Minggu, 17 Mei 2026

Dua Mahasiswa Unmuh Jember Terlibat dalam Proyek Ketangguhan Bencana PMI dan JRCS Jepang

Komitmen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dalam bidang kemanusiaan kembali terlihat melalui keterlibatan dua mahasiswa dalam program School Community Resilience Project (SCR) yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) Jepang.

Program ini diawali dengan kegiatan Pelatihan Dasar Disaster Risk Reduction (DRR) dan Enhanced Vulnerability Capacity Assessment (EVCA) yang berlangsung selama empat hari, pada 16–20 Januari 2025, di Hotel Safari Jember. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proyek kolaborasi jangka panjang yang dirancang berjalan selama kurang lebih tiga tahun, mulai awal 2025 hingga 2027.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 staf dan relawan PMI Kabupaten Jember, termasuk dua mahasiswa Unmuh Jember yang menjadi perwakilan dari KSR (Korps Sukarela) PMI Unit Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, dan Nur Alfiah, mahasiswa Program Studi Keperawatan.

Keterlibatan keduanya menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana, khususnya di wilayah pesisir selatan Jember yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Program SCR sendiri akan difokuskan di wilayah Kecamatan Puger dan Gumukmas, dua kawasan pesisir selatan Jember yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam.

Saat itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Dr. Muhammad Thamrin, S.E., M.M., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal teori kebencanaan, tetapi juga membentuk karakter relawan yang tangguh dan siap terjun langsung ke masyarakat.

Menurutnya, relawan harus memiliki rasa percaya diri, komunikasi yang efektif, serta militansi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Sementara itu, Weni Catur selaku Koordinator School and Community Resilience (SCR) menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman teknis yang mendalam sebelum menjalankan pendampingan di lapangan.

Berbagai materi diberikan oleh fasilitator dari PMI Pusat, PMI Jawa Timur, PMI Kabupaten Jember, serta JRCS Jepang. Materi tersebut meliputi pengelolaan bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, satuan pendidikan aman bencana, hingga kajian risiko.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi lapangan, pelatihan teknik komunikasi, serta koordinasi respons kebencanaan agar mampu menjalankan tugas secara efektif saat berhadapan langsung dengan masyarakat.

Bagi Lutfiah dan Nur Alfiah, keterlibatan dalam proyek internasional ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memperluas wawasan kebencanaan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian sosial sebagai mahasiswa.

Melalui program ini, Unmuh Jember menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Keterlibatan dalam School Community Resilience Project menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan.

 

Tags :

bm
Created by: News Unmuh Jember

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect