengembangkan media literasi untuk mengenalkan budaya lokal Damar Kurung kepada anak usia dini. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (26/10/2026) di TK DWP Kedamean 1, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, tersebut diwujudkan melalui pembuatan buku cerita berbasis kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Program ini bertujuan memperkenalkan warisan budaya khas Gresik kepada generasi muda melalui media pembelajaran yang kreatif dan menarik. Pemanfaatan teknologi AI menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan inovasi dalam pendidikan tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya lokal.

Salah satu hasil dari kegiatan tersebut adalah buku cerita berjudul Cahaya Indah Damar Kurung karya Rikma Ratri, salah satu wali murid TK DWP Kedamean 1. Buku ini mengangkat budaya Damar Kurung melalui cerita bergambar dengan bahasa dan visual yang dirancang agar mudah dipahami anak-anak.

Keterlibatan Rikma Ratri menjadi bentuk partisipasi keluarga dalam mendukung pelestarian budaya melalui literasi. Wali murid tidak hanya berperan mendampingi anak dalam proses pendidikan, tetapi juga dapat berkontribusi menghasilkan karya edukatif yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah maupun keluarga.

Dalam proses penyusunannya, teknologi AI dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mengembangkan ide cerita dan ilustrasi visual. Penggunaan teknologi tersebut memberikan alternatif dalam menciptakan media pembelajaran yang lebih variatif dan menarik. Meski demikian, nilai budaya dan ketepatan informasi mengenai Damar Kurung tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan materi.

Kolaborasi ini juga melibatkan guru sebagai mitra pendidikan yang mendukung pengenalan budaya lokal kepada peserta didik. Melalui buku cerita bergambar, guru dapat mengenalkan bentuk, keunikan, dan nilai budaya Damar Kurung dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Buku Cahaya Indah Damar Kurung diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan literasi bersama antara guru, wali murid, dan anak-anak. Dengan demikian, pengenalan budaya lokal tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dapat diteruskan melalui aktivitas membaca bersama di lingkungan keluarga.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unmuh Jember mendorong sinergi antara lembaga pendidikan dan keluarga dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah. Pemanfaatan AI dalam pembuatan buku cerita juga menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran sekaligus media pengenalan tradisi kepada generasi muda.

Program ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan anak terhadap budaya Damar Kurung sejak usia dini serta meningkatkan kepedulian keluarga dan lingkungan pendidikan terhadap pelestarian budaya lokal khas Gresik.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Edukasi Orang Tua tentang Dampak Penggunaan HP pada Anak di Desa Nguter



Penggunaan telepon genggam atau gadget pada anak perlu mendapat perhatian dan pendampingan dari orang tua. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar sosialisasi bertajuk “Dampak Negatif Penggunaan HP pada Perkembangan Anak” di Balai Desa Nguter, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.30 WIB ini diikuti 16 peserta, terdiri atas orang tua murid, kader PKK, dan anak-anak usia dini. Sosialisasi tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan teknologi secara bijak, khususnya dalam mendampingi anak di era digital.

Program ini berangkat dari perhatian mahasiswa terhadap kebiasaan penggunaan gadget pada anak-anak di lingkungan setempat. Durasi penggunaan yang tinggi dikhawatirkan dapat memengaruhi minat belajar serta mengurangi interaksi sosial anak dengan lingkungan sekitarnya.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan sejumlah risiko penggunaan HP secara berlebihan, mulai dari gangguan kesehatan fisik seperti penurunan daya penglihatan dan pola tidur yang tidak teratur, hingga hambatan perkembangan emosional dan interaksi sosial. Anak juga berisiko terpapar konten digital yang tidak sesuai dengan usia apabila penggunaan perangkat tidak mendapat pengawasan.

Selain mengenalkan berbagai risiko tersebut, mahasiswa turut memberikan edukasi mengenai pola pengasuhan digital atau digital parenting. Orang tua diajak memahami pentingnya mengatur durasi penggunaan layar (screen time) sesuai rentang usia anak, mendampingi anak ketika mengakses perangkat digital, serta memperhatikan konten yang dikonsumsi.

Sebagai alternatif, orang tua juga diperkenalkan pada berbagai aktivitas fisik dan permainan edukatif non-digital. Kegiatan seperti bermain bersama, membaca buku, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar dapat menjadi pilihan untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget sekaligus mendukung perkembangan mereka.

Sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi berbantuan multimedia dan sesi tanya jawab. Mahasiswa juga memberikan demonstrasi pengaturan fitur keamanan anak atau parental control pada ponsel. Melalui simulasi tersebut, peserta diperkenalkan pada langkah-langkah dasar untuk membantu membatasi dan mengawasi akses anak terhadap konten digital.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan ditutup dengan pembagian brosur berisi panduan penggunaan gadget yang lebih bijak bagi orang tua. Panduan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pengingat sekaligus referensi bagi keluarga dalam menerapkan pendampingan digital di rumah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap orang tua semakin memahami bahwa penggunaan teknologi pada anak tidak cukup hanya dibatasi, tetapi juga perlu diarahkan dan didampingi. Peran keluarga menjadi penting dalam membangun kebiasaan digital yang sehat agar anak tetap dapat memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan kebutuhan bermain, belajar, beristirahat, dan berinteraksi secara langsung.

Sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tantangan pengasuhan di era digital. Dengan pendampingan yang tepat, teknologi diharapkan dapat menjadi sarana belajar dan berkembang bagi anak, bukan justru menghambat tumbuh kembangnya.

Connect